Minggu, 08 Desember 2019

Disrupsi Pendidikan

*NADIEM DAN DISRUPSI PENDIDIKAN KITA*

_Yuswohady_

*Prof. Clayton Christensen, pencipta TEORI DISRUPSI*, pada tahun *2014* memberikan prediksi yang membuat dunia tercengang: *“50% dari seluruh UNIVERSITAS di AS akan bangkrut dalam 10-15 tahun ke depan.”* Penyebabnya, karena *universitas-universitas itu terdisrupsi oleh beragam terobosan INOVASI seperti ONLINE LEARNING dan MOOCs ( _Massive Online Open Courses_).*

Prof. Christensen bukan satu-satunya yang bicara betapa mencemaskannya gonjang-ganjing disrupsi yang menerpa dunia pendidikan kita:

*65% anak-anak kita yang kini memulai sekolah nantinya bakal mendapatkan pekerjaan-pekerjaan yang saat ini belum ada.*

*75 juta (42%) pekerjaan manusia akan digantikan oleh _ROBOT_ dan _ARTIFICIAL INTELLIGENCE_  pada tahun 2022* ( _World Economic Forum, 2018_).

*60% universitas di seluruh dunia akan menggunakan _TEKNOLOGY VIRTUAL REALITY (VR)_ pada tahun 2021* untuk menghasilkan *lingkungan pembelajaran yang IMERSIF* (Gartner, 2018).

Peringatan pakar dan lembaga think tank global tersebut menjadi _*WAKE UP CALL*_ bagi _*STAKEHOLDERS*_ *PENDIDIKAN kita*. Bahwa kalau dunia pendidikan dikelola dengan cara-cara yang _*BAU (BUSINESS AS USUAL)*_ pada akhirnya akan menjadi obsolet, tak relevan, dan akhirnya melapuk.

Celakanya, *PENDIDIKAN adalah salah-satu institusi yang dikenal PALING SULIT BERUBAH menghadapi terpaan DISRUPSI.* Tak heran, jika *kondisi dan metode pembelajaran hari ini tak jauh berbeda dengan kondisi seabad yang lampau.*

Menjadi sangat *mencemaskan ketika kita menghadapi kenyataan bahwa dunia pendidikan kita diterpa TIGA GELOMBANG DISRUPSI* yang membuat sistem yang bertahun-tahun dibangun menjadi usang dan tidak relevan lagi.

*DISRUPSI MILENIAL*

Dari sisi anak didik, disrupsi datang dari *kaum milenial (dan neo-milenial atau generasi Z)* yang perilaku belajarnya berbeda sama sekali dengan generasi sebelumnya. *Perubahan perilaku ini menuntut perubahan radikal* dalam pendekatan pendidikan kita.

Anak didik milenial adalah *generasi yang _highly-mobile, apps-dependent,_ dan selalu terhubung secara online* ( _*always connected*_). Mereka begitu cepat menerima dan berbagi informasi melalui jejaring sosial. Mereka adalah _*self-learner*_ *yang selalu mencari sendiri pengetahuan yang mereka butuhkan melalui* _*YouTube atau Khan Academy.*_ Mereka menolak digurui.

Mereka adalah *generasi yang sangat melek visual* ( _visually-literate_), oleh karena itu lebih menyukai *belajar secara visual* (melalui video di YouTube, online games, bahkan menggunakan augmented reality) ketimbang melalui teks (membaca buku) atau mendengar ceramah guru di kelas.

Mereka juga *sangat melek data* ( _data-literate_) sehingga piawai berselancar di Google mengulik, memproses, mengurasi, dan menganalisis informasi ketimbang pasif berkubang di perpustakaan. Itu *dilakukan dengan super-cepat melalui 3M* : _*Multi-media, Multi-platform, dan Multi-tasking.*_

Dan mereka lebih nyaman belajar secara *kolaboratif di dalam proyek riil atau pendekatan _peer-to-peer_ melalui komunitas atau jejaring sosial (menggunakan _social learning platform_)*. Bagi mereka peers lebih kredibel ketimbang guru. Dan ingat, mereka *lebih suka menggunakan _interactive gaming_ (gamifikasi)* untuk belajar, ketimbang suntuk mengerjakan PR.

*DISRUPSI TEKNOLOGIi*

Teknologi pendidikan juga telah berkembang secara *eksponensial* sehingga berpotensi *mendisrupsi sekolah tradisional.*

Berbagai *inovasi disrupsi di sektor pendidikan seperti MOOC, _open educational resources (OER), situs tutorial online_ seperti RuangGuru atau Khan Academy, _social learning platform, personalized/customized learning, professional learning network (PLN)_, hingga _massively multi-player online (MMO) learning games_* kini sedang antri untuk mencapai *titik critical mass.* Begitu itu terjadi, kita akan mendapatkan *pendekatan pembelajaran baru yang lebih terbuka, kolaboratif, personal, ekperensial, dan sosial.*

Dengan beragam inovasi tersebut barangkali *ruang kelas kurang diperlukan lagi*. *Guru* akan berubah peran secara drastis *sebagai MENTOR, MOTIVATOR dan MODEL*. Dan yang jelas akan tersedia begitu banyak learning channel dan sekolah tak lagi bisa memonopoli proses pembelajaran.

Sebagai wahana pembelajaran, *sekolah tradisional akan tergeser dari posisi “CORE” menjadi “PERIPHERAL”*. Proses pembelajaran *tak melulu di kelas tapi bisa dilakukan   anytime, anywhere, any platform/device*. Guru juga tak hanya yang ada di kelas tapi *bisa dari manapun termasuk “GURU” yang diperankan oleh AI atau AR/VR.*

*DISRUPSI KOMPETENSI TEKNOLOGI 4.0_* menghasilkan *kompetensi (skill-set) baru* sekaligus mendisrupsi kompetensi lama yang tak relevan lagi karena *tergantikan oleh ROBOT dan AI*. Tak hanya pekerjaan-pekerjaan yang bersifat repetitif, pekerjaan-pekerjaan analitis dari beragam profesi seperti *dokter, pengacara, analis keuangan, konsultan pajak, wartawan, akuntan, hingga penerjemah.*

_*The fourth industrial revolution seems to be creating fewer jobs in new industries than previous revolutions*_ ujar Klaus Schwab pendiri World Economic Forum dan penulis _*The Fourth Industrial Revolutions*_ (2016).

Dengan kemajuan *teknologi machine learning, AI, big data analytics, IoT, AR/VR, hingga 3D printing,* maka pekerjaan akan bergeser dari _*manual occupations dan routine/repetitive jobs ke cognitive/creative jobs*_. Dan nantinya kesuksesan ditentukan oleh *kemampuan kolaborasi _HUMAN + ROBOT_*

Itu dari sisi _*hard skill.*_

Untuk _*soft skill,*_ Tony Wagner (2008) merumuskan _*“Seven Survival Skills for 21st Century”*_ yaitu: _*critical thinking and probelm solving; collaboration across network; agility and adaptability; Initiative and entrepreneurship; Accessing and analysing information; effective communication; curiosity and imagination.*_

Celakanya, *tujuh skill-set itu MINIM diajarkan di sekolah-sekolah kita saat ini.* Karena itu sekolah-sekolah kita *HARUS meredefinisi kurikulumnya* dengan *mengakomodasi skill-set baru* tersebut.

*_Nadiem_*

Tiga disrupsi di atas membutuhkan terobosan kreatif dan pendekatan baru yang tidak BAU. Paradigma baru yang melahirkan tiga disrupsi tersebut membutuhkan pendekatan baru yang fresh dan bervisi jauh ke depan. 
Pendekatan lama dari orang-orang lama yang puritan dan resisten hanya akan membuat ekosistem pendidikan kita kian terpuruk dan melapuk.

*Dunia pendidikan kita membutuhkan sosok muda (milenial) yang memiliki default pemikiran yang fit dengan logika zaman baru yang akan kita masuki.* Dalam konteks inilah pengangkatan *Nadiem Makarim sebagai Mendikbud menemukan substansi dan urgensinya.*

*Dunia pendidikan yang terimbas gelombang besar disrupsi membutuhkan pemimpin disruptif (disruptive leader) yang mumpuni.* Dan seperti telah dibuktikannya di Go-Jek yang menghadapi challenges yang sama, peran ini seharusnya *mampu dimainkan oleh seorang Nadiem. Setidaknya dalam setahun kepemimpinannya,* Nadiem *harus* melakukan *NADIEM DAN DISRUPSI PENDIDIKAN KITA*

_Yuswohady_

*Prof. Clayton Christensen, pencipta TEORI DISRUPSI*, pada tahun *2014* memberikan prediksi yang membuat dunia tercengang: *“50% dari seluruh UNIVERSITAS di AS akan bangkrut dalam 10-15 tahun ke depan.”* Penyebabnya, karena *universitas-universitas itu terdisrupsi oleh beragam terobosan INOVASI seperti ONLINE LEARNING dan MOOCs ( _Massive Online Open Courses_).*

Prof. Christensen bukan satu-satunya yang bicara betapa mencemaskannya gonjang-ganjing disrupsi yang menerpa dunia pendidikan kita:

*65% anak-anak kita yang kini memulai sekolah nantinya bakal mendapatkan pekerjaan-pekerjaan yang saat ini belum ada.*

*75 juta (42%) pekerjaan manusia akan digantikan oleh _ROBOT_ dan _ARTIFICIAL INTELLIGENCE_  pada tahun 2022* ( _World Economic Forum, 2018_).

*60% universitas di seluruh dunia akan menggunakan _TEKNOLOGY VIRTUAL REALITY (VR)_ pada tahun 2021* untuk menghasilkan *lingkungan pembelajaran yang IMERSIF* (Gartner, 2018).

Peringatan pakar dan lembaga think tank global tersebut menjadi _*WAKE UP CALL*_ bagi _*STAKEHOLDERS*_ *PENDIDIKAN kita*. Bahwa kalau dunia pendidikan dikelola dengan cara-cara yang _*BAU (BUSINESS AS USUAL)*_ pada akhirnya akan menjadi obsolet, tak relevan, dan akhirnya melapuk.

Celakanya, *PENDIDIKAN adalah salah-satu institusi yang dikenal PALING SULIT BERUBAH menghadapi terpaan DISRUPSI.* Tak heran, jika *kondisi dan metode pembelajaran hari ini tak jauh berbeda dengan kondisi seabad yang lampau.*

Menjadi sangat *mencemaskan ketika kita menghadapi kenyataan bahwa dunia pendidikan kita diterpa TIGA GELOMBANG DISRUPSI* yang membuat sistem yang bertahun-tahun dibangun menjadi usang dan tidak relevan lagi.

*DISRUPSI MILENIAL*

Dari sisi anak didik, disrupsi datang dari *kaum milenial (dan neo-milenial atau generasi Z)* yang perilaku belajarnya berbeda sama sekali dengan generasi sebelumnya. *Perubahan perilaku ini menuntut perubahan radikal* dalam pendekatan pendidikan kita.

Anak didik milenial adalah *generasi yang _highly-mobile, apps-dependent,_ dan selalu terhubung secara online* ( _*always connected*_). Mereka begitu cepat menerima dan berbagi informasi melalui jejaring sosial. Mereka adalah _*self-learner*_ *yang selalu mencari sendiri pengetahuan yang mereka butuhkan melalui* _*YouTube atau Khan Academy.*_ Mereka menolak digurui.

Mereka adalah *generasi yang sangat melek visual* ( _visually-literate_), oleh karena itu lebih menyukai *belajar secara visual* (melalui video di YouTube, online games, bahkan menggunakan augmented reality) ketimbang melalui teks (membaca buku) atau mendengar ceramah guru di kelas.

Mereka juga *sangat melek data* ( _data-literate_) sehingga piawai berselancar di Google mengulik, memproses, mengurasi, dan menganalisis informasi ketimbang pasif berkubang di perpustakaan. Itu *dilakukan dengan super-cepat melalui 3M* : _*Multi-media, Multi-platform, dan Multi-tasking.*_

Dan mereka lebih nyaman belajar secara *kolaboratif di dalam proyek riil atau pendekatan _peer-to-peer_ melalui komunitas atau jejaring sosial (menggunakan _social learning platform_)*. Bagi mereka peers lebih kredibel ketimbang guru. Dan ingat, mereka *lebih suka menggunakan _interactive gaming_ (gamifikasi)* untuk belajar, ketimbang suntuk mengerjakan PR.

*DISRUPSI TEKNOLOGIi*

Teknologi pendidikan juga telah berkembang secara *eksponensial* sehingga berpotensi *mendisrupsi sekolah tradisional.*

Berbagai *inovasi disrupsi di sektor pendidikan seperti MOOC, _open educational resources (OER), situs tutorial online_ seperti RuangGuru atau Khan Academy, _social learning platform, personalized/customized learning, professional learning network (PLN)_, hingga _massively multi-player online (MMO) learning games_* kini sedang antri untuk mencapai *titik critical mass.* Begitu itu terjadi, kita akan mendapatkan *pendekatan pembelajaran baru yang lebih terbuka, kolaboratif, personal, ekperensial, dan sosial.*

Dengan beragam inovasi tersebut barangkali *ruang kelas kurang diperlukan lagi*. *Guru* akan berubah peran secara drastis *sebagai MENTOR, MOTIVATOR dan MODEL*. Dan yang jelas akan tersedia begitu banyak learning channel dan sekolah tak lagi bisa memonopoli proses pembelajaran.

Sebagai wahana pembelajaran, *sekolah tradisional akan tergeser dari posisi “CORE” menjadi “PERIPHERAL”*. Proses pembelajaran *tak melulu di kelas tapi bisa dilakukan   anytime, anywhere, any platform/device*. Guru juga tak hanya yang ada di kelas tapi *bisa dari manapun termasuk “GURU” yang diperankan oleh AI atau AR/VR.*

*DISRUPSI KOMPETENSI TEKNOLOGI 4.0_* menghasilkan *kompetensi (skill-set) baru* sekaligus mendisrupsi kompetensi lama yang tak relevan lagi karena *tergantikan oleh ROBOT dan AI*. Tak hanya pekerjaan-pekerjaan yang bersifat repetitif, pekerjaan-pekerjaan analitis dari beragam profesi seperti *dokter, pengacara, analis keuangan, konsultan pajak, wartawan, akuntan, hingga penerjemah.*

_*The fourth industrial revolution seems to be creating fewer jobs in new industries than previous revolutions*_ ujar Klaus Schwab pendiri World Economic Forum dan penulis _*The Fourth Industrial Revolutions*_ (2016).

Dengan kemajuan *teknologi machine learning, AI, big data analytics, IoT, AR/VR, hingga 3D printing,* maka pekerjaan akan bergeser dari _*manual occupations dan routine/repetitive jobs ke cognitive/creative jobs*_. Dan nantinya kesuksesan ditentukan oleh *kemampuan kolaborasi _HUMAN + ROBOT_*

Itu dari sisi _*hard skill.*_

Untuk _*soft skill,*_ Tony Wagner (2008) merumuskan _*“Seven Survival Skills for 21st Century”*_ yaitu: _*critical thinking and probelm solving; collaboration across network; agility and adaptability; Initiative and entrepreneurship; Accessing and analysing information; effective communication; curiosity and imagination.*_

Celakanya, *tujuh skill-set itu MINIM diajarkan di sekolah-sekolah kita saat ini.* Karena itu sekolah-sekolah kita *HARUS meredefinisi kurikulumnya* dengan *mengakomodasi skill-set baru* tersebut.

*_Nadiem_*

Tiga disrupsi di atas membutuhkan terobosan kreatif dan pendekatan baru yang tidak BAU. Paradigma baru yang melahirkan tiga disrupsi tersebut membutuhkan pendekatan baru yang fresh dan bervisi jauh ke depan. 
Pendekatan lama dari orang-orang lama yang puritan dan resisten hanya akan membuat ekosistem pendidikan kita kian terpuruk dan melapuk.

*Dunia pendidikan kita membutuhkan sosok muda (milenial) yang memiliki default pemikiran yang fit dengan logika zaman baru yang akan kita masuki.* Dalam konteks inilah pengangkatan *Nadiem Makarim sebagai Mendikbud menemukan substansi dan urgensinya.*

*Dunia pendidikan yang terimbas gelombang besar disrupsi membutuhkan pemimpin disruptif (disruptive leader) yang mumpuni.* Dan seperti telah dibuktikannya di Go-Jek yang menghadapi challenges yang sama, peran ini seharusnya *mampu dimainkan oleh seorang Nadiem. Setidaknya dalam setahun kepemimpinannya,* Nadiem *harus* melakukan tiga terobosan kunci.

_*Pertama*_, 

ia harus bisa menemukan _*“end destination”*_ yang menunjukkan ke *ARAH* mana sektor pendidikan kita akan dibawa di tengah pusaran disrupsi. Persis seperti ketika ia mampu menavigasi Go-Jek menjadi mega-platform dengan multi-layanan.

*_Kedua,_* 

ia *harus* bisa *menanggalkan* (unlearn) paradigma lama Kementerian dan *melumerkan* (unfreeze) budaya kerja lama yang terlanjur mengeras puluhan tahun agar lincah bertransformasi. Ini adalah pekerjaan tersulit di tengah birokrasi Kementerian yang terlanjur gemuk, lambat, kronis.

*Ketiga*, 

dengan *cepat menghasilkan creative solution* untuk memecahkan persoalan-persoalan kekinian pendidikan kita. Kita menunggu terobosan-terobosannya di Go-Jek dengan segudang cretive solution dari Go-Ride, Go-Car, Go-Send, Go-Food, hingga Go-Pay bisa terulang untuk memecahkan masalah-masalah pendidikan kita.

_Banyak tantangan lama pembangunan pendidikan yang telah bertahun-tahun tak kunjung bisa dituntaskan_ seperti: pemerataan pendidikan di seluruh pelosok Nusantara, tingginya angka putus sekolah, kesenjangan dunia pendidikan dan dunia kerja, hingga yang paling “jadul” pemberantasan buta huruf di pedesaan.

Namun jangan lupa, tantangan pendidikan ke depan seperti saya gambarkan dengan tiga gelombang disrupsi di atas tak kalah urgennya untuk disolusikan. *Gagal paham dan kekeliruan dalam merespons tantangan pendidikan masa depan akan dibayar mahal oleh bangsa ini:* alih-alih menjadi negara maju, *Indonesia justru bakal terjebak ke dalam “middle-income trap”* bahkan tergelincir kembali menjadi negara miskin.

Dan rupanya *Jokowi jeli melihat persoalan pendidikan kita dari perspektif tantangan masa depan*… dengan mengangkat Nadiem.

Sumber : Sindonews terobosan kunci.

_*Pertama*_, 

ia harus bisa menemukan _*“end destination”*_ yang menunjukkan ke *ARAH* mana sektor pendidikan kita akan dibawa di tengah pusaran disrupsi. Persis seperti ketika ia mampu menavigasi Go-Jek menjadi mega-platform dengan multi-layanan.

*_Kedua,_* 

ia *harus* bisa *menanggalkan* (unlearn) paradigma lama Kementerian dan *melumerkan* (unfreeze) budaya kerja lama yang terlanjur mengeras puluhan tahun agar lincah bertransformasi. Ini adalah pekerjaan tersulit di tengah birokrasi Kementerian yang terlanjur gemuk, lambat, kronis.

*Ketiga*, 

dengan *cepat menghasilkan creative solution* untuk memecahkan persoalan-persoalan kekinian pendidikan kita. Kita menunggu terobosan-terobosannya di Go-Jek dengan segudang cretive solution dari Go-Ride, Go-Car, Go-Send, Go-Food, hingga Go-Pay bisa terulang untuk memecahkan masalah-masalah pendidikan kita.

_Banyak tantangan lama pembangunan pendidikan yang telah bertahun-tahun tak kunjung bisa dituntaskan_ seperti: pemerataan pendidikan di seluruh pelosok Nusantara, tingginya angka putus sekolah, kesenjangan dunia pendidikan dan dunia kerja, hingga yang paling “jadul” pemberantasan buta huruf di pedesaan.

Namun jangan lupa, tantangan pendidikan ke depan seperti saya gambarkan dengan tiga gelombang disrupsi di atas tak kalah urgennya untuk disolusikan. *Gagal paham dan kekeliruan dalam merespons tantangan pendidikan masa depan akan dibayar mahal oleh bangsa ini:* alih-alih menjadi negara maju, *Indonesia justru bakal terjebak ke dalam “middle-income trap”* bahkan tergelincir kembali menjadi negara miskin.

Dan rupanya *Jokowi jeli melihat persoalan pendidikan kita dari perspektif tantangan masa depan*… dengan mengangkat Nadiem.

Sumber : Sindonews

Sabtu, 07 Desember 2019

Graviola

AMERIKA MERAHASIAKAN OBAT KANKER SELAMA BERTAHUN2 10.000 X LIPAT DARI KEMO TERAPY. 
OBAT TERSEBUT ADA DISEKITAR KITA.

Selama ini kita tahu bahwa kanker hanya bisa
diobati dengan terapi kemo. Namun tampaknya
persepsi ini harus dihapus dan dibuang sejauh-
jauhnya.
Kenapa? Karena sebenarnya ada obat alami
untuk membunuh sel kanker yang kekuatannya
SEPULUH RIBU KALI LIPAT lebih ampuh
dibanding terapi kemo. Obat alami ini adalah
buah yang familiar dengan orang Indonesia.
Buah Sirsak dan Daun Sirsak
Tapi, Mengapa Kita Tidak Tahu?
Karena salah satu perusahaan dunia
merahasiakan penemuan riset mengenai hal ini
serapat-rapatnya, mereka ingin dana riset yang di
keluarkan sangat besar, selama bertahun-tahun,
dapat kembali lebih dulu plus keuntungan
berlimpah dengan cara membuat pohon Graviola
Sintetis sebagai bahan baku obat dan obatnya di
jual ke pasar dunia.
Memprihatinkan, beberapa orang meninggal sia-
sia, mengenaskan, karena keganasan kanker,
sedangkan perusahaan raksasa, pembuat obat
dengan omzet milyaran dollar menutup rapat-
rapat rahasia keajaiban pohon ini.
Pohonnya pendek, di brazil dinamai “Graviola” , di
Spanyol “Guanabana” bahasa inggrisnya
“soursop” . Di Indonesia, ya buah sirsak. Buahnya
berduri lunak, daging buah berwarna putih,
rasanya manis-kecut/asam, dimakan dengan cara
membuka kulitnya atau di buat jus.
Khasiat dari buah sirsak ini memberikan effek
anti tumor atau kanker yang sangat kuat, dan
terbukti secara medis menyembuhkan segala jenis
kanker. Selain menyembuhkan kanker, buah sirsak
juga berfungsi sebagai anti bakteri, anti jamur
(fungi), efektif melawan berbagai jenis parasit
atau cacing, menurunkan tekanan darah tinggi,
depresi, stress, dan menormalkan kembali system
syaraf yang kurang baik.
Salah satu contoh betapa pentingnya keberadaan
Health Science Institute bagi masyarakat Amerika
adalah institute ini membuka tabir rahasia buah
ajaib ini. Fakta yang mencengangkan adalah: jauh
dipedalaman hutan amazon, tumbuh “pohon
ajaib”, yang akan merubah cara berpikir anda,
dokter anda, dan dunia mengenai proses
penyembuhan kanker dan harapan untuk bertahan
hidup. Tidak ada yang bisa menjanjikan lebih dari
hal ini, untuk masa-masa yang akan datang.
Riset Membuktikan “Pohon Ajaib” dan Buahnya
Ini Mampu:
Menyerang sel kanker dengan aman dan efektif
secara alami, tanpa rasa mual, berat badan
turun, ataupun rambut rontok, seperti yang
terjadi pada terapi kemo.
Melindungi sistim kekebalan tubuh dan
mencegah dari infeksi yang mematikan.
Pasien merasakan lebih kuat, lebih sehat
selama proses perawatan atau penyembuhan.
Energi meningkat dan penampilan fisik
membaik.
Sumber berita sangat mengejutkan ini berasal
dari salah satu pabrik obat terbesar di Amerika.
Buah Graviola di-test di lebih dari 20
Laboratorium, sejak tahun 1970-an sampai
beberapa tahun berikutnya. Hasil test dari ekstrak
(sari) buah ini adalah
Secara efektif memilih target dan membunuh
sel jahat dari 12 tipe kanker yang berbeda,
diantaranya kanker : Usus Besar, Payu Dara,
Prostat, Paru2, dan Pankreas.
Daya kerjanya 10.000 kali lebih kuat dalam
memperlambat pertumbuhan sel kanker
dibandingkan dengan Adriamicin dan Terapi
Kemo yang biasa di gunakan.
Tidak seperti terapi kemo, sari buah ini secara
selektif hanya memburu dan membunuh sel2
jahat dan TIDAK membahayakan/ membunuh
sel-sel sehat.
Riset telah di lakukan secara ekstensive pada
pohon “ajaib” ini, selama bertahun-tahun tapi
kenapa kita tidak tahu apa2 mengenai hal ini?
Karena begitu mudah kesehatan kita, kehidupan
kita, dikendalikan oleh yang memiliki uang dan
kekuasaan.
Salah satu perusahaan obat terbesar di Amerika
dengan omzet milyaran dollar melakukan riset
luar biasa pada pohon Graviola yang tumbuh
dihutan Amazon ini. Ternyata beberapa bagian
dari pohon ini, yakni kulit, akar, daun, daging
buah dan bijinya selama berabad-abad menjadi
obat bagi suku Indian di Amerika selatan untuk
menyembuhkan sakit jantung, asma, masalah
liver (hati) dan reumatik.
Dengan bukti-bukti ilmiah yang minim,
perusahaan mengucurkan dana dan sumber daya
manusia yang sangat besar guna melakukan riset
dan aneka test. Hasilnya sangat mencengangkan.
Graviola secara ilmiah terbukti sebagai mesin
pembunuh sel kanker.
Tapi… kisah Graviola hampir berakhir disini.
Mengapa? Dibawah undang-undang federal
sumber bahan alami untuk obat DILARANG/
TIDAK BISA dipatenkan.
Perusahaan menghadapi masalah besar,
berusaha sekuat tenaga dengan biaya sangat
besar untuk membuat sinthesa (kloning) dari
Graviola ini agar bisa di patenkan sehingga dana
yang di keluarkan untuk riset dan aneka test bisa
kembali, dan bahkan meraup keuntungan besar.
Tapi usaha ini tidak berhasil. Graviola tidak dapat
di-kloning. Perusahaan gigt jari setelah
mengeluarkan dana milyaran dollar untuk riset
dan aneka test.
Ketika mimpi untuk mendapatkan keuntungan
lebih besar berangsur-angsur memudar, kegiatan
riset dan test juga berhenti. Lebih parah lagi,
perusahaan menutup proyek ini dan memutuskan
untuk TIDAK mempublikasikan hasil riset ini.
Beruntunglah, ada salah seorang ilmuwan dari
tim riset yang tidak tega melihat kekejaman ini
terjadi. Dengan mengorbankan karirnya, ia
menghubungi sebuah perusahaan yang biasa
mengupulkan bahan-bahan alami dari hutan
amazon untuk pembuatan obat.
Ketika para pakar riset dari Health Science
Institute mendengar berita keajaiban Graviola,
mereka mulai melakukan riset. Hasilnya sangat
mengejutkan. Graviola terbukti sebagai pohon
pembunuh sel kanker yang efektif.
The National Cancer Institute mulai melakukan
riset ilmiah yang pertama pada tahun 1976.
hasilnya membuktikan bahwa daun dan batang
kayu Graviola mampu menyerang dan
menghancurkan sel2 jahat kanker. Sayangnya
hasil ini hanya untuk keperluan intern dan tidak di
publikasikan.
Sejak 1976, Graviola telah terbukti sebagai
pembunuh sel kanker yang luar biasa pada uji
coba yang di lakukan leh 20 Laboratorium
Independen yang berbeda.
Suatu studi yang di publikasikan oleh The Journal
of Natural Product s meyatakan bahwa studi yang
dilakukan oleh Catholic University di korea
selatan, menyebutkan bahwa salah satu unsur
kimia yang terkandung di dalam Graviola, mampu
memilih, membedakan dan membunuh sel kanker
Usus Besar dengan 10.000 kali lebih kuat
dibandingkan dengan adriamicin dan Terapi
Kemo.
Penemuan yang paling mencolok dari study
Catholic University ini adalah Graviola bisa
menyeleksi memilih dan membunuh hanya sel
jahat kanker, sedangkan sel yang sehat tidak
tersentuh ataupun terganggu. Graviola tidak
seperti terapi kemo yang tidak bisa membedakan
sel kanker dan sel sehat, maka sel-sel reproduksi
(seperti lambung dan rambut) dibunuh habis oleh
terapi kemo, sehingga timbul efek negatif seperti
rasa mual dan rambut rontok.
Sebuah studi di Purdue University membuktikan
bahwa daun Graviola mampu membunuh sel
kanker secara efektif, terutama sel kanker prostat,
pankreas, dan paru-paru.
Setelah selama kurang lebih dari 7 tahun tidak
ada berita mengenai Graviola, akhirnya berita
keajaiban ini ditemukan juga, melalui informasi
dari lembaga-lembaga tersebut di atas. Pasokan
terbatas ekstrak Graviola yang di budidayakan
dan di panen oleh orang-orang pribumi Brazil, kini
bisa di peroleh di Amerika.
Sirsak mempunyai manfaat yang sangat besar
dalam pencegahan dan penyembuhan penyakit
kanker. Daun sirsak ini katanya sifatnya seperti
kemoterapi, bahkan lebih hebat lagi karena daun
sirsak hanya membunuh sel sel yang tumbuh
abnormal dan membiarkan sel sel yang tumbuh
normal. Sedangkan kemoterapi masih ada efek
membunuh sebagian sel sel yang normal.
Sekarang anda tahu manfaat buah sirsak yang
luar biasa ini. Rasanya manis2 kecut
menyegarkan. Buah alami 100% tanpa efek
samping apapun .Sebar luaskan kabar baik ini

Kamis, 05 Desember 2019

Daftar Orang Kaya RI

*Daftar Orang Terkaya RI 2019 Versi Forbes*

Berikut adalah nama sepuluh orang terkaya di Indonesia beserta total kekayaannya:


1. Hartono bersaudara total kekayaan US$37,3 miliar

2. Keluarga Widjaja total kekayaan US$9,6 miliar

3. Prajogo Pangestu total kekayaan US$7,6 miliar

4. Susilo Wonowidjojo total kekayaan US$6,6 miliar

5. Sri Prakash Lohia total kekayaan US$5,6 miliar

6. Antoni Salim total kekayaan US$5,5 miliar

7. Tahir total kekayaan US$4,8 miliar

8. Boenjamin Setiawan total kekayaan US$4,35 miliar

9. Chairul Tanjung dengan total kekayaan US$3,6 miliar

10. Jogi Hendra Atmadja dengan total kekayaan US$3 miliar

Rabu, 04 Desember 2019

YESA : WARRIOR CANCER.



Oleh : Birgaldo Sinaga.

Seorang pengendara mobil menghentikan kendaraannya. 
Ia memarkirkan mobilnya tidak jauh dari lapak penjual kacamata, di pinggir- an perempatan jalan kawasan Bumi Serpong Damai Tangerang.

Ia turun. 
Berjalan melangkah ke pedagang kacamata yang menggelar dagangannya dalam mobil. 
Pria itu mengambil kacamata hitam.
Satu persatu dicobanya. 
Ada dua model yang disukainya. 

Si penjual kacamata dengan ramah melayani.
Ia menawarkan beberapa model. 
Ada polaroid. 
Ada kacamata model pilot Top Gun Tom Cruise.

Deal. 
Dua kacamata  hitam berpindah tangan. Harganya cukup murah. 
Satu buah 35 ribu rupiah saja.

Saya berdiri hanya 4 langkah dari lapak si penjual kacamata. 
Melihat transaksi dagang di sore hari kemarin.

'Hai Bang Bir...sudah hampir mau tutup ini. 
Baru nyampe Bang.. saya tunggu2 dari tadi', ucap Yesa si penjual kacamata sumringah. 

Yesaya Fermindi Hohu. 
Nama si pemilik lapak kacamata itu. 
Akrab dipanggil *Yesa*.

Sebelumnya, saya sama sekali tidak mengenal Yesa.
Ia follower saya.  
Beberapa waktu lalu ia mengirim pesan. 
Pesan tentang suara hatinya yang begitu bening...tentang harapannya. 

Apa itu ?

Yesa divonis dokter terkena kanker stadium 4. 
Bermula dari benjolan payudara kanannya pada 2014 lalu. 

Benjolan itu diperiksa dokter puskesmas. 
Dua kali. 
Tapi Yesa tidak merasa sakit pada benjolan itu. 
Dianggap tidak apa2.

Suatu hari, Yesa pingsan, tidak sadarkan diri. 
Yesa dilarikan ke RS Pamulang. 
Tidak sanggup. 
Lalu dilarikan ke RS Tangerang. 
Juga menyerah.

Akhirnya Yesa dibawa ke RS Dharmais, Rumah sakit khusus kanker.

Tesa diperiksa. 
Ternyata kanker sudah menyerang hampir semua tubuhnya. 
Payudara, tulang, kelenjar getah bening, rahim. 

Yesa shock. 
Langit bak runtuh menghantam semua tubuhnya. 
Ia menangis ber-hari2. 
Terbayang anak bungsunya Fermindi Risma Rosdiana yang masih berumur  4 tahun. 
Siapa yang bakal merawatnya ? 

Tahun 2010, Yesa ikut arung jeram di Sukabumi. 
Di desa itu Yesa bersama genk arung jeram menikmati derasnya air sungai.
Yesa menyukai arung jeram.

Di desa itu Yesa berkenalan dengan seorang perempuan. 
Perempuan yang sedang hamil. 
Tapi tidak ada calon ayah jabang bayinya. 
Pergi entah kemana. 

Yesa mengajak perempuan itu ke Tangerang. 
Di desa itu perempuan itu sudah tidak nyaman lagi tinggal.

Dua bulan di Tangerang, perempuan itu melahirkan bayi mungil perempuan. 
Usai melahirkan, perempuan itu meninggalkan bayinya. 
Pergi begitu saja. 
Meninggalkan bayi perempuan di gendongan Yesa.

Yesa berusaha mencari. 
Tapi perempuan itu menghilang, sampai sekarang.

Yesa bingung. 
Ia masih lajang. 
Belum menikah. 
Bagaimana ini ?

Yesa meminjam Kartu Keluarga kakaknya. 
Jadilah Risma terdaftar di keluarga kakaknya. 
Untuk merawat, mengasuh dan membesarkan tanggung jawab Yesa sepenuhnya.
Susu bubuk pengganti ASI diberikan buat bayi Risma. 
Risma seperti anak kandung Yesa. 

Malang tak dapat ditolak, mujur tak dapat diraih. 
Kanker ganas yang menyerang Yesa meruntuhkan semangatnya. 
Terbayang bakal gelap dan kelam hari2 ke depan. 
Awan hitam menggelayut di pelupuk mata Yesa.

Berminggu2 lesu, tapi Yesa akhirnya sadar. 
Hidup ini sudah ada takdirnya. 
Ia pasrah. 
Ia kembali berjuang. 
Berjuang untuk hidup adalah satu2nya jalan untuk bangkit dari pada meratapi diri.

Malam hari, di kamar rawat inap...diatas ranjang Rumah Sakit. 
Saat tidak bisa bergerak, Yesa berdoa.

'Ya Tuhan....saya serahkan semua ini ke dalam tanganMU. 
Namun  jika ENGKAU masih perkenankan saya bisa kembali berjalan, saya berjanji akan bekerja keras untuk menolong orang yang lebih susah hidupnya dari saya'.

Yesa tahu kanker yang sedang dihadapinya tidak akan bisa hilang. 
Stadium paling tinggi, stadium 4. 
Sudah menyebar ke seluruh tubuhnya. 
Umurnya tidak lama lagi. 
Setidaknya begitu fakta empirisnya.

'Bang Bir..tahu gak saya ini perempuan yang sudah tidak perempuan lagi.
Payudara sudah diangkat. 
Rahim juga sudah diangkat. 
Lucu ya', ujar Yesa menertawai keadaannya.

Awal penyembuhan- nya, dokter fokus pada organ tulangnya. 
Payudara Yesa dibiarkan, sampai pecah sendiri. 
Setelah tulang bisa dikendalikan, barulah payudara dan rahimnya dioperasi.

Sudah puluhan kali kemotrapi. 
Sudah puluhan kali radiasi. 
Sudah entah berapa banyak obat ditelan Yesa. 
Tak terhitung. 

Setiap hari Yesa harus menelan obat sejenis morfin, agar rasa sakit yang menyerang sarafnya bisa reda. 
Juga obat lainnya. 
Jika tidak bisa tidur, Yesa menelan obat tidur. 
Yesa harus tidur, agar esoknya bisa berjualan kacamata.

Awalnya Yesa menyambung hidup dengan menjadi supir taksi online. 
Bagaimanapun hidup butuh uang. 
Yesa tidak mau me-minta2.
Yesa juga sudah berjanji sebagian rezekinya itu akan diberikan untuk teman2 senasib sepenanggungan yang lebih susah hidupnya.

Suatu hari, saat mencari penumpang mendadak Yesa blank. 
Yesa menabrak toko Indomaret. 
Mobilnya penyok. 
Yesa pingsan. 
Yesa dilarikan ke Rumah Sakit.

'Untunglah tidak ada yang celaka Bang Bir. 
Saya blank waktu itu. 
Tiba2 gelap dan saya pingsan', ujar Yesa mengenang peristiwa pahit itu.

Sejak kejadian itu, Yesa berganti pekerjaan. 
Uang 700 ribu jadi modalnya berjualan. 
Ia membeli kacamata di Pasar Senen. 

Kacamata itu dijualnya di tempat keramaian. 
Anaknya Risma dititipkan ke kakak kandungnya. 
Ia tidak sanggup lagi merawat anaknya. 

Setiap pagi pukul setengah tujuh Yesa sudah membuka dagangannya di perempatan BSD. 
Ia tidak mau bermalasan. 
Meskipun tubuhnya kadang tersiksa, Yesa tidak peduli.

'Ada orang2 yang harus saya bantu Bang Bir. 
Keuntungan jualan ini saya sisihkan sebagian untuk mereka. 
Membelikan kursi roda', ucap Yesa.

Janji Yesa saat memohon kepada Tuhan agar bisa berjalan kembali itu menguatkannya untuk terus kuat dan produktif. 
Yesa bersyukur sepuluh jari dan kakinya masih ada.

'Di Cengkareng ada teman saya kakinya sudah diamputasi Bang Bir. 
Hidupnya lebih parah dari saya. 
Saya main kerumah- nya membawa kursi roda. 
Rumahnya sungguh memprihatinkan. 
Saya masih bersyukur bisa punya kaki dan tangan', ucap Yesa.

Saya terdiam mendengar kata2 Yesa. 
Rasanya kalimat itu  bak  satu ember air es menyiram wajah saya. 

Bayangkan, saya masih suka mengeluh. 
Suka merasa tidak beruntung. 
Suka merasa kalah. 
Suka menggerutu.

Sedangkan Yesa seorang perempuan lajang yang terkena kanker ganas sekujur tubuhnya sejak 5 tahun lalu menjalani hari2nya dengan bersyukur. 

Malahan ia bekerja keras sejak matahari belum terbit. 
Lalu pulang menjelang matahari terbenam. 
Semua dilakoninya dengan gembira, karena ada orang2 yang membutuhkan uluran kasihnya. 

Sudah puluhan kursi roda dibagikan ke teman2 seperjuangan kanker. 
Semua itu dari peluh keringatnya berjualan kacamata.

Saya benar2 merasa kecil dihadapan Yesa. 
Yesa si Warrior Cancer ini benar2 memberi tamparan keras. 

'Woii..elo yang punya badan sehat bugar masih bangun jam 9 pagi...masih malas2an.
Masih suka mengeluh. 
Bagus mati aja elo..gak berguna hidup. 
Membebani bumi aja'. 

Di dalam mobil Yesa ada satu tas berisi obat-obatan.
Obat2an ini harus stand by. 
Jika terjadi sesuatu, Yesa harus meminumnya. 
Telat sedikit bisa berabe. 

Pernah Yesa lupa minum obat, akhirnya Yesa pingsan dalam mobil. 
Untungnya kakak kandung Yesa tahu. 
Yesa berhasil diselamatkan.

'Apa rencana kamu ke depan Yesa...kamu gak bosen hidup dengan kondisimu seperti ini !?', tanya saya.

'Bosen ? Ya tidaklah Bang. 
Hidup ini harus disyukuri. 
Di sana lebih banyak yang tidak seberuntung saya. 
Lihat ini saya masih punya tangan dan kaki. 
Masih bisa bekerja. 
Masih bisa membantu teman2 saya yang kekurangan', ujar Yesa semangat.

'Tapi setiap hari menahan rasa sakit dan tidak mungkin sembuh lagi untuk apalagi bertahan ?', potong saya.

Yesa menarik nafas. Ia terdiam.
Lalu berkata :
'Raga saya bisa digerogoti kanker. 
Tapi jiwa dan semangat saya tidak akan pernah bisa dikalahkan. 
Saya akan berjuang untuk hidup terus karena ada janji saya untuk mereka yang hidupnya lebih susah dari saya', ujar Yesa serius.

Saya memandang wajahnya. 
Lingkaran kelopak matanya sedikit menghitam. 
Ada nafas naik turun seperti tersengal. 
Tapi spiritnya yang luar biasa itu menutupi keletihan dan rasa sakit tubuhnya. 
Ia seperti berjalan di atas onak duri tanpa merasa kulitnya tertembus duri.

Mentari sore di ufuk barat sudah semakin tenggelam. 
Sebelum berpisah, Yesa memberi hadiah kenang2an buat saya, sebuah kacamata model pilot Top Gun dan sebuah sarung tangan.

Saya mengambil gitar. 
Tak ada yang bisa saya berikan untuknya.

'Kita nyanyi apa Yesa ? *Nyanyi Hidup Ini Adalah Kesempatan* ya', ajak saya.

'Ohh..saya gak tahu Bang Bir lagu itu. 
Saya kan muslim'.

'Alamakkk...namamu Yesaya..itu nama Nabi Israel. 
Nama orang Kristen', balas saya sedikit terperanjat.

'Gak tahu Bang... memang itu nama pemberian ayah saya..coba liat ini KTP saya', ujar Yesa sambil menunjukkan KTPnya.

Ya uwislah. 
Apalah arti sebuah nama. 
Itu kata Shakespear. 
Bunga mawar meskipun berduri tetaplah harum mewangi...Ye kann..

Akhirnya karena saya tak hapal lagu Tombo Ati ciptaan Opick... saya dan Yesa sepakat menyanyikan lagu Cinta Yang Tulus.
Lagu kebangsaan saya....Hahaha.

Usai bernyanyi bareng, saya pamit. 
Memeluknya seraya berbisik :
*Tahu gak..Malaikat di atas sana takjub pada ketangguhan & kebaikan hatimu .... tetap semangat ya Yesa.*

Salam perjuangan penuh cinta.

Birgaldo Sinaga.

Note : 
Buat teman2 yang jika butuh kacamata bisa membeli langsung ke Yesaya ya... ini no WAnya.

+62 856-9495-7286

Senin, 02 Desember 2019

RIP pak Ci

Entrepreneur Ciputrapreneur

Jum at29 November 2019
Oleh : Dahlan Iskan

Tidak ada lagi orang seperti Ciputra. Yang meninggal dunia di Singapura 27 Nopember lalu. Di usia beliau yang 88 tahun.
 
Dan tidak akan ada lagi.
 
Tidak akan ada orang yang berjuang keras untuk memajukan sebuah perusahaan daerah --lalu mendapat penghargaan besar seperti beliau.
 
Termasuk mendapat saham --biar pun kecil.
 
Zaman sudah berubah.
 
Jangankan penghargaan. Jangankan diberi saham. Salah sedikit justru akan masuk penjara!
 
Awalnya Ciputra memajukan perusahaan daerah milik Pemda DKI Jakarta. Yang belakangan terkenal dengan nama PT Pembangunan Jaya.
 
Itulah karir pertama Ciputra di dunia usaha. Setelah beliau lulus dari ITB Bandung.
 
Beliau dipercaya oleh Gubernur Jakarta, Sumarno. Tidak diberi modal. Hanya diberi proyek: Pasar Senin.
 
Yang setor modal --menurut catatan Christianto Wibosowo-- hanya empat orang: Hasyim Ning, Dasaat, Sucipto (Asuransi Bumi Putera) dan Yusuf Muda Dalam (Gubernur BI saat itu).
 
Mereka itulah yang dikenal sebagai orang kaya raya di akhir masa pemerintahan Bung Karno.
 
Belum ada Lim Sioe Liong, Mochtar Riyadi, Bambang Hartono apalagi Datuk Tahir.
 
Di tangan Ciputra perusahaan daerah itu maju pesat. Lebih maju lagi di zaman Gubernur Ali Sadikin. Yang gila membangun itu.
 
Gubernur berikutnya mempercayainya lagi. Sampai tujuh gubernur.
 
PT Pembangunan Jaya berada di tangan orang hebat dalam kurun waktu yang panjang. Sekali lagi, kemajuan yang nyata hanya bisa diraih oleh pemimpin yang hebat --dalam kurun waktu yang panjang.
 
Pemimpin yang hebat biasanya juga melahirkan banyak doktrin. Doktrin tertingginya adalah entrepreneurship: "Pengusaha adalah siapa pun yang bisa mengubah rongsokan menjadi emas".
 
Taman Impian Jaya Ancol adalah salah satu rongsokan itu. Ancol telah menjadi legenda Ciputra: dari pantai comberan, sarang nyamuk, gelandangan, jin buang anak, menjadi taman rekreasi impian.
 
Banyak lagi, puluhan karya Ciputra yang seperti itu.
 
Lalu ini: bermetamorfose!
 
Setelah melahirkan banyak pemimpin muda di perusahaan daerah itu --salah satunya Eric Samola, mentor saya-- Ciputra menjadi 'kurang pekerjaan'.
 
Banyak sekali kesibukan yang sudah diserahkan kepada para pemimpin muda. Ciputra tinggal menjadi semacam Mentor Agung.
 
Ia memilih menjadi bukan siapa-siapa lagi - -secara struktur. Tapi Ciputra masih seperti memiliki veto. 'Kata Pak Ci' sudah seperti keputusan RUPS. 
 
Ciputra memang telah melahirkan corporate culture yang kuat di lingkungan PT Pembangunan Jaya. Yang sebenarnya itu adalah Ciputra Culture!
 
Di masa 'kurang pekerjaan' itulah Ciputra melahirkan usaha baru. Bukan lagi Pembangunan Jaya tapi rasa Pembangunan Jaya: PT Metropolitan Development. Yang deretan gedungnya bermegah di Jalan Thamrin Jakarta itu. Yang salah satunya terkenal dengan gedung
World Trade Centre itu. Sebelum dijual ke Murdaya Poo.
 
Di Metropolitan Development, Ciputra hanya melibatkan para senior di jajaran pimpinan puncak PT Pembangunan Jaya. Empat orang. Yang sama-sama sangat berjasa di awal memajukan Pembangunan Jaya. Yang sama-sama masih merasa punya kapasitas lebih. Yang sama-sama sudah 'kekurangan pekerjaan'.
 
Sambil mengawasi yang muda-muda di Pembangunan Jaya, para senior itu mengembangkan perusahaan mereka sendiri.
 
Sukses pula.
 
Metropolitan Development menjadi grup perusahaan papan atas di Indonesia. Di grup ini rasa Pembangunan Jaya 50 persen. Rasa Ciputra pribadi 50 persen.
 
Lalu ini: bermetamorfose lagi.
 
Anak-anak Ciputra mulai besar. Yang empat orang itu --dua wanita, dua laki-laki. Mulai pula punya menantu.
 
Ciputra menganjurkan rekan sesama senior itu untuk memiliki perusahaan sendiri. Di luar grup Pembangunan Jaya dan di luar grup Metropolitan.
 
Pun Ciputra sendiri. Mendirikan Grup Ciputra. Yang 100 persen rasa Ciputra. Yang 100 persen milik keluarga.
 
Di sini Ciputra tidak harus lagi bertanggung jawab pada negara (Gubernur dan DPRD). Seperti di PT Pembangunan Jaya.
 
Tidak pula harus bertanggungjawab pada partner. Seperti di Metropolitan.
 
Di Ciputra Group, Ciputra hanya bertanggung jawab pada dirinya sendiri. 
 
Di sinilah Ciputra bebas mengangkat anaknya sendiri, menantunya, cucunya dan siapa pun menjadi eksekutif perusahaan.
 
Sekali lagi: sukses. 
 
Sukses satu menarik gerbong sukses berikutnya.
 
Sama-sama sukses, mana yang lebih puas: memimpin Pembangunan Jaya, Metropolitan atau Ciputra Group?
 
Itu pernah saya tanyakan kepada beliau. Saya memang beberapa kali berbincang dengan beliau. Sejak saya masih muda dulu. Berguru pada beliau.
 
Jawab Pak Ciputra: Yang paling memuaskan adalah mengembangkan perusahaan keluarga!
 
Mengabdi ke negara sudah. Mengabdi ke sesama teman sudah. Terakhir mengabdi untuk kejayaan keluarga.
 
Ups, bukan yang terakhir.
 
Pak Ciputra selalu ingin mengabdi ke masyarakat. Ia melihat mayoritas rakyat Indonesia orang pribumi yang miskin.
 
Maka Ciputra ingin memasyarakatkan entrepreneurship ke masyarakat. Secara luas. Apa saja akan di-Entrepreneur-kan oleh Ciputra.
 
Bupatipreneur.
 
Menteripreneur.
 
Sekolahpreneur.
 
Gurupreneur.
 
Ia begitu bangga kalau melihat ada pribumi yang masuk bisnis. Apalagi bisa berkembang. Lalu maju.
 
Hanya itu yang bisa membuat pribumi maju: menumbuhkan jiwa Entrepreneur kepada mereka. Menumbuhkan jiwanya. Bukan memanjakannya.
 
Bisnis beliau memang sangat besar. Tapi tidak bisa dibilang rakus. Karena itu beliau tidak bisa menjadi yang terbesar. 
 
Beliau memang bukan konglomerat terbesar di Republik ini. Tapi beliau punya nama besar dengan reputasi besar.
 
Termasuk di bidang olahraga --terutama bulutangkis. Sebagian laba dari Jawa Pos misalnya, mengalir untuk pembinaan bulu tangkis. Lewat klub Jayaraya.
 
Beliau juga pernah gila sepak bola. Membiayai klub Jayakarta. Tapi kasus suap menyuap di sepakbola melukai hatinya. Tidak cocok dengan filosofi yang dikembangkannya.
 
Jayakarta dibubarkan. 
 
Reputasi beliau di bidang kesenian apalagi. Beliau adalah konglomerat yang paling cinta seni. Aneh. Bisnis dan seni bisa menyatu di jiwa Ciputra.
 
Di bidang seni warisan terakhir beliau adalah Artpreneur. Di Kuningan Jakarta itu. Ratusan miliar rupiah dihabiskan Ciputra untuk membangun museum pelukis Hendra. Juga untuk membangun gedung opera terbaik Indonesia!
 
Mungkin karena jiwa seninya yang total itu bisnis Ciputra tergolong bisnis yang menegakkan etika.
 
Alenia terakhir ini mungkin juga ingin diucapkan Ciputra sendiri pada generasi penerusnya.
 
Anak cucunya. 
 
Termasuk saya.(Dahlan Iskan) 

https://www.disway.id/r/752/entrepreneur-ciputrapreneur

Kamis, 28 November 2019

Perumahan Syariah

*MENIPULAH DENGAN SYARI'AH, MAKA PEMBURU SURGA AKAN TERGODA*

Oleh :
*Rudi S Kamri*

Hari ini saya tercengang melihat tayangan sebuah TV Swasta yang mengulas penipuan perumahan syari'ah. Korbannya lebih dari 200 orang dan total uang yang berhasil diraup oleh komplotan penipu itu mencapai Rp 23 Milyar. Hmmm

Modusnya sangat sederhana, para penipu itu menawarkan konsep perumahan syari'ah, cicilan tanpa bunga dan tidak perlu BI Checking. Penipupun secara total mengemas tipuannya dengan membuat moke-up perumahan, flier promosi dan bahkan rumah contoh. Karena tergiur dengan kata-kata syari'ah, abrakadabra.... kelompok orang kaum pemburu surga dan mabok agama itu serta merta tergiur tanpa ba-bi-bu langsung setor uang tunai. 

Jujur saya kagum dengan kejelian dan kecerdasan daya tipu para komplotan penipu itu. Mereka dengan jeli dan cerdik menangkap peluang adanya arus besar kelompok mabuk agama yang sudah tercuci otaknya oleh para pendakwah agama yang secara sepenggal menukil kalimat dalam kitab suci. 

Tipikal orang yang seperti ini begitu mudah digiring kemanapun dengan menggunakan dalil-dalil agama. Mereka dengan ikhlas membunuh akal sehat mereka yang merupakan karunia Allah SWT karena otak primitifnya sudah tercemar dan tercuci bersih oleh utopia surga neraka yang dijelaskan secara dangkal oleh para gurunya.

Ini fenomena yang memprihatinkan. Ekslusivitas dalam beragama membuat mereka meng-cluster diri mereka secara bergerombol dalam kelompok sewarna. Mereka tidak ingin orang yang berbeda keyakinan masuk dalam lingkungan mereka. Keyakinan sesat secara berjamaah ini dimanfaatkan dengan cerdik oleh para pengusaha. Dan menurut data sahabat saya yang anggota DPR-RI, saat ini di wilayah Jabodetabek saja sudah berdiri sekitar 97 perumahan yang menggunakan konsep syari'ah. Dan herannya hal ini dibiarkan oleh otoritas Pemerintah Daerah setempat.

Terkadang saya bingung dengan sikap pemerintah. Para pejabatnya berteriak nyaring akan membumihanguskan para radikalisme agama tapi di sisi lain membiarkan bibit-bibit radikalisme agama tumbuh subur dimana-mana. Ini sikap yang kontradiktif dan ambigu. Konsep pemberantasan kaum manipulator agama (istilah yang lebih tepat dibandingkan radikalisme) terlihat tidak komprehensif dan tidak terarah.

Kalau ketidakpastian konsep dan platform dalam pemberantasan kaum manipulator agama ini terus terjadi, korban dari masyarakat yang dicuci botaknya eh otaknya akan semakin bertambah banyak seperti yang terjadi dengan korban penipuan perumahan bersyari'ah ini. Dan yang akan terjadi kasus-kasus penipuan yang menggunakan dalil-dalil agama akan semakin marak dan bersorak.

Entahlah, kelihatannya saya harus banyak berkontemplasi untuk mendinginkan otak saya yang semakin hari semakin  mengepulkan asap tipis-tipis. Doa saya di hari Jum'at ini hanya satu : _"Ya Allah kembalikan Indonesiaku seperti dulu, saat kami menyikapi perbedaan menjadi keindahan yang nikmat dan keberagaman adalah anugerahMU"._

*Salam SATU Indonesia*
29112019

Rabu, 27 November 2019

Millenials

Selamat datang di Masa Depan 

Ber-siap2 shifting karena gaya hidup para milenial

Lihat apa yang sudah terjadi

Satu lagi dampak evolusi ekonomi pergeseran perilaku ... hari ini beberapa store Giant tutup, Lotus tutup mungkin bangkrut....

Selamat membaca tulisan analisa di bawah ini yang cukup menarik:

How Millennials Kill Everything
Oleh : Yuswo Hadi

Judul tulisan ini bakal menjadi judul buku baru.
Mudah-mudah buku ini bisa keluar dalam 2-3 bulan ke depan.

Coba googling dengan kata kunci “millennials kill”, maka Anda akan mendapati betapa millennial adalah “pembunuh berdarah dingin” yang membunuh apapun.

Di halaman pertama hasil pencarian Google saya menemui judul-judul menyeramkan seperti ini:
“RIP: Here Are 70 Things Millennials Have Killed”
“Things Millennials Are Killing in 2018”
“Millennials Kill Again. The Latest Victim? American Cheese”
“Millennials Are Killing the Beer Industry”
“How Millennials Will Kill 9 to 5 Job?”

Bahkan ada situs yang menulis:
“The Official Ranking of Everything Millennials Have Killed.”

Di dalamnya peringkat produk dan layanan yang paling cepat “dibunuh” oleh milenial. 

Ada dalam urutan peringkat itu produk-produk seperti: berlian di urutan 29; golf di urutan 23; department store di urutan 20; sabun batang di urutan 15; kartu kredit di urutan 10; dan bir di urutan 5.

Millennials Kill Everything New

Kenapa milenial bisa menjadi “pembunuh berdarah dingin” bagi begitu banyak produk dan layanan? 

Karena perilaku dan preferensi mereka berubah begitu drastis sehingga produk dan layanan tersebut menjadi tidak relevan lagi, alias punah ditelan zaman.

Contohnya golf. Tren dunia menunjukkan, sepuluh tahun terakhir viewership ajang-ajang turnamen golf bergengsi turun drastis setelah mencapai puncaknya di tahun 2015. 

Tahun lalu bahkan turun drastis 75%. Porsi kalangan milenial yang menekuni olahraga ini juga sangat kecil hanya 5%.

Olahraga elit ini memang digemari kalangan Baby Boomers dan Gen-X, namun tidak demikian halnya dengan milenial. 

Celakanya, semakin surut populasi Baby Boomers dan Gen-X, maka semakin tidak populer pula olahraga yang lahir sejak abad 15 ini. Dan bisa jadi suatu saat akan puhah.

Yang sudah kejadian sekarang adalah departement store. 

Tahun lalu kita menyaksikan departement store di seluruh dunia termasuk di Indonesia (Matahari, Ramayana, Lotus) pelan tapi pasti mulai berguguran.

Sumber penyebabnya adalah milenial yang bergeser perilaku dan preferensinya. 

Pertama karena mereka mulai berbelanja via online. Kedua, milenial kini tak lagi heboh berbelanja barang (goods), mereka mulai banyak mengonsumsi pengalaman (experience/leisure). 

Mereka ke mal bukan untuk berbelanja barang, tapi cuci mata, nongkrong dan dine-out mencari pengalaman penghilang stress.

Pasar properti beberapa tahun terakhir seperti diam di tempat. 

Alih-alih semua pelaku berharap ini hanya siklus “bullish-bearish” biasa yang nanti akan naik dengan sendirinya, saya curiga ini adalah kondisi “bearish berkelanjutan” sebagai dampak terbentuknya “new normal” perekonomian kita yang melesu dalam jangka panjang.

Mungkin biangnya bisa berasal dari pergeseran perilaku dan preferensi milenial. 

Beberapa kemungkinannya: Milenial mulai menunda nikah, menunda punya rumah, dan menunda punya anak. 

Belum lagi minimalist lifestyle yang kini banyak diadopsi milenial mendorong mereka memilih rumah ukuran mini.

Program KB yang sukses membuat late Baby Boomers dan Gen-X membentuk keluarga kecil dengan dua anak. 

Dengan jumlah anggota keluarga yang kecil, maka anak-anak mereka (milenial) cenderung menempati rumah orang tua dan sharing dengan sesama saudara. So, tak perlu beli rumah baru lagi. Ini yang menjadi biang kenapa market size properti cenderung mandek.

Tak hanya itu, tempat kerja pun nantinya pelan tapi pasti bisa “dibunuh” oleh milenial. 

Bagi Baby Boomers dan Gen-X bekerja rutin tiap hari masuk kantor dari jam 8 pagi sampai 5 sore (“8-to-5”) adalah sesuatu yang lumrah. Namun tak demikian halnya dengan milenial.

Milenial mulai menuntut fleksibilitas dalam bekerja. Bekerja di manapun dan kapanpun bisa asal kinerja yang dikehendaki tetap tercapai. 

Kini mereka mulai menuntut pola kerja: “remote working”, “flexible working schedule”, atau “flexi job”. 

Survei Deloitte menunjukkan, 92% milenial menempatkan fleksibilitas kerja sebagai prioritas utama.

Tren ke arah “freelancer”, “digital nomad” atau “gig economy” kini kian menguat. 

Kerja bisa berpindah-pindah: tiga bulan di Ubud, empat bulan di Raja Ampat, tiga bulan berikutnya lagi di Chiang May. Istilah kerennya: workcation (kerja sambil liburan).

Apa dampak dari millennial shifting tersebut terhadap kantor-kantor yang masih menerapkan working style ala Baby Boomers dan Gen-X? So pasti kantor-kantor jadul itu akan ditinggalkan angkatan kerja yang nantinya bakal didominasi milenial. Kantor itu akan punah dan melapuk.

Millennials will kill everything!!!
Have we change the way we do our business in order to face the millenials way of life

Beberapa prediksi menarik :

1. Bengkel perbaikan kendaraan akan hilang.

2. Mesin yang menggunakan bensin memiliki 20.000 bagian. Motor yang menggunakan listrik hanya memiliki 20 bagian. 

Mobil listrik dijual dengan garansi seumur hidup dan hanya diperbaiki oleh dealer. Hanya perlu waktu 10 menit untuk mencopot dan mengganti motor yang menggunakan listrik.

3. Motor listrik tidak diperbaiki di dealer tetapi akan dikirim ke bengkel perbaikan regional yang akan memperbaikinya menggunakan robot.

4. Motor listrik anda yang gagal fungsi akan ditunjukkan oleh lampu yang menyala, lalu anda akan pergi ke tempat yang menyerupai mesin cuci mobil, dan mobil anda akan ditarik sementara anda ngopi dan motor mobil anda akan diganti dengan yang baru.

5. SPBU atau pomp bensin akan hilang.

6. Meter parkir akan digantikan oleh meter dispenser listrik. 

Banyak perusahaan akan memasang stasiun isi ulang listrik; sebenarnya hal itu sudah dimulai.

7. Kebanyakan pabrik kendaraan (yang cerdas) telah mengalokasikan uangnya untuk mulai membangun pabrik yang hanya membuat mobil listrik.

8. Industri batu bara akan hilang. 

Perusahaan minyak dan gas akan hilang. Pengeboran minyak akan hilang. Ucapkan selamat tinggal kepada OPEC.

9. Rumah2 akan menghasilkan dan menyimpan energi listrik pada siang hari dan akan menggunakan serta menjualnya listriknya ke grid. 

Grid akan menyimpan dan menyalurkannya ke industri yang banyak menggunakan listrik. Apakah anda sudah melihat atap Tesla?

10. Bayi sekarang hanya akan melihat mobil pribadi di musium. Masa depan mendekati kita lebih cepat daripada yang bisa kita tangani.

11. Pada tahun 1998 Kodak memiliki 170.000 pegawai dan menjual 85% foto kertas di seluruh dunia. 

Hanya dalam beberapa tahun model bisnis mereka hilang dan mereka bangkrut. Siapa yang mengira itu akan terjadi?

12. Apa yang terjadi pada Kodak dan Polaroid akan terjadi di kebanyakan industri dalam 5-10 tahun yang akan datang... dan kebanyakan orang tidak melihat itu akan terjadi.

13. Apakah pada tahun 1998 anda mengira bahwa 3 tahun setelahnya anda tidak akan pernah lagi mem-foto menggunakan film?. Dengan telepon cerdas sekarang, siapa yang masih memiliki kamera dengan film?.

14. Kamera digital ditemukan tahun 1975. Barang pertama hanya memiliki 10.000 piksel, tetapi mengikuti hukum Moore. 

Dengan perkembangan teknologi yang eksponensial, barang yang semula mengecewakan menjadi super dan menjadi mainstream hanya dalam waktu yang singkat.

15. Hal itu terjadi lagi (tapi jauh lebih cepat) dengan kecerdasan buatan (artificial intelligence), kesehatan, kendaraan listrik, pendidikan, pencetakan 3D, agrikultur dan lapangan pekerjaan.

16. Lupakan buku 'Kejutan Masa Depan', ucapkan selamat datang kepada Revolusi Industri keempat.

17. Software telah dan akan terus mengacaukan banyak industri tradisional dalam 5-10 tahun mendatang.

18. Uber (seperti halnya Gojek di Indonesia) hanya piranti software, mereka tidak memiliki mobil, tapi sekarang mereka adalah perusahaan taksi terbesar di dunia! Tanyakan pada supir taksi apakah dulu mengira hal itu akan terjadi.

19. Airbnb sekarang adalah perusahaan hotel terbesar di dunia, walaupun mereka tidak memiliki properti apapun. 

Tanyakan pada hotel Hilton apakah dulu mereka mengira hal itu akan terjadi.

20. Artificial Intelligence: komputer akan menjadi lebih baik secara eksponensial dalam hal memahami dunia. 

Tahun ini, komputer mengalahkan pemain game terbaik kdi dunia, 10 tahun lebih cepat daripada yang diharapkan.

21. Di USA, pengacara muda sudah tidak memiliki pekerjaan. 

Berkat Watson IBM, anda bisa memperoleh nasehat hukum dalam hitungan detik (saat ini untuk hal-hal dasar), dengan akurasi 90% dibandingkan 70% akurasi yang dilakukan manusia. 

Jadi jika anda belajar hukum, berhentilah segera. Kebutuhan pengacara akan berkurang 90%, hanya spesialis serba tahu yang masih akan tetap bertahan.

22. Watson telah membantu perawat dalam mendiagnosa kanker, 4 kali lebih akurat dibandingkan perawat manusia.

23. Facebook sekarang memiliki software pengenal pola yang dapat mengenali wajah jauh lebih baik daripada manusia. Pada tahun 2030 komputer akan lebih cerdas daripada manusia.

24. Kendaraan otomotif: Pada tahun 2018 mobil tanpa supir pertama sudah muncul.

Dalam waktu 2 tahun ke depan seluruh industri akan dikacaukan. 

Anda tidak akan ingin memiliki mobil lagi karena anda akan memanggil mobil dengan telepon anda, mobil itu akan muncul di lokasi anda, dan mengantarkan anda ke tempat tujuan anda. 

Tidak perlu bingung memarkir mobil itu, anda hanya akan membayar jarak tempuh dan anda dapat tetap produktif selama berkendara. Anak-anak jaman sekarang tak pernah punya sim dan tak pernah memiliki mobil.

26. Hal itu akan mengubah kota-kota kita, karena kita hanya perlu mobil 90-95% lebih sedikit. Kita dapat mengubah lahan2 parkir menjadi taman-taman kota.

27. Sekitar 1,2 juta orang meninggal karena kecelakaan tiap tahun, termasuk yang disebabkan mengendarai sambil mabuk.

Sekarang kita memiliki satu kecelakaan tiap 60.000 mil; dengan kendaraan tanpa supir angka itu akan turun menjadi 1 kecelakaan tiap 6 juta mil. Ini akan menyelamatkan jutaan nyawa tiap tahunnya.

28. Kebanyakan perusahaan mobil tak diragukan lagi akan menjadi bangkrut.

Perusahaan mobil tradisional hanya mencoba pendekatan evolusioner dan hanya berusaha membuat mobil yang lebih baik, sementara perusahaan teknologi (Tesla, Apple, Google) melakukan pendekatan revolusioner dan membangun komputer di atas roda.

29. Lihat apa yang dilakukan Volvo sekarang; tidak ada lagi mesin pembakaran internal di kendaraan mereka mulai tahun ini untuk model 2019, semua menggunakan listrik atau hybrid, dengan maksud nantinya akan melenyapkan pula model2 hybrid.

28. Banyak ahli-ahli teknik di Volkswagen dan Audi takut terhadap Tesla, dan memang seharusnya begitu. 

Lihat semua perusahaan yang menawarkan mobil listrik. Beberapa tahun lalu keberadaan mereka tidak bisa dirasakan.

29. Perusahaan asuransi akan mengalami kesulitan masif; tanpa kecelakaan, biaya akan menjadi lebih murah. Model bisnis asuransi mobil akan hilang.

30. Real estate akan berubah. Jika orang bisa bekerja pulang-pergi, mereka akan tinggal di tempat yang jauh untuk hidup di lingkungan yang lebih terjangkau dan lebih menyenangkan.

31. Mobil listrik akan menjadi mainstream pada tahun 2030 an. Kota menjadi tidak berisik karena semua mobil baru akan menggunakan listrik.

32. Kota juga akan memiliki udara yang lebih bersih.

33. Listrik akan menjadi sangat murah dan bersih.

34. Produksi listrik tenaga surya telah mengalami kurva pengembangan eksponensial selama 30 tahun, tetapi sekarang anda dapat melihat dampak perkembangan tersebut. 

Dan sekarang perkembangan itu sedang dipacu lebih kencang lagi.

35. Perusahaan energi fosil sedang berusaha mati2an membatasi akses ke grid untuk mencegah munculnya pesaing yang muncul dari instalasi listrik tenaga surya di rumah-rumah, tetapi upaya itu tidak akan bisa berlanjut - teknologi tidak akan bisa dibendung.

36. Kesehatan: Harga Tricorder X akan diumumkan tahun ini. 

37. TV dan Koran akan  mati dengan sendirinya,  siapa yang sekarang baca koran atau siapa yg sekarang melihat TV sebagian kecik orang-orang tua diatas 50 tahun. Millenial  beralih ke Youtube dan sejenisnya lebih cepat.

38. Layanan Perbankan dan Ticketing sudah  swa Mandiri  tidak perlu Customer Service atau Teller akan ada jutaaan profesi pekerjaan yang hilang 10-20 tahun kedepan. Sudah siapkah kita 

Banyak perusahaan akan membuat perangkat medikal (yang disebut 'Tricorder' dalam film Star Trek) yang bekerja dengan telepon anda, yang akan memindai retina anda, sampel darah anda, dan napas anda. 

Lalu dia akan menganalisa 54 bio-marker yang akan meng identifikasi hampir semua jenis penyakit. Saat ini sudah terdapat lusinan aplikasi telepon untuk tujuan kesehatan.

SELAMAT DATANG MASA DEPAN

...dia sebenarnya sudah datang beberapa tahun yang lalu...siap tidak siap sangat mungkin terjadi.....seperti di kemukakan Chairul Tanjung Bos Trancorp di Pesta Wira Usaha TDA 2010 hanya 3 Industri yang akan bertahan yaitu FEW = Food,  Energy  and Water.

Happy Reading

Senin, 25 November 2019

Budha

Aj. BUDDHA
Ada yang Bertanya:
[ ] Ada yang Bertanya: 
[ ] Saya bukan Buddhis, namun menyukai ajaran Buddha dan selama mempelajari ajaran Buddha saya menjadi lebih bahagia. Bolehlah saya terus mempelajari ajaran Buddha walau bukan Buddhis? 
[ ] 
[ ] Jawab: 
[ ] Ajaran Buddha adalah Universal. Siapapun dapat mempelajari dan mengambil manfaat luar biasa dari ajaran Buddha. Apakah anda seorang Buddhis, non-Buddhis atau bahkan tidak beragama sekalipun akan dapat memahami ajaran Buddha. 
[ ] 
[ ] Kenapa demikian? 
[ ] Karena ajaran Buddha adalah ajaran mengenai JALAN MENUJU KEBAHAGIAAN, JALAN MENUJU KEDAMAIAN. 
[ ] 
[ ] Ajaran Buddha mengajarkan agar setiap orang melihat ke dalam diri, melihat ke dalam pikirannya, ke dalam perasaannya dengan penuh KESADARAN. 
[ ] Ketika ada kebencian, ada emosi negatif, ada keserakahan, ada kemarahan dan ada kesombongan/keegoisan (ke-aku-an) di sanalah ajaran Buddha berperan. Ajaran Buddha mengajarkan bagaimana mendamaikan pikiran, bagaimana "melenyapkan" semua kekotoran batin tersebut. 
[ ] 
[ ] Ajaran Buddha bukanlah ajaran yang mewajibkan seseorang HARUS PERCAYA, melainkan membutuhkan BUKTI sehingga siapapun dari kalangan apapun dapat menerapkan KEBIJAKSANAAN BUDDHA dalam kehidupan sehari-hari,  walau dengan LABEL agama apapun.
[ ] 
[ ] Buddha tidak pernah menjanjikan hal-hal indah ataupun menjanjikan aku pasti akan ke Surga / Nirwana bila percaya kepadaNya.
[ ] 
[ ] Buddha juga tidak pernah berkata: ”Kalau tidak percaya, dia pasti masuk neraka.”
[ ] 
[ ] Buddha tidak memberikan dongeng yang mengerikan atau menyenangkan supaya aku percaya dan takut terhadapNya.
[ ] 
[ ] Buddha tidak pernah mengatakan: “Akulah yg menciptakan langit dan bumi ini.”
[ ] 
[ ] Buddha  tidak pernah menjanjikan hal-hal yg indah untuk ke depan, bahkan juga tdk bisa mensucikan org lain.
[ ] 
[ ] Bahkan utk mensucikan diri sendiri pun mengandalkan kita sendiri, tapi kenapa aku masih mau mengikuti ajaranNya ?
[ ] 
[ ] Karena "Buddha" lah, aku tahu sbb:  
[ ] - kenapa aku menderita?
[ ] - kenapa aku cacat?
[ ] - kenapa aku bermuka buruk?
[ ] - kenapa aku sakit & pendek umur? 
[ ] 
[ ] Dari Buddha, aku mengerti hukum karma dan 4 kesunyataan mulia, bertambah Bijaksana shg tidak menyalahkan siapa pun atas penderitaan sendiri.
[ ] 
[ ] Oleh Buddhalah aku diajarkan cinta kasih terhadap semua makhluk hidup apapun juga.
[ ] 
[ ] Jika suatu saat aku berhasil dalam melewati roda samsara ini sampai akhir hidup, surga dipersembahan sampai jutaan kalpa pun saya tidak mau.
[ ] Yang aku inginkan hanyalah bebas dari kelahiran.
[ ] 
[ ] Tidak ada kelahiran maka tidak ada penderitaan dan kematian.
[ ] 
[ ] Apa yg kita tanam itu yg kita petik, apa yg kita lakukan itu yg kita dapatkan(karma).
[ ]  
[ ] Itu ajaran yg diajarkan "Sang Buddha".           
[ ] 
[ ] INGAT:
[ ] Suka cita dan dukacita di tangan kita bukan di tangan siapa-siapa.
[ ]
[ ] Yang Buddhist mohon di broadcast .... 🙏 
[ ] Yang Non Buddhis bila merasa tergugah hati nya mau menyebar juga boleh :)
[ ] Pasti ada karma buat setiap perbuatan kita .... TABUR TUAI

Penemuan Tiongkok

OLEH : LARRY ROMANOFF...

Bagikan TweetPinMail . 

BANGSA TIONGKOK memiliki catatan penemuan-penemuan yg paling dalam dan paling luas, dalam sejarah dunia . Sekarang diperkirakan secara andal bahwa lebih dari 60% dari semua pengetahuan yg ada di dunia saat ini berasal dari Tiongkok , sebuah fakta yg disapu oleh Barat .

Joseph Needham , ahli biokimia Inggris , sejarawan ilmiah , dan profesor di Universitas Cambridge , secara luas dinilai sebagai salah satu intelektual paling menonjol abad ke-20. Pelajar² Tiongkok yg berkunjung di Cambridge berulang kali memberitahunya bahwa metode dan penemuan ilmiah Barat yg dibahas di kelasnya berasal dari Tiongkok ber-abad² sebelumnya. Needham sangat tertarik sehingga dia menjadi fasih berbahasa Mandarin , kemudian pergi ke Tiongkok untuk menyelidiki . Dia menemukan banyak bukti tentang kebenaran klaim² itu dan memutuskan untuk tetap tinggal di China untuk menulis buku untuk mendokumentasikan apa yg dianggap sebagai penemuan yg sangat penting bagi dunia . Needham tidak pernah menyelesaikan tugasnya membuat katalog sejarah penemuan Tiongkok . Satu bukunya menjadi 26 buku dan dia meninggal pada 1995 , dengan pekerjaannya masih berlanjut hingga hari ini oleh murid-muridnya. Satu pengantar yg bagus untuk topik ini adalah ringkasan karya Needham dari Robert Temple . 

( 1 )
Kami semua diajari di sekolah bahwa mesin cetak dengan tipe bergerak ditemukan di Jerman oleh Johannes Gutenberg sekitar tahun 1550 . Tidak demikian . China tidak hanya menemukan kertas , tetapi juga mesin cetak dengan jenis set bergerak , yg umum digunakan di China 1.000 tahun sebelum Gutenberg lahir . Demikian pula , kami diajari bahwa orang Inggris James Watt menciptakan mesin uap . Dia tidak melakukannya . Mesin uap digunakan secara luas di Tiongkok 600 tahun sebelum Watt lahir . Ada teks² kuno dan gambar² kuno untuk mengilustrasikan dan membuktikan orang Tiongkok menemukan dan mendokumentasikan " Segitiga Pascal " 600 tahun sebelum Pascal menyalinnya , dan orang Tiongkok menyatakan Hukum Gerak Pertama Newton 2.000 tahun sebelum Newton .

Hal yg sama berlaku untuk ribuan penemuan yg sekarang diklaim Barat sebagai milik mereka tetapi dimana ada dokumentasi konklusif untuk membuktikan bahwa mereka berasal di Tiongkok ratusan dan kadang² ribuan tahun sebelum Barat menyalinnya . Bukan untuk apa² bahwa Marco Polo digambarkan di Tiongkok sebagai " pencuri hebat Eropa " . Beberapa paragraf berikutnya diadaptasi terutama dari informasi di buku Temple , yg saya sangat rekomendasikan .

Orang Tiongkok menemukan sistem bilangan desimal , pecahan desimal , angka negatif dan nol , sejauh ini di masa lalu sehingga asalnya hilang dalam kabut waktu . Orang Tiongkok melacak bintik² dan komet matahari dengan detail dan akurasi sedemikian rupa sehingga catatan² kuno ini masih digunakan sebagai dasar untuk prediksi dan pengamatan mereka saat ini. Orang Tiongkok mengebor gas alam sekitar 2.500 tahun yg lalu , dengan kedalaman 4.800 kaki , dengan pipa bambu untuk mengirimkan gas ke kota² terdekat . Orang Tiongkok memelopori penambangan dan penggunaan batu bara jauh sebelum diketahui di Barat . Marco Polo dan pedagang Arab kagum pada " batu hitam " yg ditambang oleh orang Tiongkok dari tanah , yg akan terbakar perlahan sepanjang malam .

Tiongkok telah mencetak uang kertas hampir 1.500 tahun yg lalu , dilakukan dengan cara untuk mencegah pemalsuan . Kertas pembungkus , serbet kertas dan kertas toilet semuanya digunakan secara umum di Tiongkok 2.000 tahun sebelum Barat dapat memproduksinya . Mereka adalah yg pertama menciptakan dan mengembangkan jam mekanis penuh dengan pelarian yg benar , ber-abad² sebelum Swiss melakukannya . Orang Tiongkok menemukan seismograf yg cerdik yg masih digunakan yg tidak hanya menjelaskan tingkat keparahan tetapi juga arah dan jarak gempa . Tiongkok menciptakan balon udara panas , parasut , penerbangan berawak dengan layang² , gerobak dorong dan korek api . Mereka menemukan laboratorium yg tertutup rapat untuk percobaan ilmiah . Mereka menemukan sabuk dan rantai drive , kapal roda paddlewheel , rotor helikopter dan baling² , jembatan lengkungan segmental . Mereka menemukan penggunaan tenaga air dan pompa rantai , pegangan engkol , semua metode konstruksi untuk jembatan gantung , kaliper geser , gulungan ikan , proyeksi gambar , lentera ajaib , sistem suspensi gimbal , sistem suspensi gimbal . Tiongkok tidak hanya menemukan roda pemintal , mesin carding dan alat tenun , tetapi juga pemimpin dunia dalam inovasi teknis dalam pembuatan tekstil , lebih dari 700 tahun sebelum revolusi tekstil abad ke-18 di Inggris .

Keahlian Tiongkok dengan porselen halus sudah sangat maju ribuan tahun yg lalu , bahwa bahkan hari ini diakui kemampuan mereka bahkan tidak pernah disamakan di Barat , apalagi dilampaui . Orang Tiongkok menemukan tidak hanya magnetisme tetapi juga remanensi magnetik dan induksi , serta kompas . Mereka menemukan bubuk mesiu , bom asap , meriam , panah , pelindung tubuh berlapis , kembang api , penyembur api , granat , ranjau darat dan laut , roket multi-tahap , mortir dan senjata berulang . Tiongkok memiliki saluran irigasi yg juga digunakan untuk transportasi dan orang Tiongkok menemukan kunci saluran yg dapat menaikkan dan menurunkan kapal ke tingkat yg berbeda 1.500 tahun sebelum Amerika membangun Terusan Panama . Tiongkok memiliki bendungan tahan gempa yg berfungsi hari ini yg dibangun sekitar 250 SM .

Satu milenium yg lalu , orang Tiongkok menyusun dan mengembangkan ilmu imunologi - memvaksinasi orang untuk penyakit seperti cacar , mengetahui cara mengekstrak dan menyiapkan vaksin sehingga dapat diimunisasi dan tidak menginfeksi . Mereka menemukan ritme sirkadian dalam tubuh manusia , sirkulasi darah dan ilmu endokrinologi . Orang Tiongkok menggunakan urin dari wanita hamil untuk membuat hormon seks 2.000 tahun yg lalu , memahami bagaimana mereka bertindak pada tubuh dan bagaimana menggunakannya . Masih banyak buku medis Tiongkok yg sudah berusia ber-abad² , yg mendokumentasikan semua ini dan banyak lagi . Sekitar tahun 1550 , China menyusun ensiklopedia Pengobatan Tradisional Tiongkok dengan volume 52 yg menggambarkan hampir 2.000 sumber herbal dan 10.000 resep medis . Di antara mereka adalah minyak chaulmoogra , yg masih satu²nya pengobatan yg dikenal untuk kusta .

Tiongkok merancang dan membangun kapal komersial terbesar di dunia , yg ber-kali² lebih lama dan volumenya sepuluh kali lebih besar daripada apa pun yg dapat dibangun Barat pada saat itu . Pada akhir tahun 1500-an , kapal² Inggris terbesar memindahkan 400 ton , sementara China memindahkan lebih dari 3.000 ton . Kapal² Barat kecil , tidak terkendali dan rapuh dan tidak berguna untuk melakukan perjalanan jarak jauh . Ribuan tahun yg lalu , kapal² Tiongkok memiliki kompartemen kedap air yg memungkinkan mereka untuk melanjutkan perjalanan bahkan ketika rusak . Selain itu , kapal² Tiongkok tidak hanya memiliki banyak tiang kapal, tetapi Tiongkok juga menciptakan kapal layar yg memungkinkan kita berlayar hampir seperti angin , seperti halnya perahu layar saat ini dan karenanya tidak bergantung pada arah angin untuk perjalanan mereka. Layar luff mereka berisi reng bambu dijahit yg menjaga layar penuh dan efisien secara aerodinamis , seperti yg digunakan perahu layar balap saat ini . Orang Tiongkok menemukan kemudi kapal - sesuatu yg tidak pernah berhasil dilakukan orang Eropa , mampu mengarahkan diri hanya dengan dayung dan layar Eropa memungkinkan mereka melakukan perjalanan hanya ke arah angin , yg berarti kapal harus tetap di tempat , kadang² selama ber-bulan² , menunggu angin yg menguntungkan .

Peta Tiongkok adalah yg terbaik di dunia , atas perintah besarnya , selama lebih dari satu milenium dan ketepatan peta mereka menjadi legendaris , karena jauh didepan Barat . Tiongkok menciptakan proyeksi Mercator , peta pertolongan , kartografi kuantitatif , dan tata letak kisi . Tiongkok memiliki kompas dan pengetahuan astronomi yg sedemikian luas sehingga mereka selalu tahu di mana mereka berada , dapat merencanakan kursus dan mengikuti mereka dengan kompas dan grafik bintang dan dapat berlayar ke mana pun mereka inginkan , terlepas dari arah angin . Seperti yg ditunjukkan Needham , Tiongkok berada jauh di depan dunia Barat dalam pelayaran dan navigasi sehingga perbandingan hanya memalukan . Hanya ketika Barat berhasil menyalin dan mencuri teknologi pelayaran dan navigasi Tiongkok , ia dapat mulai berkeliling dunia dan menjajahnya . James Petras menulis , “ Sangat penting untuk menekankan bagaimana Tiongkok , kekuatan teknologi dunia antara tahun 1100 dan 1800 , memungkinkan kemunculan Barat . Hanya dengan meminjam dan mengasimilasi inovasi² Tiongkok barulah Barat mampu melakukan transisi ke ekonomi kapitalis dan imperialis modern . ” 

( 2 )
Tiongkok 1.000 tahun lebih maju dari Barat dalam hal apa pun yg berkaitan dengan logam - besi tuang , besi tempa , baja , baja karbon , baja temper , baja dilas . Orang² Tiongkok sangat ahli di bidang metalurgi sehingga mereka bisa melemparkan lonceng yg bisa menghasilkan nada apapun . Jauh sebelum 1.000 M , Tiongkok adalah produsen baja utama dunia . Saya percaya James Petras-lah yg mencatat bahwa pada sekitar 1.000 M . Tiongkok memproduksi sekitar 125.000 ton baja per tahun , sementara 800 tahun kemudian Inggris hanya dapat memproduksi 75.000 ton . ( 1 ) Orang Tiongkok menemukan blast furnace , bellow aksi ganda untuk mencapai suhu tinggi yg diperlukan untuk peleburan dan pelunakan logam . Mereka menemukan pembuatan baja dari besi cor . Mereka unggul dalam menciptakan paduan logam dan sangat awal casting dan penempaan koin yg terbuat dari tembaga , nikel dan seng . Seluruh proses penambangan , peleburan dan pemurnian seng , berasal dari Tiongkok . Orang Tiongkok mengembangkan proses penambangan itu sendiri dan konsentrasi dan ekstraksi logam .

Tiongkok sangat maju di bidang pertanian , setelah menemukan kipas penampi dan bor benih , membuat proses yang mudah untuk mengolah , menanam dan memanen . Orang² Eropa dan Amerika masih menanam benih dengan menyebarkan biji²an dari kantung , praktik yg sangat boros yg mengharuskan penghematan 50% dari hasil panen setiap tahun untuk benih . Tiongkok mengembangkan bajak yang efisien secara ilmiah yg belum pernah disamakan dan masih digunakan di seluruh dunia saat ini . Mereka menemukan dan mengembangkan memanfaatkan dan kerah binatang yg per-tama² mengizinkan kuda digunakan untuk menarik beban . Eropa tidak memiliki bajak yg efisien , dan satu²nya cara mereka memanfaatkan hewan adalah dengan memasang tali di leher mereka , yg hanya berhasil pada hewan yg mencekik diri mereka sendiri . Orang Tiongkok menemukan pelana dan sanggurdi . Produksi pangan Tiongkok adalah pesanan yg lebih besar dari dunia selama lebih dari 1.000 tahun , kemajuannya di bidang pertanian sebagai penyebab yg memungkinkan dari revolusi pertanian Eropa yg pertama kali mengizinkannya untuk mulai memberi makan sendiri secara memadai . Orang Tiongkok mengenakan sutra halus dan pakaian katun dan menggunakan kertas toilet sementara ber-abad² kemudian orang Eropa masih memakai kulit binatang .

Hanya sedikit orang di Barat yang akrab dengan Armillary Spheres China . Keajaiban dunia ini , dilemparkan dalam perunggu beberapa meter dengan diameter dan indah dihiasi dengan naga dan phoenix , adalah beberapa instrumen observatorium astronomi tertua dan paling akurat yg ada , beberapa dibuat lebih dari 3.500 tahun yg lalu ketika negara² Barat tidak memiliki pengetahuan tentang hal-hal seperti . Mereka menentukan dan mengukur posisi dan ekliptik ekuatorial dan koordinat horizontal benda langit , posisi dan gerakan harian 1.500 bintang dan rasi bintang 
satu contoh lagi bw ribuan tahun sebelum masehi Tiongkok sdh bisa membuat formasi langka rahasia unt melindungi tempat2 rahasia yg disembunyikan di dalam goa yg mana formasi rahasia itu sama barat di modifikasi dng cara putar sbg kunci brankas .
ilmu kedokteran jaman dulu tidak pakai obat bius unt operasi otak kepala pun hnya diperlukan ilmu totok syaraf maka pasien dlm keadaan sadar namun tidak merasakan sakit. Ilmu tusuk jarumnya juga dipelajari agar tidakdikatakan plagiat mk barat menggunakan arus listrik kecil sbg pengganti jarumnya dan banyak lagi . Ketika Pasukan Barat menginvasi Tiongkok pada akhir 1800-an , mereka begitu terpesona sehingga mereka menjarah sebagian besar harta ini dan data berabad-abad dari observatorium kuno , membongkar instrumen dan memindahkannya ke Eropa , mengembalikan beberapa ke China sebagai bagian dari Perjanjian . setelah Perang Dunia Pertama .

Itu membuat orang tidak dapat ber-kata² untuk mempelajari luasnya penemuan² Tiongkok yg ada ratusan tahun dan seringkali ribuan tahun , sebelum mereka muncul di Barat . Needham menerbitkan tidak hanya teks² Tiongkok kuno yg dapat diberi tanggal secara akurat, tetapi foto² gambar lama yg dengan jelas menggambarkan semua item ini. Ini bukan masalah sederhana bubuk mesiu dan kembang api , tetapi penemuan yg mencakup seluruh jajaran pengetahuan manusia , yg semuanya telah disembunyikan dari dunia Barat secara sadar . Needham membuat penemuannya pada tahun 1940-an , tetapi baik pendidikan Barat maupun media tidak pernah merujuk atau mengakui mereka .
nyata hari ini seluruh umat manusia di dunia ini dibuat tercengan dng hasil kerja nyata org Tiongkok yg selama bbrp dekade ini blm pernah bisa dikerjakan oleh mrk di barat yg merasa mrk lah yg paling pintar......
Salam Kabud Senja....semoga info ini buat kita bisa lbh bermanfaat....unt anak cucu kita kelak

Sabtu, 23 November 2019

TIM

BantuViral kan dong 

Pemprov DKI ingin merubah TIM menjadi Hotel Luxury Bintang 5 yang menimbulkan Reaksi keras dari seniman Lintas Generasi yang sudah aktif di TIM sejak era Gubernur Ali Sadikin, bahkan Ahok berencana untuk memperbaiki TIM bukan merubahnya jadi Hotel Bintang 5

“INI PERAMPOKAN!”
(Dari Diskusi “PKJ-TIM Mau Dibawa Kemana?”, PDS HB Jassin, 20/11/2019)

“Taman Ismail Marzuki ini adalah rumah kita. Kita harus pertahankan! Bagaimana hubungannya, membangun kebudayaan dengan membangun hotel bintang lima di TIM ini. Itu kebudayaan Goblok! Sedangkal itukah pemahaman tentang kesenian dan kebudayaan? Yang terjadi sekarang adalah assanisasi terhadap kebudayaan. Terhadap ruang kesenian kita. Ya. Kalau begini, jangankan Gubernur, Presiden pun kita lawan! TIM dibangun untuk para seniman mengeluarkan kreasinya bukan buat rencana pemugaran berujung dibangunnya Hotel bintang Lima! Ini keterlaluan!” ujar Radhar Panca Dahana lantang, menyambut protes keras yang disuarakan para seniman pada pertemuan siang semalam, di PDS HB Jassin.

Pertemuan dengan pembicara Radhar Panca Dahana, Taufiq Ismail, Abdul Hadi WM, Taufik Azhar, anggota Komisi B DPRD DKI yang membidangi urusan ekonomi (bah, apa urusannya dengan TIM?), dan Dadang Solihin, Deputi Gubernur Jakarta bidang Budaya dan Pariwisata itu berlangsung panas. “Ini perampokan!” seseorang berteriak. 

Kemarahan para seniman tak terbendung. “Kami tidak butuh hotel apa pun di sini!”

Apalagi, Dadang Solihin yang dikirim mewakili Gubernur Anies Baswedan, yang baru dua bulan diangkat sebagai Deputi itu, ternyata tidak tahu apa-apa tentang persoalan yang merundung TIM. 

Tidak memahami suasana batin para seniman yang sudah berbulan-bulan memendam rasa sesak di hati, namun dengan enteng ia menggurui dengan menyebut-nyebut definisi pembangunan: ”Saudara-saudara, pembangunan itu adalah perubahan dari suatu keadaan..”. 

”Mana Pak Anies! Seharus dia yang bicara di sini!” seseorang menyergah. 

Yang lebih tolol lagi, ia malah menyebut-nyebut dirinya sebagai seorang rektor di salah satu PT swasta, dan tidak takut meski dihadang golok panjang sekali pun oleh jawara Banten! Agaknya, beliau mengira sedang berhadapan dengan para preman di ruangan yang disesaki para seniman dari berbagai elemen itu.

“Memasuki TIM dan melihat pagar-pagar putih di mana-mana, saya luarbiasa terkejut!” ujar Taufiq Ismail, dengan nada suara menahan emosi, mengawali kesaksiannya tentang sejarah berdirinya TIM. Pada beberapa bagian, ia berkisah dengan suara tercekat, dan menangis.

“Saya berterima kasih diundang dalam acara ini. Saya diundang oleh Fatin Hamama. Ketika tadi, melihat pagar-pagar putih di mana-mana, saya luar biasa terkejut! 

Saya terkenang apa yang terjadi 60 tahun yang lalu. Masa itu baru terjadi pergolakan luar biasa di negeri ini. Kita semua tahu itu. Dan  alhamdulillah, pemberontakan itu gagal. Kami semua, para seniman merasa sangat lega. Lalu, selanjutnya kami tertanya, bagaimana mengisi ibukota Republik ini. Dan kami berdiskusi tentang apa yang akan dibuat. Suatu ketika, kami melintas di jalan Cikini, di depan sana. Kami melihat binatang-binatang yang sedang dipindah dan diangkut ke Ragunan. Melihat itu, kami berseru: Naah, ini tempat kita! Ini tempat kita berkesenian! 

Buru-buru kami menemui Gubernur Ali Sadikin. Waktu itu, masih ada kandang-kandang binatang di tempat ini, kandang singa, kandang beruang, dan lain-lain.
Kami katakan, di Jakarta ini perlu sebuah pusat kesenian. Dulu kalau mau berpameran tempatnya di Balai Budaya, mau berpentas teater di di tempat lain. Dan sebagainya. Terpisah-pisah. Jadi, diperlukan sebuah tempat dengan macam-macam acara kesenian bisa diselenggarakan. 

Gubernur Ali Sadikin menyambutnya dengan baik. Kata Bang Ali: Usulan itu saya minta dituliskan. Lalu segeralah saat itu juga kami tuliskan di kertas folio,  satu setengah folio panjangnya. “Setuju!”, kata Bang Ali.

Teater Terbuka, Teater Tertutup, ramaiiii. Berjalan dua tahun, ee, devisit. Tekor. Kenapa? Padahal tiket-tiket sudah habis dijual. Tapi rupanya tidak cukup untuk membiayai kegiatan. Marah Ali Sadikin. Kami dipanggil. Nah. Kebetulan, waktu itu, saya membaca sepotong berita di koran New York Times. Diberitakan, Pusat Kesenian di New York melaporkan kegiatannya yang juga defisit, sampai sekitar 40%. Gubernur New York bilang, tidak apa-apa defisit. Memang begitu untuk urusan kesenian.

Saya bawa koran itu. Saya tunjukkan koran itu kepada Gubernur Ali. Ia baca satu kali. Dia baca dua kali. Akhirnya dia putuskan: “Ya. Sudah. TIM disubsidi!” Oo, luar biasa! Senang sekali hati kami. Alhamdulillah.

Itulah asal-usul mengapa Taman Ismail Marzuki ini ada. Saya beruntung, dikurniai usia lanjut oleh Allah. Kawan-kawan seniman yang  bergiat waktu itu, 99 orang telah meninggal. 

Saya merasa titik airmata saya.. (Taufiq Ismail terisak-isak). Goncangan besar bagi kita ini. Bagus itu, saudara-saudara marah-marah. Ini semua harus dilawan. Janganlah tidak berlanjut. Jangan sampai. Zaman saya sudah berbeda. Saya hanya bisa  berdoa. Membantu dengan doa..”

Ruangan pertemuan di PDS HB Jassin hening. Semua terdiam. Saya segera teringat Catatan Kebudayaan bertajuk “Penguasa, Politik, dan Seniman”, yang ditulis oleh Taufiq Ismail dalam majalah Horison edisi Juli Tahun 1968:

“Gubernur Ali Sadikin didepan budayawan2 Jakarta, 9 Mei 1968, menekankan bahwa ‘dalam pembinaan kehidupan kebudayaan diibukota yang akan datang ini, melalui Pusat Kebudayaan, politik tidak boleh lagi intervensi semacam dimasa pra-Gestapu’. Dengan demikian sesungguhnya Gubernur Jakarta Raya telah memperjelas tersingkapnya sebuah priode baru yang menyegarkan dalam kehidupan kulturil diibukota kita ini.

Sebagai seorang penguasa Ali Sadikin mengetahui dimana letak dia plus aparatnya dalam pembinaan sektor kebudayaan kota jutaan ini. Tugasnya, sebagaimana diucapkannya sendiri, adalah ‘menyediakan infra-struktur bagi kegiatan2 itu’. Konkritnya ialah mempersiapkan sebuah gugusan bangunan bernama Pusat Kesenian dikompleks bekas Garden Hall dan Kebun Binatang di jalan Cikini. 

‘Tetapi selanjutnya, bagaimana menghidupkan dan berkreasi didalamnya, itu adalah urusan saudara2 sendiri’. Ali Sadikin tidak punya pretensi penguasa yang paling tahu segalanya dan menekankan kemauan seleranya. Bahkan didalam penyusunan Dewan Kesenian, Gubernur tidak setuju menempatkan Dinas Kebudayaan D.C.I. yang adalah aparatnya sendiri. ‘Biarlah saudara2 yang betul-betul seniman kreatif mengisinya, saudara2 yang berkecimpung dalam hal ini tanpa makan gaji pemerintah, saudara2 yang benar-benar berkarya dibidang ini. Kami sebagai pamong bertugas mengadakan infra-strukturnya”. 

Yang menjadi persoalan ialah seperti pertanyaan yang diajukan oleh Abdul Hadi WM, salah seorang anggota Akademi Jakarta:  “Apakah nasi sudah jadi bubur? Kalau sudah jadi bubur, sekarang mau dibikin apa? Dulu ada Teater Arena, ada Wisma Seni, dan sebagainya. Ruang-ruang tempat para seniman akrab berdiskusi. Sebaiknya, kembalikanlah suasana seperti dulu..” 

Kuatir pertemuan itu, hanya menjadi formalitas tak bermakna, dan hotel berbintang lima akan tegak mengangkang di sana, dengan Poppy dan Sandra mendesah di sana, dan TIM dikelola dengan gaya hitung dagang bisnis ala Jakarta Propertindo atawa Jakpro, maka dicetuskanlah “Pernyataan Cikini”, yang ditandatangani oleh Radhar Panca Dahana dan seluruh seniman yang hadir dalam pertemuan itu. Pernyataan keras, semacam peringatan, yang dititipkan untuk disampaikan kepada Sang Gubernur.

PERNYATAAN CIKINI

Bersama ini, 
Kami seluruh seniman dan seniwati Taman Ismail Marzuki menyatakan dengan tegas 

MENOLAK:

1. Pelibatan Jakpro dalam mengurus atau mengembangkan seluruh fasilitas/isi kompleks Taman Ismail Marzuki.

2. Jika revitalisasi dalam bentuk apa pun tidak melibatkan secara langsung pendapat dan atau kerja para seniman dan seniwati yang ada di dalamnya.

3. Upaya pembangunan dalam ruang kebudayaan yang luas, termasuk membangun manusia unggul, tanpa pemahaman komprehensif dan sosialisasi di kalangan yang adekuat makna kebudayaan yang sebenarnya.

Jakarta, 20 Nopember 2019
Mewakili seluruh aktivis Taman Ismail Marzuki

Radhar Panca Dahana, 
(beserta seluruh seniman yang hadir di ruang PDS HB Jassin, al. Mogan Pasaribu, dkk. berikut tanda tangan masing-masing).

Menghadapi penghinaan ini, tak bisa tidak, bersatulah para seniman se-Jakarta! Dan jika masa depan TIM juga dianggap penting oleh para seniman di luar Jakarta, maka seruannya adalah: “Bersatulah para seniman se-Indonesia!”

Pidato pak menteri Nadeem 2019

PIDATO MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
PADA UPACARA BENDERA PERINGATAN HARI GURU NASIONAL TAHUN 2019

Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Selamat pagi dan salam kebajikan bagi kita semua,

Bapak dan Ibu Guru yang saya hormati,
Biasanya tradisi Hari Guru dipenuhi oleh kata-kata inspiratif dan retorik.
Mohon maaf, tetapi hari ini pidato saya akan sedikit berbeda. Saya ingin berbicara apa adanya, dengan hati yang tulus, kepada semua guru di Indonesia, dari Sabang sampai Merauke.

Guru Indonesia yang tercinta, tugas Anda adalah yang termulia sekaligus yang tersulit.

Anda ditugasi untuk membentuk masa depan bangsa, tetapi lebih sering diberi aturan dibandingkan dengan pertolongan.

Anda ingin membantu murid yang mengalami ketertinggalan di kelas, tetapi waktu Anda habis untuk mengerjakan tugas administratif tanpa manfaat yang jelas.

Anda tahu betul bahwa potensi anak tidak dapat diukur dari hasil ujian, tetapi terpaksa mengejar angka karena didesak berbagai pemangku kepentingan.

Anda ingin mengajak murid keluar kelas untuk belajar dari dunia sekitarnya, tetapi kurikulum yang begitu padat menutup pintu petualangan.

Anda frustasi karena Anda tahu bahwa di dunia nyata kemampuan berkarya dan berkolaborasi akan menentukan kesuksesan anak, bukan kemampuan menghafal.

Anda tahu bahwa setiap anak memiliki kebutuhan berbeda, tetapi keseragaman telah mengalahkan keberagaman sebagai prinsip dasar birokrasi.

Anda ingin setiap murid terinspirasi, tetapi Anda tidak diberi kepercayaan untuk berinovasi.

Saya tidak akan membuat janji-janji kosong kepada Anda. Perubahan adalah hal yang sulit dan penuh dengan ketidaknyamanan. Satu hal yang pasti, saya akan berjuang untuk kemerdekaan belajar di Indonesia.

Namun, perubahan tidak dapat dimulai dari atas. Semuanya berawal dan berakhir dari guru. Jangan menunggu aba-aba, jangan menunggu perintah. Ambil langkah pertama.

Besok, di manapun Anda berada, lakukan perubahan kecil di kelas Anda.
- Ajaklah kelas berdiskusi, bukan hanya mendengar.
- Berikan kesempatan kepada murid untuk mengajar di kelas.
- Cetuskan proyek bakti sosial yang melibatkan seluruh kelas.
- Temukan suatu bakat dalam diri murid yang kurang percaya diri.
- Tawarkan bantuan kepada guru yang sedang mengalami kesulitan.

Apa pun perubahan kecil itu, jika setiap guru melakukannya secara serentak, kapal besar bernama Indonesia ini pasti akan bergerak.

Selamat Hari Guru,