Minggu, 02 November 2014

DISC analisa

Alat tes DISC adalah sebuah alat untuk memahami tipe tipe perilaku dan gaya kepribadian, yang pertama kali dikembangkan oleh William Moulton Marston. Dalam penerapannya di dunia bisnis dan usaha, alat ini telah membuka wawasan dan pemikiran, baik secara professional maupun secara personal.
Dalam tes DISC tersebut membagi 4 tipe perilaku individu ketika berinteraksi dengan lingkungannya, yakni  Dominance, Influence, Steadiness dan Compliance. Ini merupakan suatu konstruksi yang cukup kompleks, dan tidak mudah digambarkan dengan satu kata saja, tetapi dapat dikelompokkan sebagai unsur ketegasan (assertiveness), komunikasi (communication), kesabaran (patience) dan struktur (structure).
DISC merupakan model perilaku yang membantu setiap manusia memahami“mengapa seseorang melakukan apa yang  dilakukannya”. Disamping itu dinamika dimensi Dominance, Influencing, Steadiness, dan Conscientiousness pada setiap orang yang berbeda membentuk model DISC pribadi dan menggambarkan perilaku masing masing.

Dominant. D

Orang yang Dominant  tinggi akan bersifat asertif (tegas) dan langsung. Biasa nya mereka sangat independen dan ambisius. Dalam pemecahan masalahnya, tipe dominan ini melakukan pendekatan yang aktif dan cepat menyelesaikan masalah. Mereka ini orang yang cukup gagah, mereka sangat menyukai tantangan dan persaingan. Mereka dipandang orang lain sebagai orang yang berkemauan keras. Oleh karena itu mereka menginginkan segala sesuatu sesuai dengan kemauan mereka.

Influencing. I

Tipe Influencing ini senang berteman. Mereka suka menghibur orang lain dan bersifat sosial. Dalam penyelesaian masalah atau mengerjakan sesuatu, mereka banyak mengandalkan keterampilan sosial. Orang yang bersifat interpersonal ini senang berpartisipasi dalam kelompok dan suka bekerja sama. Keterbukaan sikapnya membuat orang lain memandang dirinya sebagai pribadi yang gampang bergaul dan ramah. Biasa nya pribadi seperti ini memiliki banyak teman. Tipe antarpribadi ini, tipe orang yang emosional karena mereka mudah mengungkapkan emosi kepada orang lain, emosional disini artinya bukan mudah marah, tetapi mudah mengungkapkan isi hatinya. Mereka lebih merasa nyaman berurusan dengan emosi daripada hal lain.

Steadiness S

Orang yang bertipe Steadiness ini adalah orang yang berkeras hati, gigih, dan sabar. Mereka mendekati dan menjalani kehidupan dengan memanfaatkan standar yang terukur dan stabil. Pada umumnya mereka tidak begitu suka kejutan. Pribadi mantap ini tidak banyak menuntut dan bersifat akomodatif. Mereka sangat ramah dan memperlihatkan kesetiaannya kepada mereka yang ada disekitarnya. Mereka sangat menghargai ketulusan. Orang yang bertipe mantap ini jujur dan mengatakan apa adanya dan berharap orang lain melakukan hal yang sama. Orang lain memandang mereka sebagai orang yang tenang, berhati hati dan konsisten dalam cara mereka menjalani kehidupan. Memiliki tingkat ketabahan yang luar biasa. Mereka dapat mempertahankan fokus dan kepentingan mereka dalam jangka waktu yang lama dibandingankan orang lain yang mampu melakukan.

Conscientiousness C

Teliti, begitu sebutan untuk tipe orang ini. Tipe teliti ini sangat tertarik pada presisi (ketelitian dan kecermatan) dan juga dengan akurasi (kecepatan). Mereka menyukai segalanya serba teratur dan jelas. Dan mereka sangat fokus terhadap fakta, maunya ada bukti. Orang tipe teliti ini sangat menghargai peraturan, mereka tidak suka melanggar peraturan. Dalam beraktivitas pun begitu, menggunakan sistematis dan aturan aturan agar semuanya terkelola dengan baik. Mengatasi konflik secara tidak langsung. Dihadapan orang lain, mereka dipandang pasif dan selalu mengalah. Kayak judul lagu aja selalu mengalah.
Berdasarkan pengalaman, DISC merupakan salahsatu tools atau alat yang cukup powerfuluntuk mengidentifikasi karakter kepribadian seseorang dalam waktu yang relatif singkat. Keahlian seseorang dalam membaca dinamika kepribadian yang tergambar pada grafik sisi kepribadian eksternal dan internal menjadi kunci akurasi analisanya. Termasuk di dalamnya mengenali kecenderungan seseorang dalam memanipulasi jawaban pada kuesioner yang diberikan.

Tes DISC

DISC Profile adalah sebuah alat untuk memahami tipe-tipe perilaku dan gaya kepribadian, yang pertama kali dikembangkan oleh William Moulton Marston. Dalam penerapannya di dunia bisnis dan usaha, alat ini telah membuka wawasan dan pemikiran, baik secara professional maupun secara personal.
Pendekatan DISC terletak di antara kedua kutub ini. Memang ini bukanlah sebuah alat test kepribadian yang lengkap atau test psikometrik dalam pengertian teknis, alat ini memberikan gambaran mengenai gaya seseorang yang dapat memprediksi kecenderungan perilakunya di masa yang akan datang. Hal ini diperoleh dengan mengevaluasi faktor-faktor kepribadian utama yang ada dalam diri seseorang.
DISC ini memberikan banyak keuntungan dalam penggunaannya, jika batere test yang lengkap sering berisi ratusan pertanyaan, dan membutuhkan waktu lama dalam melengkapinya, kuesioner DISC hanya berisi dua puluh empat pertanyaan, dan dapat diselesaikan dalam waktu hanya lima belas menit atau bahkan kurang.   Keuntungan lainnya ada pada interpretasinya; pada test lengkap merupakan hasil pekerjaan para ahli atau expert-nya, hasil DISC dapat dikerjakan dengan menggunakan suatu software dan dapat dikerjakan dengan otomatisasi, dengan demikian waktu pelaporan yang dibutuhkan juga akan jauh lebih cepat.
Yang tidak dapat dihasilkan DISC?Keterbatasan utama DISC adalah tidak dapat memberikan gambaran keterampilan (skills) dan tingkat pengetahuan (knowledge) seseorang. Contoh, alat ini dapat menyimpulkan bahwa seseorang akan sangat cocok secara perilaku dan tempramen sebagai akuntan, akan tetapi tidak dapat menilai apakah orang itu memiliki keterampilan yang cukup untuk menjalankan peran atau tugasnya dengan baik.
DISC membagi 4 tipe perilaku individu ketika berinteraksi dengan lingkungannya, yakni : Dominance, Influence, Steadiness dan Compliance.



Dominance Style

Orang-orang yang masuk dalam model ini adalah mereka yang suka mengendalikan lingkungan mereka, serta senang menggerakkan orang-orang di sekitar mereka.Mereka adalah jenis pribadi yang suka to-the-point, tidak bertele-tele.Mereka juga senang mengambil peran penting, pembuat keputusan, problem solver, dan melaksanakan berbagai hal.Mereka cenderung menyukai posisi sebagai leader. Meskipun demikian, ketika menjadi leader, mereka cenderung akan menjadi pemimpin yang otoriter, demanding, dan kurang memiliki kesabaran serta empati pada bawahan.
Ketika orang-orang dari model ini termotivasi secara negative, mereka dapat menjadi seorang pembangkang (rebels).Mereka juga tipe orang yang cepat menjadi bosan dengan suatu rutinitas. Mereka juga kurang suka dengan detil, karena pada dasarnya mereka cenderung tipe yang suka dengam big-view picture dan visioner. Orang dengan tipe D ini juga adalah orang yang menyukai tantangan dan berani mengambil resiko.
Untuk menciptakan lingkungan motivasi yang benar pada model kepribadian seperti ini, kita perlu memperhatikan hal berikut:
  • Pesan harus jelas, dan langsung pada pokok pembahasan ketika kita berinteraksi dengan model kepribadian seperti ini.
  • Hindari hal-hal yg terlalu pribadi atau berbicara terlalu banyak yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan.
  • Biarkan mereka tahu apa yang anda harapkan dari mereka. Jika anda harus mengarahkan mereka, berikan mereka kesempatan untuk mengambil keputusan dan berada dalam kendali.
  • Terimalah kebutuhan mereka untuk variasi dan perubahan. Jika mungkin, berikan tantangan-tantangan baru, juga kesempatan untuk mengarahkan yang lain.

Influence Style

Orang-orang dengan model ini adalah mereka yang suka bergaul dengan orang lain, ekstrovert, dan senang berada pada lingkaran pertemanan yang luas. Mereka benar-benar menikmati berada bersama teman-temannya.Mereka tidak suka menyelesaikan sesuatu atau bekerja sendirian (single fighter).Sebaliknya, mereka lebih suka berhubungan dan bekerja dengan orang-orang daripada sendirian.
Orang-orang dengan model ini juga memiliki empati yang tinggi terhadap orang lain, dan mudah melibatkan perasaan ketika menjalankan aktivitasnya. Mereka pada dasarnya orang yang penuh optimisme, antusias, dan cenderung memiliki sifat dasar yang riang.Meskipun demikian, mereka bukan orang tepat ketika harus mengerjakan tugas-tugas yang menuntut ketelitian tinggi seperti akuntansi dan keuangan. Pada sisi lain, mereka dapat menjadi best promotor untuk gagasan-gagasan baru.
Untuk memberikan motivasi bagi mereka, kita bisa melakukan hal-hal berikut:
  • Berikan waktu anda untuk berinteraksi dan mendengarkan aspirasi mereka.
  • Sediakan tugas dimana mereka memiliki kesempatan untuk membangun relasi dan berhubungan dengan orang lain dari beragam latar belakang
  • Berikan bimbingan dan arahan yang jelas – termasuk deadline, sebab tanpa panduan ini mereka sering akan “ngelantur” dan tidak mampu menyelesaikan perkerjaan dengan tepat waktu.


Steadiness Style

Orang-orang dalam model ini cenderung introvert, reserve, dan quiet.Mereka adalah orang-orang yang lebih suka melakukan sesuatu secara sistematis, teratur dan bertahap.Mereka juga cendrung menyukai sesuatu yang berjalan dengan konsisten, dapat diprediksi dan lingkungan kerja yang stabil dan harmonis.Orang-orang dalam model ini juga tergolong pribadi yang sabar, dapat diandalkan dan cenderung memiliki loyalitas yang tinggi.
Pada sisi lain, mereka termasuk golongan yang kurang menyukai perubahan yang radikal dan bersifat mendadak. Juga cenderung terpaku pada sistem yang sudah berjalan; dan karena itu kurang terdorong untuk melakukan inovasi yang bersifat radikal. Ketika mereka mengalami demotivasi, mereka cenderung akan menjadi orang yang kaku, resisten dan kemudian melakukan perlawanan secara pasif.
Untuk menciptakan iklim yang positif kepada orang-orang dengan model steadiness, kita bisa melakukan hal berikut:
  • Berikan mereka kesempatan untuk bekerja sama dalam tim untuk mencapai hasil yang diinginkan.
  • Berikan arahan-arahan yang spesifik dan sistematis
  • Ketika melakukan perubahan, pastikan dengan prosedur yang sistematis, langkah-demi-langkah dan yakinkan bahwa kekhawatiran dan kecemasan mereka tidak akan terjadi. Mereka butuh rasa aman.
  • Yakinkan mereka bahwa anda telah telah berpikir matang sebelum memutusakan perubahan. Berikan mereka kesempatan atau ruang untuk menyelesaikan masalah jika terjadi secara bertahap.

Conscientiousness Style

Orang-orang dalam kategori ini termasuk pribadi yang menekankan akurasi dan ketelitian.Mereka cenderung menyukai sesuatu yang direncanakan dengan matang dan bersifat menyeluruh. Mereka juga cenderung suka dengan pekerjaan yang mengacu pada prosedur dan standar operasi yang baku. Orang-orang dalam kategori ini adalah pemikir yang kritis dan suka melakukan analisa untuk memastikan akurasi.
Pada sisi lain, karena cenderung terfokus pada keteraturan, pribadi dalam model ini cenderung skeptis terhadap gagasan-gagasan baru yang radikal. Mereka juga agak enggan menerima proses perubahan yang mendadak. Ketika mereka termotivasi secara negative, mereka akan menjadi sinis atau sangat kritis.
Perlakuan yang optimal untuk orang-orang dalam model ini adalah sebagai berikut:
  • Memberikan tugas dimana terdapat kesempatan bagi mereka untuk mendemonstrasikan keahlian mereka
  • Memberikan tugas yang menuntut akurasi dan ketelitian
  • Memberikan tugas yang membutuhkan perencanaan yang matang dan bersifat komprehensif
  • Ketika memberikan instruksi, harus disertai dengan data dan argumen yang rasional dan disajikan secara sistematis.




Ciri Umum
Nilai Dalam Team
Kemungkinan Kelemahan
Ketakutan Terbesar
D
Langsung; Tegas; Rasa ego yang tinggi; Problem Solver; Risk Taker; Self-Starter
Bottom-line organizer; Menghargai waktu; Menentang status quo; Inovatif
Melanggar kewenangan; Sikap argumentatif; Menolak rutinitas; Cenderung mengerjakan banyak hal pada saat bersamaan
Dimanfaatkan orang lain
I
Antusias; Percaya; Optimistis; Persuasif; Bicara aktif; Impulsif; Emosional
Problem solver yang kreatif; Penggugah semangat yang baik; Memotivasi orang lain; Selera humor yang positif; Menengahi konflik; Pembawa damai
Mencari popularitas dari pada hasil kerja nyata; Kurang perhatikan detail; Terlalu menggunakan bahasa tubuh; Mendengar hanya bagian kesukaannya
Penolakan
S
Pendengar yang baik; Team player; Possessive; Stabil; Dapat diprediksi; Memahami orang lain; Bersahabat
Dapat dipercaya dan diandalkan; Anggota team yang loyal; Taat akan otoritas; Pendengar yang baik; Sabar dan berempati; Mendamaikan koflik
Menolak perubahan; Butuh waktu lama untuk berubah; Menyimpan dendam; Sensitif pada kritik; Sulit menentukan prioritas
Kehilangan rasa aman
C
Akurat; Analitis; Cermat; Hati-hati; Fact-Finder; Presisi tinggi; Standard kerja tinggi; Sistematis
Perspektifnya : “Sumber realitas”; Rajin dan hati-hati; Tuntas dalam kegiatan; Menggambarkan situasi; Mengumpulkan, mengkritisi dan menguji informasi
Membutuhkan batasan yang jelas; Terikat pada prosedur dan metoda; Sangat detail; Tidak mengungkapkan perasaan; Cenderung menerima dari pada argumentasi
Kritik

DISC Diskusi

Sekapur sirih tentang DISC


Apakah DISC itu?
Sekarang ini terdapat beberapa cara dan pendekatan untuk dapat mengevaluasi dan memprediksi kecenderungan perilaku seseorang. Pada salah satu kutub, ada yang sekedar menggunakan suatu test sederhana untuk menguji keterampilan dan kemampuan; sebagai contoh suatu ujian atau test mengemudi.  Sedangkan pada bagian lainnya terdapat penggunaan test kepribadian, yang dibuat untuk memberikan gambaran umum tentang gaya dan perilaku seseorang selengkap mungkin.
Pendekatan DISC terletak di antara kedua kutub ini. Memang ini bukanlah sebuah alat test kepribadian yang lengkap atau test psikometrik dalam pengertian teknis, alat ini memberikan gambaran mengenai gaya seseorang yang dapat memprediksi kecenderungan perilakunya di masa yang akan datang. Hal ini diperoleh dengan mengevaluasi faktor-faktor kepribadian utama yang ada dalam diri seseorang.
DISC ini memberikan banyak keuntungan dalam penggunaannya, jika batere test yang lengkap sering berisi ratusan pertanyaan, dan membutuhkan waktu lama dalam melengkapinya, kuesioner DISC hanya berisi dua puluh empat pertanyaan, dan dapat diselesaikan dalam waktu hanya lima belas menit atau bahkan kurang.   Keuntungan lainnya ada pada interpretasinya; pada test lengkap merupakan hasil pekerjaan para ahli atau expert-nya, hasil DISC dapat dikerjakan dengan menggunakan suatu software dan dapat dikerjakan dengan otomatisasi, dengan demikian waktu pelaporan yang dibutuhkan juga akan jauh lebih cepat.
 
Apa yang dihasilkan DISC?
Pada dasarnya, DISC mengukur empat faktor perilaku seseorang, yaitu:Dominance, Influence, Steadiness dan Compliance. Ini merupakan suatu konstruksi yang cukup kompleks, dan tidak mudah digambarkan dengan satu kata saja, tetapi dapat dikelompokkan sebagai unsur ketegasan(assertiveness), komunikasi (communication), kesabaran (patience) dan struktur (structure).
Kekuatan sesungguhnya dari DISC datang dari kemampuannya menginterpretasi hubungan antara faktor-faktornya.  Contoh dimana seorang dengan D tinggi (highly Dominant) yang juga mempunyai tingkat I yang tinggi (high level of Influence), mereka akan berperilaku berbeda dengan orang yang D tinggi tetapi tanpa I. Faktor-faktor kombinasi seperti ini secara teoritis akan menghasilkan jutaan profil berbeda.
Menggunakan informasi ini, DISC tentunya dapat digunakan untuk mendeskripsikan cara pendekatan atau gaya yang dikembangkan seseorang, motivasi dan termasuk hal yang tidak disukainya (dislike), kekuatan dan kelemahannya, serta pandangan-pandangan mereka terhadap orang lain.  Lebih jauh hal ini tentunya dapat membantu untuk memperkirakan reaksi seseorang pada situasi dan keadaan yang sedang dihadapinya.
Apa yang tidak dapat dihasilkan DISC?
Keterbatasan utama DISC adalah tidak dapat memberikan gambaran keterampilan (skills) dan tingkat pengetahuan (knowledge) seseorang. Contoh, alat ini dapat menyimpulkan bahwa seseorang akan sangat cocok secara perilaku dan tempramen sebagai akuntan, akan tetapi tidak dapat menilai apakah orang itu memiliki keterampilan yang cukup untuk menjalankan peran atau tugasnya dengan baik.
DISC dan Perkembangannya
 
Blood, Bile & Phlegm
Menurut kebudayaan dan kepercayaan kuno bangsa Yunani, perilaku dan keperibadian seseorang merupakan bagian integral dengan kesehatannya.  Mereka percaya bahwa tubuh berisi empat cairan dasar (disebut humours)yang berhubungan dengan empat elemen yaitu api, udara, air dan tanah. Ketika salah satu cairan itu lebih banyak atau lebih dominan dibanding yang lainnya, akan mempengaruhi kecenderungan umum atau mood seseorang.
Empat cairan itu, darah (blood), empedu kuning (yellow bile), lendir (phlegm)dan empedu hitam (black bile), masing-masing dipercaya berhubungan erat dengan tipe perilaku yang berbeda.  Kelebihan darah membuat seseorang menjadi sanguin, empedu kuning menghasilkan sifat kolerik, lendir secara alamiah akan menghasilkan penampilan yang flegmatik, dan empedu hitam berhubungan dengan sifat seseorang yang melankolik.
Teori ini, yang pertama kali disusun secara sistematis oleh Hippocrates, tetap digunakan sampai abad pertengahan.  Sekarang tentunya kita mengetahui bahwa teori-teori tersebut tidak sepenuhnya berdasarkan fakta-fakta medis, akan tetapi apa yang telah dicapai oleh bangsa Yunani itu merupakan metoda sistematis pertama yang telah dilakukan untuk mendeskripsikan tipe-tipe orang.  Begitu berhasilnya pendekatan ini, bahkan sampai hari ini, kata-katasanguine, phlegmatic, choleric dan melancholic masih umum digunakan.
Pendekatan modern tidak lagi mengukur jumlah empedu kuning atau cairan lainnya dalam diri seseorang untuk menentukan kepribadian mereka, tetapi ide dibelakang itu secara tidak langsung dapat ditelusuri hingga pada teori-teori Hippocrates.

Carl Gustav Jung
Ada banyak teori modern tentang perilaku seseorang berdasarkan ide empat faktor individu.  Mungkin yang paling berpengaruh didapatkan pada hasil pekerjaan seorang psychologist Swiss, Carl Gustav Jung.  Ia mendefinisikan kepribadian menjadi empat tipe yang berbeda: Sensing, Intuitive, Feeling dan Thinking.
Definisi-definisi berbagai tipe ini berakar dari penelitian panjang Jung, dan tentunya bukan hal yang juga akan kita teliti dalam tulisan ini.  Hal ini menjadi penting karena mewakili salah satu dari usaha-usaha awal upaya memetakan kepribadian manusia oleh psikolog modern.  Dan test yang berdasarkan pekerjaan Jung masih banyak digunakan sampai hari ini
The Emotions of Normal People
Pada awal 1920an, seorang ahli psikologi flamboyan dari Amerika Serikat,William Moulton Marston, mengembangkan teori untuk menjelaskan respon emosional seseorang.  Sampai pada masa itu, pekerjaan sejenis ini umumnya terbatas pada orang-orang yang sakit secara mental atau perilaku kriminal, dan kali ini Marston bermaksud mengembangkan ide ini mencakup kepribadian orang-orang biasa atau normal.
Untuk menguji teorinya, Marston membutuhkan berbagai cara mengukur kepribadian yang ia coba ungkap.  Penelitiannya dilakukan dengan cara mengukur empat faktor penting, yaitu Dominance, Influence, Steadiness dan Compliance, yang kemudian dikenal sebagai DISC.
Pada 1926, Marston menerbitkan penemuannya dalam sebuah buku terkenal yang berjudul The Emotions of Normal People, yang juga berisikan sebuah deskripsi singkat tentang berbagai pengujian dan percobaan yang telah dikembangkannya.
Pengembangan DISC
Seperti umumnya alat-alat test sejenis (termasuk IQ test), DISC pertama kali digunakan untuk kepentingan militer dan secara luas digunakan sebagai bagian dalam proses penerimaan tentara AS pada tahun-tahun menjelang Perang Dunia II. Setelah keandalannya terbukti, kemudian  DISC secara bertahap dipakai untuk kepentingan rekrutmen yang lebih umum.
Pada awal pemakaiannya secara luas, DISC terbatas digunakan pada sektor komersial.  Agar efektif, dibutuhkan juga pendapat para ahli, dan hal inilah yang membuatnya menjadi mahal. Sebelum memanfaatkan komputer, interpretasi jawaban kuesioner DISC menjadi profil seseorang merupakan pekerjaan yang sulit dan juga kompleks.
Kemajuan dalam penggunaan komputer telah membuat DISC dapat dimanfaatkan secara universal, karena hasilnya dapat diperoleh dan diinterpretasikan secara otomatis dan cepat.  Pada akhirnya DISC menjadi solusi hemat bagi setiap orang, dan telah berkembang menjadi alat assessment perilaku (behavioral assessment tool) yang paling banyak digunakan di dunia saat ini.
Sistem DISC
DISC Personality System merupakan bahasa universal mengenai perilaku. Penelitian mengelompokkan karakteristik perilaku dalam empat bagian utama yang disebut sebagai gaya kepribadian. Orang dengan gaya yang serupa cenderung menampilkan ciri perilaku yang mirip. Setiap individu memiliki keempat gaya ini, akan tetapi bervariasi menurut intensitasnya. DISC merupakan akronim 4 tipe kepribadian yang berarti: D (Dominance), I (Influence), S (Steadiness) dan C (Compliance).

Dengan mengetahui potensinya, maka seseorang dapat mengembangkan diri seoptimal mungkin guna meraih sukses dalam karir dan bisnis.

Bagi mereka yang bertanggung jawab dalam pengelolaan Manajemen Sumber Daya Manusia, analisis profil merupakan suatu terobosan baru dalam menganalisis kemampuan seseorang untuk memegang suatu jabatan atau melaksanakan tugas dan pekerjaannya. Manajemen SDM akan sangat efektif jika memasukkan unsur pemahaman akan karakter dan perilaku individu.

DISC tentang

Alat tes DISC adalah sebuah alat untuk memahami tipe tipe perilaku dan gaya kepribadian, yang pertama kali dikembangkan oleh William Moulton Marston. Dalam penerapannya di dunia bisnis dan usaha, alat ini telah membuka wawasan dan pemikiran, baik secara professional maupun secara personal.
Dalam tes DISC tersebut membagi 4 tipe perilaku individu ketika berinteraksi dengan lingkungannya, yakni  Dominance, Influence, Steadiness danCompliance. Ini merupakan suatu konstruksi yang cukup kompleks, dan tidak mudah digambarkan dengan satu kata saja, tetapi dapat dikelompokkan sebagai unsur ketegasan (assertiveness), komunikasi (communication), kesabaran (patience) dan struktur (structure).
DISC merupakan model perilaku yang membantu setiap manusia memahami“mengapa seseorang melakukan apa yang  dilakukannya”. Disamping itu dinamika dimensi Dominance, Influencing, Steadiness, danConscientiousness pada setiap orang yang berbeda membentuk model DISC pribadi dan menggambarkan perilaku masing masing.
Dominant. D
Orang yang Dominant  tinggi akan bersifat asertif (tegas) dan langsung. Biasa nya mereka sangat independen dan ambisius. Dalam pemecahan masalahnya, tipe dominan ini melakukan pendekatan yang aktif dan cepat menyelesaikan masalah. Mereka ini orang yang cukup gagah, mereka sangat menyukai tantangan dan persaingan. Mereka dipandang orang lain sebagai orang yang berkemauan keras. Oleh karena itu mereka menginginkan segala sesuatu sesuai dengan kemauan mereka.
Influencing. I
Tipe Influencing ini senang berteman. Mereka suka menghibur orang lain dan bersifat sosial. Dalam penyelesaian masalah atau mengerjakan sesuatu, mereka banyak mengandalkan keterampilan sosial. Orang yang bersifat interpersonal ini senang berpartisipasi dalam kelompok dan suka bekerja sama. Keterbukaan sikapnya membuat orang lain memandang dirinya sebagai pribadi yang gampang bergaul dan ramah. Biasa nya pribadi seperti ini memiliki banyak teman. Tipe antarpribadi ini, tipe orang yang emosional karena mereka mudah mengungkapkan emosi kepada orang lain, emosional disini artinya bukan mudah marah, tetapi mudah mengungkapkan isi hatinya. Mereka lebih merasa nyaman berurusan dengan emosi daripada hal lain.
Steadiness S
Orang yang bertipe Steadiness ini adalah orang yang berkeras hati, gigih, dan sabar. Mereka mendekati dan menjalani kehidupan dengan memanfaatkan standar yang terukur dan stabil. Pada umumnya mereka tidak begitu suka kejutan. Pribadi mantap ini tidak banyak menuntut dan bersifat akomodatif. Mereka sangat ramah dan memperlihatkan kesetiaannya kepada mereka yang ada disekitarnya. Mereka sangat menghargai ketulusan. Orang yang bertipe mantap ini jujur dan mengatakan apa adanya dan berharap orang lain melakukan hal yang sama. Orang lain memandang mereka sebagai orang yang tenang, berhati hati dan konsisten dalam cara mereka menjalani kehidupan. Memiliki tingkat ketabahan yang luar biasa. Mereka dapat mempertahankan fokus dan kepentingan mereka dalam jangka waktu yang lama dibandingankan orang lain yang mampu melakukan.
Conscientiousness C
Teliti, begitu sebutan untuk tipe orang ini. Tipe teliti ini sangat tertarik pada presisi (ketelitian dan kecermatan) dan juga dengan akurasi (kecepatan). Mereka menyukai segalanya serba teratur dan jelas. Dan mereka sangat fokus terhadap fakta, maunya ada bukti. Orang tipe teliti ini sangat menghargai peraturan, mereka tidak suka melanggar peraturan. Dalam beraktivitas pun begitu, menggunakan sistematis dan aturan aturan agar semuanya terkelola dengan baik. Mengatasi konflik secara tidak langsung. Dihadapan orang lain, mereka dipandang pasif dan selalu mengalah. Kayak judul lagu aja selalu mengalah.
Berdasarkan pengalaman, DISC merupakan salahsatu tools atau alat yang cukup powerful untuk mengidentifikasi karakter kepribadian seseorang dalam waktu yang relatif singkat. Keahlian seseorang dalam membaca dinamika kepribadian yang tergambar pada grafik sisi kepribadian eksternal dan internal menjadi kunci akurasi analisanya. Termasuk di dalamnya mengenali kecenderungan seseorang dalam memanipulasi jawaban pada kuesioner yang diberikan.

DISC Karakter diskusi

Kepribadian berdasarkan profil disc adalah perilaku yang didasarkan dari stimulus dan respon dimana setiap orang akan berperilaku berbeda terhadap respon yang didapat. Perilaku adalah jumlah dari gabungan berbagai respon yang dilakukan dari beragam stimulus yang diberikan.
Profil DISC banyak dipengaruhi dari teori Jung mengenai tipe kepribadian yang dikategorikan menjadi empat yaitu; Sensing, Intuitive, Feeling and Thinking. Pendapat Jung menyatakan bahwa secara instingtif individu akan berperilaku berdasarkan empat elemen tersebut. Empat elemen tersebut diistilahkan sebagai tetralogi.
Dasar teori disc menggunakan model dua sumbu perilaku, merupakan pergerakan satu sumbu dengan sumbu lain mengenai perilaku yang saling berlawanan. Dua sumbu tersebut merupakan sifat yang saling berlawanan. Dua sumbu yang saling berlawanan pada tes DISC ini digunakan yaitu antara Assertiveness dan Receptiveness dan antara Openness dan Control.
Assertiveness & Receptiveness
Assertiveness adalah sifat orang yang terbuka (proaktif) dan dapat langsung mengemukakan keterbukaan diri. Berkecenderungan untuk memimpin daripada mengikuti dan serta merta dapat bertindak apabila memungkinkan. Tipe asertif akan cepat merasa mendapat kesempatan yang tidak boleh disia-siakan, mandiri dalam bertindak, cenderung memberi perintah daripada melakukan sendiri. Lebih memberikan instruksi dibandingkan kerjasama.
Receptiveness sebaliknya adalah sifat yang menunjukkan kesabaran dan kehati-hatian, cenderung menghindari resiko dan jarang bertindak tergesa-gesa apabila masih memungkinkan. Menghindari perubahan dan kejutan, lebih memilih ketenangan dan situasi yang dapat diperkirakan.
Openness & Control
Adalah sumbu kedua dari sifat model disc untuk mengukur sikap sosial, pendekatan yang berbeda terhadap interaksi dengan orang lain.
Openness adalah orang yang sangat terbuka, ramah, bersahabat. Mudah mengekspresikan diri dan memiliki hubungan yang sangat kuat dengan orang lain. Orang yang terbuka dapat bekerja pada situasi kerja yang sangat emosional, dapat mengekspresikan perasaan.
Control adalah sifat sebaliknya dimana menggunakan dasar rasio diatas perasaannya. Pendekatan kepada orang lain lebih menggunakan ide sendiri dibandingkan dengan gaya dari orang lain. Sifat ditunjukkan dengan ketidakpercayaan, curiga, tidak mudah menunjukkan perasaan kepada orang lain.

Dua kutub yang saling berbeda adalah dasar dari profil DISC yang dikembangkan. Pada tiap sumbu yang saling berdekatan menunjukkan karakteristik dari setiap elemen dari tes DISC. Pada aspek Dominance seperti contoh merupakan pendekatan antara sifat Assertiveness dan Control.
Pada setiap sumbu antara Assertiveness-Receptiveness dan Openness-Control terdapat area-area yang dapat didefinisikan secara lebih jelas melalui berbagai karakteristik yang dapat didefinisikan sebagai berikut:
  • Driver; adalah area paling kiri-atas antara perilaku Assertiveness dan Control.  Menunjukkan faktor Dominance dari konsep DISC yang diterangkan sebagai pengarah dengan menunjukkan karekateristik orang yang bermotivasi tinggi untuk berhasil dengan sifat-sifat kompetitif terhadap orang lain.
  • Communicator; Area paling kanan-atas komninasi dari perilaku Assertiveness dan Openness dan pada konsep DISC diistilahkan Influence. Tipe orang seperti ni adalah komunikatif dan bersifat sosial. Akrab dan terbuka dengan orang lain dan mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan baru.
  • Planner; Area paling kanan-bawah digambarkan sebagai steadiness dengan karakteristik khusus adalah kesabaran, bertahan pada sikap atau nilai, tidak menyukai perubahan drastis, membutuhkan waktu untuk merencanakan dengan kehati-hatian.
  • Analyst; Area paling kiri-bawah diistalahkan sebagai compliance. Analyst diterangkan sebagai berwawasan, berupaya mengetahui. Gabungan antara terkontrol dan kesiapan menunjukkan pribadi yang teratur, sebisa mungkin mengikuti aturan. Kecenderungan pada ketepatan dan kejelasan.
Diantara empat sumbu tersebut, terdapat area di setiap sumbu yang menggabungkan dari setiap sumbu diantaranya.
  • Assertive; merupakan karakteristik antara keterbukaan dan kontrol.
  • Open; secara sosial menunjukkan keterbukaan tergantung penggunaan pada setiap kondisi, apakah asertif atau reseptif.
  • Receptive; protipe yang mudah digambarkan adalah keengganan untuk berpihak.
  • Controlled; karakteristiknya adalah pengendalian diri dan adanya keenggan untuk memberikan informasi tentang diri mereka sendiri atau ide-ide. Dapat saja asertif atau reseptif dalam pendekatan, tergantung pada situasi.
  • Balanced; situasi keseimbangan atau disebut sebagai netral. Perilaku cenderung memasukkan unsur-unsur dari semua tipe utama .

DISC Profile

Seseorang Yang Dominan Karakter D
Cenderung sebagai orang yang cepat dalam mengambil keputusan namun kadangkala keputusannya kurang didukung oleh data-data yang memadai, hal ini terjadi karena dia kurang memperhatikan hal-hal yang bersifat detil, dan kurang bisa bersifat sabar. Orang Tipe ini memiliki EGO yang sangat tinggi dan selalu ingin tampil di depan.

Rekomendasi :
Cocok sebagai Pemimpin, Leader, Manager, Tipe ini hanya dimiliki oleh 3% manusia di Dunia.

I
(Influence)
  

Seseorang Yang Dominan Karakter I
Cenderung sebagai orang yang yang penuh percaya diri dia mampu meyakinkan dan memaksa orang lain untuk melakukan sesuatu, hal ini sangat didukung oleh keterampilan dalam berkomunikasi dan keberanian dalam mengambil keputusan.

Rekomendasi :
Cocok sebagai Marketing, Motivator, Presenter, Negosiator. Lebih senang bekeraja di luar ruangan

S
(Steadiness)
  

Seseorang Yang Dominan Karakter S
Cenderung sebagai orang yang sabar, bisa menjadi pengikut yang loyal sepajang sesuai dengan tujuan-tujuan yang ingin dicapainya, akan berprestasi optimal jika dia bekerja dalam situasi yang aman, tidak banyak pergolakan dan perubahan. Adanya pergolakan dan perubahan menimbulkan rasa tidak nyaman pada yang bersangkutan.

Rekomendasi :
Cocok sebagai Staf, Administrasi, Dan Orang tipe ini sangat suka bekerja dalam suasana yang Aman. Tidak terlalu banyak tuntutan.

C
(Compliance)
  

Seseorang Yang Dominan Karakter C
Cenderung sebagai seorang yang mengharapkan kesempurnaan baik dalam kehidupan pribadi maupun aktivitas bisnis. Akurasi, detil, sabar adalah sifat yang menonjol pada orang ini. Dia dapat diandalkan untuk menyelesaikan pekerjaan yang menuntut ketelitian dan standard kualitas yang tinggi.

Rekomendasi :
Cocok sebagai Bagian Keuangan, Pengawas, Audit.

DISC

DISC Profile System yang sedang banyak digunakan dalam melakukan rekrutment atau pemetaan potensi karyawan disusun oleh seorang psikolog dari Universitas Colombia bernama Dr.William M.Marston pada 1920 & 1930 berdasar teori perilaku.
Adapun definisi dasar dari DISC sebagai berikut:
– (D) Dominance: dorongan untuk mengontrol, meraih tujuan/target. Intensi dasarnya to overcome. 
– (I) Influence: dorongan untuk mempengaruhi, berekspresi, dan didengarkan. Intensi dasar: to persuade
– (S) Steadiness: dorongan untuk menjadi stabil dan konsisten. Intensi dasarnya to support
– (C) Compliance: dorongan untuk menjadi benar, pasti dan aman. Intensi dasarnya to avoid trouble.
Tes DISC terdiri dari 24 nomor terdiri dari empat pilihan daftar gambaran diri. Pada tiap nomor, Anda akan diminta untuk memilih satu daftar yang paling menggambarkan diri Anda, dan satu daftar yang paling tidak sesuai. Jadi ada dua tanda silang dalam satu nomor. Misal: 
X __ ramah, riang, populer 
__ __ pendiam, penyendiri
__ X tegas, galak
__ __ cerewet, tidak sabar
Contoh tersebut tidak akan Anda temui di DISC, ini hanya ilustrasi saja. Kalau dirasa tidak ada yang pas, Anda tetap harus memilih, yang paling mendekati dengan diri. Garis pada contoh di atas akan berupa kotak untuk Anda beri tanda silang di lembar soal DISC. Kolom kotak sebelum kiri untuk jawaban paling sesuai, kolom di kanan untuk pilihan seballiknya. Contoh jawaban silang di atas menggambarkan gambaran paling sesuai adalah ramah, riang, populer, sementara tegas dan galak adalah yang paling tidak sesuai. Biasanya keseluruhan pertanyaan ini bisa dijawab kurang lebih 10 menit.
<B>Gambaran apa yang akan dihasilkan?</B>
Secara general, biasanya akan tergambar dua kelompok besar yakni orang yang berorientasi pada tugas vs hubungan antar individu; desisif vs asertif; berhati-hati vs akomodatif. Selain itu, orang yang kuat pada area D & I tergolong orang yang berperan aktif, sementara S & C pasif atau pendukung.
Orang yang aktif (D) dan berorientasi pada tugas biasanya memiliki karakter tegas, berani mengambil resiko dengan pertimbangan logis, bahkan terkadang terkesan ’kejam’ karena komitmennya yang kuat pada pencapaian target. Sebaliknya mereka yang kuat di ranah I, biasanya memiliki gaya kepemimpinan demokratis dan lebih mementingkan pendekatan antar individu. Resikonya terkadang kurang tegas dan terlalu fleksibel. Begitu pula dengan orang S dengan karakter kuat sebagai pendukung, dan C dengan karakter kuat menghindari masalah. Mereka akan terlihat kurang bahkan tidak berani mengambil resiko, namun merupakan anggota tim yang sangat kooperatif karena biasanya menikmati keteraturan, rutinitas dan hal yang pasti.
<B>Mana yang terbaik?</B>
Tergantung dari apa yang dibutuhkan. Ada kalanya dibutuhkan pemimpin yang mampu tegas dalam target atau tugas, ada kalanya sifat bisnis perusahaannya membutuhkan pemimpin yang memiliki skill sosial tinggi. Oleh karenanya asessment center selalu menggunakan bermacam alat tes, untuk mendapatkan gambaran yang paling ’lengkap’ guna memenuhi kebutuhan di dunia kerja (posisi).
DISC hanya satu alat yang digunakan dan harus didukung oleh alat lain, seperti leaderless group discussion, analisa kasus, in-basket (tugas manajerial untuk level supervisor ke atas), behavioral event interview/competency based interview, PAPI Kostik (tes inventori yang juga mampu menggambarkan kecenderungan sikap kerja, gaya kerja, dsb), dan masih banyak lagi. Semakin banyak bukti yang didapatkan untuk memenuhi indikator perilaku yang dibutuhkan, semakin akurat gambaran kompetensi seseorang.
Hanya satu rumusan ketika Anda akan mengikuti assessment center atau psikotes: istirahat cukup agar segar secara fisik dan mental. Karena penilaian ini bertujuan untuk mengetahui diri Anda, bukan kemampuan akademis. Jawablah sespontan mungkin dan pilihan jawaban yang paling menggambarkan diri Anda.

Rabu, 28 Mei 2014

Mau Berbisnis Terapi Pijat, Ini Dia Caranya!

 Agustina Melani


EKONOMI · 01 Des 2013 20:00
pijat-rileks130511b.jpg
Bila Anda lelah dengan rutinitas jam kerja mulai 9 pagi hingga 5 sore maka memulai bisnis terapi massage (pijat) dapat menjadi pilihan. Bisnis ini tidak hanya menjanjikan secara ekonomi tetapi membuat perubahan.
Beberapa tahun terakhir, bisnis terapi pijat begitu populer. Saat ini, bisnis ini terbagi dari berbagai macam spesialisasi mulai dari massage oncology, facial, chair massage, full-body massage, sports massage, Shiatsu, Thai Massage, hot stone massage, deep tissue massage, reflexology, Swedish massage, aroma therapy, Balinese massage, dan lainnya.
Banyak terapis pijat yang bekerjasama dengan akupunktur, naturopaths, dokter gigi, dan guru yoga untuk memberikan layanan bagi kliennya. 
Bisnis ini salah satu bisnis yang membutuhkan modal terbatas untuk memulai bisnis. Berikut tips untuk memulai bisnis terapi pijat seperti dikutip dari laman Buzzle.com, Minggu (1/12/2013):
1. Ambil kursus
Salah satu hal penting untuk memulai bisnis terapis yaitu mengambil kursus profesional terapi pijat. Begitu banyak tempat pelatihan untuk memulai kursus. Mendapatkan sertifikat adalah salah satu keharusan untuk mulai membangun kredibilitas Anda.
Bagi yang sedang belajar dan bekerja, bahkan tidak dapat menghadiri kelas, coba cek website American Massage Therapy Association (AMTA) untuk memulai kursus.
2. Mendapatkan pengalaman
Hanya mendapatkan sertifikat saja tak cukup untuk memulai bisnis. Anda harus mendapatkan pengalaman di lapangan. Setelah menyelesaikan kursus, sebaiknya Anda bekerja magang di pusat terapi pijat untuk belajar tentang "trik perdagangan".
Pastikan selain mendapatkan pengetahuan praktis tentang berbagai terapi pijat, Anda juga belajar tentang berurusan dengan pelanggan, pendapatan, pemasaran, penagihan, dan perpajakan.
3. Menemukan mentor
Bisnis ini sebagai tempat untuk mendapatkan mentor yang berasal dari bidang sama untuk membimbing Anda. Temukan seseorang yang memberikan inspirasi kepada Anda lewat kesuksesannya mengelola bisnis terapi pijat.
Kenalkan diri Anda ke orang itu, dan katakan kepadanya untuk belajar di bawah bimbingannya. Temukan mentor Anda begitu penting untuk memberikan bimbingan ke Anda untuk memulai bisnis dengan arahan benar. Hal itu dilakukan agar menolong Anda untuk mengambil keputusan tepat.
4. Buat rencana bisnis
Jika Anda telah bekerja dengan terapis pijat, maka Anda akan tahu tentang seluk bisnis juga. Anda dapat mempelajari bagaimana pesaing Anda melakukan bisnisnya.
Ini tidak hanya akan memberitahu tentang fungsi usaha, tetapi juga membantu untuk membuat rencana bisnis yang baik. Bila Anda meminjam modal, maka Anda membutuhkan rencana bisnis yang membuat pihak perbankan dan yang ingin pinjamkan modal berkesan.
Oleh karena itu, buat rencana mengenai proyeksi keuntungan, ekspansi, alokasi sumber daya, kebijakan harga, dan visi. Pastikan rencana itu bertindak sebagai panduan untuk melakukan bisnis Anda.
5. Ketahui Target Pasar
Anda harus mempelajari profil klien untuk mengerti detail demografi.  Anda dapat menemui beragam klien mulai dari klien muda, yaitu perempuan muda, atau baru melahirkan. Bahkan klien Anda bisa yang memiliki latar belakang olah raga. Dengan mengetahui pasar akan menolong klien.
6. Formalitas
Buat nama menarik untuk bisnis terapi pijat Anda. Lalu sebaiknya Anda mendaftarkan dan menyerahkan dokumen-dokumen untuk memulai bisnis terapi pijat. Pastikan juga Anda mematuhi semua pajak dan hukum yang berkaitan dengan bisnis itu.
7. Atur Keuangan
Bila Anda merencanakan bisnis terapi pijat mobile, maka Anda tidak memerlukan banyak uang. Meski demikian, jika Anda mendapatkan tempat untuk memulai bisnis, Anda mungkin harus meminjam modal. Anda dapat meminjam dari bank, akan tetapi sebaiknya tanya mengenai down payment.
Lebih dari satu sumber pendanaan menjadi lebih baik. Bila tidak mendapatkan pinjaman perbankan, maka Anda dapat pinjam dari keluarga dan teman, atau mulai partner bisnis.
8. Menemukan Tempat
Jika Anda berencana untuk menemukan tempat bagi bisnis Anda, maka cari tempat yang baik untuk membuat bisnis Anda maju, memberikan eksposur besar, dan banyak pejalan kaki melintas.
Jika Anda berpikir membeli tempat akan dikenakan biaya terlalu banyak, Anda dapat menyewa tempat.
Pastikan tempat Anda memiliki suasana yang menenangkan, bersih dan rapi. Jangan lupa untuk menambahkan aroma musik dan wewangian untuk membuat pengalaman pijat menyenangkan. Anda juga dapat menawarkan layanan ke rumah pelanggan. Hal ini juga dapat membantu menghemat uang.
9. Membuat Asuransi
Sebaiknya Anda berkonsultasi dengan pihak agen asuransi untuk mengetahui asuransi yang diinginkan. Anda harus melindungi setiap peralatan dan properti. Selain itu, Anda juga memberikan kompensasi asuransi bagi para pekerja, seperti asuransi kesehatan dan dokter gigi.
10. Mengatur Persediaan
Bisnis terapi pijat membutuhkan begitu banyak persediaan seperti meja dan kursi pijat, bantal dan pendukungnya, dan linen. Anda juga akan membutuhkan produk perawatan kulit seperti massage oil, krim.
Pastikan Anda juga mengetahui produk perawatan kulit klien sebelum memulai pemijatan. Gunakan produk-produk berkualitas tinggi agar menghindari segala bentuk masalah kepada klien.
Lalu sebaiknya gunakan sarung tangan sekali pakai, mensterilkan peralatan pijat dan furniture dari waktu waktu agar menghindari dari segala bentuk gangguan kulit.
11. Pemasaran dan Iklan
Sebaiknya investasikan dana Anda untuk iklan dan pemasaran. Langkah itu bisa dilakukan dengan online banners di berbagai website. Lalu ciptakan website untuk memberikan detil mengenai layanan dan paket yang diberikan.
Optimalkan website dengan kata kunci tepat. Minta klien Anda untuk memberikan testimoni mengenai layanan Anda, dan letakkan di website.
Tunjukkan foto berbagai fasilitas untuk menarik klien prospektif. Selain itu, buat iklan di koran dan majalah, tetapi fokus pada advetorial dan berikan wawancara untuk koran lokal sebagai ahli terapi pijat.
Anda juga dapat menjadi sponsor untuk program komunitas lokal, dan mencoba terapi pijat di tempat Anda sebagai promosi bisnis.
12. Jaringan
Bisnis terapi pijat ini sangat bergantung kepada pemasaran dari mulut ke mulut. Oleh karena itu, pastikan Anda dapat memenuhi harapan pelanggan sepanjang waktu.
Dengan layanan baik maka mendorong pelanggan untuk menawarkan terapi pijat Anda kepada keluarga dan teman-teman. Dorong pelanggan Anda untuk menyebarkan berita mengenai bisnis Anda.
13. Promosikan Bisnis Anda
Anda akan menghadapi kompetisi ketat dari bisnis terapi pijat yang sudah ada. Oleh karena itu, Anda harus memberikan kepuasan kepada pelanggan.
Selain itu, Anda juga dapat mengimplementasikan inovasi untuk menarik pelanggan baru dan mempertahankan pelanggan ada. Anda juga dapat menawarkan diskon kepada pelanggan setia, coba pijat gratis, dan keuntungan lainnya.
14. Mempekerjakan Pegawai
Ketika Anda mengembangkan bisnis, maka hal menjadi kesempatan untuk menjaga pelanggan. Oleh karena itu, sebaiknya Anda mempekerjakan pegawai terapi.

Anda dapat mempekerjakan pegawai magang, dan pegawai berpengalaman. Anda dapat memberikan pelatihan sesuai dengan metode yang ditawarkan di tempat pijat Anda.
Hal itu menjadi penting karena pelanggan Anda telah biasa dengan layanan pijat yang diberikan oleh Anda. Jika standar dan kualitas pelayanan tidak terpenuhi maka mereka akan beralih ke pesaing Anda.Sebaiknya Anda juga dapat mempekerjakan karyawan baik lelaki dan perempuan. (Ahm/Igw)
Credits: ahm
- See more at: http://m.liputan6.com/bisnis/read/761814/mau-berbisnis-terapi-pijat-ini-dia-caranya#sthash.UbRR26yD.dpuf

Selasa, 27 Mei 2014

MUI tawarkan konsep syariah ke bisnis pijat dan spa


Online: Kamis, 05 September 2013 | 07:56 wib ET
JAKARTA, kabarbisnis.com: Guna mengubah konotasi negatif yang selama ini melekat pada usaha pijat dan spa, Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan menawarkan konsep syariah kepada pelaku usaha tersebut. Langkah ini juga dimaksudkan sebagai salah satu daya tarik wisata.
"Spa dan pijat memang untuk kepentingan relaksasi, kebugaran yang tidak terlarang secara syai. Jadi nanti dilarang pijat oleh lawan jenis di tempat tertutup," ujar Sekretaris Komisi Fatwa MUI, Asrorun Ni'am Sholeh seperti dikutip dari merdeka.com, Kamis (5/9/2013).
Selain itu, lanjut dia, dengan adanya konsep syariah, diharapkan konotasi pijat yang identik dengan plus-plus, bisa kembali sesuai manfaatnya. "Jadi masyarakat tidak salah mengasumsikan makna pijat," katanya.
Mesti demikian, dalam konsep syariah tersebut, baik pria atau wanita boleh saja dipijat oleh lawan jenisnya. Namun, kegiatan pijatnya harus dilakukan di tempat yang terbuka.
"Itu untuk menghindari fitnah. Karena seperti ke dokter, semua butuh yang ahli bila ingin mencari kesehatan," tuturnya.
Sebelumnya, Direktur Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) Lukmanul Hakim berencana membuat sistem syariah di tempat pariwisata. Tempat yang harus bersyariah seperti restoran, tempat pijat dan tempat spa.
"Semua biar nanti bisa wisata syariah. Acara tersebut akan digelar Oktober mendatang," ujar Lukmanul.
Dia menambahkan, dalam event tersebut, bagi pengusaha pijat plus atau pijat biasa, akan ditawarkan konsep syariah. Nantinya jika berminat, tempat pijat atau spa milik mereka akan di cap Halal dari MUI.
"Menjadi syariah ini tidak memaksakan sifatnya. Hanya jika mereka siap," katanya. kbc10

Kamis, 07 November 2013

Titik Pijat Refleksi untuk sakit Kepala

Jika seseorang tengah menderit sakit kepala, maka dia tahu ada waktu yang hilang lantaran rasa
sakit, mual, photosensitivity, dan perasaan umum tidak nyaman lainnya.
Obat-obatan resep sebenarnya bisa menghentikan sakit kepala, terutama ketika diambil pada saat
serangan sakit pertama kalinya. Namun, banyak orang saat ini memilih untuk melakukan
pengobatan alternatif untuk membantu mencegah sakit kepala.
Pijat refleksi salah satunya, menjadi alternatif yang kuat untuk cara tradisional di bidang
pencegahan sakit kepala. Disinilah arti penting Titik pijat refleksi untuk sakit kepala.
Ada beberapa teknik yang berbeda dari pijat refleksi yang telah ditunjukkan bisa membantu
penderita sakit kepala memerangi penyakit nya. Gayanya jelas berbeda beda dalam hal bisa
dipakai atau tidak untuk orang yang berbeda.
Dan kebanyakan penderita menggabungkan terapi pijat refleksi dengan terapi obta tradisional
untuk menuai hasil terbaik. Tergantung pada jenis dan frekuensi sakit kepala Sakit kepala, satu
atau lebih teknik pijat refleksi berikut bisa membuktikan berguna bagi Sakit kepala .
Pijat refleksi jaringan dalam, mungkin teknik yang paling terkenal , melemaskan otot-otot dalam
tubuh melalui tekanan dan peregangan.
Seorang terapis pijat refleksi akan berfokus pada area tubuh yang membawa ketegangan dan
terasa tegang atau tidak nyaman, dan menggunakan memperdalam tekanan untuk melepaskan
ketegangan dan memberikan perasaan relaksasi keseluruhan dan melonggarkan otot kaku.
Jika sakit kepala Sakit kepala hasil dari ketegangan yang dilakukan di bagian tubuh tertentu
(biasanya leher dan bahu), pijat refleksi akan menekan jaringan dalam yang menenangkan daerahdaerah
yang membka ukuran paliatif.
Pijat refleksi neuromuskular adalah sepupu dekat pijat refleksi jaringan dalam. Dalam teknik ini ,
terapis akan menekan dan memijat moderat “titik pemicu” tubuh pada daerah tertentu dalam otot
yang sering merasa menyakitkan untuk disentuh saat ditekan.
Ide di balik terapi neuromuskular adalah pelepasan kompresi saraf (saraf dikompresi menjadi
alasan bahwa neuromuskular akan terasa sakit bila disentuh), dan apabila saraf menjadi santai
pada gilirannya akan membantu tubuh untuk melepaskan ketegangan .
Teknik berikutnya dalam titik pijat refleksi untuk sakit kepala untuk dipertimbangkan adalah terapi
craniosacral, dimana tekanan yang diterapkan oleh terapis difokuskan pada tengkorak dan kulit
kepala.
Dengan menenangkan ujung saraf melalui pijat refleksi, terapis mendorong nya untuk bersantai dan
untuk menghentikan pengiriman gelombang kuat dalam rasa sakit.

Tips Terapi Refleksi Bagi Penderita Hipertensi


Headline
ist
Oleh: Suyadi
metropolitan - Rabu, 30 Oktober 2013 | 15:45 WIB
HIPERTENSI adalah keadaan kejadian kelainan pada metabolisme tubuh, akibat adanya penyempitan atau penebalan pada pembuluh darah. Penyebab kelainan tersebut bisa disembuhkan atau diatasi dengan pijat refleksi.
Untuk meringankan dan mengatasi tekanan darah tinggi zona refleks terapi yang harus dirawat adalah titik daerah refleksi ginjal di tengah-tengah telapak kaki. Tiga perempat dari ujung kaki, ditekan/pijat kuat.
Selanjutnya pijatan bergeser satu setengah inchi ke arah ujung kaki. Yaitu titik saluran kencing, kandung kencing, lalu pijatan agak bergeser sedikit ke samping dalam, yakni titik lambung dan maag.
Kemudian tekan/pijat kuat ujung ibu jari kaki samping luar dan sisi dalam, tepat dipangkal kuku ibu jari, bagian samping luar dan dalam, kaki kiri dan kanan yaitu daerah refleksi kepala, titik refleksi kelenjar hipofisis, atau master glend, saraf telinga atau titik keseimbangan tubuh.
Pijatan adalah untuk merangsang, mempengaruhi, dan mengurai lemak-lemak yang mengendap dan mengeras di dinding pembuluh darah leher dan kepala. Juga mengembalikan kelenturan otot-otot tengkuk, bahu, dan leher. Termasuk urat-urat kepala dan muka, melancarkan suplai darah dan O2 ke otak, serta memberikan kesegaran, kenyamanan dan rasa hangat pada tubuh.
Pijatan di daerah ginjal akan membuang, mendorong, memasukan sisa-sisa pembakaran dan kotoran tubuh lainnya ke dalam saluran pembuangan. Selain itu ikut melancarkan saluran kencing, mendorong dan mengeluarkan racun dari dalam tubuh melalui air kemih dan saluran kencing.
Terapi pijat refleksi pengobatan tekanan darah tinggi dilakukan sehari 2 kali, pagi bangun tidur dan malam waktu mau tidur. Pijatan dilakukan kurang lebih selama 45 menit.
Untuk pengobatan bagi penderita tekanan darah tinggi kronis perawatan dilakukan lebih menyeluruh, dosis lebih lama, serta temponya lebih lama. Alangkah baiknya terapi dilakukan oleh seorang terapis yang sudah pengalaman.