Senin, 02 Desember 2019

RIP pak Ci

Entrepreneur Ciputrapreneur

Jum at29 November 2019
Oleh : Dahlan Iskan

Tidak ada lagi orang seperti Ciputra. Yang meninggal dunia di Singapura 27 Nopember lalu. Di usia beliau yang 88 tahun.
 
Dan tidak akan ada lagi.
 
Tidak akan ada orang yang berjuang keras untuk memajukan sebuah perusahaan daerah --lalu mendapat penghargaan besar seperti beliau.
 
Termasuk mendapat saham --biar pun kecil.
 
Zaman sudah berubah.
 
Jangankan penghargaan. Jangankan diberi saham. Salah sedikit justru akan masuk penjara!
 
Awalnya Ciputra memajukan perusahaan daerah milik Pemda DKI Jakarta. Yang belakangan terkenal dengan nama PT Pembangunan Jaya.
 
Itulah karir pertama Ciputra di dunia usaha. Setelah beliau lulus dari ITB Bandung.
 
Beliau dipercaya oleh Gubernur Jakarta, Sumarno. Tidak diberi modal. Hanya diberi proyek: Pasar Senin.
 
Yang setor modal --menurut catatan Christianto Wibosowo-- hanya empat orang: Hasyim Ning, Dasaat, Sucipto (Asuransi Bumi Putera) dan Yusuf Muda Dalam (Gubernur BI saat itu).
 
Mereka itulah yang dikenal sebagai orang kaya raya di akhir masa pemerintahan Bung Karno.
 
Belum ada Lim Sioe Liong, Mochtar Riyadi, Bambang Hartono apalagi Datuk Tahir.
 
Di tangan Ciputra perusahaan daerah itu maju pesat. Lebih maju lagi di zaman Gubernur Ali Sadikin. Yang gila membangun itu.
 
Gubernur berikutnya mempercayainya lagi. Sampai tujuh gubernur.
 
PT Pembangunan Jaya berada di tangan orang hebat dalam kurun waktu yang panjang. Sekali lagi, kemajuan yang nyata hanya bisa diraih oleh pemimpin yang hebat --dalam kurun waktu yang panjang.
 
Pemimpin yang hebat biasanya juga melahirkan banyak doktrin. Doktrin tertingginya adalah entrepreneurship: "Pengusaha adalah siapa pun yang bisa mengubah rongsokan menjadi emas".
 
Taman Impian Jaya Ancol adalah salah satu rongsokan itu. Ancol telah menjadi legenda Ciputra: dari pantai comberan, sarang nyamuk, gelandangan, jin buang anak, menjadi taman rekreasi impian.
 
Banyak lagi, puluhan karya Ciputra yang seperti itu.
 
Lalu ini: bermetamorfose!
 
Setelah melahirkan banyak pemimpin muda di perusahaan daerah itu --salah satunya Eric Samola, mentor saya-- Ciputra menjadi 'kurang pekerjaan'.
 
Banyak sekali kesibukan yang sudah diserahkan kepada para pemimpin muda. Ciputra tinggal menjadi semacam Mentor Agung.
 
Ia memilih menjadi bukan siapa-siapa lagi - -secara struktur. Tapi Ciputra masih seperti memiliki veto. 'Kata Pak Ci' sudah seperti keputusan RUPS. 
 
Ciputra memang telah melahirkan corporate culture yang kuat di lingkungan PT Pembangunan Jaya. Yang sebenarnya itu adalah Ciputra Culture!
 
Di masa 'kurang pekerjaan' itulah Ciputra melahirkan usaha baru. Bukan lagi Pembangunan Jaya tapi rasa Pembangunan Jaya: PT Metropolitan Development. Yang deretan gedungnya bermegah di Jalan Thamrin Jakarta itu. Yang salah satunya terkenal dengan gedung
World Trade Centre itu. Sebelum dijual ke Murdaya Poo.
 
Di Metropolitan Development, Ciputra hanya melibatkan para senior di jajaran pimpinan puncak PT Pembangunan Jaya. Empat orang. Yang sama-sama sangat berjasa di awal memajukan Pembangunan Jaya. Yang sama-sama masih merasa punya kapasitas lebih. Yang sama-sama sudah 'kekurangan pekerjaan'.
 
Sambil mengawasi yang muda-muda di Pembangunan Jaya, para senior itu mengembangkan perusahaan mereka sendiri.
 
Sukses pula.
 
Metropolitan Development menjadi grup perusahaan papan atas di Indonesia. Di grup ini rasa Pembangunan Jaya 50 persen. Rasa Ciputra pribadi 50 persen.
 
Lalu ini: bermetamorfose lagi.
 
Anak-anak Ciputra mulai besar. Yang empat orang itu --dua wanita, dua laki-laki. Mulai pula punya menantu.
 
Ciputra menganjurkan rekan sesama senior itu untuk memiliki perusahaan sendiri. Di luar grup Pembangunan Jaya dan di luar grup Metropolitan.
 
Pun Ciputra sendiri. Mendirikan Grup Ciputra. Yang 100 persen rasa Ciputra. Yang 100 persen milik keluarga.
 
Di sini Ciputra tidak harus lagi bertanggung jawab pada negara (Gubernur dan DPRD). Seperti di PT Pembangunan Jaya.
 
Tidak pula harus bertanggungjawab pada partner. Seperti di Metropolitan.
 
Di Ciputra Group, Ciputra hanya bertanggung jawab pada dirinya sendiri. 
 
Di sinilah Ciputra bebas mengangkat anaknya sendiri, menantunya, cucunya dan siapa pun menjadi eksekutif perusahaan.
 
Sekali lagi: sukses. 
 
Sukses satu menarik gerbong sukses berikutnya.
 
Sama-sama sukses, mana yang lebih puas: memimpin Pembangunan Jaya, Metropolitan atau Ciputra Group?
 
Itu pernah saya tanyakan kepada beliau. Saya memang beberapa kali berbincang dengan beliau. Sejak saya masih muda dulu. Berguru pada beliau.
 
Jawab Pak Ciputra: Yang paling memuaskan adalah mengembangkan perusahaan keluarga!
 
Mengabdi ke negara sudah. Mengabdi ke sesama teman sudah. Terakhir mengabdi untuk kejayaan keluarga.
 
Ups, bukan yang terakhir.
 
Pak Ciputra selalu ingin mengabdi ke masyarakat. Ia melihat mayoritas rakyat Indonesia orang pribumi yang miskin.
 
Maka Ciputra ingin memasyarakatkan entrepreneurship ke masyarakat. Secara luas. Apa saja akan di-Entrepreneur-kan oleh Ciputra.
 
Bupatipreneur.
 
Menteripreneur.
 
Sekolahpreneur.
 
Gurupreneur.
 
Ia begitu bangga kalau melihat ada pribumi yang masuk bisnis. Apalagi bisa berkembang. Lalu maju.
 
Hanya itu yang bisa membuat pribumi maju: menumbuhkan jiwa Entrepreneur kepada mereka. Menumbuhkan jiwanya. Bukan memanjakannya.
 
Bisnis beliau memang sangat besar. Tapi tidak bisa dibilang rakus. Karena itu beliau tidak bisa menjadi yang terbesar. 
 
Beliau memang bukan konglomerat terbesar di Republik ini. Tapi beliau punya nama besar dengan reputasi besar.
 
Termasuk di bidang olahraga --terutama bulutangkis. Sebagian laba dari Jawa Pos misalnya, mengalir untuk pembinaan bulu tangkis. Lewat klub Jayaraya.
 
Beliau juga pernah gila sepak bola. Membiayai klub Jayakarta. Tapi kasus suap menyuap di sepakbola melukai hatinya. Tidak cocok dengan filosofi yang dikembangkannya.
 
Jayakarta dibubarkan. 
 
Reputasi beliau di bidang kesenian apalagi. Beliau adalah konglomerat yang paling cinta seni. Aneh. Bisnis dan seni bisa menyatu di jiwa Ciputra.
 
Di bidang seni warisan terakhir beliau adalah Artpreneur. Di Kuningan Jakarta itu. Ratusan miliar rupiah dihabiskan Ciputra untuk membangun museum pelukis Hendra. Juga untuk membangun gedung opera terbaik Indonesia!
 
Mungkin karena jiwa seninya yang total itu bisnis Ciputra tergolong bisnis yang menegakkan etika.
 
Alenia terakhir ini mungkin juga ingin diucapkan Ciputra sendiri pada generasi penerusnya.
 
Anak cucunya. 
 
Termasuk saya.(Dahlan Iskan) 

https://www.disway.id/r/752/entrepreneur-ciputrapreneur

Kamis, 28 November 2019

Perumahan Syariah

*MENIPULAH DENGAN SYARI'AH, MAKA PEMBURU SURGA AKAN TERGODA*

Oleh :
*Rudi S Kamri*

Hari ini saya tercengang melihat tayangan sebuah TV Swasta yang mengulas penipuan perumahan syari'ah. Korbannya lebih dari 200 orang dan total uang yang berhasil diraup oleh komplotan penipu itu mencapai Rp 23 Milyar. Hmmm

Modusnya sangat sederhana, para penipu itu menawarkan konsep perumahan syari'ah, cicilan tanpa bunga dan tidak perlu BI Checking. Penipupun secara total mengemas tipuannya dengan membuat moke-up perumahan, flier promosi dan bahkan rumah contoh. Karena tergiur dengan kata-kata syari'ah, abrakadabra.... kelompok orang kaum pemburu surga dan mabok agama itu serta merta tergiur tanpa ba-bi-bu langsung setor uang tunai. 

Jujur saya kagum dengan kejelian dan kecerdasan daya tipu para komplotan penipu itu. Mereka dengan jeli dan cerdik menangkap peluang adanya arus besar kelompok mabuk agama yang sudah tercuci otaknya oleh para pendakwah agama yang secara sepenggal menukil kalimat dalam kitab suci. 

Tipikal orang yang seperti ini begitu mudah digiring kemanapun dengan menggunakan dalil-dalil agama. Mereka dengan ikhlas membunuh akal sehat mereka yang merupakan karunia Allah SWT karena otak primitifnya sudah tercemar dan tercuci bersih oleh utopia surga neraka yang dijelaskan secara dangkal oleh para gurunya.

Ini fenomena yang memprihatinkan. Ekslusivitas dalam beragama membuat mereka meng-cluster diri mereka secara bergerombol dalam kelompok sewarna. Mereka tidak ingin orang yang berbeda keyakinan masuk dalam lingkungan mereka. Keyakinan sesat secara berjamaah ini dimanfaatkan dengan cerdik oleh para pengusaha. Dan menurut data sahabat saya yang anggota DPR-RI, saat ini di wilayah Jabodetabek saja sudah berdiri sekitar 97 perumahan yang menggunakan konsep syari'ah. Dan herannya hal ini dibiarkan oleh otoritas Pemerintah Daerah setempat.

Terkadang saya bingung dengan sikap pemerintah. Para pejabatnya berteriak nyaring akan membumihanguskan para radikalisme agama tapi di sisi lain membiarkan bibit-bibit radikalisme agama tumbuh subur dimana-mana. Ini sikap yang kontradiktif dan ambigu. Konsep pemberantasan kaum manipulator agama (istilah yang lebih tepat dibandingkan radikalisme) terlihat tidak komprehensif dan tidak terarah.

Kalau ketidakpastian konsep dan platform dalam pemberantasan kaum manipulator agama ini terus terjadi, korban dari masyarakat yang dicuci botaknya eh otaknya akan semakin bertambah banyak seperti yang terjadi dengan korban penipuan perumahan bersyari'ah ini. Dan yang akan terjadi kasus-kasus penipuan yang menggunakan dalil-dalil agama akan semakin marak dan bersorak.

Entahlah, kelihatannya saya harus banyak berkontemplasi untuk mendinginkan otak saya yang semakin hari semakin  mengepulkan asap tipis-tipis. Doa saya di hari Jum'at ini hanya satu : _"Ya Allah kembalikan Indonesiaku seperti dulu, saat kami menyikapi perbedaan menjadi keindahan yang nikmat dan keberagaman adalah anugerahMU"._

*Salam SATU Indonesia*
29112019

Rabu, 27 November 2019

Millenials

Selamat datang di Masa Depan 

Ber-siap2 shifting karena gaya hidup para milenial

Lihat apa yang sudah terjadi

Satu lagi dampak evolusi ekonomi pergeseran perilaku ... hari ini beberapa store Giant tutup, Lotus tutup mungkin bangkrut....

Selamat membaca tulisan analisa di bawah ini yang cukup menarik:

How Millennials Kill Everything
Oleh : Yuswo Hadi

Judul tulisan ini bakal menjadi judul buku baru.
Mudah-mudah buku ini bisa keluar dalam 2-3 bulan ke depan.

Coba googling dengan kata kunci “millennials kill”, maka Anda akan mendapati betapa millennial adalah “pembunuh berdarah dingin” yang membunuh apapun.

Di halaman pertama hasil pencarian Google saya menemui judul-judul menyeramkan seperti ini:
“RIP: Here Are 70 Things Millennials Have Killed”
“Things Millennials Are Killing in 2018”
“Millennials Kill Again. The Latest Victim? American Cheese”
“Millennials Are Killing the Beer Industry”
“How Millennials Will Kill 9 to 5 Job?”

Bahkan ada situs yang menulis:
“The Official Ranking of Everything Millennials Have Killed.”

Di dalamnya peringkat produk dan layanan yang paling cepat “dibunuh” oleh milenial. 

Ada dalam urutan peringkat itu produk-produk seperti: berlian di urutan 29; golf di urutan 23; department store di urutan 20; sabun batang di urutan 15; kartu kredit di urutan 10; dan bir di urutan 5.

Millennials Kill Everything New

Kenapa milenial bisa menjadi “pembunuh berdarah dingin” bagi begitu banyak produk dan layanan? 

Karena perilaku dan preferensi mereka berubah begitu drastis sehingga produk dan layanan tersebut menjadi tidak relevan lagi, alias punah ditelan zaman.

Contohnya golf. Tren dunia menunjukkan, sepuluh tahun terakhir viewership ajang-ajang turnamen golf bergengsi turun drastis setelah mencapai puncaknya di tahun 2015. 

Tahun lalu bahkan turun drastis 75%. Porsi kalangan milenial yang menekuni olahraga ini juga sangat kecil hanya 5%.

Olahraga elit ini memang digemari kalangan Baby Boomers dan Gen-X, namun tidak demikian halnya dengan milenial. 

Celakanya, semakin surut populasi Baby Boomers dan Gen-X, maka semakin tidak populer pula olahraga yang lahir sejak abad 15 ini. Dan bisa jadi suatu saat akan puhah.

Yang sudah kejadian sekarang adalah departement store. 

Tahun lalu kita menyaksikan departement store di seluruh dunia termasuk di Indonesia (Matahari, Ramayana, Lotus) pelan tapi pasti mulai berguguran.

Sumber penyebabnya adalah milenial yang bergeser perilaku dan preferensinya. 

Pertama karena mereka mulai berbelanja via online. Kedua, milenial kini tak lagi heboh berbelanja barang (goods), mereka mulai banyak mengonsumsi pengalaman (experience/leisure). 

Mereka ke mal bukan untuk berbelanja barang, tapi cuci mata, nongkrong dan dine-out mencari pengalaman penghilang stress.

Pasar properti beberapa tahun terakhir seperti diam di tempat. 

Alih-alih semua pelaku berharap ini hanya siklus “bullish-bearish” biasa yang nanti akan naik dengan sendirinya, saya curiga ini adalah kondisi “bearish berkelanjutan” sebagai dampak terbentuknya “new normal” perekonomian kita yang melesu dalam jangka panjang.

Mungkin biangnya bisa berasal dari pergeseran perilaku dan preferensi milenial. 

Beberapa kemungkinannya: Milenial mulai menunda nikah, menunda punya rumah, dan menunda punya anak. 

Belum lagi minimalist lifestyle yang kini banyak diadopsi milenial mendorong mereka memilih rumah ukuran mini.

Program KB yang sukses membuat late Baby Boomers dan Gen-X membentuk keluarga kecil dengan dua anak. 

Dengan jumlah anggota keluarga yang kecil, maka anak-anak mereka (milenial) cenderung menempati rumah orang tua dan sharing dengan sesama saudara. So, tak perlu beli rumah baru lagi. Ini yang menjadi biang kenapa market size properti cenderung mandek.

Tak hanya itu, tempat kerja pun nantinya pelan tapi pasti bisa “dibunuh” oleh milenial. 

Bagi Baby Boomers dan Gen-X bekerja rutin tiap hari masuk kantor dari jam 8 pagi sampai 5 sore (“8-to-5”) adalah sesuatu yang lumrah. Namun tak demikian halnya dengan milenial.

Milenial mulai menuntut fleksibilitas dalam bekerja. Bekerja di manapun dan kapanpun bisa asal kinerja yang dikehendaki tetap tercapai. 

Kini mereka mulai menuntut pola kerja: “remote working”, “flexible working schedule”, atau “flexi job”. 

Survei Deloitte menunjukkan, 92% milenial menempatkan fleksibilitas kerja sebagai prioritas utama.

Tren ke arah “freelancer”, “digital nomad” atau “gig economy” kini kian menguat. 

Kerja bisa berpindah-pindah: tiga bulan di Ubud, empat bulan di Raja Ampat, tiga bulan berikutnya lagi di Chiang May. Istilah kerennya: workcation (kerja sambil liburan).

Apa dampak dari millennial shifting tersebut terhadap kantor-kantor yang masih menerapkan working style ala Baby Boomers dan Gen-X? So pasti kantor-kantor jadul itu akan ditinggalkan angkatan kerja yang nantinya bakal didominasi milenial. Kantor itu akan punah dan melapuk.

Millennials will kill everything!!!
Have we change the way we do our business in order to face the millenials way of life

Beberapa prediksi menarik :

1. Bengkel perbaikan kendaraan akan hilang.

2. Mesin yang menggunakan bensin memiliki 20.000 bagian. Motor yang menggunakan listrik hanya memiliki 20 bagian. 

Mobil listrik dijual dengan garansi seumur hidup dan hanya diperbaiki oleh dealer. Hanya perlu waktu 10 menit untuk mencopot dan mengganti motor yang menggunakan listrik.

3. Motor listrik tidak diperbaiki di dealer tetapi akan dikirim ke bengkel perbaikan regional yang akan memperbaikinya menggunakan robot.

4. Motor listrik anda yang gagal fungsi akan ditunjukkan oleh lampu yang menyala, lalu anda akan pergi ke tempat yang menyerupai mesin cuci mobil, dan mobil anda akan ditarik sementara anda ngopi dan motor mobil anda akan diganti dengan yang baru.

5. SPBU atau pomp bensin akan hilang.

6. Meter parkir akan digantikan oleh meter dispenser listrik. 

Banyak perusahaan akan memasang stasiun isi ulang listrik; sebenarnya hal itu sudah dimulai.

7. Kebanyakan pabrik kendaraan (yang cerdas) telah mengalokasikan uangnya untuk mulai membangun pabrik yang hanya membuat mobil listrik.

8. Industri batu bara akan hilang. 

Perusahaan minyak dan gas akan hilang. Pengeboran minyak akan hilang. Ucapkan selamat tinggal kepada OPEC.

9. Rumah2 akan menghasilkan dan menyimpan energi listrik pada siang hari dan akan menggunakan serta menjualnya listriknya ke grid. 

Grid akan menyimpan dan menyalurkannya ke industri yang banyak menggunakan listrik. Apakah anda sudah melihat atap Tesla?

10. Bayi sekarang hanya akan melihat mobil pribadi di musium. Masa depan mendekati kita lebih cepat daripada yang bisa kita tangani.

11. Pada tahun 1998 Kodak memiliki 170.000 pegawai dan menjual 85% foto kertas di seluruh dunia. 

Hanya dalam beberapa tahun model bisnis mereka hilang dan mereka bangkrut. Siapa yang mengira itu akan terjadi?

12. Apa yang terjadi pada Kodak dan Polaroid akan terjadi di kebanyakan industri dalam 5-10 tahun yang akan datang... dan kebanyakan orang tidak melihat itu akan terjadi.

13. Apakah pada tahun 1998 anda mengira bahwa 3 tahun setelahnya anda tidak akan pernah lagi mem-foto menggunakan film?. Dengan telepon cerdas sekarang, siapa yang masih memiliki kamera dengan film?.

14. Kamera digital ditemukan tahun 1975. Barang pertama hanya memiliki 10.000 piksel, tetapi mengikuti hukum Moore. 

Dengan perkembangan teknologi yang eksponensial, barang yang semula mengecewakan menjadi super dan menjadi mainstream hanya dalam waktu yang singkat.

15. Hal itu terjadi lagi (tapi jauh lebih cepat) dengan kecerdasan buatan (artificial intelligence), kesehatan, kendaraan listrik, pendidikan, pencetakan 3D, agrikultur dan lapangan pekerjaan.

16. Lupakan buku 'Kejutan Masa Depan', ucapkan selamat datang kepada Revolusi Industri keempat.

17. Software telah dan akan terus mengacaukan banyak industri tradisional dalam 5-10 tahun mendatang.

18. Uber (seperti halnya Gojek di Indonesia) hanya piranti software, mereka tidak memiliki mobil, tapi sekarang mereka adalah perusahaan taksi terbesar di dunia! Tanyakan pada supir taksi apakah dulu mengira hal itu akan terjadi.

19. Airbnb sekarang adalah perusahaan hotel terbesar di dunia, walaupun mereka tidak memiliki properti apapun. 

Tanyakan pada hotel Hilton apakah dulu mereka mengira hal itu akan terjadi.

20. Artificial Intelligence: komputer akan menjadi lebih baik secara eksponensial dalam hal memahami dunia. 

Tahun ini, komputer mengalahkan pemain game terbaik kdi dunia, 10 tahun lebih cepat daripada yang diharapkan.

21. Di USA, pengacara muda sudah tidak memiliki pekerjaan. 

Berkat Watson IBM, anda bisa memperoleh nasehat hukum dalam hitungan detik (saat ini untuk hal-hal dasar), dengan akurasi 90% dibandingkan 70% akurasi yang dilakukan manusia. 

Jadi jika anda belajar hukum, berhentilah segera. Kebutuhan pengacara akan berkurang 90%, hanya spesialis serba tahu yang masih akan tetap bertahan.

22. Watson telah membantu perawat dalam mendiagnosa kanker, 4 kali lebih akurat dibandingkan perawat manusia.

23. Facebook sekarang memiliki software pengenal pola yang dapat mengenali wajah jauh lebih baik daripada manusia. Pada tahun 2030 komputer akan lebih cerdas daripada manusia.

24. Kendaraan otomotif: Pada tahun 2018 mobil tanpa supir pertama sudah muncul.

Dalam waktu 2 tahun ke depan seluruh industri akan dikacaukan. 

Anda tidak akan ingin memiliki mobil lagi karena anda akan memanggil mobil dengan telepon anda, mobil itu akan muncul di lokasi anda, dan mengantarkan anda ke tempat tujuan anda. 

Tidak perlu bingung memarkir mobil itu, anda hanya akan membayar jarak tempuh dan anda dapat tetap produktif selama berkendara. Anak-anak jaman sekarang tak pernah punya sim dan tak pernah memiliki mobil.

26. Hal itu akan mengubah kota-kota kita, karena kita hanya perlu mobil 90-95% lebih sedikit. Kita dapat mengubah lahan2 parkir menjadi taman-taman kota.

27. Sekitar 1,2 juta orang meninggal karena kecelakaan tiap tahun, termasuk yang disebabkan mengendarai sambil mabuk.

Sekarang kita memiliki satu kecelakaan tiap 60.000 mil; dengan kendaraan tanpa supir angka itu akan turun menjadi 1 kecelakaan tiap 6 juta mil. Ini akan menyelamatkan jutaan nyawa tiap tahunnya.

28. Kebanyakan perusahaan mobil tak diragukan lagi akan menjadi bangkrut.

Perusahaan mobil tradisional hanya mencoba pendekatan evolusioner dan hanya berusaha membuat mobil yang lebih baik, sementara perusahaan teknologi (Tesla, Apple, Google) melakukan pendekatan revolusioner dan membangun komputer di atas roda.

29. Lihat apa yang dilakukan Volvo sekarang; tidak ada lagi mesin pembakaran internal di kendaraan mereka mulai tahun ini untuk model 2019, semua menggunakan listrik atau hybrid, dengan maksud nantinya akan melenyapkan pula model2 hybrid.

28. Banyak ahli-ahli teknik di Volkswagen dan Audi takut terhadap Tesla, dan memang seharusnya begitu. 

Lihat semua perusahaan yang menawarkan mobil listrik. Beberapa tahun lalu keberadaan mereka tidak bisa dirasakan.

29. Perusahaan asuransi akan mengalami kesulitan masif; tanpa kecelakaan, biaya akan menjadi lebih murah. Model bisnis asuransi mobil akan hilang.

30. Real estate akan berubah. Jika orang bisa bekerja pulang-pergi, mereka akan tinggal di tempat yang jauh untuk hidup di lingkungan yang lebih terjangkau dan lebih menyenangkan.

31. Mobil listrik akan menjadi mainstream pada tahun 2030 an. Kota menjadi tidak berisik karena semua mobil baru akan menggunakan listrik.

32. Kota juga akan memiliki udara yang lebih bersih.

33. Listrik akan menjadi sangat murah dan bersih.

34. Produksi listrik tenaga surya telah mengalami kurva pengembangan eksponensial selama 30 tahun, tetapi sekarang anda dapat melihat dampak perkembangan tersebut. 

Dan sekarang perkembangan itu sedang dipacu lebih kencang lagi.

35. Perusahaan energi fosil sedang berusaha mati2an membatasi akses ke grid untuk mencegah munculnya pesaing yang muncul dari instalasi listrik tenaga surya di rumah-rumah, tetapi upaya itu tidak akan bisa berlanjut - teknologi tidak akan bisa dibendung.

36. Kesehatan: Harga Tricorder X akan diumumkan tahun ini. 

37. TV dan Koran akan  mati dengan sendirinya,  siapa yang sekarang baca koran atau siapa yg sekarang melihat TV sebagian kecik orang-orang tua diatas 50 tahun. Millenial  beralih ke Youtube dan sejenisnya lebih cepat.

38. Layanan Perbankan dan Ticketing sudah  swa Mandiri  tidak perlu Customer Service atau Teller akan ada jutaaan profesi pekerjaan yang hilang 10-20 tahun kedepan. Sudah siapkah kita 

Banyak perusahaan akan membuat perangkat medikal (yang disebut 'Tricorder' dalam film Star Trek) yang bekerja dengan telepon anda, yang akan memindai retina anda, sampel darah anda, dan napas anda. 

Lalu dia akan menganalisa 54 bio-marker yang akan meng identifikasi hampir semua jenis penyakit. Saat ini sudah terdapat lusinan aplikasi telepon untuk tujuan kesehatan.

SELAMAT DATANG MASA DEPAN

...dia sebenarnya sudah datang beberapa tahun yang lalu...siap tidak siap sangat mungkin terjadi.....seperti di kemukakan Chairul Tanjung Bos Trancorp di Pesta Wira Usaha TDA 2010 hanya 3 Industri yang akan bertahan yaitu FEW = Food,  Energy  and Water.

Happy Reading

Senin, 25 November 2019

Budha

Aj. BUDDHA
Ada yang Bertanya:
[ ] Ada yang Bertanya: 
[ ] Saya bukan Buddhis, namun menyukai ajaran Buddha dan selama mempelajari ajaran Buddha saya menjadi lebih bahagia. Bolehlah saya terus mempelajari ajaran Buddha walau bukan Buddhis? 
[ ] 
[ ] Jawab: 
[ ] Ajaran Buddha adalah Universal. Siapapun dapat mempelajari dan mengambil manfaat luar biasa dari ajaran Buddha. Apakah anda seorang Buddhis, non-Buddhis atau bahkan tidak beragama sekalipun akan dapat memahami ajaran Buddha. 
[ ] 
[ ] Kenapa demikian? 
[ ] Karena ajaran Buddha adalah ajaran mengenai JALAN MENUJU KEBAHAGIAAN, JALAN MENUJU KEDAMAIAN. 
[ ] 
[ ] Ajaran Buddha mengajarkan agar setiap orang melihat ke dalam diri, melihat ke dalam pikirannya, ke dalam perasaannya dengan penuh KESADARAN. 
[ ] Ketika ada kebencian, ada emosi negatif, ada keserakahan, ada kemarahan dan ada kesombongan/keegoisan (ke-aku-an) di sanalah ajaran Buddha berperan. Ajaran Buddha mengajarkan bagaimana mendamaikan pikiran, bagaimana "melenyapkan" semua kekotoran batin tersebut. 
[ ] 
[ ] Ajaran Buddha bukanlah ajaran yang mewajibkan seseorang HARUS PERCAYA, melainkan membutuhkan BUKTI sehingga siapapun dari kalangan apapun dapat menerapkan KEBIJAKSANAAN BUDDHA dalam kehidupan sehari-hari,  walau dengan LABEL agama apapun.
[ ] 
[ ] Buddha tidak pernah menjanjikan hal-hal indah ataupun menjanjikan aku pasti akan ke Surga / Nirwana bila percaya kepadaNya.
[ ] 
[ ] Buddha juga tidak pernah berkata: ”Kalau tidak percaya, dia pasti masuk neraka.”
[ ] 
[ ] Buddha tidak memberikan dongeng yang mengerikan atau menyenangkan supaya aku percaya dan takut terhadapNya.
[ ] 
[ ] Buddha tidak pernah mengatakan: “Akulah yg menciptakan langit dan bumi ini.”
[ ] 
[ ] Buddha  tidak pernah menjanjikan hal-hal yg indah untuk ke depan, bahkan juga tdk bisa mensucikan org lain.
[ ] 
[ ] Bahkan utk mensucikan diri sendiri pun mengandalkan kita sendiri, tapi kenapa aku masih mau mengikuti ajaranNya ?
[ ] 
[ ] Karena "Buddha" lah, aku tahu sbb:  
[ ] - kenapa aku menderita?
[ ] - kenapa aku cacat?
[ ] - kenapa aku bermuka buruk?
[ ] - kenapa aku sakit & pendek umur? 
[ ] 
[ ] Dari Buddha, aku mengerti hukum karma dan 4 kesunyataan mulia, bertambah Bijaksana shg tidak menyalahkan siapa pun atas penderitaan sendiri.
[ ] 
[ ] Oleh Buddhalah aku diajarkan cinta kasih terhadap semua makhluk hidup apapun juga.
[ ] 
[ ] Jika suatu saat aku berhasil dalam melewati roda samsara ini sampai akhir hidup, surga dipersembahan sampai jutaan kalpa pun saya tidak mau.
[ ] Yang aku inginkan hanyalah bebas dari kelahiran.
[ ] 
[ ] Tidak ada kelahiran maka tidak ada penderitaan dan kematian.
[ ] 
[ ] Apa yg kita tanam itu yg kita petik, apa yg kita lakukan itu yg kita dapatkan(karma).
[ ]  
[ ] Itu ajaran yg diajarkan "Sang Buddha".           
[ ] 
[ ] INGAT:
[ ] Suka cita dan dukacita di tangan kita bukan di tangan siapa-siapa.
[ ]
[ ] Yang Buddhist mohon di broadcast .... 🙏 
[ ] Yang Non Buddhis bila merasa tergugah hati nya mau menyebar juga boleh :)
[ ] Pasti ada karma buat setiap perbuatan kita .... TABUR TUAI

Penemuan Tiongkok

OLEH : LARRY ROMANOFF...

Bagikan TweetPinMail . 

BANGSA TIONGKOK memiliki catatan penemuan-penemuan yg paling dalam dan paling luas, dalam sejarah dunia . Sekarang diperkirakan secara andal bahwa lebih dari 60% dari semua pengetahuan yg ada di dunia saat ini berasal dari Tiongkok , sebuah fakta yg disapu oleh Barat .

Joseph Needham , ahli biokimia Inggris , sejarawan ilmiah , dan profesor di Universitas Cambridge , secara luas dinilai sebagai salah satu intelektual paling menonjol abad ke-20. Pelajar² Tiongkok yg berkunjung di Cambridge berulang kali memberitahunya bahwa metode dan penemuan ilmiah Barat yg dibahas di kelasnya berasal dari Tiongkok ber-abad² sebelumnya. Needham sangat tertarik sehingga dia menjadi fasih berbahasa Mandarin , kemudian pergi ke Tiongkok untuk menyelidiki . Dia menemukan banyak bukti tentang kebenaran klaim² itu dan memutuskan untuk tetap tinggal di China untuk menulis buku untuk mendokumentasikan apa yg dianggap sebagai penemuan yg sangat penting bagi dunia . Needham tidak pernah menyelesaikan tugasnya membuat katalog sejarah penemuan Tiongkok . Satu bukunya menjadi 26 buku dan dia meninggal pada 1995 , dengan pekerjaannya masih berlanjut hingga hari ini oleh murid-muridnya. Satu pengantar yg bagus untuk topik ini adalah ringkasan karya Needham dari Robert Temple . 

( 1 )
Kami semua diajari di sekolah bahwa mesin cetak dengan tipe bergerak ditemukan di Jerman oleh Johannes Gutenberg sekitar tahun 1550 . Tidak demikian . China tidak hanya menemukan kertas , tetapi juga mesin cetak dengan jenis set bergerak , yg umum digunakan di China 1.000 tahun sebelum Gutenberg lahir . Demikian pula , kami diajari bahwa orang Inggris James Watt menciptakan mesin uap . Dia tidak melakukannya . Mesin uap digunakan secara luas di Tiongkok 600 tahun sebelum Watt lahir . Ada teks² kuno dan gambar² kuno untuk mengilustrasikan dan membuktikan orang Tiongkok menemukan dan mendokumentasikan " Segitiga Pascal " 600 tahun sebelum Pascal menyalinnya , dan orang Tiongkok menyatakan Hukum Gerak Pertama Newton 2.000 tahun sebelum Newton .

Hal yg sama berlaku untuk ribuan penemuan yg sekarang diklaim Barat sebagai milik mereka tetapi dimana ada dokumentasi konklusif untuk membuktikan bahwa mereka berasal di Tiongkok ratusan dan kadang² ribuan tahun sebelum Barat menyalinnya . Bukan untuk apa² bahwa Marco Polo digambarkan di Tiongkok sebagai " pencuri hebat Eropa " . Beberapa paragraf berikutnya diadaptasi terutama dari informasi di buku Temple , yg saya sangat rekomendasikan .

Orang Tiongkok menemukan sistem bilangan desimal , pecahan desimal , angka negatif dan nol , sejauh ini di masa lalu sehingga asalnya hilang dalam kabut waktu . Orang Tiongkok melacak bintik² dan komet matahari dengan detail dan akurasi sedemikian rupa sehingga catatan² kuno ini masih digunakan sebagai dasar untuk prediksi dan pengamatan mereka saat ini. Orang Tiongkok mengebor gas alam sekitar 2.500 tahun yg lalu , dengan kedalaman 4.800 kaki , dengan pipa bambu untuk mengirimkan gas ke kota² terdekat . Orang Tiongkok memelopori penambangan dan penggunaan batu bara jauh sebelum diketahui di Barat . Marco Polo dan pedagang Arab kagum pada " batu hitam " yg ditambang oleh orang Tiongkok dari tanah , yg akan terbakar perlahan sepanjang malam .

Tiongkok telah mencetak uang kertas hampir 1.500 tahun yg lalu , dilakukan dengan cara untuk mencegah pemalsuan . Kertas pembungkus , serbet kertas dan kertas toilet semuanya digunakan secara umum di Tiongkok 2.000 tahun sebelum Barat dapat memproduksinya . Mereka adalah yg pertama menciptakan dan mengembangkan jam mekanis penuh dengan pelarian yg benar , ber-abad² sebelum Swiss melakukannya . Orang Tiongkok menemukan seismograf yg cerdik yg masih digunakan yg tidak hanya menjelaskan tingkat keparahan tetapi juga arah dan jarak gempa . Tiongkok menciptakan balon udara panas , parasut , penerbangan berawak dengan layang² , gerobak dorong dan korek api . Mereka menemukan laboratorium yg tertutup rapat untuk percobaan ilmiah . Mereka menemukan sabuk dan rantai drive , kapal roda paddlewheel , rotor helikopter dan baling² , jembatan lengkungan segmental . Mereka menemukan penggunaan tenaga air dan pompa rantai , pegangan engkol , semua metode konstruksi untuk jembatan gantung , kaliper geser , gulungan ikan , proyeksi gambar , lentera ajaib , sistem suspensi gimbal , sistem suspensi gimbal . Tiongkok tidak hanya menemukan roda pemintal , mesin carding dan alat tenun , tetapi juga pemimpin dunia dalam inovasi teknis dalam pembuatan tekstil , lebih dari 700 tahun sebelum revolusi tekstil abad ke-18 di Inggris .

Keahlian Tiongkok dengan porselen halus sudah sangat maju ribuan tahun yg lalu , bahwa bahkan hari ini diakui kemampuan mereka bahkan tidak pernah disamakan di Barat , apalagi dilampaui . Orang Tiongkok menemukan tidak hanya magnetisme tetapi juga remanensi magnetik dan induksi , serta kompas . Mereka menemukan bubuk mesiu , bom asap , meriam , panah , pelindung tubuh berlapis , kembang api , penyembur api , granat , ranjau darat dan laut , roket multi-tahap , mortir dan senjata berulang . Tiongkok memiliki saluran irigasi yg juga digunakan untuk transportasi dan orang Tiongkok menemukan kunci saluran yg dapat menaikkan dan menurunkan kapal ke tingkat yg berbeda 1.500 tahun sebelum Amerika membangun Terusan Panama . Tiongkok memiliki bendungan tahan gempa yg berfungsi hari ini yg dibangun sekitar 250 SM .

Satu milenium yg lalu , orang Tiongkok menyusun dan mengembangkan ilmu imunologi - memvaksinasi orang untuk penyakit seperti cacar , mengetahui cara mengekstrak dan menyiapkan vaksin sehingga dapat diimunisasi dan tidak menginfeksi . Mereka menemukan ritme sirkadian dalam tubuh manusia , sirkulasi darah dan ilmu endokrinologi . Orang Tiongkok menggunakan urin dari wanita hamil untuk membuat hormon seks 2.000 tahun yg lalu , memahami bagaimana mereka bertindak pada tubuh dan bagaimana menggunakannya . Masih banyak buku medis Tiongkok yg sudah berusia ber-abad² , yg mendokumentasikan semua ini dan banyak lagi . Sekitar tahun 1550 , China menyusun ensiklopedia Pengobatan Tradisional Tiongkok dengan volume 52 yg menggambarkan hampir 2.000 sumber herbal dan 10.000 resep medis . Di antara mereka adalah minyak chaulmoogra , yg masih satu²nya pengobatan yg dikenal untuk kusta .

Tiongkok merancang dan membangun kapal komersial terbesar di dunia , yg ber-kali² lebih lama dan volumenya sepuluh kali lebih besar daripada apa pun yg dapat dibangun Barat pada saat itu . Pada akhir tahun 1500-an , kapal² Inggris terbesar memindahkan 400 ton , sementara China memindahkan lebih dari 3.000 ton . Kapal² Barat kecil , tidak terkendali dan rapuh dan tidak berguna untuk melakukan perjalanan jarak jauh . Ribuan tahun yg lalu , kapal² Tiongkok memiliki kompartemen kedap air yg memungkinkan mereka untuk melanjutkan perjalanan bahkan ketika rusak . Selain itu , kapal² Tiongkok tidak hanya memiliki banyak tiang kapal, tetapi Tiongkok juga menciptakan kapal layar yg memungkinkan kita berlayar hampir seperti angin , seperti halnya perahu layar saat ini dan karenanya tidak bergantung pada arah angin untuk perjalanan mereka. Layar luff mereka berisi reng bambu dijahit yg menjaga layar penuh dan efisien secara aerodinamis , seperti yg digunakan perahu layar balap saat ini . Orang Tiongkok menemukan kemudi kapal - sesuatu yg tidak pernah berhasil dilakukan orang Eropa , mampu mengarahkan diri hanya dengan dayung dan layar Eropa memungkinkan mereka melakukan perjalanan hanya ke arah angin , yg berarti kapal harus tetap di tempat , kadang² selama ber-bulan² , menunggu angin yg menguntungkan .

Peta Tiongkok adalah yg terbaik di dunia , atas perintah besarnya , selama lebih dari satu milenium dan ketepatan peta mereka menjadi legendaris , karena jauh didepan Barat . Tiongkok menciptakan proyeksi Mercator , peta pertolongan , kartografi kuantitatif , dan tata letak kisi . Tiongkok memiliki kompas dan pengetahuan astronomi yg sedemikian luas sehingga mereka selalu tahu di mana mereka berada , dapat merencanakan kursus dan mengikuti mereka dengan kompas dan grafik bintang dan dapat berlayar ke mana pun mereka inginkan , terlepas dari arah angin . Seperti yg ditunjukkan Needham , Tiongkok berada jauh di depan dunia Barat dalam pelayaran dan navigasi sehingga perbandingan hanya memalukan . Hanya ketika Barat berhasil menyalin dan mencuri teknologi pelayaran dan navigasi Tiongkok , ia dapat mulai berkeliling dunia dan menjajahnya . James Petras menulis , “ Sangat penting untuk menekankan bagaimana Tiongkok , kekuatan teknologi dunia antara tahun 1100 dan 1800 , memungkinkan kemunculan Barat . Hanya dengan meminjam dan mengasimilasi inovasi² Tiongkok barulah Barat mampu melakukan transisi ke ekonomi kapitalis dan imperialis modern . ” 

( 2 )
Tiongkok 1.000 tahun lebih maju dari Barat dalam hal apa pun yg berkaitan dengan logam - besi tuang , besi tempa , baja , baja karbon , baja temper , baja dilas . Orang² Tiongkok sangat ahli di bidang metalurgi sehingga mereka bisa melemparkan lonceng yg bisa menghasilkan nada apapun . Jauh sebelum 1.000 M , Tiongkok adalah produsen baja utama dunia . Saya percaya James Petras-lah yg mencatat bahwa pada sekitar 1.000 M . Tiongkok memproduksi sekitar 125.000 ton baja per tahun , sementara 800 tahun kemudian Inggris hanya dapat memproduksi 75.000 ton . ( 1 ) Orang Tiongkok menemukan blast furnace , bellow aksi ganda untuk mencapai suhu tinggi yg diperlukan untuk peleburan dan pelunakan logam . Mereka menemukan pembuatan baja dari besi cor . Mereka unggul dalam menciptakan paduan logam dan sangat awal casting dan penempaan koin yg terbuat dari tembaga , nikel dan seng . Seluruh proses penambangan , peleburan dan pemurnian seng , berasal dari Tiongkok . Orang Tiongkok mengembangkan proses penambangan itu sendiri dan konsentrasi dan ekstraksi logam .

Tiongkok sangat maju di bidang pertanian , setelah menemukan kipas penampi dan bor benih , membuat proses yang mudah untuk mengolah , menanam dan memanen . Orang² Eropa dan Amerika masih menanam benih dengan menyebarkan biji²an dari kantung , praktik yg sangat boros yg mengharuskan penghematan 50% dari hasil panen setiap tahun untuk benih . Tiongkok mengembangkan bajak yang efisien secara ilmiah yg belum pernah disamakan dan masih digunakan di seluruh dunia saat ini . Mereka menemukan dan mengembangkan memanfaatkan dan kerah binatang yg per-tama² mengizinkan kuda digunakan untuk menarik beban . Eropa tidak memiliki bajak yg efisien , dan satu²nya cara mereka memanfaatkan hewan adalah dengan memasang tali di leher mereka , yg hanya berhasil pada hewan yg mencekik diri mereka sendiri . Orang Tiongkok menemukan pelana dan sanggurdi . Produksi pangan Tiongkok adalah pesanan yg lebih besar dari dunia selama lebih dari 1.000 tahun , kemajuannya di bidang pertanian sebagai penyebab yg memungkinkan dari revolusi pertanian Eropa yg pertama kali mengizinkannya untuk mulai memberi makan sendiri secara memadai . Orang Tiongkok mengenakan sutra halus dan pakaian katun dan menggunakan kertas toilet sementara ber-abad² kemudian orang Eropa masih memakai kulit binatang .

Hanya sedikit orang di Barat yang akrab dengan Armillary Spheres China . Keajaiban dunia ini , dilemparkan dalam perunggu beberapa meter dengan diameter dan indah dihiasi dengan naga dan phoenix , adalah beberapa instrumen observatorium astronomi tertua dan paling akurat yg ada , beberapa dibuat lebih dari 3.500 tahun yg lalu ketika negara² Barat tidak memiliki pengetahuan tentang hal-hal seperti . Mereka menentukan dan mengukur posisi dan ekliptik ekuatorial dan koordinat horizontal benda langit , posisi dan gerakan harian 1.500 bintang dan rasi bintang 
satu contoh lagi bw ribuan tahun sebelum masehi Tiongkok sdh bisa membuat formasi langka rahasia unt melindungi tempat2 rahasia yg disembunyikan di dalam goa yg mana formasi rahasia itu sama barat di modifikasi dng cara putar sbg kunci brankas .
ilmu kedokteran jaman dulu tidak pakai obat bius unt operasi otak kepala pun hnya diperlukan ilmu totok syaraf maka pasien dlm keadaan sadar namun tidak merasakan sakit. Ilmu tusuk jarumnya juga dipelajari agar tidakdikatakan plagiat mk barat menggunakan arus listrik kecil sbg pengganti jarumnya dan banyak lagi . Ketika Pasukan Barat menginvasi Tiongkok pada akhir 1800-an , mereka begitu terpesona sehingga mereka menjarah sebagian besar harta ini dan data berabad-abad dari observatorium kuno , membongkar instrumen dan memindahkannya ke Eropa , mengembalikan beberapa ke China sebagai bagian dari Perjanjian . setelah Perang Dunia Pertama .

Itu membuat orang tidak dapat ber-kata² untuk mempelajari luasnya penemuan² Tiongkok yg ada ratusan tahun dan seringkali ribuan tahun , sebelum mereka muncul di Barat . Needham menerbitkan tidak hanya teks² Tiongkok kuno yg dapat diberi tanggal secara akurat, tetapi foto² gambar lama yg dengan jelas menggambarkan semua item ini. Ini bukan masalah sederhana bubuk mesiu dan kembang api , tetapi penemuan yg mencakup seluruh jajaran pengetahuan manusia , yg semuanya telah disembunyikan dari dunia Barat secara sadar . Needham membuat penemuannya pada tahun 1940-an , tetapi baik pendidikan Barat maupun media tidak pernah merujuk atau mengakui mereka .
nyata hari ini seluruh umat manusia di dunia ini dibuat tercengan dng hasil kerja nyata org Tiongkok yg selama bbrp dekade ini blm pernah bisa dikerjakan oleh mrk di barat yg merasa mrk lah yg paling pintar......
Salam Kabud Senja....semoga info ini buat kita bisa lbh bermanfaat....unt anak cucu kita kelak

Sabtu, 23 November 2019

TIM

BantuViral kan dong 

Pemprov DKI ingin merubah TIM menjadi Hotel Luxury Bintang 5 yang menimbulkan Reaksi keras dari seniman Lintas Generasi yang sudah aktif di TIM sejak era Gubernur Ali Sadikin, bahkan Ahok berencana untuk memperbaiki TIM bukan merubahnya jadi Hotel Bintang 5

“INI PERAMPOKAN!”
(Dari Diskusi “PKJ-TIM Mau Dibawa Kemana?”, PDS HB Jassin, 20/11/2019)

“Taman Ismail Marzuki ini adalah rumah kita. Kita harus pertahankan! Bagaimana hubungannya, membangun kebudayaan dengan membangun hotel bintang lima di TIM ini. Itu kebudayaan Goblok! Sedangkal itukah pemahaman tentang kesenian dan kebudayaan? Yang terjadi sekarang adalah assanisasi terhadap kebudayaan. Terhadap ruang kesenian kita. Ya. Kalau begini, jangankan Gubernur, Presiden pun kita lawan! TIM dibangun untuk para seniman mengeluarkan kreasinya bukan buat rencana pemugaran berujung dibangunnya Hotel bintang Lima! Ini keterlaluan!” ujar Radhar Panca Dahana lantang, menyambut protes keras yang disuarakan para seniman pada pertemuan siang semalam, di PDS HB Jassin.

Pertemuan dengan pembicara Radhar Panca Dahana, Taufiq Ismail, Abdul Hadi WM, Taufik Azhar, anggota Komisi B DPRD DKI yang membidangi urusan ekonomi (bah, apa urusannya dengan TIM?), dan Dadang Solihin, Deputi Gubernur Jakarta bidang Budaya dan Pariwisata itu berlangsung panas. “Ini perampokan!” seseorang berteriak. 

Kemarahan para seniman tak terbendung. “Kami tidak butuh hotel apa pun di sini!”

Apalagi, Dadang Solihin yang dikirim mewakili Gubernur Anies Baswedan, yang baru dua bulan diangkat sebagai Deputi itu, ternyata tidak tahu apa-apa tentang persoalan yang merundung TIM. 

Tidak memahami suasana batin para seniman yang sudah berbulan-bulan memendam rasa sesak di hati, namun dengan enteng ia menggurui dengan menyebut-nyebut definisi pembangunan: ”Saudara-saudara, pembangunan itu adalah perubahan dari suatu keadaan..”. 

”Mana Pak Anies! Seharus dia yang bicara di sini!” seseorang menyergah. 

Yang lebih tolol lagi, ia malah menyebut-nyebut dirinya sebagai seorang rektor di salah satu PT swasta, dan tidak takut meski dihadang golok panjang sekali pun oleh jawara Banten! Agaknya, beliau mengira sedang berhadapan dengan para preman di ruangan yang disesaki para seniman dari berbagai elemen itu.

“Memasuki TIM dan melihat pagar-pagar putih di mana-mana, saya luarbiasa terkejut!” ujar Taufiq Ismail, dengan nada suara menahan emosi, mengawali kesaksiannya tentang sejarah berdirinya TIM. Pada beberapa bagian, ia berkisah dengan suara tercekat, dan menangis.

“Saya berterima kasih diundang dalam acara ini. Saya diundang oleh Fatin Hamama. Ketika tadi, melihat pagar-pagar putih di mana-mana, saya luar biasa terkejut! 

Saya terkenang apa yang terjadi 60 tahun yang lalu. Masa itu baru terjadi pergolakan luar biasa di negeri ini. Kita semua tahu itu. Dan  alhamdulillah, pemberontakan itu gagal. Kami semua, para seniman merasa sangat lega. Lalu, selanjutnya kami tertanya, bagaimana mengisi ibukota Republik ini. Dan kami berdiskusi tentang apa yang akan dibuat. Suatu ketika, kami melintas di jalan Cikini, di depan sana. Kami melihat binatang-binatang yang sedang dipindah dan diangkut ke Ragunan. Melihat itu, kami berseru: Naah, ini tempat kita! Ini tempat kita berkesenian! 

Buru-buru kami menemui Gubernur Ali Sadikin. Waktu itu, masih ada kandang-kandang binatang di tempat ini, kandang singa, kandang beruang, dan lain-lain.
Kami katakan, di Jakarta ini perlu sebuah pusat kesenian. Dulu kalau mau berpameran tempatnya di Balai Budaya, mau berpentas teater di di tempat lain. Dan sebagainya. Terpisah-pisah. Jadi, diperlukan sebuah tempat dengan macam-macam acara kesenian bisa diselenggarakan. 

Gubernur Ali Sadikin menyambutnya dengan baik. Kata Bang Ali: Usulan itu saya minta dituliskan. Lalu segeralah saat itu juga kami tuliskan di kertas folio,  satu setengah folio panjangnya. “Setuju!”, kata Bang Ali.

Teater Terbuka, Teater Tertutup, ramaiiii. Berjalan dua tahun, ee, devisit. Tekor. Kenapa? Padahal tiket-tiket sudah habis dijual. Tapi rupanya tidak cukup untuk membiayai kegiatan. Marah Ali Sadikin. Kami dipanggil. Nah. Kebetulan, waktu itu, saya membaca sepotong berita di koran New York Times. Diberitakan, Pusat Kesenian di New York melaporkan kegiatannya yang juga defisit, sampai sekitar 40%. Gubernur New York bilang, tidak apa-apa defisit. Memang begitu untuk urusan kesenian.

Saya bawa koran itu. Saya tunjukkan koran itu kepada Gubernur Ali. Ia baca satu kali. Dia baca dua kali. Akhirnya dia putuskan: “Ya. Sudah. TIM disubsidi!” Oo, luar biasa! Senang sekali hati kami. Alhamdulillah.

Itulah asal-usul mengapa Taman Ismail Marzuki ini ada. Saya beruntung, dikurniai usia lanjut oleh Allah. Kawan-kawan seniman yang  bergiat waktu itu, 99 orang telah meninggal. 

Saya merasa titik airmata saya.. (Taufiq Ismail terisak-isak). Goncangan besar bagi kita ini. Bagus itu, saudara-saudara marah-marah. Ini semua harus dilawan. Janganlah tidak berlanjut. Jangan sampai. Zaman saya sudah berbeda. Saya hanya bisa  berdoa. Membantu dengan doa..”

Ruangan pertemuan di PDS HB Jassin hening. Semua terdiam. Saya segera teringat Catatan Kebudayaan bertajuk “Penguasa, Politik, dan Seniman”, yang ditulis oleh Taufiq Ismail dalam majalah Horison edisi Juli Tahun 1968:

“Gubernur Ali Sadikin didepan budayawan2 Jakarta, 9 Mei 1968, menekankan bahwa ‘dalam pembinaan kehidupan kebudayaan diibukota yang akan datang ini, melalui Pusat Kebudayaan, politik tidak boleh lagi intervensi semacam dimasa pra-Gestapu’. Dengan demikian sesungguhnya Gubernur Jakarta Raya telah memperjelas tersingkapnya sebuah priode baru yang menyegarkan dalam kehidupan kulturil diibukota kita ini.

Sebagai seorang penguasa Ali Sadikin mengetahui dimana letak dia plus aparatnya dalam pembinaan sektor kebudayaan kota jutaan ini. Tugasnya, sebagaimana diucapkannya sendiri, adalah ‘menyediakan infra-struktur bagi kegiatan2 itu’. Konkritnya ialah mempersiapkan sebuah gugusan bangunan bernama Pusat Kesenian dikompleks bekas Garden Hall dan Kebun Binatang di jalan Cikini. 

‘Tetapi selanjutnya, bagaimana menghidupkan dan berkreasi didalamnya, itu adalah urusan saudara2 sendiri’. Ali Sadikin tidak punya pretensi penguasa yang paling tahu segalanya dan menekankan kemauan seleranya. Bahkan didalam penyusunan Dewan Kesenian, Gubernur tidak setuju menempatkan Dinas Kebudayaan D.C.I. yang adalah aparatnya sendiri. ‘Biarlah saudara2 yang betul-betul seniman kreatif mengisinya, saudara2 yang berkecimpung dalam hal ini tanpa makan gaji pemerintah, saudara2 yang benar-benar berkarya dibidang ini. Kami sebagai pamong bertugas mengadakan infra-strukturnya”. 

Yang menjadi persoalan ialah seperti pertanyaan yang diajukan oleh Abdul Hadi WM, salah seorang anggota Akademi Jakarta:  “Apakah nasi sudah jadi bubur? Kalau sudah jadi bubur, sekarang mau dibikin apa? Dulu ada Teater Arena, ada Wisma Seni, dan sebagainya. Ruang-ruang tempat para seniman akrab berdiskusi. Sebaiknya, kembalikanlah suasana seperti dulu..” 

Kuatir pertemuan itu, hanya menjadi formalitas tak bermakna, dan hotel berbintang lima akan tegak mengangkang di sana, dengan Poppy dan Sandra mendesah di sana, dan TIM dikelola dengan gaya hitung dagang bisnis ala Jakarta Propertindo atawa Jakpro, maka dicetuskanlah “Pernyataan Cikini”, yang ditandatangani oleh Radhar Panca Dahana dan seluruh seniman yang hadir dalam pertemuan itu. Pernyataan keras, semacam peringatan, yang dititipkan untuk disampaikan kepada Sang Gubernur.

PERNYATAAN CIKINI

Bersama ini, 
Kami seluruh seniman dan seniwati Taman Ismail Marzuki menyatakan dengan tegas 

MENOLAK:

1. Pelibatan Jakpro dalam mengurus atau mengembangkan seluruh fasilitas/isi kompleks Taman Ismail Marzuki.

2. Jika revitalisasi dalam bentuk apa pun tidak melibatkan secara langsung pendapat dan atau kerja para seniman dan seniwati yang ada di dalamnya.

3. Upaya pembangunan dalam ruang kebudayaan yang luas, termasuk membangun manusia unggul, tanpa pemahaman komprehensif dan sosialisasi di kalangan yang adekuat makna kebudayaan yang sebenarnya.

Jakarta, 20 Nopember 2019
Mewakili seluruh aktivis Taman Ismail Marzuki

Radhar Panca Dahana, 
(beserta seluruh seniman yang hadir di ruang PDS HB Jassin, al. Mogan Pasaribu, dkk. berikut tanda tangan masing-masing).

Menghadapi penghinaan ini, tak bisa tidak, bersatulah para seniman se-Jakarta! Dan jika masa depan TIM juga dianggap penting oleh para seniman di luar Jakarta, maka seruannya adalah: “Bersatulah para seniman se-Indonesia!”

Pidato pak menteri Nadeem 2019

PIDATO MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
PADA UPACARA BENDERA PERINGATAN HARI GURU NASIONAL TAHUN 2019

Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Selamat pagi dan salam kebajikan bagi kita semua,

Bapak dan Ibu Guru yang saya hormati,
Biasanya tradisi Hari Guru dipenuhi oleh kata-kata inspiratif dan retorik.
Mohon maaf, tetapi hari ini pidato saya akan sedikit berbeda. Saya ingin berbicara apa adanya, dengan hati yang tulus, kepada semua guru di Indonesia, dari Sabang sampai Merauke.

Guru Indonesia yang tercinta, tugas Anda adalah yang termulia sekaligus yang tersulit.

Anda ditugasi untuk membentuk masa depan bangsa, tetapi lebih sering diberi aturan dibandingkan dengan pertolongan.

Anda ingin membantu murid yang mengalami ketertinggalan di kelas, tetapi waktu Anda habis untuk mengerjakan tugas administratif tanpa manfaat yang jelas.

Anda tahu betul bahwa potensi anak tidak dapat diukur dari hasil ujian, tetapi terpaksa mengejar angka karena didesak berbagai pemangku kepentingan.

Anda ingin mengajak murid keluar kelas untuk belajar dari dunia sekitarnya, tetapi kurikulum yang begitu padat menutup pintu petualangan.

Anda frustasi karena Anda tahu bahwa di dunia nyata kemampuan berkarya dan berkolaborasi akan menentukan kesuksesan anak, bukan kemampuan menghafal.

Anda tahu bahwa setiap anak memiliki kebutuhan berbeda, tetapi keseragaman telah mengalahkan keberagaman sebagai prinsip dasar birokrasi.

Anda ingin setiap murid terinspirasi, tetapi Anda tidak diberi kepercayaan untuk berinovasi.

Saya tidak akan membuat janji-janji kosong kepada Anda. Perubahan adalah hal yang sulit dan penuh dengan ketidaknyamanan. Satu hal yang pasti, saya akan berjuang untuk kemerdekaan belajar di Indonesia.

Namun, perubahan tidak dapat dimulai dari atas. Semuanya berawal dan berakhir dari guru. Jangan menunggu aba-aba, jangan menunggu perintah. Ambil langkah pertama.

Besok, di manapun Anda berada, lakukan perubahan kecil di kelas Anda.
- Ajaklah kelas berdiskusi, bukan hanya mendengar.
- Berikan kesempatan kepada murid untuk mengajar di kelas.
- Cetuskan proyek bakti sosial yang melibatkan seluruh kelas.
- Temukan suatu bakat dalam diri murid yang kurang percaya diri.
- Tawarkan bantuan kepada guru yang sedang mengalami kesulitan.

Apa pun perubahan kecil itu, jika setiap guru melakukannya secara serentak, kapal besar bernama Indonesia ini pasti akan bergerak.

Selamat Hari Guru,

Mabuk Halal

*NEGERI MABUK HALAL DAN KORUPSI BERSYARIAH*

Oleh :
*Rudi S Kamri*

Syahdan di sebuah negeri yang indah yang terhampar di garis khatulistiwa. Ratusan juta penduduknya berserak di 7000 pulau. Dari berbagai etnis, agama dan bahasa. Sampai berulangtahun ke 60 kemerdekaan bangsa itu,  negeri itu berjalan rukun, toleran dan penuh kedamaian. Saat waktu berjalan cepat dan demokrasi menggeliat, muncullah berbagai keanehan di negeri tersebut. Di berbagai momentum muncullah para manipulator agama bak jamur di musim penghujan. Karena ada pembiaran dari negara para manipulator menjadi leluasa menguasai negeri.

Para manipulator agama itu cerdas melirik potensi rejeki dari para umat. Dakwah agama dijadikan sebuah industri. Para pendakwah agama meskipun bukan jebolan pesantren dan hanya belajar agama dari YouTube, mereka bisa percaya diri bermunculan secara instan dan mendadak jadi selebriti. 

Untuk menjadi pembeda dan agar disukai publik, penampilan mereka harus klimis. Kalau giginya terlanjur berantakan maka ceramahnya harus dibuat keras atau dibumbui ujaran kebencian terhadap pemerintah. Dalil pembenaran gampang dicari dan direkayasa karena mereka tahu jamaah mereka bodoh. Jadi mereka tahu pasti sajian apapun asal dikemas dengan bernas akan dilahap habis. Para pendakwah agama itu sejatinya seorang manipulator yang ulung. Agama yang seharusnya menjadi pencerah seketika diubah mereka menjadi alasan pemecah belah. Dengan cara itu mereka menjadi yang kaya raya.

Ada lagi komoditas yang menggiurkan yang bisa digarap oleh para manipulator agama, yaitu bisnis Sertifikat Halal. Bisnis industri raksasa dengan potensi omzet super jumbo. Puluhan tahun bisnis ini dimonopoli oleh organisasi ulama mereka yang sejatinya hanya kelompok ormas. Dengan bantuan agen para pendakwah agama, umat dan produsen ditakut-takuti sehingga istilah Halal seolah menjadi barang sakral. 

Produk dengan label halal menjadi produk bergengsi dan seolah dianggap sah untuk dinaikkan harganya. Karena pelaku industri tahu pasti untuk mendapatkan sertifikat HALAL memerlukan biaya yang sangat besar. Dan selama puluhan tahun semua uang triliunan itu masuk di kas kelompok ulama tersebut tanpa pernah ada laporan ke publik atau auditable. Dan ulama mereka juga menjadi kaya raya.

Dan yang orang lupa menelisik adalah bangkitnya industri raksasa pakaian bergaya Arab di negeri itu. Melalui para pendakwah yang menghalal-haramkan cara berbusana, para produsen busana halal versi mereka marak dan menangguk untung yang luar besar. Berbusana yang agamis saat ini telah menjelma menjadi sebuah gaya hidup yang dogmatis sekaligus hedonis. Dan secara perlahan berpotensi menggeser pakaian tradisi seperti kebaya dan berbusana anggun lainnya. 

Dan geliat industri pakaian bergaya Arab diikuti dengan produk lain seperti shampoo untuk rambut yang tertutup seharian. Apakah para pendakwah agama itu mendapatkan 'success fee' dari industri busana agamis ? Konon kabarnya iya tapi seperti buang angin, baunya nyata tapi bentuknya hanya fatamorgana.

Pendek kata para manipulator agama di negeri itu memaksakan diri mengubah agar negeri menjadi syar'i. Tapi penetapan syariah atau tidak harus dicari angle yang menguntungkan mereka secara finansial. Kalau tidak ada uangnya, biarkan saja. Termasuk korupsi atau maling uang rakyat, mereka bebas karena tidak ada pernyataan tegas dari kelompok manipulator agama. Mungkin bagi mereka korupsi boleh dilakukan asal dilakukan secara syariah. Apalagi kalau korupsi dilakukan secara syariah dan berjamaah. Sah sudah !!!

Di sisi lain beberapa kelompok orang tertentu sudah ditarik menjadi penganut madzhab Takfiri, mereka begitu mudah mencerca orang yang bukan bagian dari mereka sebagai kafir. Mereka sudah berani mengambil alih wewenang Tuhan. Merekapun juga begitu mudah mengiming-imingi surga dan ancaman api neraka. Mereka seolah telah ditunjuk Tuhan menjadi panitia hari kiamat.

Sampai kapan negeri aneh tersebut bisa bertahan, kalau negara seolah tidak pernah hadir untuk mencegah dan terus melakukan pembiaran ? Entahlah, yang jelas negeri syariah itu berjalan ke arah yang salah. Pemimpin negara asyik meningkatkan ekonomi dan teknologi, tapi membiarkan rakyatnya dikibuli dan dibodohi. 

Itu negeri antah berantah, bukan negeri Indonesia. Meskipun saat membaca ini saya seolah nyata dan ada di dalamnya. Ah jangan-jangan ini memang Indonesia ?
Entahlah.....

*Salam SATU Indonesia*
23112019

Minggu, 17 November 2019

uncle China

*_ALERT !!!_*
*Siap-siap Menghadapi Resesi Global*

Seperti nasib *Hong Kong* saat ini yg dibiarkan *porak poranda oleh sistemnya sendiri*, _Tiongkok_ kali ini tidak akan menolong resesi yg semakin menganga.
Tidak bisa dipungkiri Era Sosmed sangat membantu *_Tiongkok_* untuk menokohkan diri  sebagai *_kekuatan Global_*. Dari sejak Olimpade Beijing, image positif _Tiongkok_ terus meningkat. Ketika terjadi skandal Lehman Brothers yg menjadikan Amerika setengah bangkrut, _Tiongkok_ menolong dengan mendukung Amerika. (Dolar dicetak terus dan diborong _Tiongkok_ + banyak property yg diborong _Tiongkok_ serta Hak Cipta yg sebagian besar milik AS juga diborong). Karena bantuan itulah  jadi ada jargon *Uncle China* sbg padanan Uncle Sam.  
Dari situ _Tiongkok_ belajar: *ternyata ketika ekonomi negara kisruh,R&D teknologi canggih jadi melambat...*.
Tahun 2008 _Tiongkok_ masih takut resesi karena _Tiongkok_ masih butuh perkuatan image (Olympiade Beijing, pembangunan Metropolis, infrastruktur dll). Ternyata ketika ekonomi AS sedang _Flue, batuk & pilek_ _Tiongkok_  bisa menyalip AS dalam R&D. Hasilnya : *teknologi 5G, Supersonic, produksi Rare-earth* etc. 
*Kini Uncle China tidak mau lagi  jadi _In-kong_* (In-kong=tuan penolong). _Tiongkok_ saat ini sudah siap untuk resesi bahkan dengan sengaja akan membiarkan resesi dunia. _Tiongkok_ dengan kekuatan finansial yg super-liquid ini dengan mudah bisa tetap bertahan dalam keadaan resesi dunia. 
Resesi akan membuat  *_Tiongkok_ memetik keuntungan lain*  karena negara² Eropa Barat(walau punya kekuatan finansial tapi minim lahan & minim Sarana SDM) banyak bersandar pada pasar _Tiongkok_. 
Resesi akan menyebabkan Eropa Barat berpaling dari *Uncle Sam*, karena kini sang Uncle  tidak bisa lagi diharapkan. Dunia tidak lagi butuh Satpam seperti paska perang dunia kedua yg lalu. Dengan resesi AS akan kehilangan mitra strategisnya di Eropa Barat sehingga _Tiongkok_ tinggal menghadapi satu pesaing yakni AS. AS sendiri akan terjebak dalam dilema, terus membiayai  politik perang diluar negeri, ngobrak-abrik negara lain untuk dijadikan  jajahan ekonomi(Indonesia termasuk salah satunya di era ORDE BARU sd.SBY) atau membangun ekonominya sendiri yg merosot tajam. Dua-duanya berat kalau resesi melanda dunia.
AS saat ini juga terjebak dalam politik welfare (memanjakan warganya) yang selalu didengungkan padahal sudah defisit untuk membiayainya. AS juga tersandung politik Demokrasi & HAM sehingga tidak bisa mengkonsolodasi warganya menghadapi resesi. 
Melalui masa resesi, _Tiongkok_ akan semakin jauh meninggalkan negara lain dalam pengembangan teknologi canggih. _Tiongkok_ tidak punya sejarah agresi tetapi punya sejarah memimpin peradaban sejak ribuan tahun yg lalu. Dulu media mainstream yang dikuasai Amerika dan Barat sangat leluasa memfitnah system politik Asia ( NKRI dengan Gotong Royong, India dengan Ahimsa, _Tiongkok_ dengan System Seleksi (bukan Demokrasi) dalam memilih pimpinan negara dll). Di era millenial ini media mainstream sudah kehilangan gigi, giginya rontok jadi sosmed. Apalagi _Tiongkok_ akan segera merilis mata uang digitalnya yg digadang-gadang menggantikan hegemoni dolar. 
_Tiongkok_ bukan membikin resesi, *AS lah yg menjerumuskan dunia dalam resesi*. _Tiongkok_ hanya  membiarkan resesi karena dengan resesi _Tiongkok_ jadi tampil sebagai kekuatan global. Artinya NKRI juga harus mulai ikat pinggang sambil menyingsingkan lengan baju. *_Pangkas habis korupsi dan inefisiensi serta  radikalisme. Mulai saat ini juga !_*

Sabtu, 16 November 2019

Investasi Vietnam

*_Kapal NKRI sedang dilubangi dari dalam_*

_Melengkapi..._
*IYYAS SUBIAKTO*

*VIETNAM..*

_Viral beberapa hari ini karena Jokowi sempat berang gara-gara 33 perusahaan Cina yg hengkang dari negerinya tak satupun melirik Indonesia, yg mengejutkan kita, 23 diantaranya memilih Vietnam sbg basis produksi dan pengembangan usahanya. Kenapa Vietnam, kenapa mereka menjauh dari Indonesia, padahal katanya kita dekat dgn Cina, kita antek aseng, dst._

_Thn 2017, saya mampir ke Vietnam, setelah 1 minggu mengagumi Korea Selatan dgn segala kemajuannya. Vietnam tentulah jauh vs Korea Selatan, tapi Vietnam sdg menuju kesana. Vietnam membuka diri dgn isi kepala yg ditata agar mereka kebagian dari berkembangnya dunia nyata, bukan minum kencing onta, terus menghayal masuk surga._

_Di Vietnam kami mengunjungi bekas desa Vietkong yg penuh bekas terowongan yg dulu dipakai saat perang Vietnam dgn Amerika, perang yg memakan waktu 20 thn ini ( 1955-1975 ) konon menewaskan 2 jt rakyat Vietnam dan 50 rb tentara Amerika, apakah Vietnam kalah, tidak, Amerikalah yg pulang, Amerika prustrasi menghadapi Vietnam,  Amerika sampai menjatuhkan bom Napalm yg mengerikan, membuat anak² cacat, dan konon mengkontaminasi sampai 5 keturunan._

_Menuju desa ex Vietkong, guide yg mengantar kami pria muda Vietnam yg energik, dia bercerita bgmn negaranya hancur, jutaan nyawa melayang di hajar Amerika, tapi apakah kami harus dendam dgn Amerika, tidak sambungnya. Ibu Bapak bisa lihat, skrg ada Starbucks, Kentucky, Mc Donald, dll. Mereka orang Amerika, produk Amerika, yg menanamkan modalnya disini dan kami mendapat pekerjaan darinya. Hidup tidak bisa di besarkan dgn dendam, perut harus makan, anak-anak harus berpendidikan, negara ini ditangan anak muda yg hrs menata masa depan, bukan pikiran dendam yg bisa membuat kami tenggelam ditengah kemajuan zaman._

*_Apakah dia tdk nasionalis, apakah mereka kaum muda yg mengkhianati bangsanya. Tidak, bukan itu esensi melepas dendam dan meredam rasa marah karena mereka pernah bersimbah darah._*

*_Mahatma Gandhi berkata; Rasa marah dan dendam ibarat bejana yg disisi air raksa, sebelum air disiramkan kepada orang lain, air akan merusakkan bejana penampungnya._*

_Jelas, rakyat Vietnam tidak ingin menjadi bejana rusak karena amarah yg terus dipendam. Mereka skrg bangkit, mereka belajar menanam kopi ke Indonesia, skrg kopi mereka mengalahkan kita, investor melirik mereka, kenapa, karena regulasi dan produktifitas tenaga kerjanya tinggi. Contoh, saya pernah punya pabrik garmen thn 2010, dapat jahitan jeans Lecooper. 1 line mesin terdiri dari 23 org, output perhari 8 jam kerja, rata² perorang 2,6 pcs. Vietnam 3,4, Bandladesh 3,1, Cina 3,8. Ini baru urusan menjahit. Kenapa mrk tinggi outputnya, karena saat kerja mrk fokus, ulet, telaten. Kita kebanyakan ngobrol, disuruh menjahit cerita sinetron dan tolah toleh._

_Kenapa dari 33 perusahaan Cina 23 diantaranya ke Vietnam, dan Indonesia tak kebagian, selain produktifitas kita rendah, kita kebanyakan demo, ribut UMK. Kerjanya didua alam, berhayal dan rebutan kunci surga, orang sudah kemana-mana, kita gak kemana-mana. Jokowi gemes dan marah karena dia merasa kerja sendiri, sementara yg lain cuma berteori gak pernah ada yg bisa dieksekusi._

*_Kita larut dlm kebencian yg mendalam sampai kita lupa terjadi kerusakan sebuah kehidupan, bernegara dgn makian, pemimpinnya dihina, produknya dicela, bgmn orang mau datang, kalau menjaga dirinya saja tak bisa, orang mau datang berinvestasi jadi ngeri. Dan ini bkn peringatan dini tp sudah terjadi._*

_Kita harus sadar sepenuhnya bahwa negara ini skrg sdg dianiaya oleh segelintir orang yg akan menghancurkan negerinya, bahkan sekelompok ormas yg meraup dana dari topeng donasi uangnya dibuat meracuni anak² utk membenci negerinya sendiri, ngeri dan ini sedang terjadi. Kita sedih tdk dihampiri investor, tapi sebagian orang dungu senang akan hal itu._

_Bukan Vietnam yg akan membuat kita tenggelam, tapi *negeri ini sedang dibocori penumpangnya sendiri,* kita yg sadar harusnya tidak membiarkan, mari bersama menjaga kapal besar Indonesia agar terus mengarungi samudra bangsa², menjadi bangsa yg hadir bersama bangsa besar lainnya di dunia, karena kita bisa. Syaratnya kita harus cepat menambal mulut bocor dan para penista._

*_#MARIJAGAINDONESIA_*

WR Soeprapman

DIA.LO.GUE
Kisah Rekaman Lagu Indonesia Raya dan Peran Yo Kim Tjan...

WR Soepratman, yang konon kabarnya adalah seorang kristiani ini terlahir pada 9 Maret 1903 di Dukuh Trembelang, Desa Somongari, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah dan meninggal pada tanggal 17 Agustus 1938 di Surabaya. Ada juga yang menyatakan bahwa WR Soepratman terlahir pada 19 Maret 1903.

Ia sendiri merupakan anak ke-7 dari ayahnya yang bernama Joemeno Senen Kartodikromo (seorang tentara KNIL Belanda), dan ibunya bernama Siti Senen. Masa kecilnya dihabiskan di Jakarta, tepatnya di daerah sekitar Jatinegara. 

Kemudian, pada tahun 1914, Soepratman ikut Roekijem yang adalah kakak sulungnya, hijrah dari Jakarta ke Makassar. Disana, ia disekolahkan dan dibiayai oleh suami Roekijem yang bernama Willem van Eldik.

Soepratman lalu belajar bahasa Belanda di sekolah malam selama tiga tahun, kemudian melanjutkannya ke Normaalschool di Makassar sampai selesai. Ketika berumur 20 tahun, lalu dijadikan guru di Sekolah Angka 2. Dua tahun selanjutnya ia mendapat ijazah "Klein Ambtenaar".

Dari Makassar, ia pindah sebentar ke Bandung dan bekerja sebagai wartawan di harian Kaoem Moeda dan Kaoem Kita. Setelah itu, ia tinggal di Jakarta dan mulai tertarik kepada pergerakan nasional, dimana ia banyak bergaul dengan tokoh-tokoh pergerakan. 

Sewaktu tinggal di Makassar, Soepratman memperoleh pelajaran musik dari kakak iparnya yaitu Willem van Eldik, sehingga pandai bermain biola dan kemudian bisa menggubah lagu. Ketika tinggal di Jakarta, pada suatu kali ia membaca sebuah karangan dalam majalah Timbul. Penulis karangan itu menantang ahli-ahli musik Indonesia untuk menciptakan lagu kebangsaan.

Soepratman tertantang, lalu mulai menggubah lagu. Pada tahun 1924, lahirlah lagu Indonesia Raya, pada waktu itu ia berada di Bandung dan pada usia 21 tahun.

Indahnya, pada bulan Oktober 1928 di Jakarta dilangsungkan Kongres Pemuda II. Kongres itu melahirkan Sumpah Pemuda. Pada malam penutupan kongres, tanggal 28 Oktober 1928, Soepratman memperdengarkan lagu ciptaannya secara instrumental di depan peserta umum dengan gesekan biola. 

Pada saat itulah untuk pertama kalinya lagu Indonesia Raya dikumandangkan di depan umum. Semua yang hadir terpukau mendengarnya. Dengan cepat, lagu itu terkenal di kalangan pergerakan nasional. Apabila partai-partai politik mengadakan kongres, maka lagu Indonesia Raya selalu dinyanyikan. Lagu itu merupakan perwujudan rasa persatuan dan kehendak untuk merdeka..

Dalam perjalanan waktu, Wage Rudolf Soepratman menghubungi para pemilik perusahaan rekaman di Batavia, yaitu Odeon, ThioTek Hong, Yo Kim Tjan dan beberapa orang lain, untuk merekam lagu Indonesia Raya. Tapi, hanya Yo Kim Tjan, seorang Tionghoa yang bersedia merekam lagu Indonesia Raya karena yang lainnya takut ditangkap Belanda. 

Yo Kim Tjan atau Johan Kertayasa (lahir di Garut, Indonesia pada tahun 1899 dan wafat pada tahun 1968) sendiri adalah anak dari pasangan Yo Sin Seng dan Sim Pipi Nio; suami dari Tjie Lian Nio.

Yo Kim Tjan yang jelas jelas tionghoa ini adalah orang yang pertama kali merekam lagu Indonesia Raya ke dalam piringan hitam. Saat itu, alunan lagu kebangsaan itu menyertakan suara WR Soepratman. 

Pada waktu itu, Belanda memang sudah mengendus gerakan bawah tanah yang dilakukan pemuda-pemudi Indonesia. WR Soepratman sendiri waktu itu adalah pekerja paruh waktu sebagai pemain biola di orkes populer yang dipimpin oleh Yo Kim Tjan. 

Selain itu, WR Soepratman juga bekerja sebagai wartawan lepas surat kabar "Sin Po", koran yang diterbitkan masyarakat Tionghoa. "Sin Po" adalah surat kabar pertama yang mempublikasikan teks lagu Indonesia Raya sesudah dikumandangkan WR Soepratman pada Hari Soempah Pemoeda, 28 Oktober 1928 di Jakarta.

Berkat eskpose dari suratkabar "Sin Po", lagu Indonesia Raya makin diketahui secara luas oleh masyarakat Indonesia kala itu. Pemerintah Hindia Belanda terkejut dan marah karena menilai lagu itu membahayakan kepentingan dan merugikan politik Belanda maka lagu Indonesia Raya dilarang. Rakyat bergolak. Berbagai suratkabar di Indonesia menggugat, termasuk politisi bangsa Indonesia memprotes tindakan pemerintah Hindia Belanda melarang lagu Indonesia Raya.

Akhirnya, protes keras atas larangan menyanyikan lagu Indonesia Raya direspon pemerintah Hindia Belanda yang menyatakan tidak berkeberatan menyanyikan lagu Indonesia Raya tetapi kalimat “Merdeka, Merdeka” tidak dicantumkan.

WR. Soepratman sebagai pencipta lagu mengerti syair lagu ”Merdeka, Merdeka” itu yang ditakutkan Belanda dan syair lagu ”Merdeka, Merdeka” itu menyemangati persatuan dan gelora perjuangan tidak berhenti.

Yo Kim Tjan pun yang penuh dengan gelora perjuangan juga mengusulkan agar rekaman lagu Indonesia Raya dibuat dalam dua versi, yaitu versi asli yang dinyanyikan langsung oleh WR Soepratman sambil bermain biola. Versi kedua adalah yang berirama keroncong yang nyaris tidak banyak diketahui masyarakat. Versi keroncong dimaksudkan agar semua orang Indonesia sudah tahu irama lagu kebangsaan bila kelak dikumandangkan.

Kedua lagu itu direkam di rumah Yo Kim Tjan di daerah Jalan Gunung Sahari Jakarta, dibantu seorang teknisi berkebangsaan Jerman. Master rekaman piringan hitam berkecepatan 78 RPM yang versi asli suara WR Soepratman disimpan dengan hati-hati oleh Yo Kim Tjan. Hanya versi keroncong yang kemudian dikirim ke Inggris untuk diperbanyak.

Setelah lagu Indonesia Raya dikumandangkan oleh WR Soepratman pada 28 Oktober 1928, Belanda menjadi panik dan menyita semua piringan hitam versi keroncong baik yang sudah sempat beredar maupun yang masih dalam perjalanan dari London ke Batavia. Belanda tidak mengira bila lagu yang dinyanyikan oleh WR Soepratman sebetulnya sudah direkam setahun sebelumnya tanpa ada yang tahu. 

Master lagu ini luput dari pengetahuan pihak penjajah Belanda dan Jepang. Puteri sulung Yo Kim Tjan, Kartika, menyimpan masternya dengan sangat hati-hati. 

Sesuai amanah WR Soepratman yang meminta Yo Kim Tjan untuk menyelamatkan master lagunya agar bisa didengungkan pada waktu Indonesia Merdeka, maka pada 1942 keluarga Yo Kim Tjan membawa dan menyelamatkan master lagu itu dalam pengungsiannya dari daerah ke daerah di Karawang, Garut, dan lain-lain.

Pada 1953, Yo Kim Tjan ingin memperbanyak lagu asli Indonesia Raya. Ia menghadap ke Pemerintah yang ketika itu diwakili oleh Maladi sebagai ketua RRI yang berkuasa atas pengeluaran izin rekaman. Namun permohonan Yo Kim Tjan ditolak. 

Dalam sebuah surat dari Kementerian Penerangan tertanggal 11 November 1953 yang ditunjukkan Des Alwi disebutkan bahwa pemerintah meminta kepada Yo Kim Tjan agar lagu tersebut dimiliki oleh negara dan melarang reproduksinya.

Kemudian pada 1957, master itu diminta dengan alasan ingin dikeluarkan hak ciptanya, ternyata lagu itu dinyatakan disita negara. 
Sebagai warga negara yang baik, Yo Kim Tjan menyerahkan rekaman itu ke Djawatan Kebudajaan (Informasi ini dimuat di majalah Star Weekly pada tahun 1957, lalu dikutip Musika pada tahun 1958).

Tragisnya!!!
Master asli yang luput dari penyitaan penjajah Belanda dan Jepang itu ternyata hilang tak berbekas di tangan anak bangsa sendiri. 
Ini sebuah pelajaran penting dan berharga untuk kita semua, seperti yang ditulis dalam artikel karya Udaya Halim, pemilik Museum Benteng Heritage, sebuah museum peranakan Tionghoa pertama dan satu-satunya di Indonesia, yang berada Di Kota Tangerang di dekat pinggiran kali Cisadane.

Syukurlah, sekeping piringan hitam lagu Indonesia Raya versi keroncong bisa diselamatkan keluarga Yo Kim Tjan, terlebih WR Soepratman konon sudah menyerahkan hak memperbanyak lagu itu kepada Yo Kim Tjan, pemilik NV Populair.

Oleh Yo Kim Tjan, lagu itu kemudian dibuat salinannya dan kemudian dikirim ke luar negeri untuk direkam dalam piringan hitam. Piringan hitam itu kabarnya saat ini masih disimpan oleh keluarga Yo Kim Tjan dan rekaman versi keroncong bisa didengarkan di Museum Sumpah Pemuda di Jalan Kramat Raya 106, Jakarta.

Lebih lanjut, pelaku sejarah Des Alwi juga meyakini bahwa lagu Indonesia Raya yang ditemukan di Museum Leiden, Belanda, adalah lagu yang dibuat Yo Kim Tjan, pemilik NV Populair.

Sebuah catatan ingatan perjalanan sejarah bangsa bahwa sebelum pembacaan teks Sumpah Pemuda, maka diperdengarkan lagu Indonesia Raya gubahan W.R. Soepratman dengan gesekan biolanya.

Indahnya, teks Sumpah Pemuda yang dibacakan pada 28 Oktober 1928 itu bertempat di Jalan Kramat Raya 106 Jakarta Pusat yang adalah rumah dari seorang Tionghoa bernama Sie Kong Liong (yang sekarang menjadi Gedung Museum Sumpah Pemuda).

Pada waktu itu, yang membacakan teks Sumpah Pemuda pada Kongres Pemuda 1928
adalah empat orang pemuda Tionghoa yakni Kwee Thiam Hong, Oey Kay Siang, John Lauw Tjoan Hok dan Tjio Djien kwie, dengan didahului oleh gesekan biola dan lagu ciptaan seorang pemuda 

Jumat, 15 November 2019

investasi Vietnam

*_Kapal NKRI sedang dilubangi dari dalam_*

_Melengkapi..._
*IYYAS SUBIAKTO*

*VIETNAM..*

_Viral beberapa hari ini karena Jokowi sempat berang gara-gara 33 perusahaan Cina yg hengkang dari negerinya tak satupun melirik Indonesia, yg mengejutkan kita, 23 diantaranya memilih Vietnam sbg basis produksi dan pengembangan usahanya. Kenapa Vietnam, kenapa mereka menjauh dari Indonesia, padahal katanya kita dekat dgn Cina, kita antek aseng, dst._

_Thn 2017, saya mampir ke Vietnam, setelah 1 minggu mengagumi Korea Selatan dgn segala kemajuannya. Vietnam tentulah jauh vs Korea Selatan, tapi Vietnam sdg menuju kesana. Vietnam membuka diri dgn isi kepala yg ditata agar mereka kebagian dari berkembangnya dunia nyata, bukan minum kencing onta, terus menghayal masuk surga._

_Di Vietnam kami mengunjungi bekas desa Vietkong yg penuh bekas terowongan yg dulu dipakai saat perang Vietnam dgn Amerika, perang yg memakan waktu 20 thn ini ( 1955-1975 ) konon menewaskan 2 jt rakyat Vietnam dan 50 rb tentara Amerika, apakah Vietnam kalah, tidak, Amerikalah yg pulang, Amerika prustrasi menghadapi Vietnam,  Amerika sampai menjatuhkan bom Napalm yg mengerikan, membuat anak² cacat, dan konon mengkontaminasi sampai 5 keturunan._

_Menuju desa ex Vietkong, guide yg mengantar kami pria muda Vietnam yg energik, dia bercerita bgmn negaranya hancur, jutaan nyawa melayang di hajar Amerika, tapi apakah kami harus dendam dgn Amerika, tidak sambungnya. Ibu Bapak bisa lihat, skrg ada Starbucks, Kentucky, Mc Donald, dll. Mereka orang Amerika, produk Amerika, yg menanamkan modalnya disini dan kami mendapat pekerjaan darinya. Hidup tidak bisa di besarkan dgn dendam, perut harus makan, anak-anak harus berpendidikan, negara ini ditangan anak muda yg hrs menata masa depan, bukan pikiran dendam yg bisa membuat kami tenggelam ditengah kemajuan zaman._

*_Apakah dia tdk nasionalis, apakah mereka kaum muda yg mengkhianati bangsanya. Tidak, bukan itu esensi melepas dendam dan meredam rasa marah karena mereka pernah bersimbah darah._*

*_Mahatma Gandhi berkata; Rasa marah dan dendam ibarat bejana yg disisi air raksa, sebelum air disiramkan kepada orang lain, air akan merusakkan bejana penampungnya._*

_Jelas, rakyat Vietnam tidak ingin menjadi bejana rusak karena amarah yg terus dipendam. Mereka skrg bangkit, mereka belajar menanam kopi ke Indonesia, skrg kopi mereka mengalahkan kita, investor melirik mereka, kenapa, karena regulasi dan produktifitas tenaga kerjanya tinggi. Contoh, saya pernah punya pabrik garmen thn 2010, dapat jahitan jeans Lecooper. 1 line mesin terdiri dari 23 org, output perhari 8 jam kerja, rata² perorang 2,6 pcs. Vietnam 3,4, Bandladesh 3,1, Cina 3,8. Ini baru urusan menjahit. Kenapa mrk tinggi outputnya, karena saat kerja mrk fokus, ulet, telaten. Kita kebanyakan ngobrol, disuruh menjahit cerita sinetron dan tolah toleh._

_Kenapa dari 33 perusahaan Cina 23 diantaranya ke Vietnam, dan Indonesia tak kebagian, selain produktifitas kita rendah, kita kebanyakan demo, ribut UMK. Kerjanya didua alam, berhayal dan rebutan kunci surga, orang sudah kemana-mana, kita gak kemana-mana. Jokowi gemes dan marah karena dia merasa kerja sendiri, sementara yg lain cuma berteori gak pernah ada yg bisa dieksekusi._

*_Kita larut dlm kebencian yg mendalam sampai kita lupa terjadi kerusakan sebuah kehidupan, bernegara dgn makian, pemimpinnya dihina, produknya dicela, bgmn orang mau datang, kalau menjaga dirinya saja tak bisa, orang mau datang berinvestasi jadi ngeri. Dan ini bkn peringatan dini tp sudah terjadi._*

_Kita harus sadar sepenuhnya bahwa negara ini skrg sdg dianiaya oleh segelintir orang yg akan menghancurkan negerinya, bahkan sekelompok ormas yg meraup dana dari topeng donasi uangnya dibuat meracuni anak² utk membenci negerinya sendiri, ngeri dan ini sedang terjadi. Kita sedih tdk dihampiri investor, tapi sebagian orang dungu senang akan hal itu._

_Bukan Vietnam yg akan membuat kita tenggelam, tapi *negeri ini sedang dibocori penumpangnya sendiri,* kita yg sadar harusnya tidak membiarkan, mari bersama menjaga kapal besar Indonesia agar terus mengarungi samudra bangsa², menjadi bangsa yg hadir bersama bangsa besar lainnya di dunia, karena kita bisa. Syaratnya kita harus cepat menambal mulut bocor dan para penista._

*_#MARIJAGAINDONESIA_*

Rabu, 06 November 2019

Darah dan zat cair

*AJAIBNYA DARAH MANUSIA*
Berikut Fakta Mengagumkan Dari Darah Kita....

*1). Apabila Gelas Diisi Air Putih Hangat*, ditetesi darah segar (manusia), maka air berubah menjadi merah karena darah tercampur rata tanpa diaduk.
*● KESIMPULAN*
*Air putih yang hangat* itu sangat baik untuk tubuh/darah kita.

*2). Gelas Diisi Air Garam,* ditetesi darah segar, diaduk. Tetap tidak tercampur dengan baik/rata, terlihat darah menggumpal kecil-kecil dan kental.
*●KESIMPULAN*
Terlalu banyak makan garam, darah jadi kental, menyebabkan penyumbatan pada pembuluh darah, jantung harus bekerja lebih keras memompanya.
Bisa berakibat darah tinggi dan stroke.

*3). Gelas Diisi Minyak(Kelapa,Sawit,Dll)*,/ ditetesi darah. Tidak mau bercampur dan menggumpal besar.
*● KESIMPULAN*
Terlalu banyak makan makanan berminyak tidak baik, kolesterol menyumbat pembuluh darah yang mengalir ke jantung, menyebabkan penyakit jantung yang amat riskan kematian karena bisa tiba-tiba anfal dan tidak tertolong.

*4). Gelas Diisi Alkohol,* ditetesi darah. Langsung bercampur, tapi lama-lama darah berubah warna menjadi coklat, berarti darah menjadi rusak.
*● KESIMPULAN*
Alkohol mmg sangat cepat bercampur dg Darah tetapi Alkohol juga Sangat Cepat menimbulkan Kerusakan pada Darah Anda 

Bagikan ini kpd rekan2 anda ; maka anda akan mendapat saham kebaikan karena telah ikut menyampaikan informasi berharga ini untuk orang lain

*Semoga Bermanfaat* untuk kesehatan tubuh dengan menjaga pola makanan setiap hari..

Kamis, 24 Oktober 2019

Ninoy tentang Kemdikbud

🇮🇩 KENAPA MENDIKBUD-RISTEK, DIJABAT SEORANG PENGUSAHA, BUKAN DARI PENDIDIK?  
INI SEBABNYA👇👇👇

Penulis: 
Ninoy N Karundeng

SOAL DANA Rp 26  TRILIUN /TAHUN DI PERGURUAN TINGGI
•Haya Digunakan Untuk Mencari 2K Saja ,Yaitu Kredit poin dan Koin (Dana Riset),Produknya: 1.Tulisan dan Peper (digunakan untuk mencairkan 100% dana Riset dan untuk mengajukan naik golongan
(Eben Panjaitan).                                                                                                                  •Jika Dana Riset Rp 26 Triliun/tahun atau Rp 130 Triliun selama 5 tahun, Kembali diberikan dikelola Kementerian RISTEK (Riset dan Teknologi) seperti sebelumnya dan di bawahnya ada BPPT, LIPI dan Badan Riset lainya). Ristek kita pasti akan maju, apalagi dananya di berikan sebagian untuk Pengembangan Pesawat R 80 Habie-habie (Sekarang dalam proses Perakitan dan tahun 2025 Mengudara) dan diberikan juga untuk memyempurnakan Kembali Pesawat N250 -PT.DI  (yang sudah uji terbang thn 1995) dan menDesain kembali Pesawat N2130-PT.DI (Pesawat Mesin Turbo jet /Mesin Roll Royce-130 Penumpang ,Sekelas DC 9 dan Boeing 737-100/200) kalau didesain mulai thn depan Pesawat N2130-PT.DI diharapkan akan mengudara di Angkasa Bumi Pertiwi thn 2030. Dana Riset Perguruan Tinggi  selama 5 tahun ini Rp 130 Triliun, hanya mampu merakit motor listrik Gesits -ITS thn 2018, Selebihnya hanya dapat kertas dan tulisan Doannng!
(Eben Panjaitan)

PresIden Jokowi, punya tugas berat.
Untuk mendukung pembangunan SDM (sumber daya manusia), Visi Indonesia, dia harus membenahi boroknya Kemenristekdikti.
Serangkaian kegagalan bukan hanya penghamburan dana riset di perguruan tinggi yang raib tanpa hasil. Jumlahnya bejibun Rp 26 triliun. Jokowi pun tahu masalahnya. Salah satu hasil dari dana riset Rp 130 triliun itu cuma ada satu yang dikenal publik yakni motor listrik Gesits.

“Sekarang ini tersebar di kementerian dan lembaga sehingga fokusnya ke mana itu yang ingin kita benahi,” kata Jokowi di Istana Negara pada Sabtu (16/2/2019).

Jokowi paham ada masalah mendasar yakni peran dan tugas Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Selama ini Kemenristekdikti tidak memiliki blue print tentang riset di perguruan tinggi di Indonesia.

Rp 130 Triliun Tanpa Hasil

Dana sebesar Rp 26 triliun itu dipakai seperti Anies Baswedan mengelola dana hibah di DKI. Artinya, Kemenristekdikti menunggu proposal riset dari perguruan tinggi di Indonesia. Lalu, dikucurkanlah dana antara Rp 200 juta sampai Rp 300,000 juta, kadang ada yang lebih. Maka dilakukanlah riset oleh pengaju riset. Hasilnya laporan dalam bentuk paper, kajian ilmiah, tulisan, doang.

Bagaimana kelanjutan menjadikan PT (perguruan tinggi) di Indonesia menjadi universitas riset seperti di Amerika Utara, Eropa Barat, Singapura, Tiongkok, Korea Selatan, Australia? Jauh panggang dari api. Dana besar Rp 26 triliun kali 5 tahun (sampai 2019), masa Jokowi = Rp 130 triliun, menguap dan hanya menjadi tumpukan file, dan bahan laporan. Mau bukti?

Indikator Kegagalan Kemenristekdikti

Salah satu indikator mutu dan keberhasilan PT adalah peringkat dari lembaga kredibel. Nah UI misalnya. UI ada di peringkat ke-601 di dunia. Sementara National University of Singapore (NUS) berada di peringkat 11. Jangan membayangkan MIT atau Harvard atau Stanford. Hanya ada 22 universitas di Indonesia yang masuk dalam peringkat 500 besar Asia, menurut Quacquarelly Symonds (QS).

Mengamati peringkat PT di Asia membuat mata kita terbelalak. Kaget. Ternyata, peringkat universitas terbaik di Asia didominasi oleh Singapura, Tiongkok, Hong Kong, dan Korea Selatan. Indonesia tidak masuk ke dalam peringkat hanya untuk level Asia. Gagal total.

Inilah urutan peringkat 1-10 di Asia, National University of Singapore (NUS) , the University of Hong Kong, Nanyang Technological University (NTU), Singapura, Tsinghua University, Peking University, Fudan University, Tiongkok, The Hong Kong University of Science and Technology, Hong Kong, KAIST - Korea Advanced Institute of Science & Technology, Korea Selatan, The Chinese University of Hong Kong (CUHK), dan Seoul National University, Korea Selatan.

Untuk peringat 1-50 di dunia, hanya dua negara Asia Tenggara yang bisa menembus 50 besar Asia yakni Universiti Malaya (19), Malaysia, dan Chulalongkorn University (44). Lagi-lagi Indonesia kedodoran tidak ada yang masuk ke sana. Keok. Kalah dengan Malaysia dan Thailand.

Yang lebih parah lagi, ternyata QS membuat ranking berdasarkan 50% ditentukan oleh reputasi akademis dan pengelola universitas (rektor dan pengurus universitas). Artinya, ranking sebagai indikator keberhasilan dan prestasi PT ditentukan oleh pengelola. Kemenristek gagal mengemban tanggung jawab terhadap prestasi perguruan tinggi di Indonesia, khususnya PTN (Perguruan Tinggi Negeri). Gagal.

Faktor Kegagalan Ristek di PT

Lalu apa penyebabnya? Banyak. Salah satunya adalah peran Kemenristekdikti yang bertindak sebagai pelaksana melakukan pekerjaan. Harusnya, Kemenristekdikti bertindak sebagai regulator, sebagai penentu kebijakan.

Maka segala hal tentang ristek dilakukan secara mandiri oleh PT, Kemenristekdikti mengawasi dan melakukan pembinaan. Bukan menjadi regulator sekaligus (menghindari pengawasan). Kolusi perselingkuhan administrasi dan manajemen yang begitu menjijikkan.

Kedua, dualisme pengelolaan pendidikan di Indonesia, baik tinggi, menengah dan dasar, dilakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kementerian Agama. Hasilnya? Masih dalam urusan peringkat. PT yang yang diurus Kementerian Pendidikan jeblok.

Justru universitas yang dikelola Muhammadiyah dan Katolik, di luar Kemenristekdikti masuk ke peringkat Asia, seperti Universitas Bina Nusantara (Binus), Universitas Katolik Atmajaya, Universitas Katolik Parahyangan, dan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mampu bersaing dengan PTN yang berdana besar yang dikelola oleh Kemenristekdikti.

Bahkan Binus peringkat Asia-nya hanya kalah oleh UI, ITB, UGM, IPB, Unair, Unpad, ITS. Binus mengungguli Undip, Unibraw, Unhas, UNS, dan Udaya.

Salah satu indikasi kegagalan lain. Satu-satunya hasil dari riset PT dan lembaga dari Rp 26 triliun dana riset adalah Gesits karya ITS. Tetapi, nah ini tetapi, ada tetapinya. Gesits kerjasama dengan BUMN (Wijaya Karya) hahahaha. Yang hasil murni PT tidak ada sama sekali. Kalau soal file penelitian dan paten doang, tanpa kelanjutan karena hanya teori semata, banyak. Namun, tidak bisa diterapkan sama sekali. Tidak bermanfaat bagi rakyat.

Hancurnya PT di Bawah Kemenag

Lebih parah lagi PT yang dikelola oleh Kemenag. Menurut UniRank, berdasarkan popularitasnya. Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang berperingkat 20 di Indonesia berada di bawah pengelolaan Kemenag, hanya berada di urutan ke-1473 di dunia.

Ranking ini jauh di bawah peringkat University of Nairobi di Kenya yang berada di peringkat ke-1071. Kalah jauh juga dari Universitas Umm Al-Qura di Mekah (peringkat ke-1073) pun dikelola oleh Kementerian Pendidikan Saudi, bukan di bawah Kementerian Agama Saudi.

Dari 22 perguruan tinggi (PT) yang masuk dalam 500 terbaik di Asia, tidak ada satu pun yang masuk ke dalam daftar. Yang terbaik pun (UIN Maulana Malik Ibrahim) jauh di luar peringkat buncit Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang masuk peringkat ke-653 menurut UniRank.

Indikator kepopuleran ini patut dijadikan rujukan. Baik QS maupun UniRank menempatkan MIT (Massachusetts Institute of Technology) sebagai di peringkat 1 sebagai universitas terbaik dan terpopuler di dunia. NUS Singapura yang berada di urutan 11 terbaik di dunia berada di urutan ke-65 berdasarkan popularitasnya menurut UniRank.

Artinya? Dualisme pengelolaan PT ini perlu dirombak. Biar tidak hanya menjadi lembaga yang penuh dengan birokrasi dan memroduksi kertas, sebagai laporan. Riset sebagai indikator keberhasilan PT tidak bisa dicapai.

Nah, itulah PR bagi Jokowi yang sangat berat. Jokowi harus melawan dan merobohkan sistem pendidikan yang tidak menghasilkan pendidikan yang berkualitas. Output atau lulusan pendidikan yang rendah jelas jauh dari tujuan Jokowi membangun SDM yang premium, kelas dunia. Jokowi harus membenahi dari dalam Kabinet Indonesia Maju. Menterinya. Salah menteri, Jokowi gagal membangun SDM.
🙏🙏🙏

Rabu, 23 Oktober 2019

Nadiem A Makarim

Yuk kenalan dengan menteri Pendidikan baru kita 

Nadiem Makarim
Nadiem Anwar Makarim (lahir di Singapura, 4 Juli 1984; umur 35 tahun)[1] adalah seorang pengusaha Indonesia. Dia merupakan pendiri serta CEO Go-Jek, sebuah perusahaan transportasi dan penyedia jasa berbasis daring yang beroperasi di Indonesia dan sejumlah negara Asia Tenggara seperti Singapura, Vietnam dan Thailand.[2]


Latar belakang
Nadiem Anwar Makarim adalah putra dari pasangan Nono Anwar Makarim dan Atika Algadri. Ayahnya adalah seorang aktivis dan pengacara terkemuka yang berketurunan Minang-Arab. Sedangkan ibunya merupakan penulis lepas, putri dari Hamid Algadri, salah seorang perintis kemerdekaan Indonesia.[3]

Pendidikan
Nadiem menjalani proses pendidikan dasar hingga SLTA berpindah-pindah dari Jakarta ke Singapura. Sehabis menyelesaikan pendidikan SMA-nya di Singapura, pada tahun 2002 ia mengambil jurusan Hubungan Internasional di Brown University, Amerika Serikat.[4] Nadiem sempat mengikuti pertukaran pelajar di London School of Economics.[5] Setelah memperoleh gelar sarjana pada tahun 2006, tiga tahun kemudian ia mengambil pasca-sarjana dan meraih gelar Master of Business Administration di Harvard Business School.[6]

Karier dan Bisnis
Pada tahun 2006, Nadiem memulai kariernya sebagai konsultan manajemen di McKinsey & Company. Setelah memperoleh gelar MBA, ia terjun sebagai pengusaha dengan mendirikan Zalora Indonesia. Di perusahaan tersebut ia juga menjabat sebagai Managing Editor. Setelah keluar dari Zalora, ia kemudian menjabat sebagai Chief Innovation Officer (CIO) Kartuku, sebelum akhirnya fokus mengembangkan Go-Jek yang telah ia rintis sejak tahun 2011.[7][8] Saat ini Go-Jek merupakan perusahaan rintisan terbesar di Indonesia. Pada bulan Agustus 2016, perusahaan ini memperoleh pendanaan sebesar USD 550 juta atau sekitar Rp 7,2 triliun dari konsorsium yang terdiri dari KKR, Sequoia Capital, Capital Group, Rakuten Ventures, NSI Ventures, Northstar Group, DST Global, Farallon Capital Management, Warburg Pincus, dan Formation Group.[9]

McKinsey & Co (2006-2009)
Sekembalinya dari Harvard dengan gelar MBA, Nadiem memutuskan untuk pulang ke tanah air dan bekerja di McKinsey & Co. Nadiem menjadi konsultan McKinsey selama 3 tahun.[10]

Zalora Indonesia (2011-2012)
Nadiem menjadi Co-Founder dan Managing Director Zalora Indonesia pada tahun 2011. Pada 2012, Nadiem memutuskan keluar dari Zalora untuk membangun startup sendiri, termasuk Gojek yang pada waktu itu memiliki 15 karyawan dan 450 mitra driver. Dia mengaku telah belajar cukup banyak di Zalora, yang merupakan tujuan utamanya ketika menerima pekerjaan di perusahaan itu. Di Zalora, Nadiem memiliki kesempatan membangun mega startup dan bekerja dengan sejumlah talenta terbaik di kawasan Asia.[11]

Kartuku (2013-2014)
Sambil mengembangkan Gojek, Nadiem juga menjadi Chief Innovation Officer Kartuku setelah keluar dari Zalora[12]. Saat awal berdiri, Kartuku tidak ada kompetitor dalam sistem pembayaran non-tunai di Indonesia.[11] Kartuku kemudian diakuisisi Gojek untuk memperkuat GoPay.[13]

Gojek (2010-2019)
Nadiem mendirikan Gojek pada 2010 dan kini Gojek sudah menjadi salah satu dari 19 decacorn di dunia, dengan valuasi Gojek mencapai USD 10 miliar.[14] Gojek pertama kali berdiri sebagai call centre, menawarkan hanya pengiriman barang dan layanan ride-hailing dengan sepeda motor. Sekarang, Gojek telah bertransformasi menjadi super app, menyediakan lebih dari 20 layanan, mulai dari transportasi, pengantaran makanan, kebutuhan sehari-hari, pijat, bersih-bersih rumah, logistik hingga platform pembayaran digital yang dikenal dengan GoPay.[15] Karier bisnis Nadiem Makarim di Gojek membawanya masuk dalam daftar 150 orang terkaya di Indonesia versi Majalah Globe Asia.[16] Nadiem Makarim diperkirakan memiliki nilai kekayaan mencapai US$100 juta.[16]

Penghargaan
Pada tahun 2016, Nadiem menerima penghargaan The Straits Times Asian of the Year, dan merupakan orang Indonesia pertama yang menerima penghargaan tersebut sejak pertama kali didirikan pada tahun 2012. Penghargaan Asian of the Year diberikan kepada individu atau kelompok yang secara signifikan berkontribusi pada meningkatkan kesejahteraan orang di negara mereka atau Asia pada umumnya. Beberapa penerima sebelumnya termasuk pendiri Singapura, Lee Kuan Yew, Perdana Menteri India Narendra Modi, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, Presiden Republik Rakyat Tiongkok Xi Jinping dan Presiden Myanmar Thein Sein. Penghargaan tersebut datang karena perusahaan berfokus pada peningkatan kesejahteraan sektor informal. Pada saat yang sama, ini dapat membantu menyediakan mata pencaharian bagi masyarakat Indonesia dengan mengubah pasar dan model bisnis tradisional.
Nadiem masuk dalam daftar Bloomberg 50 versi 2018. Bloomberg menilai tidak ada aplikasi lain yang telah mengubah kehidupan di Indonesia dengan cepat dan mendalam seperti Gojek. Aplikasi Gojek diluncurkan pada 2015 dengan fokus pada pemesanan ojek, dan kemudian berkembang menjadi aplikasi untuk membayar tagihan, memesan makanan, hingga membersihkan rumah[17] "The Bloomberg 50" berisi sosok-sosok ternama dalam bidang bisnis, hiburan, keuangan, politik, hingga ilmu pengetahuan dan teknologi. Sepak terjang Nadiem yang kini mengembangkan Gojek ke Filipina, Singapura, Thailand dan Vietnam membuat Bloomberg menyandingkan namanya dengan presiden Mexico Andres Manuel Lopez Obrador, pendiri Spotify Daniel Ek, pop star Taylor Swift dan grup idol Kpop BTS[18].
Pada Mei 2019, Nadiem menjadi tokoh termuda se-Asia yang menerima penghargaan Nikkei Asia Prize ke-24 untuk Inovasi Ekonomi dan Bisnis. Penghargaan diberikan kepada individu atau organisasi yang berkontribusi bagi pengembangan kawasan Asia dan menciptakan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat Asia. Nadiem menggandakan hadiah yang diterima menjadi Rp 860 juta untuk donasi pendidikan anak mitra pengemudi Gojek. Penghargaan ini berkaitan dengan kontribusi Gojek dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, memudahkan keseharian pengguna hingga meningkatkan pendapatan mitranya[19]. Gojek berkontribusi 55 Triliun terhadap perekonomian Indonesia, dengan penghasilan rata-rata mitra Go-Ride dan Go-Car naik 45% dan 42% setelah bergabung dengan Gojek, dan volume transaksi UMKM Kuliner naik 3.5 kali lipat semenjak menjadi mitra GoFood.[20]
Pada tahun 2017, Gojek masuk dalam Fortune’s Top 50 Companies That Changed The World, dan mendapatkan peringkat 17[21]. Pada tahun 2019, Gojek kembali menjadi satu-satunya perusahaan Asia Tenggara yang masuk ke daftar Fortune’s 50, dan naik ke peringkat 11 dari 52 perusahaan kelas dunia.[22]
Organisasi Internasional
Bersama dengan Melinda Gates dan Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani, Nadiem menjabat sebagai salah satu komisaris Pathways for Prosperity for Technology and Inclusive Development yang fokus membantu negara-negara berkembang untuk beradaptasi dengan berbagai inovasi baru dunia digital yang mengubah budaya bekerja.