Seorg gadis cilik yg miskin dilarang masuk ke sekolah minggu, "Tempatnya sudah penuh," kata sang guru, melirik pakaian kumal si gadis.
Si gadis menunduk lesu, jongkok menunggu di depan pintu. Kebetulan lewat seorg pastur muda, Ia menyapa si gadis cilik: "Kenapa tdk masuk? Si gadis menjawab lirih, katanya tempatnya sdh penuh.
Si pastur muda menuntun si gadis penuh kasih, masuk ke dlm kelas, mencari bangku kosong di depan. Si gadis disuruh duduk.
Semenjak itu mrk berteman baik. Pastur muda membimbing si gadis cilik, menemukan damai di dlm gereja.
2 thn berlalu, krn sakit menahun, si gadis meninggal dunia. Dgn penuh kesedihan pastur muda ke rumah si gadis, membantu membereskan barang2 si gadis yg tdk seberapa. Di dlm sebuah laci lemari yg usang, ditemukan sebuah saputangan kumal. Terbungkus di dlmnya, sepucuk surat yg ditulis tangan & segenggam uang logam 57sen, hasil tabungannya selama 2 thn lebih. Isi suratnya demikian:
"...saya ingin menyumbangkan uang ini utk membangun gereja sehingga bisa menampung lebih banyak anak2 seperti saya....".
Si pastur muda tak kuasa menahan airmata yg mengambang. Airmata menetes deras membasahi surat.
Sebuah suratkabar lokal mendengar kisah ini. Ditulis & diterbitkan.
Kuasa Tuhan sungguh luar biasa. Seorg malaikat cilik telah dikirimkan olehNYA, utk menyentuh mereka yg berhati keras. Sumbangan mengalir deras, berupa sumbangan Tanah, Uang & Bangunan, serta tenaga sukarela. Kini berdiri megah mengelilingi gereja, sebuah sekolah baru, rumah sakit & gereja lebih besar.
Uang 57 sen mungkin tak seberapa, mungkin tak kan berarti apa2, namun telah menggerakkan sebuah kemanusiaan.
Jika kita menjaga hal yg kecil, berkat akan mengalir. Jgn menyepelekan hal2 yg kecil apalagi menghinanya.., krn
HAL YANG KECIL BISA MERUBAH MENJADI SESUATU YANG BESAR !
Kamis, 26 September 2013
Penyesalan
Penyesalan terbesar yang dialami manusia bukanlah penyesalan akan apa yang telah ia lakukan. Tetapi, Penyesalan atas apa yang tidak dilakukan.
Ketika berada dalam situasi/kondisi yang menantang, banyak yang tidak memberikan kontribusi terbaik. Melakukan segala sesuatu, seadanya.
“Saat aku diberi sesuatu yg menantang, aku malah menghindar, andai kesempatan itu dulu aku ambil maka kehidupanku tidak akan seperti ini jadinya".
Ada juga yg menyesal, “Ketika kesempatan itu datang, aku takut untuk mengambilnya. Aku terlalu kerdil.”
Ya, memang banyak orang yang menyadari bahwa kesempatan yang sama jarang datang dua kali.
Tapi sayang, kesadaran itu muncul justru saat mereka telah tua.
“Ketika orang-orang yg mencintaiku, pasangan hidupku, anak-anaku meminta perhatianku, aku begitu sibuk dengan diriku dan keberhasilanku sendiri, hingga akhirnya aku menyadari, aku telah kehilangan cinta mereka.
Hidupku terasa kering. Bahkan aku tak lagi bisa menemukan makna kehadiran diriku di dunia ini”.
Begitu juga ada yg menyesal tentang hubungannya dengan orang tua.
“Saat aku diberi kesempatan merawat orang tuaku, aku malah menyia-nyiakannya.
Aku justru lebih banyak mengeluh, perhatianku tidak 100% kepada mereka.
Bahkan kata-kataku sering menyakiti mereka. Saat orang tuaku meninggal, aku baru menyadari bahwa aku telah menjadi anak yang tidak berbakti.”
Semoga kita bukan orang yg menyesal saat ajal menjemput.
Kita tidak menyia-nyiakan setiap kesempatan berbuat baik yang ada di depan mata.
Kita tidak menunda-nunda apa yang harus kita kerjakan
Kita tidak menolak setiap kesempatan baik yang datang.
Kita tidak pernah lupa & mengabaikan orang-orang disekitar kita yg menyayangi kita dgn caranya sendiri.
Dan sekarang maukah anda berbaik hati kepada orang lain ?
Ketika berada dalam situasi/kondisi yang menantang, banyak yang tidak memberikan kontribusi terbaik. Melakukan segala sesuatu, seadanya.
“Saat aku diberi sesuatu yg menantang, aku malah menghindar, andai kesempatan itu dulu aku ambil maka kehidupanku tidak akan seperti ini jadinya".
Ada juga yg menyesal, “Ketika kesempatan itu datang, aku takut untuk mengambilnya. Aku terlalu kerdil.”
Ya, memang banyak orang yang menyadari bahwa kesempatan yang sama jarang datang dua kali.
Tapi sayang, kesadaran itu muncul justru saat mereka telah tua.
“Ketika orang-orang yg mencintaiku, pasangan hidupku, anak-anaku meminta perhatianku, aku begitu sibuk dengan diriku dan keberhasilanku sendiri, hingga akhirnya aku menyadari, aku telah kehilangan cinta mereka.
Hidupku terasa kering. Bahkan aku tak lagi bisa menemukan makna kehadiran diriku di dunia ini”.
Begitu juga ada yg menyesal tentang hubungannya dengan orang tua.
“Saat aku diberi kesempatan merawat orang tuaku, aku malah menyia-nyiakannya.
Aku justru lebih banyak mengeluh, perhatianku tidak 100% kepada mereka.
Bahkan kata-kataku sering menyakiti mereka. Saat orang tuaku meninggal, aku baru menyadari bahwa aku telah menjadi anak yang tidak berbakti.”
Semoga kita bukan orang yg menyesal saat ajal menjemput.
Kita tidak menyia-nyiakan setiap kesempatan berbuat baik yang ada di depan mata.
Kita tidak menunda-nunda apa yang harus kita kerjakan
Kita tidak menolak setiap kesempatan baik yang datang.
Kita tidak pernah lupa & mengabaikan orang-orang disekitar kita yg menyayangi kita dgn caranya sendiri.
Dan sekarang maukah anda berbaik hati kepada orang lain ?
Rajin pangkal dihargai
Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan.
Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yg baik.
Ada seorang anak bekerja di toko sepeda. Suatu saat ada seseorang yg mengantarkan sepeda rusak untuk diperbaiki di toko tersebut. Selain memperbaiki sepeda tersebut, si anak ini juga membersihkan sepeda hingga bersih mengkilap. Anak2 lain menertawakan perbuatannya. Keesokan hari setelah sang empunya sepeda mengambil sepedanya, si anak itu ditarik/diambil kerja di tempatnya.
Ternyata untuk menjadi orang yg berhasil sangat mudah, cukup punya inisiatif sedikit saja.
Seorang anak berkata pada ibunya : "Ibu hari ini sangat cantik." Ibu menjawab : "Mengapa?" Anak menjawab : "Karena hari ini ibu sama sekali tidak marah-marah."
Ternyata untuk memiliki kecantikan sangatlah mudah, hanya perlu tidak marah-marah.
Seorang pelatih bola berkata pada muridnya : "Jika sebuah bola jatuh ke dalam rerumputan, bagaimana cara mencarinya?" Ada yg menjawab : "Cari mulai dari bagian tengah." Ada pula yg menjawab : "Cari di rerumputan yg cekung ke dalam." Dan ada yg menjawab : "Cari di rumput yg paling tinggi." Pelatih memberikan jawaban yg paling tepat : "Setapak demi setapak cari dari ujung rumput yg sebelah sini hingga ke rumput sebelah sana."
Ternyata jalan menuju keberhasilan sangat gampang, cukup melakukan segala sesuatunya setahap demi setahap secara berurutan, jangan meloncat - loncat.
Ada segerombolan orang yg berjalan di padang pasir, semua berjalan dengan berat, sangat menderita, hanya satu orang yg berjalan dengan gembira. Ada yg bertanya : "Mengapa engkau begitu santai?" Dia menjawab sambil tertawa : "Karena barang bawaan saya sedikit."
Ternyata sangat mudah untuk memperoleh kegembiraan, cukup tidak serakah & tidak memiliki beban berlebih.
Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yg baik.
Ada seorang anak bekerja di toko sepeda. Suatu saat ada seseorang yg mengantarkan sepeda rusak untuk diperbaiki di toko tersebut. Selain memperbaiki sepeda tersebut, si anak ini juga membersihkan sepeda hingga bersih mengkilap. Anak2 lain menertawakan perbuatannya. Keesokan hari setelah sang empunya sepeda mengambil sepedanya, si anak itu ditarik/diambil kerja di tempatnya.
Ternyata untuk menjadi orang yg berhasil sangat mudah, cukup punya inisiatif sedikit saja.
Seorang anak berkata pada ibunya : "Ibu hari ini sangat cantik." Ibu menjawab : "Mengapa?" Anak menjawab : "Karena hari ini ibu sama sekali tidak marah-marah."
Ternyata untuk memiliki kecantikan sangatlah mudah, hanya perlu tidak marah-marah.
Seorang pelatih bola berkata pada muridnya : "Jika sebuah bola jatuh ke dalam rerumputan, bagaimana cara mencarinya?" Ada yg menjawab : "Cari mulai dari bagian tengah." Ada pula yg menjawab : "Cari di rerumputan yg cekung ke dalam." Dan ada yg menjawab : "Cari di rumput yg paling tinggi." Pelatih memberikan jawaban yg paling tepat : "Setapak demi setapak cari dari ujung rumput yg sebelah sini hingga ke rumput sebelah sana."
Ternyata jalan menuju keberhasilan sangat gampang, cukup melakukan segala sesuatunya setahap demi setahap secara berurutan, jangan meloncat - loncat.
Ada segerombolan orang yg berjalan di padang pasir, semua berjalan dengan berat, sangat menderita, hanya satu orang yg berjalan dengan gembira. Ada yg bertanya : "Mengapa engkau begitu santai?" Dia menjawab sambil tertawa : "Karena barang bawaan saya sedikit."
Ternyata sangat mudah untuk memperoleh kegembiraan, cukup tidak serakah & tidak memiliki beban berlebih.
Ibu yang Bijak
Ada seorang anak yang bertanya pada ibunya, “Ibu, temanku tadi cerita kalau ibunya selalu membiarkan tangannya sendiri digigit nyamuk sampai nyamuk itu kenyang supaya ia tak menggigit temanku. Apa ibu juga akan berbuat yang sama?”
Sang ibu tertawa dan menjawab terus terang, “Tidak. Tapi, Ibu akan mengejar setiap nyamuk sepanjang malam supaya tidak sempat menggigit kamu atau keluarga kita.”
Mendengar jawaban itu, si anak tersenyum dan kembali meneruskan kegiatan bermainnya. Tak berapa lama kemudian, si anak kembali berpaling pada ibunya.
Ternyata mendadak ia teringat sesuatu. “Terus Bu, aku waktu itu pernah dengar cerita ada ibu yang rela tidak makan supaya anak-anaknya bisa makan kenyang. Kalau ibu bagaimana?” Anak itu mengajukan pertanyaan yang hampir sama.
Kali ini sang Ibu menjawab dengan suara lebih tegas, “Ibu akan bekerja keras agar kita semua bisa makan sampai kenyang. Jadi, kamu tidak harus sulit menelan karena melihat ibumu menahan lapar.”
Si anak kembali tersenyum, dan lalu memeluk ibunya dengan penuh sayang. “Makasih, Ibu. Aku bisa selalu bersandar pada Ibu.”
Sembari mengusap-usap rambut anaknya, sang Ibu membalas, “Tidak, Nak! Tapi Ibu akan mendidikmu supaya bisa berdiri kokoh di atas kakimu sendiri, agar kamu nantinya tidak sampai jatuh tersungkur ketika Ibu sudah tidak ada lagi di sisimu. Karena tidak selamanya ibu bisa mendampingimu.”
Kita sering kali merasa rela berkorban diri demi sang buah hati? Tidak sadarkah kita bahwa sikap seperti itu bisa menumpulkan mental pemberani si anak?
Bijaklah bila semua orang tua tidak hanya menjadikan dirinya tempat bersandar bagi buah hati mereka, melainkan juga membuat sandaran itu tidak lagi diperlukan di kemudian hari.
Adalah bijak dgn membentuk anak-anaknya sebagai pribadi mandiri kelak di saat orang tua itu sendiri tidak bisa lagi mendampingi anak-anaknya di dunia.
Sang ibu tertawa dan menjawab terus terang, “Tidak. Tapi, Ibu akan mengejar setiap nyamuk sepanjang malam supaya tidak sempat menggigit kamu atau keluarga kita.”
Mendengar jawaban itu, si anak tersenyum dan kembali meneruskan kegiatan bermainnya. Tak berapa lama kemudian, si anak kembali berpaling pada ibunya.
Ternyata mendadak ia teringat sesuatu. “Terus Bu, aku waktu itu pernah dengar cerita ada ibu yang rela tidak makan supaya anak-anaknya bisa makan kenyang. Kalau ibu bagaimana?” Anak itu mengajukan pertanyaan yang hampir sama.
Kali ini sang Ibu menjawab dengan suara lebih tegas, “Ibu akan bekerja keras agar kita semua bisa makan sampai kenyang. Jadi, kamu tidak harus sulit menelan karena melihat ibumu menahan lapar.”
Si anak kembali tersenyum, dan lalu memeluk ibunya dengan penuh sayang. “Makasih, Ibu. Aku bisa selalu bersandar pada Ibu.”
Sembari mengusap-usap rambut anaknya, sang Ibu membalas, “Tidak, Nak! Tapi Ibu akan mendidikmu supaya bisa berdiri kokoh di atas kakimu sendiri, agar kamu nantinya tidak sampai jatuh tersungkur ketika Ibu sudah tidak ada lagi di sisimu. Karena tidak selamanya ibu bisa mendampingimu.”
Kita sering kali merasa rela berkorban diri demi sang buah hati? Tidak sadarkah kita bahwa sikap seperti itu bisa menumpulkan mental pemberani si anak?
Bijaklah bila semua orang tua tidak hanya menjadikan dirinya tempat bersandar bagi buah hati mereka, melainkan juga membuat sandaran itu tidak lagi diperlukan di kemudian hari.
Adalah bijak dgn membentuk anak-anaknya sebagai pribadi mandiri kelak di saat orang tua itu sendiri tidak bisa lagi mendampingi anak-anaknya di dunia.
Kisah Lie Mei
Berjual kue dipasar, karena miskin Lie Mei tidak pernah bermanja-manja kepada ibunya. Pada suatu musim dingin saat selesai bikin kue, Siu Lan melihat keranjang kuenya sudah rusak dan Siu Lan berpesan pada Lie Mei untuk nunggu di rumah karena ia akan membeli keranjang baru.
Saat pulang Siu Lan tidak menemukan Lie Mei di rumah. Siu Lan langsung sangat marah. Putrinya benar-benar tidak tahu diri, hidup susah tapi masih juga pergi main-main, padahal tadi sudah dipesan agar menunggu rumah. Akhirnya Siu Lan pergi sendiri menjual kue dan sbg hukuman pintu rumahnya dikunci dari luar agar Lie Mei tidak dapat masuk. Putrinya mesti diberi pelajaran, pikirnya geram.
Sepulang dari jual kue Siu Lan menemukan Lie Mei, gadis kecil itu tergeletak didepan pintu. Siu Lan berlari memeluk Lie Mei yang membeku dan sudah tidak bernyawa. Jeritan Siu Lan memecah kebekuan salju saat itu. Ia menangis meraung2, tetapi Lie Mei tetap tidak bergerak. Dengan segera Siu Lan membopong Lie Mei masuk kerumah. Siu Lan mengguncang2 tubuh beku putri kecilnya sambil meneriakkan nama Lie Mei. Tiba2 sebuah bingkisan kecil jatuh dari tangan Lie Mei. Siu Lan mengambil bungkusan kecil itu dan membuka isinya. Isinya sebuah biskuit kecil yg dibungkus kertas usang dan tulisan kecil yang ada dikertas adalah tulisan Lie Mei yang berantakan tp dpt dibaca, "Mama pasti lupa, ini hari istimewa bagi mama, aku membelikan biskuit kecil ini untuk hadiah, uangku tidak cukup utk membeli biskuit yang besar… Mama selamat ulang tahun".
KISAH NYATA ini dimuat di harian Xia Wen Pao-China, thn 2007.
(Negative thinking dpt menyebabkan penyesalan seumur hidup)
Saat pulang Siu Lan tidak menemukan Lie Mei di rumah. Siu Lan langsung sangat marah. Putrinya benar-benar tidak tahu diri, hidup susah tapi masih juga pergi main-main, padahal tadi sudah dipesan agar menunggu rumah. Akhirnya Siu Lan pergi sendiri menjual kue dan sbg hukuman pintu rumahnya dikunci dari luar agar Lie Mei tidak dapat masuk. Putrinya mesti diberi pelajaran, pikirnya geram.
Sepulang dari jual kue Siu Lan menemukan Lie Mei, gadis kecil itu tergeletak didepan pintu. Siu Lan berlari memeluk Lie Mei yang membeku dan sudah tidak bernyawa. Jeritan Siu Lan memecah kebekuan salju saat itu. Ia menangis meraung2, tetapi Lie Mei tetap tidak bergerak. Dengan segera Siu Lan membopong Lie Mei masuk kerumah. Siu Lan mengguncang2 tubuh beku putri kecilnya sambil meneriakkan nama Lie Mei. Tiba2 sebuah bingkisan kecil jatuh dari tangan Lie Mei. Siu Lan mengambil bungkusan kecil itu dan membuka isinya. Isinya sebuah biskuit kecil yg dibungkus kertas usang dan tulisan kecil yang ada dikertas adalah tulisan Lie Mei yang berantakan tp dpt dibaca, "Mama pasti lupa, ini hari istimewa bagi mama, aku membelikan biskuit kecil ini untuk hadiah, uangku tidak cukup utk membeli biskuit yang besar… Mama selamat ulang tahun".
KISAH NYATA ini dimuat di harian Xia Wen Pao-China, thn 2007.
(Negative thinking dpt menyebabkan penyesalan seumur hidup)
TUKANG LAS
Seorang tukang las mengetuk pintu rumah saya. "Apakah Anda memiliki panci atau ember yang perlu diperbaiki?", tanyanya."Ya", Jawab saya. Lalu saya mengambil panci yang bolong dasarnya dan gagangnya sudah rusak.
Pria tua itu duduk di tangga teras dan dengan hati-hati membuat perapian. Ia mulai menambal lubang dan memperbaiki panci itu. Saya terkesan saat mengamati cara dia melakukan tugasnya dengan usaha terbaik, dan berkomentar, "Anda terlihat sangat hati-hati dengan pekerjaan Anda."
"Ya", Jawabnya dengan senyum yang muncul di wajah keriputnya. "Saya mencoba melakukan yang terbaik."
"Tapi pelanggan Anda tidak akan tahu bedanya sampai Anda pergi. Mungkin Anda berharap kembali ke sini suatu hari nanti", saya berpendapat. "Tidak", jawab pria tua itu, "mungkin saya tidak pernah kembali ke sini lagi."
Karena merasakan adanya semangat besar dalam karakter pria tua itu, dan ingin agar ia mengungkapkannya, maka saya bertanya, "Lalu mengapa Anda begitu teliti sampai melakukan usaha terbaik?" Jawabnya, "Agar memudahkan bagi tukang las setelah saya! Jika saya bekerja sembarangan dan buruk, pelanggan saya akan segera mengetahuinya. Dan tukang las yang datang selanjutnya, akan mendapat sambutan dingin!"
Sahabat.., apa pun juga yang akan kamu perbuat, perbuatlah dengan sepenuh hati dan sekuat tenaga. Tidak hanya semata-mata hanya demi keuntungan diri sendiri, tetapi juga demi kepentingan orang lain.
Hanya mereka yang selalu berpikir, berkata dan berbuat demi kepentingan bersama dan terutama untuk kemuliaan Nya, yang akan mendapatkan kebahagiaan yang sesungguhnya.
Pria tua itu duduk di tangga teras dan dengan hati-hati membuat perapian. Ia mulai menambal lubang dan memperbaiki panci itu. Saya terkesan saat mengamati cara dia melakukan tugasnya dengan usaha terbaik, dan berkomentar, "Anda terlihat sangat hati-hati dengan pekerjaan Anda."
"Ya", Jawabnya dengan senyum yang muncul di wajah keriputnya. "Saya mencoba melakukan yang terbaik."
"Tapi pelanggan Anda tidak akan tahu bedanya sampai Anda pergi. Mungkin Anda berharap kembali ke sini suatu hari nanti", saya berpendapat. "Tidak", jawab pria tua itu, "mungkin saya tidak pernah kembali ke sini lagi."
Karena merasakan adanya semangat besar dalam karakter pria tua itu, dan ingin agar ia mengungkapkannya, maka saya bertanya, "Lalu mengapa Anda begitu teliti sampai melakukan usaha terbaik?" Jawabnya, "Agar memudahkan bagi tukang las setelah saya! Jika saya bekerja sembarangan dan buruk, pelanggan saya akan segera mengetahuinya. Dan tukang las yang datang selanjutnya, akan mendapat sambutan dingin!"
Sahabat.., apa pun juga yang akan kamu perbuat, perbuatlah dengan sepenuh hati dan sekuat tenaga. Tidak hanya semata-mata hanya demi keuntungan diri sendiri, tetapi juga demi kepentingan orang lain.
Hanya mereka yang selalu berpikir, berkata dan berbuat demi kepentingan bersama dan terutama untuk kemuliaan Nya, yang akan mendapatkan kebahagiaan yang sesungguhnya.
Kelinci yang cerdik
Seekor kelinci sedang duduk santai di tepi pantai pada siang hari.
Tiba-tiba datang si rubah jantan besar yang hendak memangsanya. Lalu kelinci itu berkata Kalau memang kamu berani, hayo kita berkelahi di dalam lubang kelinci. Yang kalah akan jadi santapan yang menang
Si Rubah jantan merasa tertantang, Dimanapun jadi, Masa sih kelinci bisa menang melawan aku?
Merekapun masuk ke dalam sarang kelinci. 10 menit kemudian sang kelinci keluar sambil menggenggam paha rubah dan melahapnya dengan nikmat.
Sang Kelinci kembali bersantai, memakai kacamata hitam dan topi pantai.
Tiba-tiba datang serigala besar yang hendak memangsanya. Lalu kelinci berkata Kalau memang kamu berani, hayo kita berkelahi di dalam lubang kelinci. Yang kalah akan jadi santapan yang menang.
Sang serigala merasa tertantang, Dimanapun jadi, Masa sih kelinci bisa menang melawan aku?
Merekapun masuk ke dalam sarang kelinci. 15 menit kemudian sang kelinci keluar sambil menggenggam paha serigala dan melahapnya dengan nikmat.
Sang kelinci kembali bersantai, Sambil memasang payung pantai dan merebahkan diri diatas pasir.
Tiba-tiba datang beruang besar yang hendak memangsanya. Lalu kelinci berkata Kalau memang kamu berani, hayo kita berkelahi di dalam lubang kelinci. Yang kalah akan jadi santapan yang menang
Si Beruang merasa tertantang, Dimanapun jadi, Masa sih kelinci bisa menang melawan aku?
Merekapun masuk ke dalam sarang kelinci. 30 menit kemudian sang kelinci keluar sambil menggenggam paha Beruang dan melahapnya dengan nikmat.
Dan kemudian si Kelinci melongok kedalam lubangnya, sambil melambai Hai, keluar, sudah sore, besok kita teruskan
Keluarlah seekor Singa dari lubang itu, sangat besar badannya. Sambil menguap Singa berkata Kerjasama kita sukses hari ini, kita makan kenyang dan aku tidak perlu berlari mengejar kencang.
Winner selalu berpikir mengenai bekerjasama, sementara Looser selalu berpikir bagaimana menjadi tokoh yang egois dan tinggi hati...
Tiba-tiba datang si rubah jantan besar yang hendak memangsanya. Lalu kelinci itu berkata Kalau memang kamu berani, hayo kita berkelahi di dalam lubang kelinci. Yang kalah akan jadi santapan yang menang
Si Rubah jantan merasa tertantang, Dimanapun jadi, Masa sih kelinci bisa menang melawan aku?
Merekapun masuk ke dalam sarang kelinci. 10 menit kemudian sang kelinci keluar sambil menggenggam paha rubah dan melahapnya dengan nikmat.
Sang Kelinci kembali bersantai, memakai kacamata hitam dan topi pantai.
Tiba-tiba datang serigala besar yang hendak memangsanya. Lalu kelinci berkata Kalau memang kamu berani, hayo kita berkelahi di dalam lubang kelinci. Yang kalah akan jadi santapan yang menang.
Sang serigala merasa tertantang, Dimanapun jadi, Masa sih kelinci bisa menang melawan aku?
Merekapun masuk ke dalam sarang kelinci. 15 menit kemudian sang kelinci keluar sambil menggenggam paha serigala dan melahapnya dengan nikmat.
Sang kelinci kembali bersantai, Sambil memasang payung pantai dan merebahkan diri diatas pasir.
Tiba-tiba datang beruang besar yang hendak memangsanya. Lalu kelinci berkata Kalau memang kamu berani, hayo kita berkelahi di dalam lubang kelinci. Yang kalah akan jadi santapan yang menang
Si Beruang merasa tertantang, Dimanapun jadi, Masa sih kelinci bisa menang melawan aku?
Merekapun masuk ke dalam sarang kelinci. 30 menit kemudian sang kelinci keluar sambil menggenggam paha Beruang dan melahapnya dengan nikmat.
Dan kemudian si Kelinci melongok kedalam lubangnya, sambil melambai Hai, keluar, sudah sore, besok kita teruskan
Keluarlah seekor Singa dari lubang itu, sangat besar badannya. Sambil menguap Singa berkata Kerjasama kita sukses hari ini, kita makan kenyang dan aku tidak perlu berlari mengejar kencang.
Winner selalu berpikir mengenai bekerjasama, sementara Looser selalu berpikir bagaimana menjadi tokoh yang egois dan tinggi hati...
Sahabat
Berbahagialah orang yang berbakat menjalin persahabatan karena hal itu merupakan salah satu karunia Tuhan yang terbaik.
Kekayaan menambah banyak sahabat, tetapi orang miskin ditinggalkan sahabatnya.
Kaya disini tentunya bukan kaya harta benda tetapi kaya dengan kebajikan, orang miskin tentunya orang yang kikir culas dan egois.
Peringatkanlah agar mereka itu berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi dan membagi.
Memiliki banyak sahabat berarti memiliki banyak penasihat, penopang dan pendukung, sehingga kita tidak jalan sendirian ditengah dunia yang luas ini.
Sebagai mahluk sosial kita tidak dapat hidup sendiri, kehidupan bagai di neraka tanpa sahabat.
Kita semua pasti suka membangun persahabatan dengan orang yang suka memberi, memberi perhatian dan kasih sayang, memberi pertolongan dan dukungan, bahkan berbagi dalam berbagai suka dan duka.
Bangunlah bakat karunia yang terbaik ini dengan semakin banyaknya sahabat kita
Kekayaan menambah banyak sahabat, tetapi orang miskin ditinggalkan sahabatnya.
Kaya disini tentunya bukan kaya harta benda tetapi kaya dengan kebajikan, orang miskin tentunya orang yang kikir culas dan egois.
Peringatkanlah agar mereka itu berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi dan membagi.
Memiliki banyak sahabat berarti memiliki banyak penasihat, penopang dan pendukung, sehingga kita tidak jalan sendirian ditengah dunia yang luas ini.
Sebagai mahluk sosial kita tidak dapat hidup sendiri, kehidupan bagai di neraka tanpa sahabat.
Kita semua pasti suka membangun persahabatan dengan orang yang suka memberi, memberi perhatian dan kasih sayang, memberi pertolongan dan dukungan, bahkan berbagi dalam berbagai suka dan duka.
Bangunlah bakat karunia yang terbaik ini dengan semakin banyaknya sahabat kita
Senin, 23 September 2013
Relaksasi bagi ibu menyusui
Melakukan Relaksasi bagi Ibu Menyusui
Beberapa kondisi yang membuat ibu tertekan sehingga mengakibatkan kelancaran asi menjadi terhambat, ibu perlu membutuhkan beberapa teknik dalam melakukan rileksasi untuk tetap menjaga kualitas dan kuantitas asi. Teknik relaksasi dalam melancarkan asi dimulai sejak dini setidaknya pada saat anda berada dalam usia kehamilan memasuki usia trimester ketiga. Anda dapat melanjutkan hingga proses menyusui berlangsung, lakukan metode ini di rumah dengan langkah-langkah berikut :
1. Menggunakan olive oil atau baby oil
Anda dapat menggoleskan olive oil atau baby oil pada kedua telapak tangan dan juga ke bagian payudara anda. Bagi anda yang ingin menggunakan minyak tradisonal dapat memilih minyak kelapa yang memiliki khasiat yang sama dengan olive oil.
2. Gerakan Memutar pada Payudara
Setelah menggunakan olive oil atau baby oil ke telapak tangan dan bagian payudara anda, angkat dan topang bagian payudara sebelah kanan, kemudian pijat dengan menggunakan tiga jari tangan kiri dengan gerakan memutar yang dimulai dari pangkal payudara menuju ke areola, lakukan pada bagian payudara sebelah kiri dengan gerakan yang sama.
3. Relaksasi dan Membantu Melancarkan ASI
Pertama tama letakan jari tangan kiri kemudian regangkan pada pangkal payudara kanan anda kemudian pijat dengan gerakan memutar sebari menekan payudara anda dari mulai pangkal ke arah areola. Setelah itu lanjutkan dari mulai arah samping yaitu bagian dinding dada menuju areola hingga membanu dalam melancarkan asi.
4. Gerakan Kupu-kupu
Anda dapat memulainya dengan meletakan kedua telapak tangan di dada kemudian di bagian kedua payudara, lakukan seperti gerakan kupu-kupu mulai dari bagian tengah payudara ke bagian atas sambul mengangkat payudara dan melepaskan bersamaan secara perlahan, anda dapat melakukan gerakan ini selama satu menit secara berulang.
5. Gerakan Memerah Payudara
Lakukan dengan meletakan ibu jari tangan kanan dan kiri pada areola di bagian atas puting kanan kemudian letakan jari yang lain di bawah puting susu anda, tekanlah secara bersamaan ke arah dada, lanjutkan dengan menggerakan ibu jari ke daerah areoa secara memutar, lakukan dengan lembut dan perlahan secara berulang selama satu menit.
6. Kupu-kupu Menyebar
Letakan tangan kiri anda untuk menopang payudara anda kemudian lakukan pemijatan dengan menggunakan tangan kanan ikut sertakan kelima jari dengan gerakan kupu kupu secara menyebar ke seluruh bagian payudara. Mulailah dari areola menuju pangkal payudara dengan gerakan selama satu menit, lakukan pada bagian payudara kiri anda.
7. Memijat secara menyeluruh
Anda dapat meletakan tangan kanan di atas payudara anda bagian kanan tepatnya di atas areola seangkan telapak tangan kiri di bawah areola. Sedangkan ke empat jari kanan dan kiri akan bertemu di bagian bawah payudara, dorong kedua telapak tangan secara bersamaan ke arah bawah dengan gerakan memutar, lakukan gerakan yang sama pada bagian payudara kiri anda.
Relaksasi wajah
Lakukan Relaksasi Wajah Dua Pekan Sekali
INILAH.COM, Bandung - Polusi udara serta beragam aktivitas yang dilakukan wanita, kerap membuat kulit wajah stres. Untuk itu dibutuhkan perawatan yakni facial agar wajah bisa relaks paling tidak dua minggu sekali.
Manager Tea Tree Spa Nevi Rindrawati mengatakan, melakukan relaksasi pada wajah setidaknya dua minggu sekali mampu membuat wajah tetap segar. Terlebih bagi wanita pekerja, melakukan facial sangat dianjurkan.
"Debu itu kumpul di wajah dan harus dibersihkan. Makanya melakukan facial rutin sangat penting," ujar Nevi kepada INILAH.COM saat ditemui di Tea Tree Spa, Jalan Ir H Djuanda, Kota Bandung, Senin (16/9/2013).
Khusus bagi wanita pekerja dengan tingkat aktivitas tinggi, seringkali tak memiliki waktu untuk melakukan perawatan. Untuk itu, kata Nevi, Tea Tree Spa menyuguhkan perawatan singkat yang dikhususkan bagi wanita pekerja.
"Perawatannya selama 45 menit. Untuk melakukan Express Facial ini tak perlu membuang banyak waktu. Relaksasi ini tahapannya sama kaya facial biasanya hanya dipersingkat waktunya," jelasnya.
Express Facial merupakan perawatan yang bisa disebut sebagai mini facial dengan tahapanpembersihan, pemijatan atau totok wajah, kemudian pembersihan. Dalam facial ini tak dilakukan exfoliation atau mengeluaran komedo.
"Engga pakai exfoilation dan uap. Tahapannya pembersihan, scrub, toner, dan masker. Pemijatannya lebih ke totok wajah biar tetap fresh dan kulit wajah tetap kencang," jelasnya.
Kegunaan facial, sambung Nevi, mampu mengangkat racun yang ada pada wajah serta mencerahkan kulit. Sehingga wajah tetap segar meski kegiatan sehari-hari tergolong padat. [gin]
Manager Tea Tree Spa Nevi Rindrawati mengatakan, melakukan relaksasi pada wajah setidaknya dua minggu sekali mampu membuat wajah tetap segar. Terlebih bagi wanita pekerja, melakukan facial sangat dianjurkan.
"Debu itu kumpul di wajah dan harus dibersihkan. Makanya melakukan facial rutin sangat penting," ujar Nevi kepada INILAH.COM saat ditemui di Tea Tree Spa, Jalan Ir H Djuanda, Kota Bandung, Senin (16/9/2013).
Khusus bagi wanita pekerja dengan tingkat aktivitas tinggi, seringkali tak memiliki waktu untuk melakukan perawatan. Untuk itu, kata Nevi, Tea Tree Spa menyuguhkan perawatan singkat yang dikhususkan bagi wanita pekerja.
"Perawatannya selama 45 menit. Untuk melakukan Express Facial ini tak perlu membuang banyak waktu. Relaksasi ini tahapannya sama kaya facial biasanya hanya dipersingkat waktunya," jelasnya.
Express Facial merupakan perawatan yang bisa disebut sebagai mini facial dengan tahapanpembersihan, pemijatan atau totok wajah, kemudian pembersihan. Dalam facial ini tak dilakukan exfoliation atau mengeluaran komedo.
"Engga pakai exfoilation dan uap. Tahapannya pembersihan, scrub, toner, dan masker. Pemijatannya lebih ke totok wajah biar tetap fresh dan kulit wajah tetap kencang," jelasnya.
Kegunaan facial, sambung Nevi, mampu mengangkat racun yang ada pada wajah serta mencerahkan kulit. Sehingga wajah tetap segar meski kegiatan sehari-hari tergolong padat. [gin]
Relaksasi untuk ibu hamil
Relaksasi untuk Ibu Hamil
Menurut pengertian relaksasi adalah teknik dalam mengatasi kekhawatiran atau stress yang mengendorkan otot syaraf sehingga bersumber pada objek tertentu. Dalam keadaan relaksasi, seluruh tubuh dalam keadaan seimbang, dalam keadaan yang tenang dan otot menyeluruh dalam keadaan tubuh yang nyaman. Bagi ibu hamil metode ini sangat penting untuk memberikan pengaruh yang positif untuk kehamilan anda. Anda dapat melakukan tahapan relaksasi selama kehamilan diantaranya adalah dengan cara-cara berikut :
1. Metode pernafasan
Pertama kali anda harus melakukan metode pernafasan dengan cara yang sangat sederhana yaitu dengan mengambil posisi yang nyaman, dapat dilakukan dengan posisi duduk atau berbaring. Usahakan untuk bersikap santai, pejamkan mata dan usahakan untuk membuat otot-otot di seluruh tubuh (terutama wajah dan otot kaki) mendapatkan posisi terbaik kemudian anda dapat bernafas melalui hidung sedikit demi sedikit. Latihan sederhana ini dapat anda lakukan selama 10 menit sampai 12 menit untuk memberikan kenyamanan bagi tubuh anda. Posisi terbaik dalam melakukan latihan pernafasan yaitu dengan menahan otot perut yang diikuti dengan tarikan nafas.
2. Menenangkan perasaan
Relaksasi bertujuan untuk memberikan kenyamanan pada ibu hamil, anda dapat duduk dengan posisi bersila sambil meletakan kedua tangan di sebelah badan dan membuat siku lurus, kemudian angkat tangan pada sebelah samping ke kepala sambil menahan nafas hingga jari-jari tangan anda saling
bertemu, turunkan ke depan dengan menembuskan nafas secara perlahan.
bertemu, turunkan ke depan dengan menembuskan nafas secara perlahan.
3. Menggunakan waktu singkat untuk relaksasi
Anda dapat menggunakan waktu yang singkat untuk melakukan relaksasi selama kehamilan, ambil posisi duduk di kursi yang nyaman, usahakan duduk tegak. Anda dapat menyangga punggung dengan bantal dan buatlah kaki anda rileks, lakukan pernapasan denga tenang, tarik napas dan buang melalui mulut dengan perlahan, anda dapat mengulanginya hingga berulang kali sehingga membuat tubuh anda nyaman.
4. Membuat suasana tenang
Anda dapat menenangkan pikiran dari dalam diri anda, usahakan untuk sabar dan tekun dalam menjaga kehamilan anda, usahakan sebelum anda mengawali rileksasi anda telah mendapatkan perasaan yang tenang. Bantuan musik yang lembut akan membuat anda mudah mendapatkan ketenangan, tutup mata anda dan konsentrasi dengan nafas yang teratur. Biarkan tubuh anda betul betul rileks dan mendapatkan kebahagian di dalam diri anda, lakukan latihan ini selama 20 menit kemudian perlahan lahan anda dapat membuka mata seusai melakukan latihan ini. Bila anda masih kesulitan di dalam mendapatkan ketenangan di dalam diri anda, anda dapat mengulangi latihan untuk mendapatkan posisi yang terbaik, makin sering berlatih anda dapat membuat suasana lebih tenang dalam menghadapi proses persalinan dan menghindari beberapa keluhan yang sering dialami selama kehamilan.
Relaksasi dapat anda lakukan dengan teratur meskipun waktu yang sangat singkat anda dapat melakukannya dengan memilih salah satu rileksasi sesuai dengan kebutuhan anda.
Sabtu, 16 Februari 2013
Kumpulan kata Pendek Ra
Mencintai bagai HATI Bapa
Melayani seperti SEORANG Hamba
Memimpin dengan WIBAWA Laksamana
buat apa
sekarang banting tulang cari uang, kalo nanti tua pontang panting bayar hutang?
Hidup sebagai Hamba, melayani tanpa ada
mati sebelum mati
pembebasan jiwa dan raga
Hidup sebagai Hamba, melayani tanpa ada
mati sebelum mati
pembebasan jiwa dan raga
Aku selalu berDOA untuk mereka semua agar mendapatkan pahala dan berkah, tetapi mereka selalu menambahkan S ditengahnya, akhirnya pahala menjadi bencana, berkah menjadi kutuk ...
apakah "S" itu ? S = Salah (Kesalahan) , menjadikan doa menjadi doSa ...
apakah "S" itu ? S = Salah (Kesalahan) , menjadikan doa menjadi doSa ...
Selasa, 15 Januari 2013
Menghilangkan Bau Mulut
1. Menyikat gigi, lidah, serta langit-langit
Waktu menyikat gigi, janganlah lupa kita butuh menyikat lidah serta langit-langit juga. bakteri pemicu bau mulut senang berkembang biak pada permukaan lidah yang kering serta tidak dibersihkan, dan bisa melekat pada langit-langit mulut.
2. Banyak minum air putih
Mulut yang kering mengakibatkan bau tidak enak. cara menanganinya yaitu dengan perbanyak minum air putih, yakni dua liter 1 hari.
3. Berkumur dengan larutan penyegar ( mouthwash )
Cara instan yang bisa kita pakai untuk dapatkan nafas fresh yaitu berkumur dengan larutan penyegar ( mouthwash ). tetapi, mouthwash baiknya tidak dipakai terus-terusan tiap-tiap hari, karena bisa mengganggu flora normal didalam rongga mulut.
4. Berhenti merokok
di antara dampak jelek rokok yaitu bau mulut. berhenti merokok saat ini juga supaya nafas anda fresh kembali.
5. Jauhi makanan yang berbau tajam
kita ketahui makanan berbau tajam layaknya petai, jengkol, serta durian bisa mengakibatkan bau mulut. disamping itu, bawang-bawangan, serta makanan yang tinggi kandungan lemak juga bisa menyebabkan nafas yang tidak enak. oleh dikarenakan itu, anda butuh sesekali menghindarinya saat pingin tampak anda maksimal dengan nafas fresh.
6. Bersihkan gigi palsu dengan rutin
bila anda menggunakan gigi palsu, maka bersihkanlah gigi palsu anda dengan teratur saat anda menyikat gigi. bila jarang dibersihkan, maka gigi palsu dapat jadi area yang baik untuk jamur serta bakteri berkembang.
Bila anda sudah lakukan beberapa kiat menghilangkan bau mulut ini tetapi terus mempunyai bau mulut, baiknya kunjungi segera dokter gigi anda. Bau mulut tersebut barangkali saja datang dari sumber-sumber yang tidak bisa anda tangani sendiri. contohnya, karang gigi, gigi berlubang, ataupun penyakit didalam tubuh yang tidak anda kenali
.
Waktu menyikat gigi, janganlah lupa kita butuh menyikat lidah serta langit-langit juga. bakteri pemicu bau mulut senang berkembang biak pada permukaan lidah yang kering serta tidak dibersihkan, dan bisa melekat pada langit-langit mulut.
2. Banyak minum air putih
Mulut yang kering mengakibatkan bau tidak enak. cara menanganinya yaitu dengan perbanyak minum air putih, yakni dua liter 1 hari.
3. Berkumur dengan larutan penyegar ( mouthwash )
Cara instan yang bisa kita pakai untuk dapatkan nafas fresh yaitu berkumur dengan larutan penyegar ( mouthwash ). tetapi, mouthwash baiknya tidak dipakai terus-terusan tiap-tiap hari, karena bisa mengganggu flora normal didalam rongga mulut.
4. Berhenti merokok
di antara dampak jelek rokok yaitu bau mulut. berhenti merokok saat ini juga supaya nafas anda fresh kembali.
5. Jauhi makanan yang berbau tajam
kita ketahui makanan berbau tajam layaknya petai, jengkol, serta durian bisa mengakibatkan bau mulut. disamping itu, bawang-bawangan, serta makanan yang tinggi kandungan lemak juga bisa menyebabkan nafas yang tidak enak. oleh dikarenakan itu, anda butuh sesekali menghindarinya saat pingin tampak anda maksimal dengan nafas fresh.
6. Bersihkan gigi palsu dengan rutin
bila anda menggunakan gigi palsu, maka bersihkanlah gigi palsu anda dengan teratur saat anda menyikat gigi. bila jarang dibersihkan, maka gigi palsu dapat jadi area yang baik untuk jamur serta bakteri berkembang.
Bila anda sudah lakukan beberapa kiat menghilangkan bau mulut ini tetapi terus mempunyai bau mulut, baiknya kunjungi segera dokter gigi anda. Bau mulut tersebut barangkali saja datang dari sumber-sumber yang tidak bisa anda tangani sendiri. contohnya, karang gigi, gigi berlubang, ataupun penyakit didalam tubuh yang tidak anda kenali
.
Hati-hati Memilih Tempat Pijat Refleksi
Hati-hati Memilih Tempat Pijat Refleksi
Hari ini, saya terhenyak mendengar cerita seorang teman tentang kisahnya yang mendapat pengalaman tidak enak saat memasuki sebuah tempat pijat refleksi di salah satu mall di bilangan Jakarta Selatan.
Tempat pijat refleksi? Iya.. itu lho.. pijat refleksi kaki yang saat ini cukup tersebar di berbagai tempat, antara lain di mall. Hm.. setelah seharian ngiderin mall, pas rasanya jika sejenak kita melepas lelah di tempat pijat refleksi kaki. Selain sehat karena peredaran darah kita menjadi lancar, sekaligus dapat menghilangkan penat dan lelah, karena biasanya saat dipijat refleksi, jika kebetulan mendapat terapis yang pijatnya enak, kita bisa sampai ketiduran lho. Namun justru saat ketiduran itulah kita harus hati-hati. Pasalnya, teman saya sungguh mengalami kejadian yang sangat tidak mengenakan: pelecehan seksual!
Wow.. kok bisa ya, di tempat ramai begitu, terjadi momen pelecehan seksual?
Ya iyalah… bisa saja. Jangankan di tempat pijat refleksi kaki, di angkutan umum saja banyak kok. Nah, khususnya di tempat pijat refleksi kaki, suasana dan tempatnya pun seringkali jauh lebih memungkinkan terjadi pelecehan seksual, seperti yang teman saya alami.
Apalagi, umumnya tempat pijat refleksi kaki, hanya diterangi cahaya temaram (kalau tidak mau disebut remang-remang ya). Belum lagi, biasanya ada tirai penutup yang maksudnya untuk menjaga privacy pelanggan. Nah, cocok banget kan tuh. Sudah ditutup tirai, cahaya temaram, plus seringkali disertai musik instrumental yang mendayu-dayu plus aromatherapy. Kalau lagi lelah, wajar jika kita bisa sampai ketiduran selama 1-1.5 jam kaki kita dipijat refleksi.
Nah, hanya saja, saat ketiduran itulah teman saya –perempuan – mendapatkan pelecehan seksual. Percaya atau tidak, saat ia ketiduran, perlahan ia merasakan seperti ada yang mengelus-ngelus – maaf – kemaluannya. Sontak saja ia terbangun dan seketika itu sekelebat ia melihat tangan si terapis yang kebetulan laki-laki, kembali merefleksi betisnya. Antara percaya atau tidak, kembali ia mengingat-ingat kejadian barusan. Antara mimpi atau kenyataan ya? Entah.. (maklum, ia mengaku setengah sadar karena ketiduran). Saat itu, tanpa berlama-lama lagi ia langsung menyudahi dan tidak menyelesaikan sesi pijat refleksinya sampai tuntas.
Pelajaran yang dapat diambil dari kisah teman saya itu adalah:
- Bagi perempuan, pilihlah terapis yang juga perempuan. Begitu pun dengan yang laki-laki. Sebaiknya juga direfleksi dengan terapis laki-laki.
- Kalau tidak bisa memilih terapis yang sama jenis kelaminnya dengan kita, sebaiknya saat direfleksi jangan sampai kita ketiduran, untuk mencegah berbagai hal yang tidak diinginkan, termasuk kehilangan barang misalnya. Kejahatan bisa terjadi dimana pun dan kapan pun. Kita yang harus waspada setiap saat.
- Tanyakan nama terapis yang merefleksi kita, agar minimal kita tahu identitasnya. Kalau ada apa-apa, kita bisa complain ke pengelola dan dapat jelas menyebutkan nama terapis yang kita complain agar tepat sasaran.
- Jika ditempat refleksi ada tirai penutup, usahakan tidak tertutup semuanya. Biarkan ada sedikit celah agar orang luar bisa melihat. Jika perlu, tidak usah ditutup juga tidak mengapa. Toh cuma kaki yang direfleksi.
- Pilihlah tempat refleksi yang ramai, minimal tidak sepi, dimana dapat membuka peluang terjadinya berbagai hal yang tidak diinginkan. Jika perlu, pilihlah tempat refleksi yang ada CCTV-nya (ada gak ya?
)
Selasa, 25 Desember 2012
Belajar dari Burung
“Waaah, disini masih banyak burung ya ki………..” Kata Mauala, yang tengah duduk beristirahat digubuk ditengah ladang.
Ya Nak, sengaja aki membiarkan pepohonan itu, agar populasi hewan disini, terutama burung-burung itu, tetap lestari………” Kata Ki Bijak.
Iya ki, ditempat-tempat lain, sekarang sudah jarang dijumpai burung-burung bebas beterbangan seperti disini……….” Kata Maula.
"Kadang Aki malu pada burung-burung itu Nak Mas……………….” Kata Ki Bijak.
“Malu pada burung ki…..?” Tanya Maula keheranan.
“Iya Nak, coba Nak Mas pikirkan, burung-burung itu sama sekali tidak punya cadangan makanan disarangnya, kemudian burung-burung itu juga tidak punya pekerjaan tetap, burung-burung itu tidak punya kantor, tidak punya saham apalagi memiliki perusahaaan………..” Kata Ki Bijak.
“Lalu ki……………..?” Tanya Maula penasaran.
“Dengan kondisi yang serba tidak punya itu, burung-burung tidak pernah merasa khawatir bagaimana mereka makan, bagaimana mereka bisa menghidupi anak-anaknya, tidak pernah resah esok makan apa, mereka menjalani kehidupannya dengan penuh keyakinan bahwa Allah-lah yang menjamin rezeki kepada setiap mahluk-Nya……….”
“Burung tidak pernah resah hingga tidak bisa tidur misalnya, burung tidak pernah panik karena tak punya tabungan misalnya, mereka, dengan berbekal keyakinan kepada Allah, terbang dari sarangnya setiap pagi untuk mengais rezeki yang telah dipersiapkan Allah untuk mereka, dan seperti Nak Mas lihat, burung-burung itu, mereka sehat dan tidak kekurangan apapun…………..” Kata Ki Bijak.
Maula mulai tertarik untuk mengamati burung-burung yang datang dan pergi, hinggap dipucuk pepohonan, mereka nampak cantik dan anggun, bertengger sambil berkicau riang……
“Coba Nak Mas bandingkan dengan kehidupan kita, kita punya pekerjaan tetap, kita mempunyai penghasilan tetap, dirumahpun kita memiliki persediaan makanan minimal untuk satu minggu kedepan, tabungan pun kita masih memilikinya, bahkan banyak diantara kita yang memiliki saham dan perusahaan sendiri, tapi tengok kehidupan kita, hampir setiap hari kita dihinggapi perasaan tidak puas dengan pekerjaan dan penghasilan kita, hampir setiap hari kita dijangkiti rasa khawatir kalau persediaan kita habis, hampir setiap hari kita selalu dipusingkan dengan keinginan untuk menambah penghasilan, sehingga ketika pulang sore hari hingga menjelang tidur, mata kita sulit terpejam, sehingga ketika pagi tiba, tubuh dan pikiran kita pun lelah tak karuan, uring-uringan dan lain sebagainya, apa yang kurang pada kita……………?” Kata Ki Bijak.
Maula tertegun, menyadari kebenaran ucapan gurunya, karena ia pun kerap merakan hal yang sama seperti yang diucapkan gurunya, ia kerap merasa bingung meskipun baru sehari yang lalu gajian, ia pun kerap merasa resah meskipun persediaan makanan masih berkecukupan, ia pun kerap merasa khawatir dengan hari esok yang belum pasti dan masih dalam khayalan………..:“Iya ya ki, Apa yang kurang dari kita ………?” Kata Maula setengah bertanya. “Yang kurang dari kita adalah keimanan dan keyakinan kita terhadap kebenaran janji Allah, bahwa Allah-lah yang menjamin rezeki seluruh mahluk-mahluk-Nya………..” Kata Ki Bijak.
"Nak Mas perhatikan firman Allah berikut” Kata ki Bijak menguti firman Allah dalam surat Huud:6
"Dan tidak ada suatu binatang melata[709] pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya, dan dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya[710]. semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh)." [709] yang dimaksud binatang melata di sini ialah segenap makhluk Allah yang bernyawa.[710] menurut sebagian ahli tafsir yang dimaksud dengan tempat berdiam di sini ialah dunia dan tempat penyimpanan ialah akhirat. dan menurut sebagian ahli tafsir yang lain maksud tempat berdiam ialah tulang sulbi dan tempat penyimpanan ialah rahim.
“Semut yang berada didalam bumi paling bawah, ikan yang berada didasar laut yang paling dalam, beruang yang berada dikutub, kuman yang terkecil sekalipun, gajah dilebatnya hutan sekalipun, dan apalagi kita manusia, tidak ada satupun yang luput dari Allah, dan pasti mereka mendapatkan jatah rezeki dari Allah……..”Kata Ki Bijak.
Apa yang harus kita lakukan agar kita bisa seperti burung-burung yang senantiasa riang, tanpa terlalu dipusingkan oleh urusan dunia yang berlebihan, ki………..’Tanya Maula
“Berlakulah seperti burung-burung itu Nak Mas, yang harus kita miliki Pertama adalah pondasi keimanan yang benar, bahwa Allah-lah yang menjamin rezeki kita, bukan atasan, bukan pula perusahaan, untuk itu jika kita berkerja, bekerja-lah untuk Allah saja, bukan semata demi gaji, bukan semata karena ingin dipuji, lillahita’ala, insya Allah,kita akan lebih rileks dan ringan menjalani kehidupan kita……….” Kata Ki Bijak
"yang kedua, terbanglah” setiap hari untuk menjemput rezeki kita, jangan malas, jangan bermimpin bahwa rezeki datang dari langit, sementara kita hanya berpangku tangan, karena kita masih berada dialam ihtiar, maka sempurnakan ihtiar kita, kemudian serahkan hasil ihtiar kita sepenuhnya kepada Allah …..”
Renungan: 4 Jenis Manusia
oleh Rachmat Cmd pada 31 Agustus 2009 pukul 8:51 ·
INI CATATAN TEMAN SAYA YANG SANGAT BAGUS UNTUK KITA RENUNGKAN BERSAMA -- Rachmat
Ada empat jenis manusia di dunia ini. Ada orang kaya dengan mental
miskin. Ada orang miskin dengan mental kaya. Ada pula orang kaya dengan mental kaya; syukurlah. Namun ada juga -- celaka sekali -- banyak orang
miskin dengan mental miskin. Bukan hanya mental miskin tetapi juga
mental iri hati, dengki, dendam serta amarah yang terpendam.
Tidak ada orang yang mendadak menjadi kaya -- kecuali bila ia dapat
lotere milyaran. Semuanya terjadi lewat usaha dan jerih payah yang keras
dan gigih dalam berusaha dan berkarya. Semuanya selalu mulai dari titik
nol. Dalam bahasa sononya: "from rugs to riches."
Orang miskin kebanyakannya "sangat perhitungan" dalam soal duit-menduit.
Soalnya sederhana saja dan amat sangat dapat dimaklumi. Uangnya hanya
sedikit sekali dan dapat terhitung dengan jari. Kalau ia tidak
pinter-pinter berhemat maka ia pasti akan kesusahan sendiri.
Tetapi sebenarnya tidak ada korelasi langsung antara 'kemiskinan' dengan
'kepelitan'. Kemurahan hati - sebagai lawan dari kepelitan - adalah
masalah mentalitas dan nilai. Mentalitas memberi; adanya arus hati
yang terus ingin mengalir keluar. Bukan sebaliknya, arus hati yang
maunya menyedot segala-galanya dari luar. Hasrat yang ingin memindahkan
seluruh isi Carrefour ke rumahnya -- kalau bisa.
/Jutawan John D. Rockefeller mengakui, "Saya sudah punya jutaan, tapi
saya tidak jadi bahagia karenanya". Jika Anda tidak puas dengan jumlah
kecil, Anda takkan puas dengan jumlah besar. Dan jika Anda tidak murah
hati ketika memiliki sedikit, Anda takkan berubah tiba-tiba ketika Anda
menjadi kaya. [John C. Maxwell, Kemurahan Hati, Interaksara] /
Orang yang menyadari serta menghayati kasih dan kemurahan hati Sang
Khalik, ia tidak akan memelihara mentalitas miskin. Ia tahu bahwa
apapun yang dimiliki serta dinikmatinya semuanya adalah semata-mata
anugerah dari Yang Di Atas. Orang seperti itu juga memiliki nilai
bersyukur dalam hidupnya.
Kalau orang tidak tahu bersyukur atas nikmat Allah, maka ia juga tidak
pernah puas dengan kondisi nyata hidupnya. Entah kondisinya makmur,
apalagi kalau kondisinya melarat. Ia selalu menuntut lebih. Dalam
kamusnya tidak ada kata cukup. Maka ia juga enggan 'berbagi' karena itu
berarti 'mengurangi' apa yang sudah dimilikinya.
Saya tahu kisah seorang milyarder yang membiarkan saudaranya tetap
menjadi tukang Bajaj sementara ia sendiri hidup dengan mewah. Ia
bersikukuh bahwa ia menjadi kaya karena hasil keringat dan usaha
kerasnya sendiri. Dan ia tidak pernah mengemis atau minta bantuan kepada
siapapun. Kalau ia bisa mengapa saudaranya tidak? Mereka hanya malas
saja, kilahnya.
Orang seperti ini pasti tidak mengakui campur tangan Allah dalam
hidupnya. Apalagi mengakui bahwa rezeki itu berasal daripadaNya. Ia
mempunyai hati yang keras dan ia sama sekali tidak memiliki empati,
welas asih dan kemurahan hati.
Untuk maju dan memiliki mentalitas kaya maka orang bergerak dari kuadran
satu [orang miskin dengan mental miskin]. Ia bergerak secara diagonal
menuju ke kuadran empat [orang kaya dengan mental kaya]. Bila gagal
melakukan reformasi mental maka ia akan masuk kuadran dua [orang kaya
dengan mental miskin]. Sebaliknya bila ia gagal dalam usahanya dalam
segi materiil, ia tetap masih bisa masuk kuadran tiga [orang miskin
dengan mental kaya].
Geli hati sekali bila punya teman yang kaya raya tetapi hanya menjamu
kita dengan segelas Teh Botol atau aqua gelas walaupun kita sudah
bernostalgia selama berjam-jam bersamanya. Pada saat makan siang ia
juga pura-pura lupa waktu dan tidak mengajak kita sekedar untuk makan
Bakmi Ayam atau Gado-gado sekalipun. Itulah gambaran ekstrim dari orang
kaya dengan mental miskin.
Sebaliknya, betapa terharunya kita saat kita ketemu kawan lama di desa
dan kedua orang tuanya sibuk melayani kita seperti tamu agung. Walaupun
mereka hanya mampu menyuguhkan segelas teh basi dan biskuit Kuat yang
sudah lama expired. Ketulusan hati yang keluar dari hati yang tulus dan
murah hati selalu menggugah perasaan haru kita. Mau bagaimana lagi,
memang hanya itulah yang mereka miliki tetapi mereka sungguh-sungguh
telah menjadi orang miskin dengan mental kaya.
Andrew Carnegie, industrialis milyarder Amerika Serikat dari abad 19
mengatakan bahwa ada dua tahap penting dalam kehidupan seorang yang
menjadi kaya. Tahap pertama ialah menghimpun kekayaan. Dan tahap kedua
ialah memakai kekayaan itu untuk memberdayakan orang miskin yang
membutuhkan dana dari padanya. [John C. Maxwell, ibid.]
Trilyuner Bill Gates lewat yayasan "Bill and Melinda Gates Foundation"
telah menyumbang jutaan dollar setiap tahunnya bagi kegiatan amal-sosial
di berbagai negara di dunia ini. Inilah salah satu contoh orang kaya
dengan mental kaya.
Harta dunia bukan untuk ditimbun [hoarding] karena hal itu melanggar
hukum keseimbangan alam. Bila seseorang makan dan minum tanpa henti dan
tidak pernah terjadi ekskresi, maka pasti terjadi konstipasi.
Ujung-ujungnya ia harus masuk rumah sakit untuk dipasang catheter atau
tinjanya disedot paksa. Got yang tidak mengalir menyebabkan sedimentasi
dan menimbulkan bau busuk ke mana-mana.
Setiap agama menyediakan outlet untuk memelihara keseimbangan aliran
rezeki tersebut. Maka dikenal perangkat seperti perpuluhan, kolekte,
zakat, fitrah dsb. Semuanya merupakan outlet bukan hanya demi
kepentingan spiritual melainkan juga fisiko-psikologis. Bila hal itu
dilanggar maka alam akan menghukum manusia secara langsung lewat hal-hal
yang membuat manusia itu terpaksa mengeluarkan isi dompetnya.
Lewat penyakit, musibah kecelakaan, kemalingan, kerampokan, kehilangan
dan segala hal yang membuat jalan pintas sehingga uangpun terpaksa
mengalir keluar dari pundi-pundi si lokek yang telah dijahit erat-erat
tersebut.
Alam tidak main-main dalam soal pelanggaran hukum keseimbangan ini.
Bagi kaum agamis dikatakan Allah memberi percobaan bagi manusia tersebut
karena ia tidak bermurah hati kepada sesamanya padahal Allah telah
mencurahkan berkat secara melimpah kepadanya. Allah Yang Mahakaya
dengan mental Mahakaya menginginkan manusia juga memiliki mental kaya,
entah ia kaya atau masih miskin secara materiil. Secara mental manusia
selalu dapat memiliki hati yang empatik, berwelas asih dan rela membantu
sesamanya sekuat kemampuanriilnya. Entah besar entah kecil kemampuannya
tersebut namun pasti ada.
Hanya orang bermental kaya mampu memberikan senyum kepada orang yang
bersirobok dan memberi jalan kepadanya. Atau mengucapkan terima kasih
kepada penjaga lift yang memandunya di dalam lift. Atau mengucapkan
terima kasih kepada penjaga toilet di Mal atau kepada penyobek karcis di
bioskop 21. Semuanya itu tidak membutuhkan duit sepeserpun karena dapat
diberikan dari hati yang terbuka, tulus dan tahu bersyukur serta
berkemurahan hati. [JS]
Ada empat jenis manusia di dunia ini. Ada orang kaya dengan mental
miskin. Ada orang miskin dengan mental kaya. Ada pula orang kaya dengan mental kaya; syukurlah. Namun ada juga -- celaka sekali -- banyak orang
miskin dengan mental miskin. Bukan hanya mental miskin tetapi juga
mental iri hati, dengki, dendam serta amarah yang terpendam.
Tidak ada orang yang mendadak menjadi kaya -- kecuali bila ia dapat
lotere milyaran. Semuanya terjadi lewat usaha dan jerih payah yang keras
dan gigih dalam berusaha dan berkarya. Semuanya selalu mulai dari titik
nol. Dalam bahasa sononya: "from rugs to riches."
Orang miskin kebanyakannya "sangat perhitungan" dalam soal duit-menduit.
Soalnya sederhana saja dan amat sangat dapat dimaklumi. Uangnya hanya
sedikit sekali dan dapat terhitung dengan jari. Kalau ia tidak
pinter-pinter berhemat maka ia pasti akan kesusahan sendiri.
Tetapi sebenarnya tidak ada korelasi langsung antara 'kemiskinan' dengan
'kepelitan'. Kemurahan hati - sebagai lawan dari kepelitan - adalah
masalah mentalitas dan nilai. Mentalitas memberi; adanya arus hati
yang terus ingin mengalir keluar. Bukan sebaliknya, arus hati yang
maunya menyedot segala-galanya dari luar. Hasrat yang ingin memindahkan
seluruh isi Carrefour ke rumahnya -- kalau bisa.
/Jutawan John D. Rockefeller mengakui, "Saya sudah punya jutaan, tapi
saya tidak jadi bahagia karenanya". Jika Anda tidak puas dengan jumlah
kecil, Anda takkan puas dengan jumlah besar. Dan jika Anda tidak murah
hati ketika memiliki sedikit, Anda takkan berubah tiba-tiba ketika Anda
menjadi kaya. [John C. Maxwell, Kemurahan Hati, Interaksara] /
Orang yang menyadari serta menghayati kasih dan kemurahan hati Sang
Khalik, ia tidak akan memelihara mentalitas miskin. Ia tahu bahwa
apapun yang dimiliki serta dinikmatinya semuanya adalah semata-mata
anugerah dari Yang Di Atas. Orang seperti itu juga memiliki nilai
bersyukur dalam hidupnya.
Kalau orang tidak tahu bersyukur atas nikmat Allah, maka ia juga tidak
pernah puas dengan kondisi nyata hidupnya. Entah kondisinya makmur,
apalagi kalau kondisinya melarat. Ia selalu menuntut lebih. Dalam
kamusnya tidak ada kata cukup. Maka ia juga enggan 'berbagi' karena itu
berarti 'mengurangi' apa yang sudah dimilikinya.
Saya tahu kisah seorang milyarder yang membiarkan saudaranya tetap
menjadi tukang Bajaj sementara ia sendiri hidup dengan mewah. Ia
bersikukuh bahwa ia menjadi kaya karena hasil keringat dan usaha
kerasnya sendiri. Dan ia tidak pernah mengemis atau minta bantuan kepada
siapapun. Kalau ia bisa mengapa saudaranya tidak? Mereka hanya malas
saja, kilahnya.
Orang seperti ini pasti tidak mengakui campur tangan Allah dalam
hidupnya. Apalagi mengakui bahwa rezeki itu berasal daripadaNya. Ia
mempunyai hati yang keras dan ia sama sekali tidak memiliki empati,
welas asih dan kemurahan hati.
Untuk maju dan memiliki mentalitas kaya maka orang bergerak dari kuadran
satu [orang miskin dengan mental miskin]. Ia bergerak secara diagonal
menuju ke kuadran empat [orang kaya dengan mental kaya]. Bila gagal
melakukan reformasi mental maka ia akan masuk kuadran dua [orang kaya
dengan mental miskin]. Sebaliknya bila ia gagal dalam usahanya dalam
segi materiil, ia tetap masih bisa masuk kuadran tiga [orang miskin
dengan mental kaya].
Geli hati sekali bila punya teman yang kaya raya tetapi hanya menjamu
kita dengan segelas Teh Botol atau aqua gelas walaupun kita sudah
bernostalgia selama berjam-jam bersamanya. Pada saat makan siang ia
juga pura-pura lupa waktu dan tidak mengajak kita sekedar untuk makan
Bakmi Ayam atau Gado-gado sekalipun. Itulah gambaran ekstrim dari orang
kaya dengan mental miskin.
Sebaliknya, betapa terharunya kita saat kita ketemu kawan lama di desa
dan kedua orang tuanya sibuk melayani kita seperti tamu agung. Walaupun
mereka hanya mampu menyuguhkan segelas teh basi dan biskuit Kuat yang
sudah lama expired. Ketulusan hati yang keluar dari hati yang tulus dan
murah hati selalu menggugah perasaan haru kita. Mau bagaimana lagi,
memang hanya itulah yang mereka miliki tetapi mereka sungguh-sungguh
telah menjadi orang miskin dengan mental kaya.
Andrew Carnegie, industrialis milyarder Amerika Serikat dari abad 19
mengatakan bahwa ada dua tahap penting dalam kehidupan seorang yang
menjadi kaya. Tahap pertama ialah menghimpun kekayaan. Dan tahap kedua
ialah memakai kekayaan itu untuk memberdayakan orang miskin yang
membutuhkan dana dari padanya. [John C. Maxwell, ibid.]
Trilyuner Bill Gates lewat yayasan "Bill and Melinda Gates Foundation"
telah menyumbang jutaan dollar setiap tahunnya bagi kegiatan amal-sosial
di berbagai negara di dunia ini. Inilah salah satu contoh orang kaya
dengan mental kaya.
Harta dunia bukan untuk ditimbun [hoarding] karena hal itu melanggar
hukum keseimbangan alam. Bila seseorang makan dan minum tanpa henti dan
tidak pernah terjadi ekskresi, maka pasti terjadi konstipasi.
Ujung-ujungnya ia harus masuk rumah sakit untuk dipasang catheter atau
tinjanya disedot paksa. Got yang tidak mengalir menyebabkan sedimentasi
dan menimbulkan bau busuk ke mana-mana.
Setiap agama menyediakan outlet untuk memelihara keseimbangan aliran
rezeki tersebut. Maka dikenal perangkat seperti perpuluhan, kolekte,
zakat, fitrah dsb. Semuanya merupakan outlet bukan hanya demi
kepentingan spiritual melainkan juga fisiko-psikologis. Bila hal itu
dilanggar maka alam akan menghukum manusia secara langsung lewat hal-hal
yang membuat manusia itu terpaksa mengeluarkan isi dompetnya.
Lewat penyakit, musibah kecelakaan, kemalingan, kerampokan, kehilangan
dan segala hal yang membuat jalan pintas sehingga uangpun terpaksa
mengalir keluar dari pundi-pundi si lokek yang telah dijahit erat-erat
tersebut.
Alam tidak main-main dalam soal pelanggaran hukum keseimbangan ini.
Bagi kaum agamis dikatakan Allah memberi percobaan bagi manusia tersebut
karena ia tidak bermurah hati kepada sesamanya padahal Allah telah
mencurahkan berkat secara melimpah kepadanya. Allah Yang Mahakaya
dengan mental Mahakaya menginginkan manusia juga memiliki mental kaya,
entah ia kaya atau masih miskin secara materiil. Secara mental manusia
selalu dapat memiliki hati yang empatik, berwelas asih dan rela membantu
sesamanya sekuat kemampuanriilnya. Entah besar entah kecil kemampuannya
tersebut namun pasti ada.
Hanya orang bermental kaya mampu memberikan senyum kepada orang yang
bersirobok dan memberi jalan kepadanya. Atau mengucapkan terima kasih
kepada penjaga lift yang memandunya di dalam lift. Atau mengucapkan
terima kasih kepada penjaga toilet di Mal atau kepada penyobek karcis di
bioskop 21. Semuanya itu tidak membutuhkan duit sepeserpun karena dapat
diberikan dari hati yang terbuka, tulus dan tahu bersyukur serta
berkemurahan hati. [JS]
Langganan:
Postingan (Atom)