Kamis, 13 September 2018

Kertas Kehidupan

Akte Lahir...  Adalah Kertas.

Ijazah...  Juga Kertas.

Akte Nikah...  Kertas.

Paspor...  Kertas.

Surat Kepemilikan Rumah...   Juga Kertas.

UANG...  Juga Kertas.

Kehidupan Kita Layaknya Hanya Di Kelilingi Kertas-Kertas.

Seiring Waktu Berlalu, Semua Di Robek.

Kemudian Di Buang Dan Di Bakar.

Berapa Banyak Orang Bersedih Karena "Kertas-Kertas"Yang Di Milikinya.
Dan Berapa Banyak Orang Begitu Bahagia Dengan "Kertas-Kertas" Yang Di Milikinya.

Tetapi...

Ada 1 (Satu) Lembar Kertas Yang Tidak Mungkin Di Lihat Oleh Manusia Itu Sendiri  Yaitu,  "AKTE KEMATIAN" Nya Sendiri!

Maka Manusia Itu Ada Batasnya Yang Tidak Mungkin Dia Mampu Menjangkau Waktu.

Ada 2 (Dua) Hal Yang Tidak Akan Selamanya Ada Dalam Diri Seseorang :
~ Masa Mudanya, Dan
~ Kekuatannya.

Dan 2 (Dua) Hal Yang Berguna Untuk Setiap Orang :
~ Hati Yang Mulia, Dan
~ Hati Yang Mengampuni.

Juga 2 (Dua) Hal Pula Yang Akan Mengangkat Derajat Seseorang  :
~ Sikap Rendah Hati,Dan
‌~ Berbagi Kasih.

Belajarlah Punya Prinsip Hidup

Ada 3 (Tiga) Fase Hidup Yang Tampak Dari Kita :

1. Masa Puber Kita Punya
    Waktu Dan Kekuatan
    Tetapi Tidak Punya
    "UANG".

2. Masa Bekerja Kita
    Punya Uang Dan
    Kekuatan, Tetapi Tidak
    Punya "WAKTU".

3. Masa Tua Kita Punya
    Uang Dan Punya Waktu,
    Tetapi Tidak Punya
    "KEKUATAN" Lagi.

Manfaatkan Kesempatan Hidup Sebaik-Baiknya Selagi Masih Bisa Bernapas.

Kita Selalu Yakin Bahwa Kehidupan Orang Lain Lebih Baik Dari Kehidupan Kita.
Dan Orang Lain Pun Meyakini, Bahwa Kehidupan Kita Jauh Lebih Baik Darinya.

Hal Itu Terjadi Di Karenakan Kita Melupakan 1 (Satu) Hal Terpenting Dalam Hidup, Yaitu :
Bersikap "MENSYUKURI APA YANG SUDAH KITA MILIKI".

Oleh Sebab Itu...

Nikmati Hidup, Sebelum Hidup Tidak Bisa Di Nikmati.
Dan Selalu Bersyukur Atas Segala Nikmat & Karunia Hidup.

Tidak Capek Pun Perlu Istirahat.
Tidak Kaya Pun Perlu Bersyukur.

Sadarlah Hidup Itu Pendek.
Pasti Ada Saatnya Finish.

Jangan Tertipu Dengan Usia Muda.
Karena Syarat Mati Tidak Harus Tua..

#Semoga bermanfaat🙏🏻

Rabu, 12 September 2018

Adywirya Adisaputra

Empati ...
( Revolusi mental ) ...

Teman yg pny usaha Kontraktor pengerukan Sungai Ciliwung bercerita kpd saya . Waktu JOKOWI sebagai Gubernur DKI . Dia pernah diajak blusukan oleh Jokowi ke pemukiman Kumuh dibantaran kali . Ketika itu Jokowi masuk kesalah satu rumah penduduk karena kebetulan dipaksa oleh pemilik rumah utk mampir. Alasannya orang tuanya yg lagi sakit ingin bersalaman dngn Jokowi . Karena ukuran rumah sangat kecil hny muat 4 orang maka yg masuk kedalam rumah itu hny Jokowi , Ajudan dan termasuk teman itu . Yg lain menunggu diluar . Dirumah itu tdk ada korsi tamu . Para tamu hny duduk dilantai beraalaskan tikar lusuh .

Pemilik rumah menyuguhkan minuman . Ketika teman itu hendak minum , dia mencium Bau Sabun pd gelas itu . Dia batal minum . Dia tahu bahwa gelas itu tdk bersih . Dia perhatikan gelas yg lain juga sama karna nampak membayang kesan kotor . Benarlah , para ajudan juga melakukan hal yg sama dngn teman ini , tdk jadi minum . Namun Jokowi dngn tersenyum sambil berbicara dngn pemilik rumah , menghabiskan minuman itu . Tdk ada kesan diwajah Jokowi ragu minum air itu .

Yg membuat saya terkejut , lanjut cerita teman , adalah sikap Jokowi ketika saya tny “ Apakah bapak merasakan aroma Sabun pd gelas itu " Dngn tersenyum Jokowi berkata " Air dngn gelas beraroma Sabun adalah inspirasi saya utk berbuat karena cinta . Pemimpin tdk akan merasakan ini klu dia hny berada dikantor atau di Istana . Selanjutnya Jokowi mengatakan bahwa ketika dia merasakan aroma Sabun pada gelas itu , hatinya menjerit karena inilah yg dirasakan oleh sebagian besar Rakyatnya setiap hari yaitu kelangkaan air bersih . Air adalah esensi kehidupan dan Negara gagal menjaga yg esensi itu .

Mereka yg tinggal di Daerah Kumuh menghadapi masalah Kesehatan , Pendidikan , Perumahan , Kesempatan Berusaha , Lingkungan dan lain sebagainya . Kehidupan mereka sdh ada sejak Negeri ini Merdeka . Mengapa ? karena selama ini Negara tdk hadir di-tengah² mereka . Negara terlalu jauh utk dijangkau dan menjangkau . Akibatnya Keadilan Sosial semakin jauh dan jauh . Sebagai orang yg lahir dari kel miskin , saya dapat merasakan suasana hati Jokowi melihat kegetiran dihadapannya . Karena Jokowi juga lahir dari kel miskin . Mungkin juga anda atau siapapun yg kini hidup lapang pernah merasakan kegetiran hidup dalam kemiskinan seperti itu . Akan merasakan hal yg sama .

Menanamkan empati terhadap keadaan lingkungan yg terbatas akan akses Sosial , tdk mudah . Klu anda tdk pernah merasakan getirnya hidup dipinggir kali . Tdk pernah merasakan getir di usir karena nggak mampu bayar Kontrakan . Tdk pernah merasakan getir karena nggak ada uang bayar anak Sekolah . Anda tdk akan merasa kekuatan empati dalam diri anda . Sulit bagi orang seperti Prabowo yg sedari kecil lahir dari kel Bangsawan dan menikah dngn kel Presiden akan merasakan kegetiran itu . Sulit bagi Sandi yg hidup dimanja oleh kel William yg Konglomerat utk merasakan kegetiran itu . Mungkin mereka peduli kepada orang Miskin tapi utk menjadi petarung bagi Kaum Miskin sangat sulit . Karena didalam GEN mereka tdk ada memori kegetiran . Jadi empatinya terukur .

Makanya ketika Jokowi mencalonkan diri sebagai Presiden , saya terpanggil mendukungnya karena tanggung jawab moral agar lahir Pemimpin dari kaum bawah , yg akrab Lahir Batin dngn kemiskinan , sehingga dia akan jadi Pembela orang Miskin . Negeri kita kaya tetapi kita Miskin Pemimpin yg pny empati bagi Simiskin . Kebanyakan hny sebatas retorika namun tdk bisa lari dari fakta yg kemaruk Harta dan lupa kepada Simiskin ketika berkuasa . Klu Tuhan memberi Rahmat kepada suatu kaum maka dipilihlah Pemimpin yg Lahir dari Kaum Duafa dan dia akan selalu dijaga Tuhan utk melaksanakan keadilan Tuhan bagi simiskin . Saya percaya itu , makanya saya membela Jokowi utk kebaikan , agar Indonesia lebih baik ...

Adiwyria Adisaputra
==============

Pony Ma

Orang kaya yang tak dikenal
( Wawasan )

Kita lebih mengenal Jack Ma pemilik Alibaba, Mark Zuckerberg pemilik Facebook orang muda kaya di dunia. Dua nama ini memang tampil sederhana dan mendapat citra karena kesederhanaannya. Juga termasuk gagasannya yang hebat soal masa depan. Jack Ma dilahirkan oleh kampiun Venture Capital, Masayoshi Son. Mark Zuckerberg dilahirkan oleh investment banker, Warren Buffet. Generasi yang agak tua ada namanya BIll Gate pendiri Microsoft yang kaya diusia muda berkat tangan dingin Ross Perrot venture Capital. Mereka cerdas dan kreatif yang bertemu dengan angel investor yang  punya visi hebat, maka jadilah mereka orang muda yang berprestasi hebat dibidang IT.

Tetapi ada lagi orang orang muda yang tumbuh berkat IT dan menjadi angel  investor bagi ribuan bisnis IT di China. Namanya Pony Ma Huateng atau Pony Ma. Anda mungkin jarang mengenal nama ini. Namun kalau saya sebut salah satu aplikasi Sosmed seperti WeChat , pasti anda tahu. Nah, WeChat adalah salah satu bisnis dari Pony Ma. Ada ratusan perusahaan dan unit bisnis yang dikelola oleh Pony Ma dibawah Tencent Holding. Saat sekarang Tencent merupakan perusahaan IT terbesar didunia, yang menempatkan Pony Ma dalam daftar 15 orang terkaya di dunia. Dari segi komunitas sosial media, WeChat memiliki jumlah akun besar didunia, seperti Facebook, WA, instagram, Youtube.

Kalau  Jack Ma dan  Mark Zuckerberg tumbuh karena dukungan konglomerat Venture Capital, tetapi Pony Pa, tumbuh karena komunitas itu sendiri.  Bagaimana ceritanya ? Setelah mendapat gelar Insinyur dari  Universitas Shenzhen dalam bidang ilmu komputer pada tahun 1993, ia bekerja sebagai software developer dengan gaji USD 176 per bulan. Hasil karyanya menghasilkan tekhnologi Pager (radio panggil mobile). Dari sini dia  terinspirasi membuka  bisnis komunikasi lewat sosial media via internet. Hanya lima tahun dia bekerja, dan langsung memutuskan berhenti untuk menjadi wirausaha. Kebetulan empat teman satu kampusnya mau diajak bergabung tanpa dibayar. Mereka mendirikan Tencent.  Dari sinilah lahir QQ.

Pony Ma, mendapatkan uang banyak dari members premium QQ dan iklan. Pada tahun 2001, pendapatannya mencapai  $ 32 juta. Pada tahun 2004,  Tencent listed di Bursa Hong Kong. Kemudian, pada tahun 2011, Tencent meluncurkan aplikasi melalui mobile phone, namanya WeChat. Berbeda dengan QQ yang berbasih Komputer. Sejak itu WeChat menjadi aplikasi “palugada”. Apa lu mau ada. Dari Messenger, Broadcast, Ecommerce, market place,news dll. Yang menarik adalah cara Pony Ma mengembangkan WeChat. Sebetulnya dia hanya menyediakan platform dan Network IT. Selanjutnya aplikasi dikembangkan oleh orang lain. Setiap pengembang aplikasi akan dapat dana start up dari Tencent, Kalau berhasil maka akan jadi anak perusahaannya. Tanpa disadari Pony Ma telah menciptakan banyak new comer entrepreneur di China.

Tahun ini Tencent terlibat dalam akuisisi saham Grab dengan nilai transaksi USD 9,8 miliar. Juga masuk di Indonesia melalui GoJek senilai USD 1,2 miliar, dan masih banyak lagi termasuk mengakuisisi Wada Commercial properties yang tersandung skandal politik di China. Majalah Forbes mengatakan bahwa kekayaan Pony Ma diatas Jack Ma dan Mark. Namun tidak ada yang bisa menebak berapa sebetulnya kekayaannya. Karena  dia sendiri tidak suka tampil di publik dan perusahaannya terstruktur secara rumit. Dari mana sumber dana Pony Ma ? ya dari money cloud WeChat yang terhubung dengan aplikasi Ten Pay, dimana setiap members menempatkan credit di virtual account yang tentu dibawah kendali Tencent untuk create financial engineering dalam rangka pengembangan investasi.


Dalam salah satu kesempatan di acara wine party yang diadakan Kedutaan Jepang di Beijing, tahun 2011, Pony Ma bicara dihadapan kami  “ Tidak penting jadi orang kaya, yang penting orang punya duit suka sama kita dan orang pintar senang bergabung dengan kita. Membuat orang bernilai itu lebih berarti dalam hidup daripada menjadikan diri dinilai kaya dan hebat.”

Selasa, 11 September 2018

Kafir berhati emas

Copas dari Lalu Agus Firad Firiawan.

KAFIR-KAFIR PENUH CINTA

Entah sebab apa saya dianugerahi berkah sebesar ini oleh Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, penguasa segala alam!
Sejak awal gempa menimpa Lombok pada 29 Juli 2018 lalu sudah puluhan orang tetangga saya yang Tionghwa, Hindu, Budha, Kristen/Katholik datang ke rumah kami. Tak ada yang meminta apalagi mengkordinir mereka yang bahkan dengan diam-diam menaruh barang-barang sumbangan untuk membantu saudara-saudara kami yang sedang tertimpa musibah ini...

Ada Bli Putu yang tanpa memperkenalkan diri tiba-tiba muncul membantu saya dari sekedar menyetirkan mobil pinjaman pak Riken (tetangga Tionghwa saya yang paling sering "menampar" nurani itu), hingga mengangkatkan baterai-baterai tenaga surya yang beratnya minta ampun bikin encok...

Ada wak Jero Ngah Sangka, mantan boss saya saat masih di pariwisata yang tiba-tiba berubah jadi ahli tukang masang pompa air dadakan!

Ada pak Victor yang dengan polosnya "cuci gudang" berisi 4 ton beras untuk dibawa ke kamp-kamp pengungsian di utara...

Ada pak Dokter Ng Phi Shi dan istrinya, seorang PNS langka yang disela-sela tugasnya seringkali "menampung" orang-orang miskin dari suku saya yang butuh pengobatan akupunktur di klinik pribadi samping rumahnya, diam-diam pula menumpuk terpal-terpal, beras ratusan kilo, air mineral produksinya, dan lain-lain, di garasi saya tanpa pernah memberitahu saya sebelumnya!

Ada juga bu Anen (Francisca Thee), pengusaha sukses angkutan antar pulau yang cuma karena sedih membaca postingan saya tentang kondisi pengungsian dan sulitnya mendapatkan air bersih, tiba-tiba mengirim truk berisi tong-tong bersih, untuk diberikan pada masyarakat Lombok Utara yang masih menampung air dengan drum bekas campuran semen! Saya tak pernah bertemu bu Anen ini, tapi ternyata setelah lihat FB nya, duh! Sudah hatinya cantik, wajahnya menawan pulak!

Ada sejawat engineer saya, si Meymey, kafir aseng bermarga Fong itu, yang dengan "sadisnya" mengirim komponen-komponen elektronika yang saya butuhkan untuk membuat inverter-inverter bekas yang awalnya tak handal jadi sinus murni dan bisa menggerakkan motor dari pompa-pompa air untuk masyarakat itu...
Tak lupa ia berikan "sedikit" lembaran traveler cheques untuk membiayai "solarcell-isasi" kamp-kamp pengungsian...

Ada dek Henry (entah apa marga Tionghwa nya), tetangga saya juga yang saban malam selalu diam-diam memeriksa barang bawaan kebutuhan saya di lapangan, untuk kemudian dengan diam-diam pula di menambahkan apa saja yang dipikirnya saya butuhkan untuk menambal kekurangan itu...
Suatu ketika, saya kaget ada tandon air baru di garasi rumahnya, hanya pembantunya yang bilang ke sopir saya saat itu untuk membawa tandon dan terpal-terpal tersebut ke utara...
Ah...

Ada pula si Padmi yang lebih suka saya panggil LeMok itu, perempuan kafir engineer listrik asal Ladinglading Lombok Utara yang kini sedang bertugas di Dubai UEA, mewakafkan hasil penjualan kakao di kebunnya untuk dibagi-bagi dalam bentuk bingkisan sembako, pakaian dan dinding-dinding calsiboard...

Dan aaahhh, seharian takkan cukup untuk menuliskan satu per satu nama mereka disini...

Duhai kafir-kafir berhati emas dan penuh cinta...
Kalian adalah anugerah Tuhan yang terindah bagi saya dan para korban bencana alam ini...
Tak pupus cinta kalian pada kami walau terpaan dan hujatan serta perlakuan diskriminatif hampir tiap waktu kalian terima di negara yang katanya demokratis ini...
Tak lekang dimakan waktu kasih kalian pada saudara-saudara kami yang berbeda iman dengan kalian ini, walau banyak diantara mereka adalah orang-orang yang selama ini paling suka mencacimaki keyakinan kalian yang mereka katakan "laknatullah" itu...

Allah SWT jelas telah menampar kesadaran saya dan banyak dari kami lewat hati dan tangan-tangan kalian, duhai kafir penuh cinta...

Malunya saya...
Salam kejujuran yang telanjang
Lalu Agus F Wirawan
Anjing Yang Jernih

Senin, 10 September 2018

教育

*這才叫教育!儿子和母亲的经典对话,值得所有父母深思…*
儿子:妈妈,我睡不着,你能和我说说话吗?
妈妈:可以,你说吧!
儿子:你对我的成绩满意吗?
妈妈:你对你自己的成绩满意吗?
儿子:还行吧,感觉挺有自信的。
妈妈:有时候自信比成绩更重要!
儿子:难道你真不在乎我的成绩吗?妈妈!
妈妈:不在乎!你想一想,我什么时候在乎过你的成绩呢?
儿子:小学的时候,我写作业一不认真你就把我的作业撕了,没有任何余地!
妈妈:我那是在乎你的学习态度。书写汉字不要求你写得怎么美观。首先必须认真,那是端正的态度问题。态度出问题了,学习肯定出问题,这个人就会出问题。
儿子:嗯,有道理,我中学的时候你重视我的成绩,每天都关注我的听讲情况。
妈妈:那是我在乎你的学习品行。一个学生不尊重课堂就是不尊重老师,不尊重老师就是不尊重知识,不尊重知识,他的品行也好不到哪里去!
儿子:嗯,那我上高中了。你肯定在乎我的成绩,因为关系到将来的高考呀!
妈妈:说实话,我真的不在乎!我在乎你的是学习品质!具有良好学习品质的学生就能够享受学习的过程。不想结果会怎样,愉悦地面对所有的过程。
儿子:妈妈,那我考上大学后你在乎我什么呢?听人家说,上了大学就是玩乐,很轻松的。
妈妈:儿子,等你上大学,妈妈就一定在乎你的成绩了。你想想,别人都在玩乐,都在挥霍学习的时候,你依然坚持,最后得到实惠的必定是你自己。
儿子:我明白了,小学的时候你在乎我的学习态度,中学时你在乎我的学习品行,高中时你在乎我的学习品质,上了大学你在乎我的学习成绩,是不是?
妈妈:我儿子感悟深刻呀!你将来踏上社会,我在乎你是否能够明智地选择。选择自己的事业,选择自己的爱情,这些都将左右你生命的大部分。
儿子:这些对我来讲很遥远的,我还没有想过。
妈妈:不着急,但是妈妈给你一个忠告—— *宁静* 致远!你看这两个字,宝盖头代表着家,下面一个丁,说明你 *必须具有担当,为自己的将来负责* ;静是一个青一个争, *青少年时争得春天*, *春天意味着希望、美好和憧憬*。只有 *时时刻刻让自己的心宁静才能让自己达到更远的境界!*
儿子:妈妈,你可真会曲解汉字,哈哈!
妈妈:怎么叫曲解呢?想想看,十年前你又哭又闹要玩电脑,我果断拒绝了。到现在,你可以和自己的同龄人比较比较,你的心不浮躁,这一点起到了很大的作用呀!明确了每一个学习阶段的重点和目标,再过十年,你会更加受益。我很欣赏你的“不跟别人比就跟自己比”,体现了你乐观积极的心态!有了阳光般的心态,无论你将来做什么,你都会不辜负自己,都会做到享受生活的本身,这就是幸福!
儿子:跟你一谈话,心里感觉有更大的力量了。
妈妈:儿子,快12点了,睡觉吧!
儿子:好的,妈妈晚安!
妈妈:晚安!
儿子带着满足很快进入了梦乡,母亲却平生第一次失眠了,没办法,就让自己享受这失眠的当下吧……
*小学重态度,中学重品行,高中重品质,大学重成绩,将来重选择。* 不可颠倒,因为 *教育没有回头路可走。* 家长的引导很重要, *推动摇篮的手就是推动地球的手。*

Minggu, 09 September 2018

中国资料

朋友们:收藏一下,留给下一代一定能用上。

长城有多长?
21196.18千米
珠穆朗玛峰有多高?
8844.43米
吐鲁番盆地有多低?
海拔-154米
长江有多长?
6397公里
黄河有多长?
5464公里
京杭大运河有多长?
1710公里
故宫面积有多大?
72万平方米
中国有多少人?
超13.73亿人
汉字有多少个?
85568个
中国有多少位皇帝?
408位
秦朝2位,汉朝31位,
三国11位,晋朝16位,
五代十六国78位,
南北朝59位,隋朝3位,
唐朝22位,五代十国55位,
宋朝18位,金辽西夏35位,
元朝18位,明朝16位,
清朝12位,还有南明、北元。
其它诸如李自成、张献忠,
以及太平天国洪秀全父子、
甚至称洪宪帝仅两个月的袁世凯,
加起来一共408位。

人们必知的常识虽然常挂在嘴上,
但具体是这些你都知道吗?
三山
黄山〖安徽〗
庐山〖江西〗
雁荡山〖浙江〗
【五岳】
东岳泰山(山东)
南岳衡山(湖南)
中岳嵩山(河南)
西岳华山(陕西)
北岳恒山(山西)
【五岭】
越城岭
都庞岭
萌诸岭
骑田岭
大庾岭

【五湖】
鄱阳湖〖江西〗
洞庭湖〖湖南〗
太湖〖江苏〗
洪泽湖〖江苏〗
巢湖〖安徽〗
【四海】
渤海
黄海
东海
南海
【四大名桥】
广济桥
赵州桥
洛阳桥
卢沟桥
【四大名园】
熙和园〖北京〗
避暑山庄〖河北承德〗
拙政园〖江苏苏州〗
留园〖江苏苏州〗
【四大名刹】
灵岩寺〖山东长清〗
国清寺〖浙江天台〗
玉泉寺〖湖北江陵〗
栖霞寺〖江苏南京〗
【三大名楼】
岳阳楼〖湖南岳阳〗
黄鹤楼〖湖北武汉〗
滕王阁〖江西南昌〗
【四大名亭】
醉翁亭〖安徽滁县〗
陶然亭〖北京先农坛〗
爱晚亭〖湖南长沙〗
湖心亭〖杭州西湖〗
【四大古镇】
景德镇〖江西〗
佛山镇〖广东〗
汉口镇〖湖北〗
朱仙镇〖河南〗
【四大碑林】
西安碑林〖陕西西安〗
孔庙碑林〖山东曲阜〗
地震碑林〖四川西昌〗
南门碑林〖台湾高雄〗
【四大名塔】
嵩岳寺塔〖河南登封嵩岳寺〗
飞虹塔〖山西洪洞广胜寺〗
释迦塔〖山西应县佛宫寺〗
千寻塔〖云南大理崇圣寺〗
【四大石窟】
莫高窟〖甘肃敦煌〗
云岗石窟〖山西大同〗
龙门石窟〖河南洛阳〗
麦积山石窟〖甘肃天水〗
【四大书院】
白鹿洞书院〖江西庐山〗
岳麓书院〖湖南长沙〗
嵩阳书院〖河南嵩山〗
应天书院〖河南商丘〗
【四大佛教名山】
浙江普陀山〖观音菩萨〗
山西五台山〖文殊菩萨〗
四川峨眉山〖普贤菩萨〗
安徽九华山〖地藏王菩萨〗
【四大道教名山】
武当山〖湖北〗
龙虎山〖江西〗
齐云山〖安徽〗
青城山〖四川〗
【四大名绣】
苏绣〖苏州〗
湘绣〖湖南〗
蜀绣〖四川〗
广绣(粤绣)〖广东〗
【四大名扇】
檀香扇〖江苏〗
火画扇〖广东〗
竹丝扇〖四川〗
绫绢扇〖浙江〗
【四大名花】
牡丹〖河南洛阳〗
水仙〖福建漳州〗
菊花〖浙江杭州〗
山茶〖云南昆明〗
【十大名茶】
西湖龙井、洞庭碧螺春
黄山毛峰、都匀毛尖
六安瓜片、君山银针
信阳毛尖、武夷岩茶
安溪铁观音、祁门红茶
【十大名酒】
茅台、五粮液
洋河大曲、汾酒、
泸州老窖、郎酒
古井贡酒、西凤酒
董酒、剑南春
【十大避暑圣地】
贵阳、昆明
承德、哈尔滨
长春、伊春
丽江、吉林
呼伦贝尔、大连

壮美山河难以历数,
中华文化源远流长!
请各位记在笔记本上,
特别是给后代传下去。
     

朋友们:收藏一下,留给下一代一定能用上。

长城有多长?
21196.18千米
珠穆朗玛峰有多高?
8844.43米
吐鲁番盆地有多低?
海拔-154米
长江有多长?
6397公里
黄河有多长?
5464公里
京杭大运河有多长?
1710公里
故宫面积有多大?
72万平方米
中国有多少人?
超13.73亿人
汉字有多少个?
85568个

    我辛辛苦苦收集整理了大半年哈!请珍藏并分享!

Marga

Ini link marga2 di china, kita klik marga kita nanti keluar video mengenai sejarah asal usul marga kita... bagus skl 👍👍👍 krn informatif sekali.

http://ppt.cc/ggdf

URUTAN MARGA TIONGHOA DARI YANG PALING BANYAK HINGGA KE YANG LANGKA

1 李 lǐ. Lie. Lee
2 王 wáng. Ong
3 张 zhāng. Thio. Chang
4 刘 liú. Lao
5 陈 chén. Tan
6 杨 yáng. Nyoo. Yo
7 黄 huáng. Oey. Wong
8 赵 zhào. Tjao
9 周 zhōu. Cho pek tong 😅
10 吴 wú. Go
11 徐 xú. Tjie. Ciputra
12 孙 sūn. Sun go kong
13 朱 zhū. Tju
14 马 mǎ. Bhe
15 胡 hú. Hu
16 郭 guō. Kwee. Kwek
17 林 lín. Liem
18 何 hé. Hoo
19 高 gāo. Khao
20 梁 liáng. Nio. Liong
21 郑 zhèng. The. Tjen
22 罗 luó. Loo
23 宋 sòng. Soong
24 谢 xiè. Tjia
25 唐 táng. Tong
26 韩 hán. Han
27 曹 cáo. Chao
28 许 xǔ. Hui
29 邓 dèng. Teng
30 萧 xiāo. Siao
31 冯 féng. Bang
32 曾 zēng. Tjan
33 程 chéng. ?
34 蔡 cài. Tjoa
35 彭 péng
36 潘 pān. Phoa
37 袁 yuán. Yen?
38 于 yú
39 董 dǒng. Tung
40 余 yú.
41 苏 sū.
42 叶 yè. Yap
43 吕 lǚ. Lu
44 魏 wèi. Goei
45 蒋 jiǎng. Tjio
46 田 tián. Thien
47 杜 dù. Toe
48 丁 dīng. Ting
49 沈 shěn. Siem
50 姜 jiāng. Tjiang
51 范 fàn. Fan
52 江 jiāng. Kang
53 傅 fù.
54 钟 zhōng
55 卢 lú
56 汪 wāng
57 戴 dài
58 崔 cuī
59 任 rèn
60 陆 lù
61 廖 liào
62 姚 yáo
63 方 fāng
64 金 jīn
65 邱 qiū
66 夏 xià
67 谭 tán
68 韦 wéi
69 贾 jiǎ
70 邹 zōu
71 石 shí
72 熊 xióng
73 孟 mèng
74 秦 qín
75 阎 yán
76 薛 xuē
77 侯 hóu
78 雷 léi
79 白 bái
80 龙 lóng
81 段 duàn
82 郝 hǎo
83 孔 kǒng
84 邵 shào
85 史 shǐ
86 毛 máo
87 常 cháng
88 万 wàn
89 顾 gù
90 赖 lài
91 武 wǔ
92 康 kāng
93 贺 hè
94 严 yán
95 尹 yǐn
96 钱 qián
97 施 shī
98 牛 niú
99 洪 hóng
100 龚 gōng
101 安 ān
102 诸 zhū
103 卫 wèi
104 尤 yóu
103 华 huá
106 陶 táo
107 戚 qī
108 喻 yù
109 柏 bǎi
110 水 shuǐ
111 窦 dòu
112 章 zhāng
113 云 yún
114 葛 gé
115 奚 xī
116 郎 láng
117 鲁 lǔ
118 昌 chāng
119 苗 miáo
120 凤 fèng
121 花 huā
122 俞 yú
123 柳 liǔ
124 酆 fēng
125 鲍 bào
126 费 fèi
127 廉 lián
128 岑 cén
129 倪 ní
130 汤 tāng
131 滕 téng
132 殷 yīn
133 毕 bì
134 邬 wū
135 乐 lè
136 时 shí
137 皮 pí
138 卞 biàn
139 齐 qí
140 伍 wǔ
141 元 yuán
142 卜 bǔ
143 平 píng
144 和 hé
145 穆 mù
146 堪 kān
147 祁 qí
148 禹 yǔ
149 狄 dí
150 米 mǐ
151 贝 bèi
152 明 míng
153 臧 zāng
154 计 jì
155 伏 fú
156 成 chéng
157 谈 tán
158 茅 máo
159 庞 páng
160 纪 jì
161 shū
162 屈 qū
163 项 xiàng
164 祝 zhù
165 粱 liáng
166 阮 ruǎn
167 蓝 lán
168 闵 mǐn
169 席 xí
170 季 jì
171 麻 má
172 强 qiáng
173 路 lù174 娄 lǚ
175 危 wéi
176 童 tóng
177 颜 yán
178 梅 méi
179 盛 shèng
180 刁 diāo
181 骆 luò
182 樊 fán
183 凌 líng
184 霍 huò
185 虞 yú
186 支 zhī
187 柯 kē
188 咎 jiù
189 管 guǎn
190 莫 mò
191 经 jīng
192 房 fáng
193 裘 qiú
194 缪 miào
195 干 gān
196 解 jiě
197 应 yìng
198 宗 zōng
199 宣 xuān
200 贲 bì
201 郁 yù
202 单 dān
203 杭 háng
204 包 bāo
205 诸 zhū
206 左 zuǒ
207 吉 jí
208 钮 niǔ
209 嵇 jī
210 邢 xíng
211 滑 huá
212 裴 péi
213 荣 róng
214 翁 *wēng
* 215 荀 xún
216 羊 yáng
217 於 yú
218 惠 huì
219 甄魏 zhēn wèi
220 家封 jiā fēng
221 芮 ruì
222 羿 yì
223 储 chú
224 靳 jìn
225 汲 jí
226 邴 bǐng
227 糜 mí
228 松 sōng
229 井 jǐng
230 富 fù
231 巫 wū
232 乌 wū
233 焦 jiāo
234 巴 bā
235 弓 gōng
236 牧 mù
237 隗 wěi
238 山谷 shān gǔ
239 车 chē
240 宓 mì
241 蓬 péng
242 全 quán
243 郗 chī
244 班 bān
245 仰 yǎng
246 秋 qiū
247 仲 zhòng
248 伊 yī
249 宫 gōng
250 宁 zhù
251 仇 chóu
252 栾 luán
253 暴 bào
254 甘 gān
255 钭 tǒu
256 厉 lì
257 戎 róng
258 祖 zǔ
259 符 fú
260 景 jǐng
261詹 zhān
262 束 shù
263 幸 xìng
264 司 sī
265 韶 sháo
266 郜 gào
267 黎 lí
268 蓟 jì
269 薄 bó
270 印 yìn
271 宿 sù
272 怀 huái
273 蒲 pú
274 台 tái
275 从 cóng
276 鄂 è
277 索 suǒ
278 咸 xián
279 籍 jí
280 卓 zhuó
281 蔺 lìn
282 屠 tú
283 蒙 méng
284 池 chí
285 乔 qiáo
286 阴郁 yīn yù
287 胥 xū
288 能 néng
289 苍 cāng
290 双 shuāng
291 闻 wén
292 莘 xīn
293 党翟 dǎng zhái
294 贡 gòng
295 劳 láo
296 逄 páng
297 姬 jī
298 申 shēn
299 扶 fú
300 堵 dǔ
301 冉 rǎn
302 宰 zǎi
303 郦 lì
304 雍 yōng
305 卻 què
306 璩 qú
307 桑 sāng
308 桂 guì
309 濮 pú
310 寿 shòu
311 通 tōng
312 边 biān
313 扈 hù
314 燕 yàn
315 冀 jì
316 郏 jiá
317 浦 pǔ
318 尚 shàng
319 农 nóng
320 温 wēn
321 别 bié
322 庄 zhuāng
323 晏 yàn
324 柴 chái
325 翟 zhái
326 充 chōng
327 慕 mù
328 连 lián
329 茹 rú
330 习 xí
331 宦 huàn
332 艾 ài
333 鱼 yú
334 容 róng
335 向 xiàng
336 古 gǔ
337 易 yì
338 慎 shèn
339 戈 gē
340 庚 gēng
341 终 zhōng
342 暨 jì
343 居 jū
344 衡 héng
345 步 bù
346 都 dōu
347 耿 gěng
348 满 mǎn
349 弘 hóng
350 匡 kuāng
351 国 guó
352 文 wén
353 寇 kòu
354 广 guǎng
355 禄 lù
356 阙 quē
357 东 dōng
358 殴 ōu
359 殳 shū
360 沃 wò
361 利 lì
362 蔚 wèi
363 越 yuè
364 夔 kuí
365 隆 lóng
366 师 shī
367 巩 gǒng
368 厍 shè
367 聂 niè
370 晁 cháo
371 勾 gōu
372 敖 áo
373 融 róng
374 冷 lěng
375 訾 zǐ
376 辛 xīn
377 阚 kàn
378 那 na
379 简 jiǎn
380 饶 ráo
381 空 kōng
382 毋 wú
383 沙 shā
384 乜 miē
385 养 yang
386 鞠 jú
387 须 xū
388 丰 fēng
389 巢 cháo
390 关 guān
391 蒯 kuǎi
392 相 xiāng
393 查 chá
394 后 hòu
395 荆 jīng
396 红 hóng
397 游 yóu
398 竺 zhú
399 权 quán
400 逯 lù
401 盖 gài
402 後 hòu
403 桓公 huán gōng
404 万俟 wàn sì
405 司马 sī mǎ
406 上官 shàng guān
407 欧阳 ōu yáng
408 夏侯 xià hóu
409 诸葛 zhū gé
410 闻人 wén rén
411 东方 dōng fāng
412 赫连 hè lián
413 皇甫 huáng fǔ
414 尉迟 wèi chí
415 公羊 gōng yáng
416 澹台 dàn tái
417 公冶 gōng yě
418 宗政 zōng zhèng
419 濮阳 pú yáng
420 淳于 chún yú
421 单于 dān yú
422 太叔 tài shú
423 申屠 shēn tú
424 公孙 gōng sūn
425 仲孙 zhòng sūn
426 轩辕 xuān yuán
427 令狐 lìng hú
428 钟离 zhōng lí
429 宇文 yǔ wén
430 长孙 zhǎng sūn
431 慕容 mù róng
432 鲜于 xiān yú
433 闾丘 lǘ qiū
434 司徒 sī tú
435 司空 sī kōng
436 亓 qí
437 官 guān
438 司寇 sī kòu
439 仉 zhǎng
440 督 dū
441 子 zi
442 车 chē
443 颛孙 zhuān sūn
444 端木 duān mù
445巫马 wū mǎ
446 公西 gōng xī
447 漆雕 qī diāo
448 乐正 lè zhèng
449 壤 rǎng
450 驷 sì
451 公良 gōng liáng
452 拓 tuò
453 拔 bá
454 夹 jiá
455 谷 gǔ
456 宰父 zǎi fù
457 谷粱 gǔ liáng
458 晋 jìn
459 楚 chǔ
460 闫 yàn
461 法 fǎ
462 汝 rǔ
463 鄢 yān
464 涂 tú
465 钦 qīn
466 段干 duàn gān
467 百里 bǎi lǐ
468 东郭 dōng guō
469 南门 nán mén
470 呼延 hū yán
471 归 guī
472 海 hǎi
473 羊舌 yáng shé
474 微 wéi
475 生 shēng
476 岳 yuè
477 帅 shuài
478 缑 gōu
479 亢 kàng
480 况后 kuàng hòu
481 有琴 yǒu qín
482 丘 qiū
483 左丘 zuǒ qiū
484 东门 dōng mén
485 西门 xī mén
486 商 shāng
487 牟 móu
488 佘 shé
489 佴 èr
490 伯 bó
491 赏 shǎng
492 南宫 nán gōng
493 墨 mò
494 哈 hā
495 谯 qiáo
496 笪 dá
497 年 nián
498 爱 ài
499 阳 yáng
500 佟 tóng
501 欧 ōu
502 黑 hēi
503 励 lì
504 楼 lóu
505 麦 mài
506 莽 mǎng
507 南 ná
508 赛 sài
509 山 shān

Marga anda urutan ke berapa? Silakan dicermati.

Teddy Thohir

*Ketua timses JOKOWI MA'RUF AMIN*
*Enterpreneur muslim terbaik sekaligus terkaya di Indonesia itu bernama ERICK TOHIR*
*Berikut Kisahnya :*
Orang awam lebih mengenal Erick Thohir daripada Boy Thohir, apalagi dibandingkan dengan Mochamad Thohir. Boy adalah kakaknya, ia salah satu orang terkaya di Indonesia dan salah satu pemilik perusahaan batubara Adaro. Mereka, bersama Rika Thohir, adalah putra-putri Mochamad Thohir atau yang akrab dipanggil Teddy Thohir.Namun, Erick jauh lebih dikenal publik.
Ini karena Erick terjun di bidang yang menjadi pusat perhatian media. Ia pemilik Inter Milan, salah satu klub sepak bola papan atas dunia yang bermarkas di kota mode, Milan, Italia. Ia juga memiliki klub bola DC United di Amerika Serikat. Sebelumnya pernah memiliki klub basket di liga paling top di dunia, NBA, yaitu klub Philadephia 76ers. Saat ini Erick menjadi ketua Komite Olimpiade Indonesia. Ia pernah menjadi ketua umum Perbasi dan pemilik klub basket Satria Muda dan salah satu pemilik Persib. Kini, Erick menjadi pemegang saham terbesar di Republika.
Namun bukan karena keterkaitan dengan Republika sehingga kisah tentang Teddy ditulis. Sudah lama saya ingin menulisnya. Selasa (1/11) dini hari, Pak Teddy wafat dalam usia 81 tahun. Presiden Joko Widodo dan Susilo Bambang Yudhoyono datang melayat. Ketua MPR Zulkifli Hasan ikut mengantar di penguburannya.
Kisah pria kelahiran 5 Maret 1935 ini layak menjadi inspirasi bagi seluruh anak negeri. Ia lahir dan tumbuh di Gunung Sugih, Lampung Tengah. Ayahnya, Abdul Halik, wafat ketika ia masih kecil. Bersama adik dan ibunya, Teddy kecil hidup dalam keadaan yang miskin. Tinggal di rumah bilik dan beralaskan tanah. Namun sejak kecil ia anak yang teguh hati dengan tekad kuat. Diam-diam, di subuh hari, ia pergi meninggalkan ibunya dan menemui pamannya yang seorang pedagang di Metro, Bandar Lampung. Sekecil itu. Ia ingin sekolah. Di sini ia menempuh pendidikan SMP.
Tak berhenti di situ, dilepas pamannya, usai tamat SMP ia merantau sendirian ke Jawa. Ia ke Solo dengan naik kereta. Ia menempuh pendidikan SMEA I di kota ini atas saran gurunya di SMP yang mempunyai rekan yang menjadi guru di SMEA itu. Teddy lulus SMEA tahun 1956. Ia bisa berangkat ke Solo berkat bantuan pedagang kaya di Metro, tempat ia bekerja sambil sekolah. Di Solo ia juga sekolah sambil bekerja. Simpati orang-orang lahir karena kecerdasannya dan kegigihannya. Setelah itu ia bekerja di Jakarta. Hidup sebatang kara dan kemudian jatuh cinta pada gadis Tionghoa, rekan kerjanya di sebuah rumah sakit di Jakarta. Edna, nama gadis itu. Ia seorang perawat. Jalinan cinta itu tak direstui kedua orangtua Edna, yang berasal dari Kadipaten, Majalengka. Teddy pun pulang kampung untuk menata hati. Diam-diam Edna menyusul dan mereka menikah secara Islam. Setelah itu mereka kembali ke Jakarta dan meniti hidup dari bawah, hingga memiliki satu anak, Rika. Saat itulah kedua orangtua Edna datang. Tentu suasananya haru biru, tangis yang bahagia.
Teddy memiliki rahang yang menonjol. Suaranya agak berat. Intonasinya tegas. Ia murah senyum, namun wajahnya yang agak persegi membuat dirinya memiliki kharisma. Kariernya di perusahaan asing yang bergerak di bidang industri kimia, Union Carbide, sangat baik hingga ia menjadi kepala administrasi. Namun jabatan yang baik itu ia tinggalkan ketika mendapat tantangan yang menarik saat istri TP Rachmat, yang punya hubungan dekat dengan Edna, mengajak Teddy bergabung dengan Astra. Orangtua Edna juga akrab dengan William Soeryadjaya, pemilik Astra.
Astra kemudian menjadi perusahaan raksasa dan dikenal sebagai raksasa otomotif serta perkebunan. Teddy di Astra sejak perusahaan ini benar-benar mulai dari awal sekali, hingga Teddy menjadi salah satu direkturnya. Namanya cukup dikenang. Suharto, kini sudah almarhum dan pernah bekerja di Astra namun kemudian bergabung dengan Tommy Soeharto untuk mendirikan perusahaan mobil Timor, bercerita tentang keluwesan Teddy. “Suatu saat saya diajak beliau ke suatu kampung. Sesepuh kampung itu mencium tangannya. Eh, ternyata beliau menjadi khotib di masjid di kampung itu,” katanya. Suharto bercerita bahwa Teddy sangat persuasif. Saat itu Astra akan membeli lahan di kampung itu.
Peter Gontha, kini duta besar di Polandia, menyebut Teddy Thohir dengan singkat. “Luwes dan tidak punya musuh,” katanya. Gontha mengaku berteman akrab dengan Teddy. Ia dan Teddy beserta sekitar sembilan orang taipan sering berjalan bersama. Kelenturan, tekad, keberanian, dan keteguhan membuat Teddy telah berevolusi dari anak miskin menjadi profesional hingga menjadi seorang pengusaha. Ia merintis bisnis di bawah naungan TNT. Tak hanya itu, ia juga mampu mendidik anak-anaknya agar bisa terbang namun tetap berpijak di bumi. Boy dan Erick disekolahkan di Amerika Serikat.
Tentang anak-anaknya, suatu saat Teddy bercerita bahwa ia sengaja menyekolahkan anak-anaknya hingga SMA tetap di Indonesia. “Agar mereka memiliki jaringan yang baik,” katanya. Bahkan sengaja menyekolahkan di sekolah negeri dengan risiko terkena bully. “Agar mereka bisa survive dan mampu mengatasi masalah karena nantinya mereka akan berada di tengah-tengah bangsanya sendiri,” katanya. Tak hanya itu, ia juga mengajarkan anak-anaknya agar berpijak pada agama Islam secara baik, bahkan memiliki prinsip-prinsip keluarga yang harus terpatri dengan kuat.
Teddy adalah fenomena berkah kemerdekaan Indonesia. Robert van Niel, dalam buku Munculnya Elit Modern Indonesia, menulis bahwa elite tradisional Indonesia berorientasi kosmologis. Sedangkan elite modern berorientasi kemakmuran, karena pengaruh pendidikan. Elite modern pertama lahir berkat politik etis pemerintah kolonial Belanda. Namun yang bisa sekolah hanya kaum ningrat saja. Kemerdekaan Indonesia mengubah segalanya. Semua rakyat Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk bersekolah. Sehingga elite modern yang muncul setelah kemerdekaan lebih beragam latar belakangnya. Namun Teddy memang istimewa. Jika umumnya berorientasi menjadi pegawai negeri, ia justru bekerja di perusahaan swasta yang belum menjadi pilihan menarik saat itu. Pilihan itu membawanya menjadi seorang pengusaha dan kini diteruskan anak-anaknya sehingga mereka menjadi konglomerat Indonesia. Erick selalu ingat pesan ayahnya: “Jaga nama baik, karena itu yang utama.”
Kesempatan bisa datang kepada siapa saja dan kapan saja. Bergiat dan beranilah menjemput masa depan dengan modal di badan kita sendiri. Teddy Thohir sudah membuktikannya. Dia dan keturunannya menjadi gelombang baru anak negeri yang masih harus memperbesar lapis entrepreneurshipnya, terutama dari generasi Muslim.

Sabtu, 08 September 2018

Kebahagiaan dengan memberi

KEBAHAGIAAN DIPEROLEH DARI MEMBERI

Kisah ini bercerita tentang seorang wanita cantik bergaun mahal yang mengeluh kepada psikiaternya bahwa dia merasa seluruh hidupnya hampa tak berarti.

Maka si psikiater memanggil seorang wanita tua penyapu lantai dan berkata kepada si wanita kaya," Saya akan menyuruh Mary di sini untuk menceritakan kepada anda bagaimana dia menemukan kebahagiaan. Saya ingin anda mendengarnya."

Si wanita tua meletakkan gagang sapunya dan duduk di kursi dan menceritakan kisahnya: "OK, suamiku meninggal akibat malaria dan tiga bulan kemudian anak tunggalku tewas akibat kecelakaan. Aku tidak punya siapa-siapa. aku kehilangan segalanya. Aku tidak bisa tidur, tidak bisa makan, aku tidak pernah tersenyum kepada siapapun, bahkan aku berpikir untuk mengakhiri hidupku. Sampai suatu sore seekor anak kucing mengikutiku pulang. Sejenak aku merasa kasihan melihatnya.

Cuaca dingin di luar, jadi aku memutuskan membiarkan anak kucing itu masuk ke rumah. Aku memberikannya susu dan dia minum sampai habis. Lalu si anak kucing itu bermanja-manja di kakiku dan untuk pertama kalinya aku tersenyum.

Sesaat kemudian aku berpikir jikalau membantu seekor anak kucing saja bisa membuat aku tersenyum, maka mungkin melakukan sesuatu bagi orang lain akan membuatku bahagia.
Maka beberapa hari kemudian aku membawa beberapa biskuit untuk diberikan kepada tetangga yang terbaring sakit di tempat tidur.

Selanjutnya setiap hari aku mencoba melakukan sesuatu yang baik kepada setiap orang.
Hal itu membuat aku bahagia tatkala melihat orang lain bahagia.
Hari ini, aku tak tahu apa ada orang yang bisa tidur dan makan lebih baik dariku.
Aku telah menemukan kebahagiaan dengan memberi."
-oOo-

Kamis, 06 September 2018

Nasihat Jack Ma tg bisnis teman

*Jack Ma :* Kalau Disuruh Memilih, Anda Akan Membeli Barang Dari "Teman Dekat, Keluarga, atau Orang Asing"?

Seseorang ingin membeli ban dan ia mendapatkan beberapa informasi harga:

Harga teman dekat:840 dolar
Harga keluarga : 850 dolar
Harga orang asing : 780 dolar

Kalau kalian jadi orang itu, kalian akan beli ban dari orang mana?

Akhirnya orang itu memilh membeli ban dari orang asing dengan harga 780 dolar
Padahal orang itu tidak tahu bahwa teman dekatnya cuma ambil untung 20 dolar
Bahkan keluarganya tidak mendapat keuntungan sama sekali, malahan rugi karena harus bayar uang reparasi mobil.
Sedangkan orang asing mengambil keuntungan 580 dolar!
Parahnya lagi ternyata setelah diketahui, ban yang dibelinya itu palsu.

Itu bukan karena barangnya palsu, melainkan anda yang terlalu serakah.
Bukan karena kenalan dekatmu mau ambil keuntungan, tapi ia bisa memberi jaminan kepercayaan buatmu.

Mungkin Anda sudah sering mendengar nasihat dari Jack Ma (CEO Alibaba) berikut:

"Ketika berjualan ke teman dekat dan keluarga, berapa-pun hrga yang Anda jual, mereka akan selalu berpikir, Anda sedang mencari untung dari uang mereka. Dan semurah apapun Anda jual, mereka tetap tidak akan menghargainya."

Selalu saja ada orang-orang yang tidak peduli dengan biaya, waktu, dan tenaga Anda. Mereka lebih baik memilih ditipu oleh orang lain daripada membiarkan Anda mendapatkan keuntungan dari mereka. Karena di dalam hati, mereka kerap berpikir berapa untung yang Anda dapat darinya? Bukannya berpikir berapa yang telah Anda bantu hematkan atau hasilkan untuk dia?

Ini adalah contoh klasik mental orang miskin.

Bagaimana caranya orang kaya menjadi kaya? Alasan utamanya adalah karena mereka bersedia mendukung bussiness associate (lingkaran kelompok usaha) mereka, menjaga kepentingan satu sama lain, maka secara alami mereka mendapatkan lebih banyak lagi. Teman-teman Anda akan secara bergantian mendukung Anda. Dan lingkaran kekayaan ini akan terus bertumbuh dan semakin bertumbuh.

Sederhananya, kita akan mulai menjadi kaya ketika kita memahaminya.

👆Bukannya _keinginan membantu sdra/temen dekat, tp malah kecurigaan yg kerap hadir di benak kita_ 🤦‍♂🤷‍♂

Mindset spt inilah yg kita punya selama ini, maka tdk heran jika Indonesia jauh tertinggal dlm ekonomi mandiri....🤷‍♂🤦‍♂😭

Yuuk kita ubah cara berpikir kita, utk sllu membantu dan mengutamakan sdra/temen dan org2 dekat di sktr kita.

Kamis, 30 Agustus 2018

John Lie

Informasi sejarah RI. Mengenang Laksamana Muda John Lie. LIE
Namanya John Lie, Lengkapnya: John Lie Tjeng Tjoan, anak kedua dari delapan bersaudara, pasangan Lie Kae Tae dan Oei Tseng Nie.
Ayah John adalah pengusaha pengangkutan berbagai barang dagangan yang terkenal di Manado, Sulawesi Utara, semasa negara ini belum merdeka.

Sebagai anak laki-laki, John tak tertarik pada bisnis transportasi. Ia lebih senang pada kapal, pelayaran dan laut yang penuh tantangan. Tak heran, bila bocah kelahiran Manado, 11 Maret 1911, ini senang betul tatkala iring-iringan kapal perang gugus tugas AL Belanda sandar di pelabuhan Manado untuk istirahat. Lie ingin melihat lebih dekat kapal-kapal hebat ini.

Darahnya menggelora. Padahal ia baru 10 tahun. Terkagum-kagum ia melihat turet meriam, anjungan kapal yang gagah dan seragam AL yang putih mengkilat.

Usia 17 hasratnya untuk mengenal laut tak bisa lagi terbendung. Dengan uang tabungan,  John nekad kabur menuju Jakarta. Tak memiliki sanak saudara, di Tanjung Priok ia luntang-lantung. Demi menyambung hidup ia bekerja sebagai kuli angkut barang, sambil ikut kursus pelatihan soal navigasi kapal.

Lie sempat jadi pesuruh di sebuah kapal jasa paket milik Belanda, sebelum akhirnya masuk sebagai pelaut di Kapal Motor Tosari yang melayani pelayaran ke luar negeri.
Perang Dunia Kedua pecah dan KM. Tosari dijadikan kapal perbekalan bagi tentara sekutu. Di kapal inilah Lie diajari dasar-dasar militer, agar bisa membela diri. Termasuk teknik-teknik menghindar dari pengejaran, yang kelak sangat berguna bagi tugasnya.

Sesampainya di tanah air, Mei 1946, Lie langsung mengabdikan diri pada Angkatan Laut Republik Indonesia, yang waktu itu masih bernama BKR LAUT (Badan Keamanan Rakyat) dan bertemu dengan pimpinannya, Laksamana Mas Pardi di markas besarnya di Jogjakarta.

Sebentar. Markas Angkatan Laut di Jogjakarta? Jauh dari pantai?
Begitulah faktanya, AL kita pernah bermarkas di kota yang jauh dari laut! Tal ada pelabuhan di Jogjakarta. Sebagian besar kapal-kapal kita sudah dihancurkan Belanda! Masa-masa yang sungguh kelam dan membuat pilu hati. Markas AL pun mengungsi!

Mas Pardi, langsung terkesan dengan pengalaman Lie dalam dunia pelayaran hingga manca negara.
“Kita kurang personil. Kamu mau pangkat apa? Mayor?” tanya Bapak Angkatan Laut Republik Indonesia itu.
Lie langsung menjawab: “Saya kemari tidak mencari pangkat. Saya hanya ingin mengabdi”
Akhirnya, Lie mendapat pangkat kelasi III dan di tempatkan di Cilacap, sebuah kota pelabuhan di Jawa Tengah bagian selatan.

Lalu, tantangan baru pun muncul. Sebuah kapal dagang besar berbendera Singapura penuh muatan karet sebanyak 800 ton milik negara, hendak diselundupkan ke Singapura dan hendak dijual di sana.
Kapten kapalnya takut. Ia tahu, di tengah jalan pasti akan dicegat kapal perang Balanda. Dengan kapal penuh muatan begitu, lajunya jadi lambat, sulit untuk lari menghindar.
Lie mengambil tantangan itu, menggantikan sang kapten. Dan mulai berlayar keluar Cilacap. Memasuki selat  Sunda, semua lampu penerang (navigasi) ia matikan dan melaju lurus menuju Kota Singa. Lie sukses mengantarkan muatan!

Dari sanalah peran ‘penyelundup bagi Negara’ bermula. Ia biasa membawa barang dagangan milik saudagar besar dari Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Riau dan selalu sukses dijual ke Singapura, Malaysia atau Thailand. Para pedagang ini pun tak sungkan menyisihkan sebagian keuntungan bagi Republik yang masih belia.

1947 ketika negara berhasil membeli 10 kapal cepat, Lie pun mendapat salah satu diantaranya. Ia memberi nama kapalnya “Outlaw” bisa diartikan sebagai: berandalan, bengal, badung atau tak tahu aturan.
Dan dari perjuangan Lie kemudian kita tahu: semua sepak terjangnya tidak ada dalam aturan baku!

Tugasnya mentereng: menyelundupkan barang dagangan ke negara asing, menjualnya, dan uangnya lalu dipakai buat membeli aneka macam senjata: pistol, senapan mesin, amunisi, peluru, granat hingga mortir.
Lie ‘belanja’  di pasar gelap, lalu menyelundupkannya masuk ke negara ini setelah lebih dahulu selalu berhasil mengelabuhi cegatan AL Belanda, Inggris dan Amerika.
Senjata-senjata inilah yang kemudian disalurkan ke berbagai daerah perjuangan di seluruh Indonesia guna melawan Belanda!

Tak heran bila senjata milik pejuang kita -dahulu- bisa beraneka macam bak permen nano-nano. Sebagian hasil merebut dari musuh dan sebagian besar adalah hasil selundupan. Ada Sten buatan Inggris, Luger pistol Jerman, Browning Amerika, senapan mesin Sovyet. Pendeknya ada uang, ada barang!

Lie bukan penyelundup biasa. Ia ‘sakti’. “Berandal “ ini diberi kebebasan luar biasa untuk bergerak. Jangan kaget ia dibekali surat tugas -menyelundup-langsung dari Kolonel Abdul Haris (AH) Nasution, selaku wakil Panglima TKR (Tentara Kemanan Rakyat) atau orang kedua setelah Panglima Besar Soedirman!
Selain itu pelaut ini juga mengantongi ‘surat ‘pengantar’ dari semua tetua/ tokoh suku di Sumatera Utara dan Aceh agar ia tidak diganggu!

Lie disukai semua kalangan. Bagaimana tidak? Saudagar menyayangi dia, sebab dagangannya laku dengan baik di luar negeri. Penerima barang di Singapura dan Malaysia juga suka, karena Lie selalu membawa barang terbaik.
Pedagang senjata, apalagi. Matanya yang sipit, karena ia memang keturunan cina, memudahkan Lie masuk ke berbagai kalangan dunia hitam penjual senjata.
Ia yang juga seorang Nasrani yang taat, yang juga diterima di kalangan saudagar berkulit putih. Sempurna sekali.

Buat TNI? Besar jasanya. Sebagian besar senjata untuk perjuangan, yang dimiliki TNI,  salah satunya berkat pengabdian dan perjuangan Lie dalam menyelundupkan senjata.

Lie terkenal. Ia diburu oleh AL Belanda, AL Inggris dan Amerika, tapi Outlaw selalu bergerak  dengan senyap. Menghilang ditelan gelapnya malam. Ia hapal semua dangkal dalamnya perairan. Kapan pasang dan surutnya laut. Pintu masuk jalan tikus semua pelabuhan di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Singapura, Malaysia bahkan hingga ke Thailand! Berlayar dalam gelap, tanpa lampu penerang (navigasi), sudah biasa baginya.

Orang-orang di Selat Malaka sampai menjulukinya sebagai ‘Hantu Malaka’ dan wartawan BBC yang pernah ikut memburunya menyebut kapal Outlaw dan kaptennya, John Lie, sebagai “the black speed boat”.
Di Phuket, Thailand, Roy Rowan wartawan majalah Life terbitan Amerika, membuntuti sepak terjangnya dan memuat dalam tulisan dan foto menawan sepanjang 4 halaman penuh. Roy kagum pada dedikasi Lie, yang membawa begitu banyak uang kontan tetapi tetap terpakai sebagaimana mestinya, belanja senjata!

Perjuangan tak selamanya lancar.
Ketika Lie hendak keluar dari Labuan Bilik, sebuah pelabuhan di Malaysia, tiba-tiba sebuah pesawat Belanda terbang rendah, melintas tepat di samping kapal seperti hendak memeriksa, lalu di ujung sana tiba-tiba pesawat mendaki dengan cepat. Pilotnya seperti disadarkan, bawah kapal cepat di bawah sana adalah kapal penyelundup yang selama ini dicari. Ia harus segera bertindak.

Persawat mendadak berbalik dan menukik tajam. Ia siap menyerang! Lie sudah pasrah, tutup mata dan berdoa. Ia terpergok siang hari, di laut terbuka, tak ada pelindung apapun. Pesawat menukik cepat. Tepat disaat picu senjata hendak ditekan penembak, sang pilot iba-tiba membanting kemudi ke kanan lalu pergi.
Belakangan diketahui, bahan bakar pesawat sangat menipis, diperkirakan tak bisa terbang hingga pangkalan bila ia harus menembaki kapal. Outlaw selamat.

Di Selat Malaka ia hampir mati, ketika kapal cepat Belanda mencegatnya dan  langsung memberondong dengan peluru Bofors sebesar senter. Lie segera melaju cepat , tetapi peluru terus mengejarnya.
Rasanya, keberuntungannya akan habis disini. Otlaw berlari zig-zag dan senapan mesin kapal dibelakang terus menyalak. Tak ada pilihan lain, ia memerintahkan anak buahnya berdoa. Kapal kalah cepat karena penuh senjata dan mesiu. Rasanya, tinggal menunggu ajal. Satu peluru saja masuk lambung kapal, tamat.
Tiba-tiba, entah mengapa, hujan turun dengan deras, laut pun mendadak bergelombang tinggi dan kabut turun. Ini kesempatan baik. Lie berbelok tajam dan segera menghilang!

30 September 1949, Lie mendapat tugas baru, mengisi sebagai perwira di Pos Hubungan Luar Negeri di Bangkok. Ia tugas di darat. Ironisnya kapal Outlaw yang pindah tangan ke Kapten Kusno tertangkap Belanda tepat di hari pertamanya berlayar!
Kisah heroik Outlaw pun berakhir.

Ketika perang dengan Belanda usai, dan banyak pemberontakan terjadi di berbagai daerah, John Lie kembali bertugas di laut. Ia membawa kapal pengangkut milik TNI-AL dan melayani mengangkutan logistik dan pasukan yang bertugas memadamkan pemberontakan RMS yang bermarkas di kota Ambon, Maluku.

Desember 1966 John Lie mengakhiri karirnya di Angkatan Laut dengan pangkat terakhir Laksamana Muda (bintang dua - setara Mayor Jendral pada Angkatan Darat).
Jendral Besar AH. Nasution memberi kesaksian, “jasa John Lie tiada tara besarnya bagi AL, karena ia adalah Panglima Armada AL di saat negara sedang dalam keadaan genting menghadapi pemberontakan di berbagai daerah, seperti pemberontakan RMS di Maluku, PRRI/ Permesta di Sumatera Barat, Makassar dan Sulawesi Utara”

Lie terpaksa mengganti namanya menjadi Jahja Daniel Dharma karena rezim orde baru yang tidak menyukai nama-nama berbau asing.
Totalitasnya dalam mengabdi membuat ia terlambat untuk menikah. Ia menyunting Pdt. Margaretha Dharma Angkuw, diusianya yang ke 45 tahun!

Pasangan Lie dan Margaretha mengisi hari-harinya dengan mengurus dan menyantuni ratusan anak yatim piatu, orang-orang terlantar di jalanan, pemulung, tukang becak dan kaum papa lainnya. Harta dan uang pensiuannya habis untuk membantu mereka. Rumahnya selalu penuh oleh mereka yang minta tolong.

Pasangan ini tidak dikaruniai keturunan hingga Lie wafat pada tanggal 27 Agustus 1988 karena stroke dan dimakamkan di TMP Kalibata, Jakarta.
Pada 10 November 1995, Lie memperoleh Bintang Mahaputra Utama dari Presiden Soeharto, dan Presiden SBY memberinya gelar: Pahlawan Nasional Pada 9 November 2009.
Nama Lie juga diabadikan menjadi nama kapal perang, KRI (Kapal Republik Indonesia)  John Lie, dengan nomor lambung 358, sebuah kapal perang jenis Korvet, kapal cepat, jenis yang cocok dengan karakter Lie saat dahulu membawa Outlaw!

Saat Lie wafat, rumahnya dipenuhi banyak tentara yang menjaga dengan penuh hormat dan Presiden Soeharto sendiri pun datang melawat, barulah ratusan pemulung, yatim piatu, tukang becak, gelandangan dan kaum papa lainnya tersadar: bahwa orang yang selama bertahun-tahun merawat mereka dengan harta benda milik pribadi, tanpa gembar-gembor, ternyata bukan orang sembarangan, ia seorang Pahlawan Negara!
Isak tangis warga tersisih tak tertahankan, ketika iring-iringan mobil Jenazah berangkat menuju makam, tempat Lie istirahat untuk terakhir kalinya.

Hari ini, 27 Agustus 2018, tepat di hari kepergianmu, Lie, saya pun mengenangmu, agar perjuanganmu tak sia-sia. Orang yang hebat. Yang rela berkorban apa saja demi tegaknya NKRI.
Ketika kita -saudara sebangsa- berselisih karena SARA, saya sedih, ingat Lie.

Dari berbagai sumber,
(Gunawan Wibisono)
#pahlawannasional
#johnlie
#sejarahnasional
#kisahpahlawanku

Bhineka tunggal Ika

Keteladanan Olahraga

Kompas, 30 Aug 2018

YUDI LATIF
Dosen Universitas Negeri Yogyakarta

Asian Games memberi pelajaran politik kewargaan yang amat berharga. Bukan hanya soal upacara pembukaannya yang spektakuler, yang meyakinkan kita akan potensi Indonesia sebagai adidaya budaya dunia. Bukan juga soal perolehan medali yang membuat kita tidak kehilangan muka sebagai bangsa besar. Bukan pula sebatas cucuran keringat dan ketabahan menahan sakit yang mencerminkan kesadaran bela negara. Yang lebih penting adalah soal semangat inklusif kewargaan yang membuat segala perbedaan melebur dalam perjuangan bersama demi kehormatan dan prestasi bangsa.

Perhatikan berbagai cabang olahraga beregu, seperti bola voli putri. Di sana, atlet-atlet berkerudung bahu-membahu bersama rekannya yang berkalung salib tanpa hambatan psikologis. Semua identitas setara, saling berangkulan, meneriakkan pekik yang sama, serempak jatuh-bangun menahan gempuran dan melancarkan serangan. Menyaksikan pemandangan seperti itu bisa membuat kita berderai air mata. Terbukti juga bahwa medali yang kita peroleh disumbangkan oleh atlet dengan latar identitas yang beragam. Semangat inklusif kewargaan dalam kesetaraan bisa meleburkan perbedaan dalam harmoni persatuan yang membuat bangsa ini beprestasi maju.

Keteladanan olahraga memberi inspirasi bagaimana menguatkan kohesi sosial di tengah polarisasi dan fragmentasi kebangsaan. Bahwa transformasi soal menuju integrasi nasional memerlukan penguatan di ”lima kesadaran”: kesadaran nasional, kesadaran bernegara, kesadaran berpemerintahan, kesadaran sosial, dan kesadaran bela negara.

Perwujudan kelima kesadaran itu tecermin dalam semangat persatuan dan kemandirian bangsa, semangat kewargaan yang inklusif, semangat menyelaraskan hak dan kepentingan perseorangan dengan kewajiban dan kepentingan bersama, semangat gotong royong yang dinamis; dan semangat patriotisme dengan rela berkorban.

Jalan ke arah itu memerlukan prasyarat kesetaraan kewargaan dengan melakukan pengikisan atas struktur sosial feodalistik dan kolonialistik-kapitalistik yang diskriminatif, digantikan struktur dan kultur masyarakat Pancasilais yang egaliter, dengan semangat persatuan nasional yang mengatasi kepentingan perseorangan dan golongan.

Untuk itu, perlu ada perombakan pada basis ekonomi dan supersturktur mental-kultural. Pada ranah ekonomi, kesetaraan bisa dibangun dengan membudayakan usaha tolong-menolong. Semua bentuk badan usaha (BUMN, kooperasi, dan swasta) harus mencerminkan sifat ”tolong-menolong” (kekeluargaan). Ke dalam, setiap bentuk badan usaha harus mengembangkan hubungan industrial Pancasila yang menguntungkan bagi semua pemangku kepentingan. Keluar, di antara ketiga bentuk badan usaha itu harus ada pembagian peran dan interdependensi dalam penguasaan dan pengusahaan sektor-sektor ekonomi dari hulu ke hilir. Harus dicegah terjadinya penguasaan sektor-sektor ekonomi dari hulu ke hilir di tangan orang seorang secara monopolistik dan oligopolistik.

Usaha memperkuat kesetaraan pada struktur perekonomian itu memerlukan keleluasaan negara untuk menentukan nasibnya sendiri. Negara-bangsa harus mengembangkan sikap kejiwaan dan kesanggupan untuk (sebisa mungkin) mencukupi diri sendiri dengan kerelaan membeli produk dalam negeri. Bangsa Indonesia hendaknya tidak mengembangkan perilaku ekonomi boros, ”besar pasak daripada tiang”, yang bisa menjadi pintu masuk bagi dikte-dikte kekuatan asing dalam perencanaan dan kebijakan perekonomian nasional.

Transformasi menuju masyarakat Pancasila juga memerlukan perubahan mental-kultural. Perubahan itu diarahkan untuk mengikis mentalitas feodalistik-kolonialistik-hedonistik dan mental budak, dengan membuang nilai lama yang buruk, mempertahankan yang baik, dan mengupayakan nilai baru yang lebih baik, yang lebih sejalan dengan nilai-nilai Pancasila.

Usaha kebudayaan diarahkan terutama untuk membangun mentalitas kesetaraan, kemandirian, gotong royong, amanah, dan pelayanan dalam rangka mempertinggi mutu kemanusiaan, keadaban, dan persatuan. Imperialisme kebudayaan harus dicegah dengan melindungi dan menjamin berkembangnya kebudayaan nasional, melalui pemaduan kecemerlangan lokal dan visi perkembangan global. Perlu diperkuat wawasan Nusantara, dengan meluaskan horizon kebudayaan dari bias perspektif daratan menuju perhatian yang lebih kuat terhadap visi kemaritiman. Pembangunan harus dijangkarkan pada basis modal kultural dengan menggalakkan budaya baca dan meneliti serta kreativitas inovasi masyarakat.

Hanya dengan mengembangkan struktur dan kultur kesetaraan, kemajemukan kebangsaan punya mekanisme bawaan ke arah inklusi sosial. Seperti dalam olahraga, dengan kekuatan inklusi sosial, perbedaan tak jadi persengketaan, malahan saling melengkapi dan menguatkan menuju prestasi dan kemajuan bangsa.

Selasa, 28 Agustus 2018

Kelapa hijau untuk batu ginjal

HANCURKAN BATU GINJAL DENGAN AIR KELAPA KOPYOR.
BATU AKAN LEMBUT SEPERTI KOPYOR

Tuhan Maha Adil.

Orang kaya mengatasi batu ginjal  sampai harus ke Amerika. Ini pengalaman Pak Dahlan Iskan yang ditulis hari ini dalam Disway.id.

Orang miskin, cukup dengan minum kelapa hijau. Tokcer. Segar, lezat, dan ampuh.

Batu ginjal luruh berkeping-keping seperti gamping disiram air. Lalu keluar deras bersama air kencing.

Ini pengalaman saya dan entah berapa banyak yang sudah membuktikan.

Sebetulnya sebagian tulisan ini adalah komentar saya atas tulisan Pak Dahlan yang dishare hari ini. Gara-gara ini ada beberapa teman yang inbox minta resepnya.

Baiklah. Sebelumnya ijinkan saya berkisah dulu.

Pada tahun 2001, sore maghrib itu, saya mengalami sakit yang luar biasa saat buang air kecil. Mampet. Panas dingin menahan sakitnya. Air kencing sampai berdarah.

Ternyata itu yang disebut batu ginjal.

Sebelumnya saya hanya melihat kakak saya sampai menangis menderita hal yang sama. Setelah mencoba berbagai obat dan tidak mempan, kakak saya itu akhirnya mendapat resep jitu. Resep para leluhur.

Dengan resep tersebut, saya sembuh. Tidak pakai lama. Minum abis maghrib, di pagi subuh saat buar air kecil mak byooor. Amazing tenan.

Beberapa tahun berikutnya, saat mudik lebaran, ada kerabat yang bercerita kalau mau operasi batu ginjal. Rasa sakit dia rasakan makin sakit saja. Itu karena ditambah dengan memikirkan biaya operasinya.

Saya katakan: "Tenang. Nggak usah cemas". Lalu saya berikan resep ampuh pemunah batu kristal itu.

Lebaran tahun berikutnya, ia bercerita dengan penuh suka cita. Resep yang saya berikan itu telah membebaskan dia dari meja operasi. Kisah itu pun viral di desa sana.

Begitulah. Setiap ada yang menderita batu ginjal, saya berikan resep ini. Entah sudah berapa banyak orang. Dan sejauh ini belum ada yang gagal.

Nah. Ini dia resep mujarab penghancur batu ginjal itu.

Silahkan petik, manjat pohonnya, atau beli kelapa hijau di pasar. Biar tidak repot mintalah penjual sekalian memangkas bagian atasnya agar nanti mudah membuat lubang.

Oh iya. Anda harus paham. Yang namanya kelapa hijau asli, sabutnya justru berwarna merah seperti di foto ini.

Caranya, masaklah air di panci hingga mendidih. Setelah mendidih matikan kompor. Kemudian masukkan kelapa hijau itu utuh ke dalam panci berisi air mendidih itu. Lalu tutup. Diamkan selama 10 menit.

Selama 10 menit itu, silahkan dibolak-balik posisinya agar merata. Setelah itu, angkat kelapa hijau dari panci. Segera lubangi ujung atas kelapa itu dan tuangkan airnya ke dalam gelas.

Sekarang minum airnya. Rasanya sungguh lezat dan segar. Setelah itu, silahkan tidur.

Saat terbangun di pagi subuh, Anda akan terasa ingin buang air. Kini warna air kencing itu bukan coklat atau kuning lagi.

Tetapi berwarna serperti air susu. Itu adalah batu ginjal yang sudah hancur.

Lakukan hal itu maksimal tiga kali saja. Pengalaman saya, dengan dua kali minum, batu itu sudah hilang.

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10155704160161864&id=593706863
Jangan cuma di baca tapi share ke kawan2 sps lain...semoga bermanfaat

Minggu, 26 Agustus 2018

No telp polisi pemburu preman

Diganggu Preman ???
Ini no pemburu preman :

Polda DIY 08123876159

Poltabes Semarang 08127107771

Poltabes Surabaya be 0811611980

Polda Jatim 08121030086

Poltabes Yogyakarta, 08157741415

Poltabes Medan 081264920007

Untuk yang tinggal di wilayah Jakarta dan sekitarnya

Jakarta Pusat 0811902355

Jakarta Selatan 08121118686

Jakarta Timur 08122212212

Jakarta Barat 081311197777

Jakarta Utara 0811844321

Bekasi 08170868686

KP3 Bandara Sukarno Hatta 0811857170

Depok 08123039065

Kabupaten Bekasi 08121238989

Kabupaten Tengerang 02193778989

Metro Tangerang 081511118778

KP3 Tanjung Priok 0811891213

Kepulauan Seribu 0818617171.

Sabtu, 25 Agustus 2018

Kisah Perfectus

Titimangsa 850 Masehi. Saat itu di tengah musim panas yang hangat. Seorang biarawan alim sedang menikmati hiruk-pikuk kehidupan urban di kota Kordoba (Cordova), Andalusia. Kota yang saat ini merupakan bagian dari Spanyol modern itu adalah pusat kerajaan Islam dari Dinasti Umayyah di negeri barat lama. Kerajaan ini diinisiasi oleh Abdurrahman Ad-Dakhil, sang pewaris takhta terakhir Dinasti Umayyah di timur yang ambruk karena digerogoti oleh Keluarga Abbasiyah.

Biarawan itu bernama Perfectus. Ketika sedang berada di pusat perdagangan dan menikmati aktivitas belanjanya, ia didekati sekelompok anak muda bertampang Arab. Entah iseng atau memang serius, anak-anak muda itu menggoda Perfectus dengan sebuah pertanyaan provokatif. Siapakah di antara dua Nabi yang statusnya terbesar, mana lebih mulia: Yesus atau Muhammad?

Untuk diketahui, sebagai pusat kerajaan Islam, Kordoba menerapkan kebijakan terbuka mengenai heterogenitas agama. Pemeluk Kristen dan Yahudi bebas menganut keyakinan. Aktivitas beribadahnya dilindungi. Kemajemukan merupakan bagian dari karakter Kordoba dan kota-kota lain di bawah Kerajaan Umayyah di barat lama itu. Sangat mengherankan pertanyaan provokatif seperti itu bisa menyeruak ke permukaan.

Sayang nasi sudah menjadi bubur. Pertanyaan sudah diajukan. Harga diri dan keimanan tak bisa lagi ditawar. Sebagai seorang biarawan alim, Perfectus seorang yang jujur. Tapi, ia menyadari posisinya. Maka disampaikan keyakinannya secara sangat berhati-hati. Sayang seribu kali sayang kisah ini tak berakhir bahagia. Entah karena tak mampu menahan amarah atau bisa jadi karena pemicu lain, Perfectus meledak. Ia tiba-tiba membentak dan berteriak-teriak sambil menyebut Nabi Muhammad sebagai dukun klenik, orang sesat dan anti-Kristus.

Karuan saja perkara ini menarik atensi khalayak. Aturannya jelas. Menghina Nabi Muhammad di wilayah kerajaan Islam adalah kejahatan kriminal saat itu. Segera Perfectus dibawa aparat dan dijebloskan ke dalam gaol (penjara). Awalnya hakim memutus bebas. Hakim berpendapat, ucapannya itu bukan timbul dari kesadaran melainkan buah provokasi. Kata-kata dari bibir seringkali tak terkendali saat seseorang diselimuti amarah tidak dapat dijadikan landasan vonis. Sebuah keputusan hukum yang sangat bijak dan berhati-hati.

Namun, entah kenapa Perfectus malah berulah. Setelah bebas ia mengulangi lagi perbuatannya. Kali ini tanpa provokasi. Perfectus dengan sadar dan tanpa tedeng aling-aling menyebut Nabi Muhammad dengan istilah-istilah yang sangat kasar. Akibatnya, hakim tidak punya pilihan selain menghukumnya. Perfectus dieksekusi mati.

Ishaq, biarawan lain tersulut. Ia memprotes keras eksekusi itu. Di depan hakim ia menyerang Nabi Muhammad dan Islam sedemikian rupa. Hakim menamparnya karena mengira Ishaq sedang mabuk. Tapi, Ishaq bergeming. Ia terus-menerus melakukan penghinaan itu sehingga hakim tak punya pilihan selain mengeksekusinya juga. Ishaq menjadi korban kedua.

Kedua peristiwa itu menyulut amarah besar dari umat Kristiani dan menginspirasi mereka untuk melawan. Perfectus dan Ishaq disemati gelar pahlawan atau martir. Berturut-turut, para martir baru hadir. Sejarah mencatat, hanya di musim panas itu saja paling tidak terdapat 50 martir mati dieksekusi. Mereka dalam sejarah dikenal sebagai Martir Kordoba. Peristiwa yang kemudian menggerogoti kerajaan dan menjadi cikal bakal runtuhnya Dinasti Umayyah di Andalusia.

***

Titimangsa 1888 Masehi. Indonesia belum lahir. Banten masa itu masih hidup di bawah kekangan dan penjajahan kolonial Belanda. Satu waktu tersiar kabar di bawah tanah bahwa pejabat pemerintah Belanda bertindak zalim kepada umat Islam. Larangan mengumandangkan azan yang diperbincangkan dengan riuh. Penyebabnya karena istri Johan Hendrik Hubbert Gubbels bernama Anna Elizabeth van Zutphen menderita sakit kepala kronis.

Suara azan yang dikumandangkan dari masjid yang terletak di tanah pribumi tak jauh dari tempat tinggalnya semakin mengusik sakitnya. Gubbels adalah asisten residen di Anyer, pejabat yang berwenang. Tapi, larangan azan ternyata hanya awalan. Desas-desus lain muncul. Kabarnya selain azan juga muncul larangan untuk jenis ibadah lain yang aktivitasnya bersuara keras seperti zikir, pesta perkawinan dan khitanan dengan arak-arakan, hingga takbiran.

Sontak saja hal itu membakar amarah umat Islam. Emosi yang selama ini terpendam akibat larangan azan kini semakin menguat dan dampaknya meluas. Ketegangan yang dimotori oleh ketidaksepahaman keyakinan pribumi dengan pejabat kolonial yang berkuasa itu kemudian meletus menjadi pemberontakan yang dikenal sebagai Geger 1888. Pada peristiwa itu, Gubbels dan anak-istrinya terbunuh. Jumlah korban jiwa dari pribumi jauh lebih banyak.

***

Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dikenai pasal penistaan agama karena kalimat sensitif dalam pidatonya di Kepulauan Seribu saat masih menjabat Gubernur DKI Jakarta. Peristiwa "Al Maidah 51" yang kemudian melahirkan gelombang protes hingga demo yang dikenal dengan "212". Hal itu mengejutkan banyak pihak. Para pendemo berasal dari lintas kalangan dan ormas. Harga diri umat tercolek. Ahok kemudian divonis bersalah. Hingga saat ini Ahok masih menjalani hukumannya.

Berbeda dengan Ahok, Meiliana bukanlah seorang pejabat. Bila Ahok diyakini terkena efek politisasi menjelang pilgub, Meiliana dianggap korban dari ketidakadilan sistem hukum di negara ini. Persoalan lama yang masih belum terpecahkan. Meiliana, seperti Gubbels dan Ahok, menjadi korban konfrontasi yang lahir dari isu primordial antara "pribumi" versus "orang yang dianggap liyan".

Meiliana sebagai penganut Buddha dan warga negara keturunan China, seperti ungkapan para saksi di pengadilannya, dianggap telah melecehkan azan yang merupakan bagian dari ajaran Islam. Meiliana pada satu siang mendatangi tetangganya yang muslim dan memprotes, "Kak, tolong bilang sama uwak itu, kecilkan suara masjid itu, Kak sakit kupingku, ribut." Meiliana divonis 18 bulan penjara oleh hakim, melengkapi 147 vonis penistaan agama sejak 2004.

Meiliana bukan Perfectus yang hidup di bawah naungan kerajaan Islam. Meiliana juga bukan Gubbels yang diperangi karena melarang azan dikumandangkan. Kasus Meiliana mirip Ahok. Terjadi karena kesalahpahaman yang tidak bisa diselesaikan secara damai. Lalu dibawa ke pengadilan. Sayangnya, aturan hukum yang menangani persoalan seperti ini masih gagal menghadirkan solusi yang adil bagi para pihak yang bersengketa.

Persoalan ini bukanlah remeh-temeh seperti dianggap beberapa pihak. Menuding lemahnya rasionalitas jamaah masjid dalam menerima kritik agama dan juga arogansi mayoritas sebagai dalang di balik kasus-kasus serupa tidak akan membawa kasus ini ke arah yang lebih baik. Yang semestinya perlu dihadirkan adalah saling pengertian di antara para pihak.

Kasus Perfectus menggambarkan suasana kebatinan umat Islam. Menghina ajaran berkonsekuensi berat. Hal ini bisa jadi tidak terdapat di agama lain. Sehingga kasus Meiliana menjadi masuk akal. Meiliana yang merasa tidak sedang menghina ajaran agama tetapi sedang mengkritik perilaku penganut itu dipahami berbeda karena sejarahnya yang berbeda. Ucapan Meiliana yang sebenarnya rasional itu menjadi tak lagi bisa diterima karena suasana kebatinan yang sifatnya sakral itu.

Di internal umat Islam perlu ada otokritik. Doktrin keagamaan harus dipisahkan dengan realitas. Kritik terhadap perilaku umatnya tidaklah sama dengan kritik terhadap agama itu sendiri. Tak kalah pentingnya adalah peneladanan atas sikap hakim yang memilih membebaskan Perfectus pada peristiwa provokasi itu. Kebijaksanaan dan kehati-hatian perlu dikedepankan.

Memahami bahwa mereka yang berbeda keyakinan memiliki pengalaman yang tidak sama terhadap ajaran agama juga penting untuk dilakukan. Namun, yang terpenting persoalan seperti ini sebaiknya diselesaikan lewat jalur damai, bukan melalui jalur pengadilan. Kehidupan saling bersinergi antarumat beragama harus menjadi tujuan bersama. Saya berharap pihak-pihak terkait mau duduk bersama membahas mekanismenya.

Jika pun harus lewat pengadilan maka pasal-pasalnya perlu direvisi agar pengenaan pidana hanya diterapkan pada penghinaan yang sifatnya tafsir-tunggal. Kita bisa ambil contoh yaitu sengaja membakar atau menginjak kitab suci dengan maksud melecehkan. Atau, perilaku lain yang serupa.

Semoga tidak ada Meiliana lain esok hari, lusa, atau kapan pun nanti. Itu demi masa depan bangsa ini agar tidak runtuh seperti halnya Dinasti Umayyah di Andalusia.

现代中文

【现代语言迅速变异中】 退休教师老季,被女儿批评太落伍,患上了现代语言表达障碍综合症,老爸不服,女儿当场给他出了三道题,让他试着回答,说是要看看他有没有现代语言表达障碍。这位老爸信心十足说,我有35年的教龄,应该没问题,请讲。

第一道题:现在“开会”怎么讲?老人回答说:“我活了六十多年,开会就叫开会。”女儿说:“错!应该叫论坛。”

第二道题:现在“瘦弱”怎么讲?老人回答说:“瘦弱就是身体瘦、体质弱。”女儿说:“错!应该叫骨感。”

第三道题:现在“包工头”怎么讲?老人回答说:“包工头就是小工程项目的负责人。”女儿说:“错!应该叫项目经理。”

然后,女儿用非常严肃的口吻对老爸说:“按照上面的测试,说明你已经有很严重的现代语言表达障碍了!说话词不达意,已经是接近思想僵化、知识退化、脏器老化、等待火化的人了!

我现在先出一些练习题给你回家做做,可能对你有点好处。”
听完女儿的话,老教师心里想:“唉,想不到活了六十多岁了,被女儿这么一说,我居然还没有学会讲话?!可我桃李满天下,却怎么落下个连这么简单的问题都答错呢?可见退休后“痴呆”程度之严重啊!”

以下特附女儿给老爸布置的相关练习题,也请新老人的朋友们,自行测试一下:
1、单位现在怎么讲——叫机构;
2、集体现在怎么讲——叫团队;
3、目录现在怎么讲——叫菜单;
4、计划现在怎么讲——叫路线图;
5、领导现在怎么讲——叫老板。
6、秘书现在怎么讲——叫小秘;
7、地主现在怎么讲——叫大赢家;
8、资本家现在怎么讲——叫企业家;
9、暴发户现在怎么讲——叫土豪;
10、农民工现在怎么讲——叫外来建设者。
11、半老徐娘现在怎么讲——叫资深美女;
12、嫁不出去现在怎么讲——叫剩女;
13、八卦新闻现在怎么讲——叫秘闻;
14、桃色新闻现在怎么讲——叫绯闻;
15、奸情现在怎么讲——叫劈腿。
16、结伴出游的人现在怎么讲——驴友;
17、传经布道现在怎么讲——叫心灵鸡汤;
18、争论现在怎么讲——叫对话;
19、辞职现在怎么讲——叫跳槽;
20、贪官污吏现在怎么讲——叫老虎苍蝇。
21、减肥现在怎么讲——叫塑身;
22、滋补现在怎么讲——叫养身;
23、用餐现在怎么讲——叫饭局;
24、甩手跺脚现在怎么讲——叫广场舞;
25、痛快现在怎么讲——叫爽歪歪。
26、发疯现在怎么讲——叫非理性亢奋;
27、关系密切现在怎么讲——叫零距离接触;
28、同吃同住现在怎么讲——叫资源共享。
29、意见合一现在怎么讲——叫共识;
30、你我受益现在怎么讲——叫双赢。
31、用尽了全部力量怎么讲__洪荒之力

哈哈哈,真是太有意思了,一定要发给我的朋友们看看!
不对,不应该叫朋友,像我们这样长达几十年的友情关系,现在应该叫“战略合作伙伴”啦!